<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950</id><updated>2012-01-10T08:03:06.329+07:00</updated><title type='text'>[~soliloqui`~]</title><subtitle type='html'>I wanted you to see what real courage is, instead of getting the idea that courage is a man with a gun in his hand.  It's when you know you're licked before you begin but you begin anyway and you see it through no matter what.  You rarely win, but sometimes you do.  ~Harper Lee, To Kill a Mockingbird, Chapter 11, spoken by the character Atticus</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>134</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-4418049904956721717</id><published>2009-04-27T13:37:00.002+07:00</published><updated>2009-04-27T13:38:29.527+07:00</updated><title type='text'>Aha!</title><content type='html'>Aha!&lt;br /&gt;Akhirnya bisa masuk lagi ke blog ini! cuma perkara kemalasan untuk memecahkan hal teknis sebenarnya, but i am so glad to be back and regain this blog!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-4418049904956721717?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/4418049904956721717/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=4418049904956721717' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/4418049904956721717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/4418049904956721717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2009/04/aha.html' title='Aha!'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-116900939749141958</id><published>2007-01-17T11:23:00.000+07:00</published><updated>2007-01-17T11:49:57.820+07:00</updated><title type='text'>Eh, Masih Ada...</title><content type='html'>Iya, maksudnya ternyata dah lama ga diupdate blog ini masih ada toh ? Belakangan memang ada saat-saat harus ikut turun ke daerah binaan untuk ngasih pelatihan ke ibu-ibu kader Posyandu dalam program pendampingan revitalisasi posyandu. Karena daerahnya jauh-jauh,saya lebih menganggap ini rihlah, jalan-jalan daripada tugas. Dan memang seru. sejauh ini baru separuh daerah binaan yang saya kunjungi. kebanyakan daerah yang kami bina berlokasi di ujung tangerang, ujung bekasi, ujung bogor, ujung jakarta, yah yang ujung-ujung kayaknya. mostly tipikalnya adalah tipikal kemiskinan pedesaan walaupun ada juga yang poor urban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang di desa seperti Teluk Naga dan Tambelang adalah daerah-daerah yang subhanallah indahnya. Menuju kesana, walaupun jalannya susah karena ompong aspalnya atau bahkan belum diaspal  selalu membuat saya terpikir lama-lama soal kapan yah petani kita bisa kaya dan sejahtera. Kadang,sepanjang perjalanan, kelihatan bahwa irigasinya tidak terawat, atau lahan pertanian terkonversi jadi komplek perumahan baru. Harga beras sekarang sedang mahal, tapi ongkos produksinya pun mahal sehingga keuntungan yang diperoleh petani pun sebenarnya tidak seberapa. tingkat kehidupan mereka pun akhirnya ya segitu-gitu aja alias miskin.  di Teluk naga,listrik bahkan belum masuk, mereka mendengarkan radio hanya lewat bisa lewat aki, di Kronjo,anak kecil buang hajat di selokan karena katanya ongkos pembuatan MCK terlalu mahal. Dan ini semua di daerah-daerah yang hanya beberapa kilometer dari jakarta jauhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah membaca tentang Revolusi Hijau yang dilakukanIndia. Betapa pemerintahnya mendukung dunia pertanian dengan kebijakan dan investasi yang tidak tanggung2 baik dalam riset maupun sarana. Mereka membeli satelit yang dapat memperkirakan musim tanam secara lebih akurat, sehingga kerugian pun dapat ditekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kapan ya?&lt;br /&gt;karena kalau sudah tua kayaknya seru jadi petani (yang kaya dong),terus  punya anak, punya cucu, yang datang liburan ke kakek neneknya, maen ke sawah, nungguin kambing lahiran, bakar bebek, ayam, soang sambil menikmati jagung dan sayuran dari kebun sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kapan ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-116900939749141958?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/116900939749141958/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=116900939749141958' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/116900939749141958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/116900939749141958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2007/01/eh-masih-ada.html' title='Eh, Masih Ada...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-116561757512472505</id><published>2006-12-09T05:37:00.000+07:00</published><updated>2006-12-09T05:39:35.733+07:00</updated><title type='text'>some good news</title><content type='html'>Alhamdulillah, hari ini dapat email dari professor saya, mengabarkan kalau permohonan dana yang saya ajukan kepada sebuah yayasan di Belanda untuk program ekspansi DOTS TB dikabulkan. Anggaran yang diajukan sih 9000 euro dan yang dikabulin 5000 euro. Lumayan, walaupun kelihatannya sedikit, tapi itu sudah membantu untuk menutupi celah utama yang jadi potensi masalah gagalnya penanganan masalah TB. Dana utama dari program ini sebenarnya datang dari Flobal Fund Aids-Tuberculosis-Malaria (GF ATM), tapi dalam aplikasinya dilapangan ada beberapa permasalahan yang muncul diluar skema pembiayaan, jadi kudu nyari sendiri lah sisa-sisanya. Mungkin juga karena dana GF ATM ini datang lewat skema pembiayaan pemerintah, jadi untuk sekedar ngajuin anggaran supaya pasien-pasien TB yang duafa itu punya ongkos untuk ambil obat dari rumahnya ke klinik-klinik LKC, birokrasinya minta ampun rumitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas senang, mudah-mudahan programnya terus berhasil. Dana yang masuk itu insya Allah peruntukkannya adalah untuk pemberian makanan tambahan bagi pasien TB, subsidi ongkos transport dan produksi media untuk penyebarluasan info lewat penyuluhan soal TB (walaupun ga banyak kali yah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ada yang berminat untuk berpartisipasi dalam pemberantasan TB ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-116561757512472505?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/116561757512472505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=116561757512472505' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/116561757512472505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/116561757512472505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/12/some-good-news.html' title='some good news'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-116273869436763190</id><published>2006-11-05T21:54:00.000+07:00</published><updated>2006-11-05T21:58:15.193+07:00</updated><title type='text'>back to work</title><content type='html'>Seminggu ini sudah kembali ke lapangan. Beberapa teman diluar mempertanyakan keputusan saya untuk kembali lagi bergabung di lembaga non profit macam ini, kembali mengurusi persoalan kesehatan rakyat miskin. Diluar, ada banyak prospek yang lebih menjanjikan buat seorang MPH daripada kerja sosial mengurusi orang miskin macam ini, kata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But hey, stubborn is my middle name (selain baik hati dan tidak sombong, tentu saja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu niatan belajar muncul dari tempat ini, dan saya belajar dengan harapan ada sesuatu yang dapat saya lakukan untuk aset ummat yang belum terkelola maksimal ini. Dan niatan itu harus dituntaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi minggu ini, setelah presentasi awalan kemarin, mulai diisi dengan menyusun konsep cetak biru promosi kesehatan di departemen saya, mulai dari struktur, analisa dan evaluasi semua program yang telah dilakukan, target,tahapan kerja, revitalisasi sumber daya berupa relawan berjibun-jibun yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, di kepala sudah ada konsep yang rasanya sudah gatal ingin dibagi-bagi untuk didiskusikan. Bagaimanapun, re-orientasi arah kebijakan dari kurative ke preventive secara konsep tidak akan menghasilkan outcome maksimal selama konsep karitas dengan 100% kurative tidak dilihat ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses diskusi dan obrolan santai dengan teman-teman akhirnya tercetus ide dari mereka untuk setidaknya ada sesi morning coffe with consultant (ceritanya consultant nya saya, walaupun boong banget). Lucu juga, karena awalnya saya agak sedikit menahan diri. Ora elok gitu loh, kalau anak piyik model saya yang mentang-mentang baru kondur dari luar negeri langsung ceramah bal,bla,bla sama mereka yang dulu sudah kuliah di fakultas kedokteran waktu saya masih ngemut es lilin di bangku es de.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebenarnya, dalam proses kuliah kemarin tiap kali saya diperkenalkan dengan cara pandang baru, saya selalu terpikir bahwa mestinya yang hadir ikut mendengarkan adalah dokter A, atau dokter B atau yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang teman-teman ini meminta saya untuk mentransfer apapun yang menurut saya baik untuk mereka ketahui, janjinya adalah ada iklim terbuka terhadap segala ide baru sehingga organisasi kami bisa jadi learning organisation. Jadi buat saya , sesi sharing antara saya dan teman-teman lebih merupakan sebuah transfer informasi kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Dengan sanad dan matan yang insya Allah sahih he he he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, buat saya sendiri entah itu di Belanda dalam sebuah dunia akademik bernama universitas, atau di organisasi kecil macam ini dengan orang-orang yang kaya pengalaman lapangan, penuh semangat dan idealisme, dua-duanya sama-sama proses belajar. menyerap yang terbaik dari apa yang mereka punya. Proses belajar kita selamanya ibarat buku yang tidak pernah akan selesai ditulis, sampai akhirnya kita tiba di halaman terakhirnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-116273869436763190?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/116273869436763190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=116273869436763190' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/116273869436763190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/116273869436763190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/11/back-to-work.html' title='back to work'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-116127349062884908</id><published>2006-10-19T22:56:00.000+07:00</published><updated>2006-10-19T22:58:11.510+07:00</updated><title type='text'>Mak Nyuuuuus.....!</title><content type='html'>Suatu siang, dalam suhu Jakarta musim kering, bulan puasa pula, apalagi yang paling enak kalau bukan klekeran dikarpet depan televisi. Bulak-balik dari satu stasiun ke stasiun yang lain akhirnya pilihan saya  jatuh pada salah satu acara favorit saya Wisata Kuliner di Trans TV. Pembawa acaranya bapak-bapak berwajah hangat bernama Bondan (maaf ya pak, lupa nama lengkapnya), beliau juga dikenal sebagai salah satu pengamat kuliner Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu, melihat si Bapak bolak-balik menghadapi mangkuk, piring berisi makanan-makanan lezat, menyeruput sop konro sambil tak lupa berkata “ehmmm.. mak nyuuuus” rasanya saya rela deh menjual ijazah MPH saya itu buat menggantikan posisi dia. Walaupun sempat berdebat dengan kakak saya tentang apakah pak Bondan itu hanya  sekedar icip-icip segala makanan yang serba berlemak, bersantan dan tinggi kolesterol itu, ataukah dia makan betulan semua itu (yang kemudian membuat saya berpikir pasti dia harus bayar premi asuransi kesehatan yang mahal karena profesinya yang beresiko tinggi terhadap ancaman diabetes dan lain-lain) tetap menyenangkan melihatnya berkeliling memperkenalkan makanan-makanan khas indonesia mulai dari yang paling sophisticated dengan lebih dari 11 jenis bumbu (Kolonel Sanders, ayam goreng anda tidak terlalu mengesankan untuk ukuran orang Indonesia dalam hal bumbu) sampai makanan-makanan jajanan pasar yang sederhana seperti colenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu kalau sedang makan bersama Ayako, salah satu obyek narsisme saya soal masakan (karena apapun yang saya masak pasti dia komentari dengan antusias sambil tak lupa ber ‘eeehm, aaah, uuuh .. this is goood’) sambil makan, obrolan favorit kami tentu saja juga tidak jauh dari masakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya bahwa karakter sebuah bangsa bisa juga terbaca dari masakannnya (selain-kata teman saya- dari media massa, halte, terminal sampai tong sampahnya). Masakan Indonesia selalu menggunakan banyak bumbu, mengingat kondisi alam yang kaya sehingga eksplorasi terhadap segala sumber makanan memiliki banyak pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan masakan-masakan dari daerah-daerah Asia  lainnya seperti Malaysia, Thailand atau India. Bahan dasar masakan biasanya akan di-marinade dengan segala macam bumbu itu hingga kadang sampai kehilangan watak dasarnya. Ingat saja gudek yang rasa nangkanya sudah tak terasa lagi akibat proses pemasakan yang over cooked hingga nir-gizi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya sih, ini pasti juga berkaitan dengan kondisi dimana Indonesia sangat kaya dengan sentuhan kultural dari bangsa lain. Akulturasi banyak terjadi, melahirkan budaya baru yang kadang menghilangkan karakter lama. Dalam hal ini, Indonesia itu memang semestinya bisa sedikit ‘nyombong’ sebagai bangsa yang terbiasa dengan perbedaan ‘dari sononya’ dan punya local genius yang teruji dengan menyerap, kemudian melahirkan yang baru (sst, soal terbiasa dengan perbedaan, kita tidak bicara soal realita saat ini yah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Jepang senang memasak dengan bumbu minimalis, karena yang diutamakan adalah kesegaran dan rasa asli bahan dasar. Pernah baca Toto Chan yang disekolahnya diwajibkan membawa bekal dengan rumusan ‘sesuatu dari gunung dan sesuatu dari laut’? banyak makanan yang dicontohkan hanyalah berupa sayuran yang digosok dengan garam, atau diolah dengan bumbu yang sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan masakan Belanda yang menggunakan bumbu sederhana bahkan nyaris membosankan (garam,merica,bawang bombay, krim kental). Rata-rata masakan Barat kebanyakan bahan dasarnya dipisah dari sausnya sehingga daging ya tetap berasa daging, ikan tetap berasa ikan, asparagus tetap berasa asparagus, tinggal kemudian cocolan sausnya yang akan memberikan rasa berbeda. Tapi anda tetap mengenali bahan dasarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ini cerminan dari karakter mereka yang secara umum homogen secara budaya, agama, sejarah, sehingga agak menjaga jarak terhadap infiltrasi budaya lain ? rasa lain ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi semakin heteregon bumbu yang dipakai dalam kuliner suatu bangsa, semakin heterogen nilai dan budaya dalam bangsa itu dan sebaliknya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayako bilang orang Jepang sangat homogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masakan Belanda dan negara-negara dengan empat musim kebanyakan mengikuti musim. Kata teman saya, stampot (beginikah menulisnya?) dan sup-supan cenderung lebih banyak dimakan pada saat musim-musim dingin dimana orang perlu banyak energi untuk mempertahankan suhu tubuh secara normal. Walaupun kemudian kalau saya pikir-pikir lagi itu sama saja dengan makanan sepanjangn tahun, karena Belanda memang dingin adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari waktu proses pemasakan, masakan Indonesia lebih banyak makan waktu dibanding masakan Belanda (saya pernah membuat kue lapis dari jam sebelas siang dan baru selesai pukul empat sore, duh itu pasti hari yang sangat-tidak-ada-kerjaan). Orang Indonesia tidak pernah punya waktu dimana matahari hadir begitu singkat hingga semua harus dikerjakan secepat dan seefektif mungkin. Apa itu juga karena kita  hidup dalam suhu yang relatif nyaman dan konstan sehingga selalu ada waktu untuk masak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Indonesia juga mengenal makanan-makanan dengan aspek religi. Tumpeng, bubur merah-bubur putih, nasi kuning, adalah masakah-masakan yang agak sulit dimakan tanpa diembel-embeli “dalam rangka...”. contohnya seperti tumpeng yang dimasak ketika orang-orang Dieng ingin meruwat dan memotong rambut anak gimbal.  Orang Belanda juga punya makanan  dengan aspek ritual walaupun tidak banyak. Ada yang namanya beschuat, biskuit yang ditaburi cokelat bagi ibu yang baru melahirkan bayi. Cokelatnya merah jambu jika bayinya perempuan, dan biru jika bayinya laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir semakin banyak makanan beraspek ritual dan religi semakin menunjukkan peran agama dan kepercayaan bagi sebuah bangsa. Jadi sebaliknya, semakin sedikit, bisa jadi semakin sekuler suatu bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah cara penyajian makanan juga menunjukkan kerumitan (agak tidak berselera menggunakan ‘ketinggian’) sebuah peradaban ? contohnya, konon menurut Montgomery Watt, orang-orang Arab di Spanyol pada masa kejayaan Abbasiyyah lah yang mengenalkan seni dan aturan memisah-misahkan makanan dalam porsi dan kategorisasi yang kemudian dikenal saat ini (starter,appetizer,main course,dessert). Tokohnya bernama Ziryab yang hidup di Cordova tahun 822. Dia juga yang membagi pakaian dan perhiasan menurut musim yang kemudian ditiru oleh orang Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ketika anda makan sebuah makanan yang dihidangkan dalam bungkus daun talas, anda bisa memperkirakan seberapa rumit peradaban masyarakat yang bersangkutan (dan  saya orang yang percaya sederhana tidak berarti rendah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak perlu setuju dengan semua  yang diatas itu. Tokh kita bicara dalam kerangka budaya yang sifatnya terbuka terhadap segala interpretasi. Tapi salah satu yang saya suka dari acara model wisata kulinernya pak Bondan ini adalah tak peduli sesederhana apapun sebuah masakan, jangan pernah meremehkannya karena didalamnya kita bisa membaca diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu malu makan colenak, combro dan segala makanan rakyat yang berbunyi aneh dan tidak gaya. Selain itu kita, seperti kata Pak Bondan, rasanya “ehm.....mak nyuuuuus!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ehm, ngomong-ngomong... buka puasa masih lama yah ? (he he he he)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-116127349062884908?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/116127349062884908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=116127349062884908' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/116127349062884908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/116127349062884908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/10/mak-nyuuuuus.html' title='Mak Nyuuuuus.....!'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-116057828775909445</id><published>2006-10-11T21:51:00.000+07:00</published><updated>2006-10-11T21:51:33.503+07:00</updated><title type='text'>jelang 10 hari terakhir</title><content type='html'>Setiap penemuan akan pengetahuan, entah apakah itu mengenai agama sebagai jalan hidup ataukah pengetahuan mengenai hukum yang mengatur alam ini, akan mengantar kita pada kenyataan bahwa segalanya memiliki keterkaitan yang erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibaratnya taman yang padat dengan berbagai tumbuhan. Diatas permukaan, tampaknya setiap bunga dan semak-semak menempati sepetak tanah milik mereka masing-masing, namun begitu kita menggali ke bawah tanah, maka yang ada adalah akar yang saling menjalin dan terkait satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah apel yang jatuh ternyata punya kaitan mulai dari bulan yang tetap setia di orbitnya mengiringi bumi hingga keteraturan konstelasi tata surya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita memulai berdoa dengan memuji Allah SWT dan mengakhirnya dengan alhamdulillah kita juga bicara tentang kerendahan hati, bahwa tak ada sekejap pun dalam kehidupan manusia tidak membutuhkan kemurahan Tuhan, dan karena itulah kalaupun akhirnya doa yang kita panjatkan tidak diperkenankan, kita akan tetap memujinya karena kemurahan kasih sayang Allah yang telah kita terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan sudah lewat dari pertengahannya. Dalam beberapa hari kedepan kita sudah mulai memasuki sepuluh hari terakhir. Hari-hari dimana dahulu Rasulullah lebih bersungguh-sungguh lagi menjalani Ramadhan. Di hari-hari itu harapan dan kekhawatiran bercampur jadi satu. Semoga setelah berusaha sebaik mungkin mengisi ramadhan dengan amal ibadah semaksimal yang bisa kita lakukan, akhirnya kita akan masuk dalam mereka yang memperoleh kemenangan, semoga letih dan penat akan berefek pada akhlak yang lebih baik kepada Allah, kepada manusia dan lingkungan sekitar. Semoga ketulusan kita, prasangka baik kita bahwa Allah itu dekat dan senantiasa memberikan yang terbaik bagi kita akan membuat doa-doa yang kita panjatkan layak untuk dikabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika usaha sudah dijalankan, ketika doa sudah dipanjatkan, ketika sebagai manusia kita sudah menjalankan ikhtiar dalam batas yang bisa dilakukan, maka yang kemudian dilakukan adalah bertawakal, menjadikan Allah sebagai ‘wakil’ terhadap segalanya. Karena tawakal bukan berarti penyerahan mutlak kepada Allah tanpa didahului dengan usaha yang manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi kita salah melangkah, boleh jadi keputusan-keputusan yang kita buat tidak tepat, namun dengan menjadikan Allah sebagai wakil kesedihan itu tidak akan berlarut-larut karena kita yakin bahwa sebagai wakil, Allah telah bertindak dengan sangat bijaksana dalam menetapkan segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika kita telah melakukan bagian kita sebagai manusia, ramadhan adalah momen untuk mengingatkan bahwa kita memiliki Allah sebagai sebaik-baik wakil tempat kita menyerahkan segala urusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan kepada-Nya dikembalikan segala persoalan, maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya (11:123)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-116057828775909445?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/116057828775909445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=116057828775909445' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/116057828775909445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/116057828775909445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/10/jelang-10-hari-terakhir.html' title='jelang 10 hari terakhir'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-115893090688111991</id><published>2006-09-22T20:01:00.000+07:00</published><updated>2006-09-22T22:41:36.786+07:00</updated><title type='text'>New Guy in Town</title><content type='html'>Akhirnya kemarin presentasi konsep yang saya buat tentang promkes didepan direktur dan teman-teman lainnya. Singkat dan sederhana, tanggapannya alhamdulillah positif. Tapi tidak menyangka kalau si bapak juga memberi komentar bahwa menurut dia sebaiknya konsep yang saya ajukan di teruskan juga untuk jadi research proposal PhD. Saat itu cuma bisa mesem-mesem nggak jelas "Itu yang saya pikir, Dok. Alhamdulillah kalau Dokter punya pemikiran serupa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lupa kalau direktur baru ini juga aktif di dunia akademik, jadi punya visi juga untuk itu. Keseluruhan kesan yang dia berikan dalam tanggapan-tanggapannya sedikit banyak menghapus persepsi saya terhadap makhluk-makhluk bernama dokter yang biasanya feodal, konservatif dan tidak demokratis yang tahunya cuma hal-hal klinis dan menutup mata terhadap aspek-aspek lain diluar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, ini stereotyping namanya yang kalau tidak disikapi dengan hati-hati bisa jadi diskriminasi. yah, tapi sulit juga menghilangkan persepsi semacam itu kalau interaksi pertama dengan profesi ini kesan itulah yang timbul. Tapi manusia tentu saja tidak sama. Kalaupun ada pengaruh dogma profesi dan norma peer group, dia juga manusia yang hidup bersama manusia lainnya. Banyak juga kan, kalau diingat-ingat, bertemu dengan mereka yang datang dari profesi ini namun tetap punya karakter cerdas, terbuka dan cukup rendah hati untuk mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya tentang PhD, masih dua tahun lagi sebelum saya bisa mengajukan aplikasi untuk ini. sementara itu masih banyak hal-hal penting lainnya yang harus dipelajari dan dilakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ya sudah, mengalir sajalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rasanyalagiplegmatisabis*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-115893090688111991?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/115893090688111991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=115893090688111991' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/115893090688111991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/115893090688111991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/09/new-guy-in-town.html' title='New Guy in Town'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-115876638528973646</id><published>2006-09-20T22:32:00.000+07:00</published><updated>2006-09-20T22:33:08.640+07:00</updated><title type='text'>Pilihan-pilihan</title><content type='html'>Siang itu saya dan Hamzah berjalan kaki bersama menuju perpustakaan.&lt;br /&gt;"Hamzah mau pilih jalan lewat mana? kalau lewat jembatan Hamzah bisa lihat bebek dan angsa, tapi kalau lewat jalan besar, Hamzah bisa lihat banyak mobil."&lt;br /&gt;mata bulatnya terlihat sedang menimbang-nimbang.&lt;br /&gt;"Hamzah pilih jalan besar aja, ah!" pilihnya.&lt;br /&gt;dan kami pun terus berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil, kita hidup dengan pilihan-pilihan. Orang tua kita, entah disadari atau tidak mengajarkan ketrampilan hidup dengan membuat kita untuk melakukan pilihan. Mau pakai baju warna merah atau biru ? mau belajar setelah main atau mau belajar dulu baru main ? belajar memilih dari hal-hal yang sederhana karena semakin kita dewasa, pilihan itu makin sulit dan makin rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita orang-orang Islam di ajarkan bahwa kitalah yang punya kemampuan untuk merubah nasib kita. Dari awal semua dibekali potensi untuk memilih jalan &lt;em&gt;takwa&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;fujur. &lt;/em&gt;Ingat cerita tentang seorang penjahat yang melakukan 99 kali pembunuhan ? kemudian dia bermaksud bertobat dan atas saran seorang pendeta, dia pergi ke kota yang lebih baik namun dalam perjalanan akhirnya meninggal. Dan malaikat pun akhirnya memutuskan bahwa dia berhak atas syurga dan ampunan Allah karena pilihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kita saat ini-atau untuk ukuran yang lebih abadi,kita diakhirat nanti- adalah hasil dari pilihan-pilihan yang kita buat di masa lalu. Pilihan-pilihan kitalah yang membuat sang waktu mengungkapkan rahasia yang dipendamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sebagai makhluk sosial pilihan-pilihan kita juga membawa dampak yang lebih luas pada lingkaran hidup orang lain. memilih pendamping hidup yang baik untuk kita saat ini, jadi hadiah yang indah untuk keturunan kita dimasa depan. Mungkin karena itu Rasulullah menyatakan bahwa salah satu kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah dengan memilihkan ayah atau ibu yang baik. Memilih berhutang banyak-banyak, semena-mena terhadap alam adalah pilihan yang menyulitkan bagi mereka yang hidup setelah kita. Jika semua kerusakan itu diperkirakan muncul 500 tahun lagi, apakah kita tidak punya solidaritas terhadap mereka yang menjalani hidup pada saat itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang kita gunakan untuk memilih ? saya pikir tentu semua perangkat yang Allah berikan buat kita dalam menjalani hidup. Mulai dari akal untuk fungsi logika dan rasionalitas hingga &lt;em&gt;qalbu&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;istafti qalbak&lt;/em&gt; kalau kata Rasululllah SAW. minta nasihat pada hati mu dan setelah itu biarlah Allah yang menjadi wakil segala urusan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu a'lam bisshawab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-115876638528973646?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/115876638528973646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=115876638528973646' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/115876638528973646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/115876638528973646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/09/pilihan-pilihan.html' title='Pilihan-pilihan'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-115858336265953335</id><published>2006-09-18T19:41:00.000+07:00</published><updated>2006-09-18T19:43:54.513+07:00</updated><title type='text'>Macam-macam Ketika Sudah Sampai....</title><content type='html'>Sudah kembali ada di tanah air lebih dari dua minggu yang lalu. Waktu masih di Maastricht dan seorang teman di Jakarta bilang “duh, motor tuh sekarang disini udah kayak sampah! Ada dimana-mana!” saya berusaha keras membayangkan. Karena setahun lalu saja saya sudah berpikir bahwa motor itu sudah seperti sampah, berarti sekarang tambah parah dunk?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata memang dunk! Dulu rasanya dirumah saya yang memang terletak di pinggir jalan, masih ada saat-saat sepi dan segar buat sekedar lari pagi atau bersepi-sepi ria. Sepi itu penting loh. Sama pentingnya seperti tidur, puasa, dan segala macam pause yang memberi kita kesempatan untuk berkomunikasi dengan diri kita sendiri atau dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lah sekarang? Tidak siang tidak malam, suara motor itu kok yah nggak berhenti lalu lalang. Sepi itu semakin larut datangnya dan semakin pagi perginya. Ini juga si Adek pake beli motor segala! Apa nggak baca soal kondisi udara di Jakarta yang memburuk dan bla,bla,blanya ??! Tapi niat untuk ngedumel jadi padam waktu dia bilang pakai uang jajan dan bisnis kecil-kecilan ala mahasiswa yang dikumpul-kumpul supaya bisa membayar motor yang membawanya lebih cepat sampai ke kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, ga tega lah merusak harga diri laki-laki kecil yang sedang belajar dewasa, yang sedang belajar perlahan-lahan untuk membuat keputusan dan bertanggung jawab terhadap pilihan-pilihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali lagi ke urusan motor. Bukan hanya kebisingan dan kontribusinya terhadap polusi udara di Jakarta yang makin naudzubillah, tapi kelakuan si empunya yang masya Allah suka bikin urut dada. Aduh, apa nggak mau pulang ke rumah dengan utuh itu orang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi punya motor itu salah ? loh… saya kan nggak bilang begitu. Siapapun akan memilih untuk sampai secepatnya dengan biaya yang murah dibandingkan harus bayar ongkos transportasi umum yang makin mencekik plus segala ketidaknyamanannya. Kalau sudah begitu apa mau dilarang orang yang ingin beli motor ? terjebak macet, tua di jalan itu cost nya secara makro ekonomi kan besar juga. Rugi dari aspek waktu, produktifitas dan meningkatkan level stress. Siapa yang bisa bekerja dalam kondisi seperti itu ?yah orang Indonesia doong...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau buat orang awam seperti saya berpikirnya kan sederhana, kenapa tidak dinaikkan saja pajak kendaraan bermotor itu, parkirnya juga, dinaikkan sampai orang malas untuk punya mobil, lalu kompensasi dari pajak tinggi itu di alokasikan untuk perbaikan transport umum, ya busway lah, monorail lah, pedestrian lah, kalau perlu buat jalur khusus untuk kendaraan roda dua seperti motor dan sepeda. Jangan lupa jalur hijaunya diperbanyak dong Pak Gubernur, jangan lah semua pohon dipotong habis untuk jadi lahan parkir seperti di kampus saya di depok itu. Sekarang dimana-mana serba panas. Sungai dan kali kecil tidak usah ditanya lagi nasibnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mall di mana-mana juga bertambah banyak. Duh, apa tidak dipikir2 dulu yah waktu mengeluarkan ijin pembangunan mal-mal itu. Pastinya kan ada perhitungan dalam skala berapa ratus ribu, masyarakat itu butuh pusat perbelanjaan. Toh, kan bukan cuma mall yang dibutuhkan, tapi juga perpustakaan, lapangan bola, tempat bermain, museum lah kalau mau sedikit belajar dari masa lalu, atau sekedar taman kecil dan bangku nyaman tempat orang bisa duduk dan ...ya itu, bersepi dan berdiam ria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, jadi teringat pada Maastricht. Pada pagi-pagi langka, dimana udara cukup hangat bersahabat dan saya bisa lari pagi, menyusuri sungai. Pada sungai-sungai kecil dimana ada bebek dan angsa liar tempat saya suka mengajak Hamzah, anak host family saya disana yang berusia 4 tahun, untuk main dan memberi makan bebek-bebek itu sambil bercerita tentang malin kundang. Jadi, kalau ada hal yang saya rindukan dari Maastricht maka jawabannya adalah pada pohon, pada burung, kelinci dan sungai besar yang terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin selalu begitu. Ketika Allah memberi kita sedikit, kita akan lebih berhati-hati dan menyadari bahwa setiap persegi tanah yang ada begitu berharga. Dan ketika Allah melimpahi kita dengan banyak hal, jika tak punya hati dan akal, kita akan jadi lebih mudah untuk bersikap abai karena tokh masih ada banyak yang kita punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang bulan Ramadhan, Indonesia saat ini masih menjalani musim kering. Ah, betapa beruntung dan betapa senangnya bisa memasuki bulan Ramadhan dalam kondisi yang tenang. Memasuki Ramadhan bersama mereka yang senantiasa mengingatkan betapa bulan ini begitu istimewa sehingga layak di nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa tempat,banyak orang tentunya butuh upaya lebih keras untuk berkonsentrasi memusatkan hati pada Ramadhan sementara pada saat yang bersamaan, rumah, ladang bahkan makam terendam lumpur panas Lapindo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah yang Maha Lembut memberikan kita kekuatan untuk meraih keberkahan Ramadhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-115858336265953335?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/115858336265953335/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=115858336265953335' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/115858336265953335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/115858336265953335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/09/macam-macam-ketika-sudah-sampai.html' title='Macam-macam Ketika Sudah Sampai....'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-115696306571723797</id><published>2006-08-31T01:37:00.000+07:00</published><updated>2006-08-31T01:37:46.360+07:00</updated><title type='text'>Terakhir sebelum pulang...</title><content type='html'>"Jangan nangis, jangan nangis" katanya, tertawa dengan air mata membayang dipelupuknya.&lt;br /&gt;"Nggak, nggak nangis. siapa yang nangis?" kata saya galak sambil memicingkan mata saya. kemudian kami berpandangan sesaat dan akhirnya tergelak dengan air mata meleleh di pipi masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kami sama-sama saling membelakangi berusaha menyembunyikan air mata. Tapi akhirnya, ah sudahlah... apa yang salah dengan air mata. Kami akhirnya berpelukan, dalam hati saya ingin berkata "jadi anak baik yah, jadi muslim yang baik, jaga mama jaga papa, jaga nunu. berusaha sekuat mungkin jadi muslim yang baik. semampu kamu. sesulit apapun, tak peduli sedikit apapun yang bisa kamu lakukan untuk itu, yang terpenting kamu adalah seorang gadis muslim. ingat itu..." tapi yang keluar hanya ucapan "brave meisje..."dan dia tergelak, seperti yang selalu dilakukan tiap kali saya mengatakan sesuatu dalam bahasa belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa malam sebelumnya dia menginap dikamar saya. Paginya saya ajak dia membawa kamera menyusuri sungai Maas, menyeberangi jembatan, ke taman, ke parit ke speeltuin. Menunjukkan museum, perpustakaan, dan mengoceh tentang Maastricht dan Uni Eropa sampai soal sekolah dan anak cowok yang dia suka. Waktu itu ketika kami sama-sama sedang berayun-ayun di menara tali dia bilang "tante, kalau tante datang lagi... mungkin Laura sudah besar sekali yah.." saya meringis. "Mudah-mudahan tidak terlalu besar sekali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya 26 tahun dan dia 10 tahun. Tapi saya tersentuh waktu chatting terakhir kami, dia berkata&lt;br /&gt;dia:"tante itu teman Laura..."&lt;br /&gt;saya: (terharu) "kamu juga teman tante. jangan lupa ambil sepeda dirumah, ya schat"&lt;br /&gt;dia: "insya Allah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, gadis kecilku... semoga Allah menjaga diri dan jiwa kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-115696306571723797?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/115696306571723797/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=115696306571723797' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/115696306571723797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/115696306571723797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/08/terakhir-sebelum-pulang.html' title='Terakhir sebelum pulang...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-115636988179219173</id><published>2006-08-24T04:44:00.000+07:00</published><updated>2006-08-24T04:51:22.046+07:00</updated><title type='text'>someone somewhere</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/100_0547.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 194px; CURSOR: hand; HEIGHT: 228px" height="248" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/100_0547.jpg" width="210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Clouds heap upon clouds and it darkens. Ah, love, why dost thou let me wait outside at the door all alone? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;In the busy moments of the noontide work I am with the crowd, but on this dark lonely day it is only for thee that I hope. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;If thou showest me not thy face, if thou leavest me wholly aside, I know not how I am to pass these long, rainy hours. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I keep gazing on the far-away gloom of the sky, and my heart wanders wailing with the restless wind. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Gitanjali)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-115636988179219173?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/115636988179219173/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=115636988179219173' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/115636988179219173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/115636988179219173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/08/someone-somewhere.html' title='someone somewhere'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-115461832049291363</id><published>2006-08-03T22:16:00.000+07:00</published><updated>2006-08-03T22:31:39.303+07:00</updated><title type='text'>Diujung Hari</title><content type='html'>Sudah menghitung hari kepulangan.&lt;br /&gt;Hari-hari terakhir di isi dengan nge-pak, kirim-kirim buku dan barang ke Indonesia, dan keliling-keliling sekitar Belanda saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak musim panas yang beberapa waktu lalu mencapai 37 derajat sudah lewat. Hari-hari sekarang mulai basah dan serba hujan dan dingin lagi. Hmm.. negeri yang aneh. Kalau terus-terusan mendung begini, bisa gagal total rencana untuk duduk-duduk sambil liat sunset dipinggir sungai Maas dengan beberapa teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma sekedar duduk dan mungkin kalau sudah terasa cukup banyak bicara, hanya diam dan menikmati sore-sore terakhir di Maastricht.&lt;br /&gt;Sedih karena harus meninggalkan Belanda ? entah. mungkin juga iya. mungkin juga tidak. atau mungkin bukan sedih, tapi lagi-lagi terpikir tentang apa yang akan saya lakukan di Indonesia (terpikir tentang sms-sms dari kawan sekantor mulai dari atasan hingga mas-mas yang tanggung jawab jadi teknisi  kalau ada kabel korslet, yang dengan setia bertanya kapan saya pulang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat percakapan, keluh kesah bersama salah satu teman saya yang mengambil art and heritage disini. mulai dari kacaunya policy pemerintah dalam melestarikan peninggalan sejarah di Indonesia, di Jakarta. Tentang betapa kota kaya sejarah itu makin kehilangan dirinya ditengah lautan mall dan hypermart. Merembet sampai soal langkanya ruang publik, tawuran, sistem yang membuat mentalitas dan jiwa kita makin berkarat sampai ujung-ujungnya cuma harapan buram tentang apa yang bisa dia lakukan selain ngomel-ngomel menjual konsepnya tentang art dan heritage di tengah negara yang rakyatnya masih harus ribut menuntut hak dasarnya yang diabaikan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;goede middag belanda,*&lt;br /&gt;aku datang dengan senyuman yang mengembang untuk merajut masa depan&lt;br /&gt;belajar serta menghapal rumus-rumus matematika kehidupan&lt;br /&gt;mencatatkan puluhan kisah dan ceritera di halaman buku-bukuku yang lusuh&lt;br /&gt;tentang kincir angin, bunga-bunga tulip dan musim dingin yang tak pernah bosan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tahun kami disini. Ada yang datang belajar karena ketidaksengajaan, ada yang datang karenan tuntutan karir, ada yang datang untuk lari dari kebuntuan, ada yang datang dengan cita-cita dan mimpi. Namun kami toh tetap pulang juga, dengan kepala yang semoga lebih berisi, dengan hati yang mudah-mudahan lebih peka. Satu tahun adalah 365 hari yang cukup meninggalkan jejak pahatannya dalam karakter dan jiwa kami. Mudah-mudaha itu adalah pahatan yang menambah keindahan dan bukannya menambah daftar nama pembuat masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sudah berapa generasi sebelum kami datang dan pergi dari negeri ini dan negeri-negeri semacam ini. Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka tapi kenapa perbaikan tak kunjung kelihatan dan semakin bingung harus dimulai dari mana.&lt;br /&gt;Apakah mereka kalah? apakah mereka menyerah? ataukah tidak peduli ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah mengerikannya, mudah-mudahan tidak ada yang menulis dengan curiga seperti ini sepuluh-dua puluh tahun lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*puisi favorit pinjaman dari &lt;a href="http://sajakara.blogspot.com/"&gt;Bang Anto&lt;/a&gt;*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-115461832049291363?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/115461832049291363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=115461832049291363' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/115461832049291363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/115461832049291363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/08/diujung-hari.html' title='Diujung Hari'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-115374009866557607</id><published>2006-07-24T17:48:00.000+07:00</published><updated>2006-07-24T18:21:39.510+07:00</updated><title type='text'>Lagi suka ini ...</title><content type='html'>Father and Son&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Father)&lt;br /&gt;It's not time to make a change&lt;br /&gt;Just relax, take it easy&lt;br /&gt;You're still young, that's your fault&lt;br /&gt;There's so much you have to know&lt;br /&gt;Find a girl, settle down&lt;br /&gt;If you want you can marry&lt;br /&gt;Look at me, I am old, but I'm happy&lt;br /&gt;I was once like you are now and I know that it's not easy&lt;br /&gt;To be calm when you've found something going on&lt;br /&gt;But take your time, think a lot&lt;br /&gt;Think of everything you've got&lt;br /&gt;For you will still be here tomorrow, but your dreams may not&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Son)&lt;br /&gt;How can I try to explain, when I do he turns away again&lt;br /&gt;It's always been the same, same old story&lt;br /&gt;From the moment I could talk I was ordered to listen&lt;br /&gt;Now there's a way and I know that I have to go away&lt;br /&gt;I know I have to go&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Father)&lt;br /&gt;I was once like you are now and I know that it's not easy&lt;br /&gt;To be calm when you've found something going on&lt;br /&gt;But take your time, think a lot&lt;br /&gt;Think of everything you've got&lt;br /&gt;For you will still be here tomorrow, but your dreams may not&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Son)&lt;br /&gt;All the times that I cried keeping all the things I knew inside&lt;br /&gt;It's hard, but it's harder to ignore it&lt;br /&gt;If they were right, I'd agree but it's them THEY know not me&lt;br /&gt;Now there's a way and I know that I have to go away I know I have to go&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=_ZBfnccgNB0"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=_ZBfnccgNB0&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap dengar selalu jadi terharu biru ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-115374009866557607?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/115374009866557607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=115374009866557607' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/115374009866557607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/115374009866557607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/07/lagi-suka-ini.html' title='Lagi suka ini ...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-115041633877266802</id><published>2006-06-16T06:10:00.000+07:00</published><updated>2006-06-16T07:05:39.450+07:00</updated><title type='text'>Sleepless</title><content type='html'>Lagi-lagi soal perubahan musim. Kalau kemarin saat winter malam begitu panjang (jam lima sore sudah maghrib dan jam setengah tujuh baru subuh) di musim semi menjelang musim panas begini, matahari lebih dekat dan siang jadi panjang. Jam 3 pagi sudah subuh dan jam 9.30 malam baru datang maghrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temperatur udara pun ampun-ampunan tidak konsistennya. Suatu hari saya hampir kisut kering dibawah sinar matahari 31 derajat, lalu besok paginya tiba-tiba drop jadi 20 derajat celcius. Sumuk, panas menusuk, memupuskan harapan yang dipupuk sejak winter bahwa saya bisa pulang ke Indonesia dengan kulit seputih Mariana Renata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adaptasi terhadap waktu shalat yang baru yang sangat terasa. Bentuk adaptasi pertama tentu saja dengan setia menunggu waktu shalat. Diawal-awal sampai terkantuk-kantuk menunggu Isya yang baru datang jam setengah sebelas (sekarang jam 12) malam. Adaptasi kedua dilakukan dengan menjama' maghrib dan isya kalau dirasa sudah tidak kuat lagi (secara fikih ini diperbolehkan), lalu blass bisa langsung tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi datang saat-saat dimana memang saya harus tidur malam (kalau nonton Grey's Anatomy, atau mengerjakan tugas misalnya) sehingga menggabung shalat semacam itu tentu saja tidak nyaman secara psikologis karena saya ternyata masih terjaga hingga jam dua belas malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adaptasi ketiga yang akhirnya mengubah saya dari makhluk diurnal menjadi nocturnal. Tidur setelah Asar yaitu sekitar jam 6 atau jam 7, lalu secara otomatis akan terjaga pukul 9 atau sepuluh malam (karena jam biologis saya belum menangkap tanda-tanda 'malam' dengan matahari yang masih bersinar di jendela) sahalt maghrib, isya pada waktunya. Lalu terjaga hingga subuh datang sekitar jam 3, kemudian tidur setelah shalat subuh hingga pukul 7 untuk sarapan dan kuliah. Keuntungannya tentu saja selain bisa mengerjakan hal-hal yang bermanfaat (nyicil tesis) dan tidak bermanfaat (nulis blog semacam ini) dengan lebih tenang dan nyaman. Lebih sejuk dan tentu saja damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kadang manipulasi terhadap  circadian ryhtm ini suka kebablasan. Contohnya hari ini, malam ini, saat ini. Pukul satu malam saya baru bangun setelah tidur dari jam tujuh malam. Masalahnya, tirai jendela saya tutup, kamar jadi gelap, maka jadilah 'malam' dan tubuh saya meresponnya dengan mengartikan, oke jamnya tidur, maka bablaslah 6 jam digunakan sebagai waktu tidur lalu terbangun karena tubuh saya sudah cukup dengan jatah tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan saya mungkin terus akan jadi sleeples in Maastricht begini, setidaknya sampai matahari sedikit menjauh lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-115041633877266802?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/115041633877266802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=115041633877266802' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/115041633877266802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/115041633877266802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/06/sleepless.html' title='Sleepless'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-114974782674309254</id><published>2006-06-08T13:18:00.000+07:00</published><updated>2006-06-08T13:23:51.306+07:00</updated><title type='text'>PhD?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/Scholar-Site_Map.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 125px; CURSOR: hand; HEIGHT: 139px" height="71" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/Scholar-Site_Map.jpg" width="84" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; "Nanti langsung mau PhD ? banyak kan yang begitu?"&lt;br /&gt;saya ingat banyak teman yang bertanya seperti itu menjelang keberangkatan saya kesini. Pertanyaan itu muncul lagi saat sedang menyelesaikan master thesis semacam ini. "Kenapa ga bikin proposal PhD, sekalian ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat teman-teman saya yang memang datang dari bidang kesehatan, pastinya akan menarik untuk mencari kesempatan memperdalam ilmunya dengan merencanakan mengambil PhD nanti. Tapi buat orang yang crossover dari bidang jurnalistik ke bidang kesehatan semacam saya, butuh waktu untuk dapat 'insight' dari bidang ini. Dan caranya tak lain dan tak bukan yang dengan melihat sejauh mana saya bisa memanfaatkannya di dunia nyata nanti, di tempat kerja saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai nanti, mungkin suatu pagi ketika baru bangun dari tidur saya langsung berpikir "Ok,kayaknya gw harus ambil PhD, nih" he he... maksudnya gini loh, punya ilmu itu berat tanggung jawabnya, di dunia maupun di akhirat. Dulu waktu memutuskan untuk sekolah lagi dorongannya adalah karena banyak pertanyaan berkaitan dengan dunia kerja yang saya hadapi yang tidak saya tahu jawabannya dan tidak ada yang dapat memberikan jawaban memuaskan (kenapa kita harus bikin program ini, kenapa tidak itu blah,blah,blah). Dan kemudian saya pikir, oke, ga bisa begini terus-terusan. saya harus sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hal yang sama, akan berlaku pula untuk PhD. Saya yakin, insya Allah, akan ada masanya untuk itu. Dan sebagai orang yang percaya bahwa 'setengah gelas penuh', insya Allah kesempatan dan rejeki itu, jika membawa kebaikan untuk kehidupan dunia dan akhirat saya, juga pasti datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak pada saat saya merasa belum matang dan memahami dengan baik amanah ilmu yang saya pikul saat ini. Saya khawatir kalau akselerasinya terlalu cepat, jatuhnya jadi ilmu yang instan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan ga lucu kalau setting di akhirat nanti saya ditanya, kenapa ambil PhD, lalu saya jawab&lt;br /&gt;"Habis, keren aja" *grin*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena terus terang, saya belum menemukan alasan yang kuat selain itu untuk saat ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-114974782674309254?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/114974782674309254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=114974782674309254' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114974782674309254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114974782674309254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/06/phd.html' title='PhD?'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-114949749499438875</id><published>2006-06-05T15:28:00.000+07:00</published><updated>2006-06-08T13:30:18.086+07:00</updated><title type='text'>mengekspresikan perasaan</title><content type='html'>Lieve Mama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In mijn hart boem-boem&lt;br /&gt;Groeit een reuzenbloem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ze is so groot!&lt;br /&gt;ze is so mooi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wie maak ik reuzeblij?&lt;br /&gt;dat ben jij!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;-----------&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Mama sayang,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dalam debar hatiku&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;tumbuh sekuntum bunga mawar&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;ia sangat besar!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;ia sangat indah!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Siapa yang membuat hatiku begitu berbunga?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Engkaulah dia!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;----------------&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Itu salah stau puisi yang dibacakan anak-anak waktu Moeder Dag (Hari Ibu) bulan Mei kemarin, manis yah? katanya, salah satu cara mengajarkan kecerdasan emosional pada anak adalah belajar menamai perasaan dan juga belajar mengkomunikasikannya. Kalau matamu berbinar dan senyummu melebar, nak.. itu artinya bahagia. Kalau ada air mata menetes dan dadamu serasa sesak, itu namanya sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin disini ada perbedaan dengan kultur orang Timur yang biasanya diajarkan untuk memendam perasaan (benar ga?). Yah, kalau tidak suka dengan istilah memendam ya katakanlah tidak mengekspresikannya dengan berlebihan. Naah, term berlebihan sendiri sudah relatif sekali sifatnya. Yang berlebihan itu yang mana ? Kalau ibunda Khadijah dulu suka pada pemuda jujur dan baik bernama Muhammad dan kemudian mengekspresikannya dengan meminta pemuda baik itu menikah dengannya, berlebihan kah ? ataukah itu justru sikap ksatria yang tentu sah-sah saja jadi milik laki-laki dan juga perempuan ? *eh, kok ini yah contohnya?*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas *maksa* saya setuju kalau kita diajarkan untuk mengekspresikan perasaan secara tepat, cermat dan bersahaja sejak dini. Nabi SAW sendiri mencontohkan demikian. Contohnya tentu doa yang senantiasa kita hapal sebagai anak untuk orang tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;ampuni kami&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;juga ayah bunda kami&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;sayangi mereka&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;bagai mereka sayang kami&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Belajar mengekspresikan kasih sayang itu saya pikir perlu karena kalau tidak, jatuhnya akan berujung pada sifat overacting yang sangat-sangat tidak nyaman untuk orang lain, maupun memendam dalam-dalam yang jatuhnya pada penyesalan. Saya ingat waktu almarhum Bapak saya meninggal, diam-diam saya bertanya dalam hati, bahwa kalaupun belum sempat membalas segala kebaikan dan pelajaran yang beliau berikan, adakah saya sudah memberikan kesempatan pada dirinya untuk tahu betapa besar rasa cinta saya untuknya ? juga untuk mamah saya ? karena saya tidak sempat menulis puisi kemudian memandang matanya sambil berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;wie maak ik reuzeblij?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;dat ben je!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-114949749499438875?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/114949749499438875/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=114949749499438875' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114949749499438875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114949749499438875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/06/mengekspresikan-perasaan.html' title='mengekspresikan perasaan'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-114910595298286933</id><published>2006-06-01T02:49:00.000+07:00</published><updated>2006-06-01T03:05:53.560+07:00</updated><title type='text'>Negeri Seribu Bencana</title><content type='html'>Ya Allah&lt;br /&gt;untuk segala duka yang Kau masukkan kedalam kehidupan bangsa kami&lt;br /&gt;jadikan itu sebagai ujian yang menguatkan&lt;br /&gt;bantu kami untuk berdiri&lt;br /&gt;mendongakkan wajah kami menantang matahari&lt;br /&gt;menaklukkan segala kebusukan yang tersembunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan kami atas lautan luas yang mendangkal&lt;br /&gt;sungai yang menghitam&lt;br /&gt;hutan yang terbakar&lt;br /&gt;oleh kerakusan dan keserakahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rusak sudah akhlak kami&lt;br /&gt;berjalan kami dengan jiwa yang retak&lt;br /&gt;hati tak hidup kepala tak berisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;moga Kau ampuni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jangan sampai kau biarkan kami lelah dan payah&lt;br /&gt;menggigil sendirian dalam duka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantu kami untuk percaya&lt;br /&gt;bahwa kami cukup mulia untuk kelak&lt;br /&gt;melahirkan jiwa-jiwa pemberani dan kstaria&lt;br /&gt;moga jika bukan untuk kami, jika tidak saat ini masanya&lt;br /&gt;dapat kami titipkan cita-cita&lt;br /&gt;pada mereka yang berjiwa ksatria.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-114910595298286933?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/114910595298286933/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=114910595298286933' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114910595298286933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114910595298286933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/05/negeri-seribu-bencana.html' title='Negeri Seribu Bencana'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-114884343666027204</id><published>2006-05-29T00:34:00.000+07:00</published><updated>2006-05-29T02:14:06.660+07:00</updated><title type='text'>Het Land Van</title><content type='html'>Kom uit het land van Pim Fortuin en Volkert van de G.&lt;br /&gt;Het land van Theo van Gogh en Mohammed B&lt;br /&gt;Kom uit het land van kroketten, frikadellen&lt;br /&gt;Die je tot aan de Spaanse kust kunt bestellen&lt;br /&gt;Kom uit het land waar Air Max nooit uit de mode raken&lt;br /&gt;Waar ze je kraken op het moment dat je het groot gaat maken&lt;br /&gt;Kom uit het land van rood-wit-blauw en de gouden leeuw&lt;br /&gt;Plunderen de wereld noemen het de gouden eeuw&lt;br /&gt;Kom uit het land van wietplantages en fietsvierdaagses&lt;br /&gt;Het land waar je een junkie om een fiets kan vragen&lt;br /&gt;Het land dat kampioen werd in ‘88&lt;br /&gt;Het land van haring happen, dijken en grachten&lt;br /&gt;Kom uit het land van, het land van Lange Fransie&lt;br /&gt;Dit is het land waar ik thuis kom na vakantie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kom uit het land waar ik in 1982 geboren ben&lt;br /&gt;Waar ik me guldens aan de euro verloren ben&lt;br /&gt;Het land dat meedoet aan de oorlog in Irak&lt;br /&gt;Want ome Bush heeft Balkenende in zijn zak&lt;br /&gt;Het land van gierig zijn&lt;br /&gt;een rondje geven is te duur&lt;br /&gt;de vette hap van de Febo trek je uit de muur&lt;br /&gt;Het land van rellen tussen Ajax en Feyenoord&lt;br /&gt;Maar wanneer Oranje speelt iedereen er bij hoort&lt;br /&gt;Het land van Johan Cruijf en Abe Lenstra&lt;br /&gt;Het legioen laat de leeuw niet in zijn hemd staan&lt;br /&gt;Het land waar we elke dag hopen op wat beter weer&lt;br /&gt;Die Piet Paulusma vertrouw ik voor geen meter meer&lt;br /&gt;Het land dat vrij is sinds ‘45&lt;br /&gt;Het land waar ik blijf, 'k vind het er heerlijk Eerlijk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ik kom uit het land waar je door heen rijdt in 3 uurtjes&lt;br /&gt;Met een ander dialect elke 10 minuutjes&lt;br /&gt;Kom uit het land waar op papier een plek voor iedereen is&lt;br /&gt;En XTC export nummer 1 is&lt;br /&gt;Kom uit het land waar Andre Hazes Over 100 jaar in&lt;br /&gt;elk café nog steeds de baas is&lt;br /&gt;Kom uit het land waar Peter, Gert-Jan, Raymond en Jutten Frans,&lt;br /&gt;Bart en Ali de game runnen&lt;br /&gt;Kom uit het land waar hiphop een kind van 30 is&lt;br /&gt;En je mag zelf weer gaan vullen hoe vet dat is&lt;br /&gt;Het land waar als je rijk wordt je zoveel inlevert&lt;br /&gt;Dat je bij jezelf denkt, hoeveel zin heeft het?&lt;br /&gt;Het land waar prostitutie en blowen mag&lt;br /&gt;Het land van sinterklaas en koninginnedag&lt;br /&gt;Dit is het land waar ik verloren heb, bedrogen ben&lt;br /&gt;Kom uit het land waar ik geboren en getogen ben&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kom uit het land met de meeste culturen per vierkante meter&lt;br /&gt;Maar men is bang om bij de buren te gaan eten&lt;br /&gt;En integratie is een schitterend woord&lt;br /&gt;Maar shit is fucking bitter wanneer niemand het hoort&lt;br /&gt;Ik deel mijn land met Turken en Marokanen, Antilianen, Molukkers en Surinamers&lt;br /&gt;Het land waar we samen veels te veel opkroppen&lt;br /&gt;En wereldwijd gerepresent zijn door Harry Potter&lt;br /&gt;Het land waar apartheid, internationaal het meest bekende woord is uit de Nederlandse taal Kom uit het land wat tikt als een tijdbom&lt;br /&gt;Het land dat eet om zes uur en ook nog eens op tijd komt&lt;br /&gt;Dit is het land waar ik zal overwinnen aan het einde&lt;br /&gt;Totdat je deze meezingt aan de ArenA-lijnen&lt;br /&gt;En tot die tijd zal ik schijnen ik heb mijn hart verpand&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dit is voor Nederland, Baas B, Lange Frans&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I come from the country of Pim Fortuin (famous murdered politician in Netherlands) and Folkert van der G (the murderer) This is the same country that Theo van Gogh ( a controvercial murdered cinematographer who made the film of "Submission") and Mohammed B come from ( his murderer) This is the country with the kroketten and frikadellen (typical dutch snackbar food) that you can order even untill you pass the Spanish borders. I come from the country where Air Max shoes will never be out of fashion, the country where they will crush you when you'll become an important person.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I come from the country with red white and blue (you know what they mean laaa) and the golden lion. I come from the country with marihuana growing nurseries and the 4-day biking tours. The country where you can ask a junk to get you a bike. The country that became (football) champion in 1988. The county where you can bite haring-fish, where you have dikes (for water flooding prevention) and canals. I come from the country of lange Fransie, the country that I return to after I go for hollidays.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I come from the country where I was born in 1982, where I lost my guldens to the euro's, the country that participates in the Iraqui war,because uncle Bush has prime minister Balkenende in his pocket. The country where people aren't generous, to treat your friends on a drink is too expensive they think. The fat food from the Febo (snackbar) can be gotten directly from the wall (hmmm.. here, they have little boxes in the wall the put the fast food to take away)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;The country with the fights between Ajax and feijenoord (Amsterdam and Rotterdams soccer teams) but when the united Orange team is playing everybody joins the party. The country from Johan Cruijf and Abe Lenstra (football hero's) The big team won't let the lion stand there in his underwear (famous football song: don't let the lion be in his underwear) The country where we have hope for better weather every day, I don't trust Piet paulusma at all anymore (weather forcast reader from national television) The country that has been free ever since 1945. The country where I'll stay, I love this country, honestly..&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I come from the country that you can drive through in only three hours. Every ten minutes you'll find another dialect (yeah right,you have to come to Indonesia then). I come from the country that has a place to stay for everyone, at least when it's written on paper. XTC is export product number 1. I come from the country where Andre Hazes (singer that passed away last year), will still be the big boss after 100 year. I come from the country where Peter, gert-Jan, Raymond and Jutten, Frans, Bart and Ali, run the game.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I come from the country where hip is is a thirty year old kid. And you can feel it yourself how 'vet' (cool) this is. The country where you have to return such a huge amount of money when you'll get rich that you'll wonder what the use of getting rich is anyway.(high tax for the rich, poor end up being almost as rich, even without working hard or having a job at all) The country where it is allowed to have prostitution and it's ok to smoke marihuana. The country where the celebrate Sinterklaas (december 5) and Queensday. This is the country where I lost, that I have been mislead in, the country where I was born and raised.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I come from the country where they have the most cultures in one aquare meter. people are scared to go and have diner with their neighbours. Integration is a beautifull word, but it's damn sad when nobody hears this word. I share my country with the Turkish, Marrokans, Antillians, Moluks and Surinams. The country where we build up our frustration too much. The country that is represented world wide by our prime minister Balkenende. The country where the word 'apartheid' is internationally the most famous word from the Dutch Language. I come from the country that make the ticking sound like a timebomb.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;The country where people eat at six pm, and still they are always in time. This is the country where I'll survive in the end, untill you're able to sing this song standing on the lines of the football arena stadion. Untill that time I'll shine, I gave away my hart, this is for the Netherlands, &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;from Lange Lrans and Baas B&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;--------------&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Lagu ini saya dengar pertama kali di minggu-minggu pertama kedatangan saya di Belanda. Jadi mendengarkannya lagi, menciptakan semacam suasana 'dejavu' pada apa yang saya rasakan pada masa-masa awal tersebut. Semangat, kesepian, rasa ingin tahu, khawatir, excited sekaligus sakit perut tiap kali harus keluar kamar untuk belanja atau bersepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinyanyikan oleh dua rapper Belanda, Lange Frans dan Baas B. Waktu dengar ini, somehow insting nyeni saya (jiee, punya gitu?) bilang bahwa ini lagu yang bercerita sesuatu tentang Belanda. Mungkin semacam otokritik, mungkin semacam harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang mereka ceritakan merupakan refleksi keseharian nilai dan norma yang ada di masyarakat Belanda. Marihuana, prostitusi, sikap hemat (pelit), kebiasaan makan ikan harring, hingga Theo van Gogh. Yang terakhir ini tokoh sineas Belanda yang membuat film Submission yang melecehkan Islam dengan fakta getir bahwa film itu dibuat berdasarkan naskah Ayyan Hirsi Ali, muslimah asal Somalia yang jadi anggota parlemen Belanda (terakhir kewarganegaraan Belanda Ali di tarik oleh Rita Verdonk, menteri imigrasi Belanda dengan tuduhan memberikan keterangan palsu dalam aplikasi kewarganegaraannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja menarik bagaimana sebuah lagu bisa jadi refleksi keadaan sebuah masyarakat. untuk kita, Iwan Fals saya pikir masih jagonya untuk urusan ini. Tragedi Bintaro, kebijakan (aih, paling males deh pake bahasa beginian) penggusuran hingga nepotisme dalam birokrasi bisa kita telusuri dalam lagu-lagunya. Dan kita bisa bilang, oh ini waktu ada kejadian ini, itu tentang si anu, atau menebak-nebak siapa sebenarnya si Bento itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sedihnya untuk kita, suasana yang terjadi dalam masyarakat seringkali jadi 'dejavu' untuk lagunya Iwan Fals. Pastinya masih muda sekali saya waktu Iwan menulis lirik tentang "BBM naik tinggi-susu tak terbeli- orang pintar tarik subsidi " tapi tetap lagu itu masih relevan pada saat saya sudah tidak semuda dulu lagi (jadi intinya teteb masih muda, oi!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begitu&lt;br /&gt;Yah, menghela napas pastinya, karena kita berarti belum kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*lalu saya mulai berpikir mestinya Iwan tetap mengarang lagu cinta saja, daripada bikin lagu yang model-modelnya jadi 'kutukan' buat Indonesia begini*&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-114884343666027204?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/114884343666027204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=114884343666027204' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114884343666027204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114884343666027204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/05/het-land-van.html' title='Het Land Van'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-114798276139531261</id><published>2006-05-19T02:57:00.000+07:00</published><updated>2006-06-06T04:15:48.003+07:00</updated><title type='text'>Janji</title><content type='html'>&lt;em&gt;...namun selama aku bernyawa&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;aku kan mencoba&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;menjadi seperti yang Kau pinta&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Chrisye)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--dalam renungan dalam.  apapun itu semoga tetap karena Kau adanya--&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-114798276139531261?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/114798276139531261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=114798276139531261' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114798276139531261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114798276139531261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/05/janji.html' title='Janji'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-114702612241080936</id><published>2006-05-08T01:21:00.000+07:00</published><updated>2006-05-19T03:07:57.066+07:00</updated><title type='text'>Pembelajaran dari sebuah kekesalan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Rasanya sudah lama yah tidak -ngeblog-. Sedikit iri juga pada teman yang tampaknya rajin-rajin mengupdate dan menulis. Kesibukan menulis thesis sepertinya bukan jadi alasan yang berkelas mengingat toh saya juga tidak rajin-rajin amat-yang-sampai-segitunya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bukan pula tidak ada yang berkesan dan penting. Tapi justru dalam momen-momen tertentu rasanya hal-hal yang masuk kategori berkesan itu jadi terlalu sakral buat dibagi-bagi (ta elaah..) dan saya lebih memilih untuk menikmatinya sambil melamun memandang matahari yang mulai tenggelam pelan-pelan seperti saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Baru saja pulang dari dikusi kelompok yang ke sekian kalinya untuk merampungkan tugas need assesment. Kali ini berpasangan dengan teman yang lucunya diawal-awal bukan masuk kategori favorit saya. kalau mau lebih kuat lagi mungkin bisa juga dipakai istilah 'orang-nyebelin' dan hampir-hampir pernah dibikin kesel bin bete bin jutek bin mangkel.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang ini cerdasnya bikin sebel. Bukan, bukan cerdasnya sih, karena saya biasanya mudah suka pada orang yang cerdas, apalagi kalau baik hati dan tidak sombong (kepengen mode ON) Namun diawal saya merasa ni orang jiwa kompetitifnya kuat banget sih. Saat itu kalau sedang diskusi dikelas sepertinya semua opini saya dia nggak terima, kalau saya bilang A, dia bilang B, kalau saya bilang C, dia akan bilang tidak, tapi D. Hhalah, pokoknya bikin keuheul-lah (kesel). Dalam hati saya suka mencak-mencak, nyantai aja lah kalau ada yang nggak setuju sama pendapat kamu. Ugh, pokoknya nyebelin banget, oke saya tahu kamu cerdas tapi toh saya pun datang kesini tidak dengan otak yang melompong. Saya ingat saking kesalnya suatu saat saya pernah malas untuk berkontak mata pada yang bersangkutan. Dan saya sadar, biasanya kalau sudah pada sampai tahapan avoiding begini, berarti kesel bin sebelnya beneran serius.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi toh, saya bukan orang yang betah dikomporin setan seperti itu. Dan percaya lah hidup dalam dunia sebal-keuheul-and mangkel begitu memang ga enak. Kalau kata Rasulullah SAW, rasa dengki itu bisa membakar habis amal kebaikan seseorang. Hua, ya rugi bandar dong. Udah sebel, pahala yang ga seberapa habis pula, sementara yang bersangkutan mungkin ga ngerasa dan enak-enak bobo.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu kemudian saya pikir-pikir lagi, merasionalisasi secara sadar (eh, memang harus sadar kan yah, kalau ga sadar pingsan dong namanya) apa sih yang sebenarnya saya sebelin. Cerdasnya, ilmunya ? wah, yang ini walaupun kata Nabi Muhammad SAW masuk kategori hal yang boleh membuat seorang muslim iri pada manusia lain, tapi bukan alasan untuk sebel.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ah, ya saya pikir mungkin ya dominannya itu, yah kompetitifnya itu yang bikin males. Lalu saya pikir-pikir apa itu naturenya laki-laki yah untuk punya jiwa kompetitif, sementara perempuan kecenderungannya adalah untuk konformitas dan kerjasama ? mungkin kebetulan saja si bapak yang satu ini tidak (belum) pandai mengartikulasikan pemikiran dan opininya dalam bentuk yang tidak ofensif.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu ndilalah karena memang kelas kami kecil, dalam suatu kesempatan saya pun akhirnya mendapat giliran untuk bekerja sama dengan si bapak itu. Wuah, bingung and sebel (again). karena teamwork biasanya ga akan sukses kalau orang-orang didalamnya punya masalah interpersonal. Atau setidaknya dalam kasus saya, saya punya masalah interpersonal toward orang ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berdasarkan pengalaman saya selama ini, hal-hal semodel ini hanya selesai kalau dikomunikasikan. waduh, gimana caranya ? orang ini bukan teman dekat saya, yang biasanya masalah akan terselesaikan dengan pelukan dan saling bermaafan (ntar dia bilang-lah salah apa gue ama lu, kudu minta maaf?). karena pada teman-teman dekat saya bisa bilang "aku bilang ini karena aku cinta". Siapa yang tahu apa reaksinya kalau saya bilang "Aku perlu bicara, karena apa yang kamu katakan di kelas tadi bikin aku merasakan hal yang ga nyaman terhadap kamu." akan marahkah dia? akan terima kah dia? saya tidak cukup dekat untuk meramal sikapnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bukan pula orang yang berbagi nilai dan landasan ideologi yang sama dengan saya. Kalau saya punya perasaan yang nggak enak pada seseorang, biasanya akan saya bacakan doa rabithtah, doa pengikat hati, memohon kepada Allah untuk menghilangkan segala kesal dan mendekatkan hati-hati kami. Karena toh, Allah yang menggenggam dan membolak-balikkan hati. Tapi mengerti apa dia tentang betapa dalam arti doa itu tentang cinta dan persahabatan ?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi toh, ikhtiar harus dilaksanakan. jika tidak demi nilai, setidaknya demi perasaan menyenangkan ketika harus duduk semeja dan bekerja sama. Dan pelan-pelan saya berusaha mengeluarkan apa yang saya rasakan."kamu dulu ga pernah juara tiga atau juara dua yah?", suatu kali saya pernah bertanya, pinginnya sekedar dia tahu bahwa ga ada masalah kalau nanti ada masanya opininya tidak tepat atau meleset dikit. Atau sekedar ingin tahu darimana datangnya semangat kompetitif seperti itu. Atau sekedar mengisyaratkan bahwa dia tidak perlu berusaha keras meyakinkan semua orang bahwa dia cerdas, karena jika itu betul adanya, toh waktu yang akan melakukannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Entah apakah dia bisa menangkap rasa kesal saya, atau semua yang saya inginkan diatas tidak terlalu penting lagi buat saya (karena katanya lagi pria tidak pandai membaca bahasa-bahasa tidak langsung seperti itu) Yang terpenting buat saya adalah beban akibat rasa kesal dan sebal yang saya rasakan pelan-pelan bisa terangkat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan pelan-pelan saya lega ketika saya bisa jujur berkata dalam hati saya; damn, he's good, tanpa harus merasa ga rela. Dan saya bisa menikmati setiap pembelajaran baru, sekecil apapun itu, yang saya dapat dari diskusi kami atau cukup dengan melihat bagaimana logika berpikirnya atau bagaimana cara dia mengerjakan sesuatu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;saya yakin, saya tidak akan bisa melakukan dan mendapatkan itu semua dengan hati yang penuh dengan rasa kesal dan kebencian. Peringatan Allah untuk itu sudah ada; jangan sampai rasa tidak suka kamu pada suatu kaum membuat kamu bersikap tidak adil. Tidak adil ini tentunya dalam artian tidak objektif lagi menilai segala sesuatu yang berkaitan dengan seseorang karena pandangan kita dikaburkan oleh rasa tidak suka. Dan percayalah, amat sedikit pembelajaran yang bisa dilakukan ketika kita dalam kondisi seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;*dedicated to my dear friend (kalau baca, you know lah who you are he he he)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-114702612241080936?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/114702612241080936/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=114702612241080936' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114702612241080936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114702612241080936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/05/pembelajaran-dari-sebuah-kekesalan.html' title='Pembelajaran dari sebuah kekesalan'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-114589354867132341</id><published>2006-04-24T22:45:00.000+07:00</published><updated>2006-04-25T01:19:11.486+07:00</updated><title type='text'>dear friends ...</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/spring-3d-screensaver_3.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 199px; CURSOR: hand; HEIGHT: 132px" height="144" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/spring-3d-screensaver_3.jpg" width="235" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Assalamualaikum, say...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini sudah musim semi. Cuaca semakin sejuk dan cerah, walaupun kadang mendung, tapi aku ga bisa komplain soal itu. Karena hujannya juga mengingatkan pada hujan di Indonesia yang membuat sejuk dan nyaman. Tidak seperti musim dingin lalu dimana hujan membuat kita tambah tertekan karena dingin yang menusuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga-bungan yang ditanam dipetak-petak halaman rumah tetangga, taman dan pinggir jalan mulai berbunga. Aku jadi lebih suka jalan ke kampus dibandingkan naik sepeda. Alam benar-benar memanjakan mata kita dengan warna-warninya. Dibukit buatan depan kampus, bunga liar kecil yang berwarna putih mulai marak jadi corak ditengah hamparan karpet rumput berwarna hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tampak berlomba untuk tumbuh dan berbunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang aku sampai tertegun melihat bunga atau pohon yang seingat aku waktu musim dingin tampaknya tidak punya harapan hidup lagi. waw, you're manage to survive, gorgeous!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi hati ... tentunya tidak sebaik jika ada ditengah-tengah kalian. Rindu pastinya selalu ada, bahkan jika hari akan terus senantiasa musim semi. Tapi menjelang kepulangan dalam beberapa bulan kedepan, rasa rindu itu mulai bercampur sedikit kkekhawatiran. Khawatir ilmu yang dibawa tidak seberapa membawa manfaat, khawatir tidak siap menerima segala keterbatasan yang ada di kampung halaman setelah termanjakan dengan semua fasilitas dan kemudahan hidup di negara maju. khawatir tidak cukup keras belajar dan berusaha untuk menimba ilmu. khawatir, setelah nanti menengok ke belakang baru sadar betapa ada banyak kesempatan dan waktu yang dilalaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi bukankah harus selalu ada ruang untuk kekhawatiran ?&lt;br /&gt;tidak hanyak untuk kehidupan dunia&lt;br /&gt;tapi juga akhirat semestinya&lt;br /&gt;divine unsecurity&lt;br /&gt;mudah-mudahan ruang kosong itu yang senantiasa menjaga kita dari takdir manusia yang tidak membawa manfaat untuk kehidupan sekitarnya, atau penyesalan kekal yang siksanya tidak tertanggungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil jalan ke kampus, aku ingat salah satu cerita yang aku suka tentang roda yang tidak sempurna. Ceritanya begini, ada sebuah roda yang kehilangan potongannya. Roda itu merasa tidak sempurna dan menghabiskan waktunya untuk mencari kepingan yang hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepanjang jalan dia bertanya pada bunga, pada binatang, pada serangga yang dulu tidak pernah disapanya, adakah mereka melihat kepingan roda miliknya. Dia berputar dengan lambat, cukup lambat untuk sekedar menikmati betapa banyak keindahan sederhana yang ia lewatkan kala ia berputar sempurna karena memiliki segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu saat, ia menemukan kepingannya. Dia tentu saja sangat gembira dan mulai berjalan dengan cepat dengan sedemikian lancarnya, sehingga ia kehilangan kesempatan untuk menyapa bunga, binatang dan serangga yang pernah mengisi ketidaksempurnaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat itulah dia sadar. ada banyak keindahan dan pelajaran dalam ketidaksempurnaan yang justru menjadikannya merasakan kecukupan yang berlimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu ada seorang teman baik yang datang ke tempatku. Dia mengeluhkan tentang belum datangnya buah hati dalam pernikahan yang menurutku masih berumur dini. Dan aku bahkan belum menemukan kepingan hatiku, pikirku waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku suka berpikir tentang komentar "mungkin Allah menilai kita belum siap untuk itu" yang sering dilontarkan jika ada keinginan yang tak terwujudkan. Ingin menemukan pasangan, ingin memiliki keturunan, ingin kekayaan atau ketenaran. Jika benar adanya Allah menahan semua itu karena kita belum memiliki kapabilitas untuk menjalani semua itu, bahwa kita akan menyia-nyiakan anugerah itu karena ketidaksiapan kita, lalu apa penjelasan tentang mereka yang bercerai, mereka yang gagal menanam benih-benih kemuliaan di dada anak-anak mereka, atau mabuk dalam kegelimangan harta? jika pada prinsipnya mereka diberikan itu semua karena mereka" sudah siap" dan memiliki "kapabilitas" untuk menerima semua kenikmatan itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku lebih percaya bahwa dalam semua kondisi yang Allah berikan pada hakikatnya adalah ujian yang didalamnya tentu saja ada kenikmatan, jika saja kita mau memberi sedikit waktu untuk 'berputar lebih lambat'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa yang tidak siap dengan kefakiran yang Allah berikan hanya akan membawa pada kondisi yang mendekatkan pada kekafiran. Dan mereka yangn tidak menyiapkan jiwa dalam kekayaan pastinya akan terjebak dalam kekufuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati aku yakin, kita manusia akan selamanya jadi roda yang selalu kehilangan kepingannya. kita akan selalu bertanya pada pada Tuhan, pada semua, dimana kepingan yang hilang itu. Jika Tuhan menginginkan kebaikan pada kehidupan dunia dan akhirat kita, aku yakin kita akan dibantu-Nya untuk menangkap keindahan dan pelajaran dari ketidaksempurnaan dengan bertanya pada bunga-bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam&lt;br /&gt;kepingan hatimu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-114589354867132341?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/114589354867132341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=114589354867132341' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114589354867132341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114589354867132341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/04/dear-friends.html' title='dear friends ...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-114581370988194134</id><published>2006-04-24T00:34:00.000+07:00</published><updated>2006-04-24T03:50:08.076+07:00</updated><title type='text'>My Favourite Part (The Little Prince-Antoine De Saint Exupary)</title><content type='html'>&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 158px; CURSOR: hand; HEIGHT: 187px" height="287" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/little%20prince.gif" width="213" border="0" /&gt;But it happened that after walking for a long time through sand, and rocks, and snow, the little prince at last came upon a road. And all roads lead to the abodes of men.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Good morning," he said.&lt;br /&gt;He was standing before a garden, all a-bloom with roses.&lt;br /&gt;"Good morning," said the roses.&lt;br /&gt;The little prince gazed at them. They all looked like his flower.&lt;br /&gt;"Who are you?" he demanded, thunderstruck.&lt;br /&gt;"We are roses," the roses said.&lt;br /&gt;And he was overcome with sadness. His flower had told him that she was the only one of her kind in all the universe. And here were five thousand of them, all alike, in one single garden!&lt;br /&gt;"She would be very much annoyed," he said to himself, "if she should see that . . . She would cough most dreadfully, and she would pretend that she was dying, to avoid being laughed at. And I should be obliged to pretend that I was nursing her back to life--for if I did not do that, to humble myself also, she would really allow herself to die. . ."&lt;br /&gt;Then he went on with his reflections: "I thought that I was rich, with a flower that was unique in all the world; and all I had was a common rose. A common rose, and three volcanoes that come up to my knees--and one of them perhaps extinct forever . . . That doesn't make me a very great prince . . ."&lt;br /&gt;And he lay down in the grass and cried.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------&lt;br /&gt;It was then that the fox appeared.&lt;br /&gt;"Good morning," said the fox.&lt;br /&gt;"Good morning," the little prince responded politely, although when he turned around he saw nothing.&lt;br /&gt;"I am right here," the voice said, "under the apple tree."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Who are you?" asked the little prince, and added, "You are very pretty to look at."&lt;br /&gt;"I am a fox," the fox said.&lt;br /&gt;"Come and play with me," proposed the little prince. "I am so unhappy."&lt;br /&gt;"I cannot play with you," the fox said. "I am not tamed."&lt;br /&gt;"Ah! Please excuse me," said the little prince.&lt;br /&gt;But, after some thought, he added:&lt;br /&gt;"What does that mean--'tame'?"&lt;br /&gt;"You do not live here," said the fox. "What is it that you are looking for?"&lt;br /&gt;"I am looking for men," said the little prince. "What does that mean--'tame&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/fox.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 234px; CURSOR: hand; HEIGHT: 181px" height="156" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/fox.jpg" width="234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;'?"&lt;br /&gt;"Men," said the fox. "They have guns, and they hunt. It is very disturbing. They also raise chickens. These are their only interests. Are you looking for chickens?"&lt;br /&gt;"No," said the little prince. "I am looking for friends. What does that mean--'tame'?"&lt;br /&gt;"It is an act too often neglected," said the fox. It means to establish ties."&lt;br /&gt;"'To establish ties'?"&lt;br /&gt;"Just that," said the fox. "To me, you are still nothing more than a little boy who is just like a hundred thousand other little boys. And I have no need of you. And you, on your part, have no need of me. To you, I am nothing more than a fox like a hundred thousand other foxes. But if you tame me, then we shall need each other. To me, you will be unique in all the world. To you, I shall be unique in all the world . . ."&lt;br /&gt;"I am beginning to understand," said the little prince. "There is a flower . . . I think that she has tamed me . . ."&lt;br /&gt;-----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"My life is very monotonous," the fox said. "I hunt chickens; men hunt me. All the chickens are just alike, and all the men are just alike. And, in consequence, I am a little bored. But if you tame me, it will be as if the sun came to shine on my life. I shall know the sound of a step that will be different from all the others. Other steps send me hurrying back underneath the ground. Yours will call me, like music, out of my burrow. And then look: you see the grain-fields down yonder? I do not eat bread. Wheat is of no use to me. The wheat fields have nothing to say to me. And that is sad. But you have hair that is the color of gold. Think how wonderful that will be when you have tamed me! The grain, which is also golden, will bring me back the thought of you. And I shall love to listen to the wind in the wheat . . ."&lt;br /&gt;The fox gazed at the little prince, for a long time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Please--tame me!" he said.&lt;br /&gt;"I want to, very much," the little prince replied. "But I have not much time. I have friends to discover, and a great many things to understand."&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/princefox.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 311px; CURSOR: hand; HEIGHT: 163px" height="166" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/princefox.jpg" width="364" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"One only understands the things that one tames," said the fox. "Men have no more time to understand anything. They buy things all ready made at the shops. But there is no shop anywhere where one can buy friendship, and so men have no friends any more. If you want a friend, tame me . . ."&lt;br /&gt;-----------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So the little prince tamed the fox. And when the hour of his departure drew near--&lt;br /&gt;"Ah," said the fox, "I shall cry."&lt;br /&gt;"It is your own fault," said the little prince. "I never wished you any sort of harm; but you wanted me to tame you . . ."&lt;br /&gt;"Yes, that is so," said the fox.&lt;br /&gt;"But now you are going to cry!" said the little prince.&lt;br /&gt;"Yes, that is so," said the fox.&lt;br /&gt;"Then it has done you no good at all!"&lt;br /&gt;"It has done me good," said the fox, "because of the color of the wheat fields." And then he added:&lt;br /&gt;"Go and look again at the roses. You will understand now that yours is unique in all the world. Then come back to say goodbye to me, and I will make you a present of a secret."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The little prince went away, to look again at the roses.&lt;br /&gt;"You are not at all like my rose," he said. "As yet you are nothing. No one has tamed you, and you have tamed no one. You are like my fox when I first knew him. He was only a fox like a hundred thousand other foxes. But I have made him my friend, and now he is unique in all the world."&lt;br /&gt;And the roses were very much embarassed.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/rosegarden.jpg"&gt;&lt;/a&gt;"You are beautiful, but you are empty," he went on. "One could not die for you. To be sure, an &lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/rosegarden.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 295px; CURSOR: hand; HEIGHT: 219px" height="167" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/rosegarden.0.jpg" width="262" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ordinary passerby would think that my rose looked just like you--the rose that belongs to me. But in herself alone she is more important than all the hundreds of you other roses: because it is she that I have watered; because it is she that I have put under the glass globe; because it is she that I have sheltered behind the screen; because it is for her that I have killed the caterpillars (except the two or three that we saved to become butterflies); because it is she that I have listened to, when she grumbled, or boasted, or ever sometimes when she said nothing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Because she is my rose.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(dan tiba-tiba air mata saya meleleh ...)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-114581370988194134?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/114581370988194134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=114581370988194134' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114581370988194134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114581370988194134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/04/my-favourite-part-little-prince.html' title='My Favourite Part (The Little Prince-Antoine De Saint Exupary)'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-114466259714825407</id><published>2006-04-10T16:47:00.000+07:00</published><updated>2006-04-10T16:49:57.946+07:00</updated><title type='text'>Cool Reminder</title><content type='html'>Narrated Abu Darda: Kathir ibn Qays said: I was sitting with Abu Darda in the mosque of Damascus. A man came to him and said: Abu Darda, I have come to you from the town of the Apostle of Allah for a tradition that I have heard you relate from the Apostle of Allah . I have come for no other purpose. He said: I heard the Apostle of Allah say: If anyone travels on a road in search of knowledge, Allah will cause him to travel on one of the roads of Paradise. The angels will lower their wings in their great pleasure with one who seeks knowledge, the inhabitants of the heavens and the Earth and the fish in the deep waters will ask forgiveness for the learned man. The superiority of the learned man over the devout is like that of the moon, on the night when it is full, over the rest of the stars. The learned are the heirs of the Prophets, and the Prophets leave neither dinar nor dirham, leaving only knowledge, and he who takes it takes an abundant portion&lt;strong&gt;.( Abu Dawud, Book 25, Number 3634 )&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Giao Yo! &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;semangat, gal!&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-114466259714825407?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/114466259714825407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=114466259714825407' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114466259714825407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114466259714825407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/04/cool-reminder.html' title='Cool Reminder'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-114458104361448661</id><published>2006-04-09T18:10:00.001+07:00</published><updated>2006-04-09T21:39:41.006+07:00</updated><title type='text'>Wat een lekker weer, zeg!</title><content type='html'>Ah, cuaca bagus sekali hari ini. Sinar matahari meruah menerangi kamar, hangat meresap diwajah. Kalau dalam bahasa sunda, duduk sambil menikmati hangatnya matahari yang suam-suam dari balik jendela kaca seperti ini, 'moyan' --berjemur--namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuaca, pergeseran posisi matahari, adalah ayat-ayat kauniyah yang terbaca jelas di negeri ini. Subhanallah. Bandingkan dengan Indonesia yang tidak memiliki perubahan yang signifikan setiap bulannya dari matahari yang menyambangi kita. Dan kenikmatan itu, katanya, baru terasa setelah kita mengalami kehilangan. Kalau hidung sudah mampet karena pilek, baru terasa nikmatnya bisa bernapas dengan lega. Kalau matahari sudah menjauh, baru terasa betapa besar nikmat yang Allah berikan dengan menempatkan kita diposisi terbaik dalam lintang khatulistiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, cuaca bagus sekali hari ini...&lt;br /&gt;Saya ingat sebuah kisah tentang Rasulullah SAW yang menolak kekayaan abadi namun lebih memilih untuk kenyang sehari dan lapar sehari "agar dalam keadaan kenyang aku bisa bersyukur dan dalam keadaan lapar aku bisa bersabar." nikmat itu akan terasa ketika kita pernah mengalami kehilangannya. Indah sekali bagaimana Islam mendidik umatnya. Kita punya bulan Ramadhan, sekedar jeda dari segala kenikmatan keseharian yang mungkin kita abaikan untuk kita syukuri dalam setahun. sebuah lambung yang terisi. Dan berbuka puasa pun Allah sandingkan sebagai kenikmatan terbesar yang dirasakan oleh seorang muslim yang sama besarnya dengan kenikmatan yang ia dapat ketika pada suatu ketika nanti ia bisa bertemu dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung juga ada hari-hari yang dinamakan musim dingin, karena jadi sadar betapa nikmatnya hidup dalam limpahan udara yang hangat. Lapar, sedih, kecewa, gagal, ga punya duit, jauh dari sahabat, bete, kehujanan, mati lampu (emang pernah gitu di Belanda?) semua perlu sesekali hadir dalam hidup agar kita bisa merasakan nikmat-nikmat yang Allah hadirkan dalam sepiring makanan lezat, tawa, jus buah, rekening di bank, selimut hangat, susu coklat, atau sahabat yang selalu setia untuk sekedar bertanya "bagaimana kabarnya hari ini? ingin berbagi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, wat en lekker weer, zeg...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-114458104361448661?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/114458104361448661/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=114458104361448661' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114458104361448661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114458104361448661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/04/wat-een-lekker-weer-zeg.html' title='Wat een lekker weer, zeg!'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-114414433237001353</id><published>2006-04-04T16:40:00.000+07:00</published><updated>2006-04-04T17:21:22.683+07:00</updated><title type='text'>Biblio-something</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/boekenfestijn.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="80" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/boekenfestijn.jpg" width="364" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Koneksi internet di rumah masih belum beres. Jadinya hanya mengandalkan signal yang tertangkap dari tetangga kiri kanan yang kadang tidak di protect. Itupun lemah sekali. Jadi terasa juga ya kehilangan ritual ngobrol pagi-pagi dengan teman-teman di Jakarta yang lumayan jadi obat kangen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Het is Lente, katanya. Sudah masuk musim semi. Suhu sedikit beranjak naik, walaupun jadi sering turun hujan. Beberapa pohon sudah mulai menunjukkan tanda-tanda hidup kembali, masa-masa musim dingin yang katanya menaikan level stress orang-orang Eropa sudah mulai melangkah pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang terjadi. Sudah ketemu Ayako lagi, sempat makan malam dan pergi ke Gym bareng (setelah berbulan-bulan bikin janji), sudah tahu apa yang akan terjadi di serial Grey's Anatomy dua episode ke depan (thank's to Benny yang sudah mendownload gratisan he he), sudah nraktir kebab dengan agak-agak nggak ikhlas (habis miladnya kapan, traktirannya kapan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang menarik karena akhir Maret sampai tanggal 2 April kemarin ada Boekenfestijn atau festival buku di Maastricht. Jelas penasaran ingin tahu seperti apa sih yang namanya festival buku di Belanda. Saya pikir saya beruntung karena setelah melihat jadwalnya, tampaknya festival buku ini hanya diselenggarakan setahun sekali di kota-kota tertentu di Belanda dan Belgia. Di Belanda festival buku hanya ada di Maastricht, Utrecht, Leuven, Amsterdam, Rotterdam, dan Eindhoven.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Maastricht, festival buku ini mengambil tempat di Forum MECC, tidak jauh dari rumah dan tentu dekat sekali dengan kampus. Jadi hari Jumat seusai kuliah, saya dan Astri memutuskan untuk melihat-lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata yang namanya boekenfestijn itu sangat sederhana atau dalam istilah lain, fungsional sekali. Di pintu masuk yang ditandai dengan pembatas plastik pengunjung yang membawa tas besar dipersilahkan menitipkan tasnya. Pengunjung disediakan keranjang dan juga trolli untuk dibawa masuk ke area boekenfestijn. Area-nya sendiri dibatasi dengan kerangka-kerangka besi yang berfungsi sebagai partisi portable. Masuk ke dalam dari pintu masuk berjajar meja-meja panjang berisi buku-buku dalam berbagai macam kategori. Ada kategori reizen &amp; atlassen (travelling), kunst &amp;amp; art (seni), hobby, medische &amp; new age (istilah yang terakhir tadinya ga ngerti, tapi setelah dilihat ternyata isinya soal reiki, yoga dan sebangsanya), novel dan literure, kamus, varia (aneka macam, termasuk puzzle,mainan anak-anak, buku tulis dsb), sejarah, agama dan banyak kategori lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik adalah boekenfestijn ini memang seperti janjinya, een grote ontdekking (a big discovery), why pay more?! dan ternyata beneran a great discovery dan murah banget! buku Milestones of 20th Century yang hardcover dengan tebal hampir 400 halaman harganya hanya 2,50 euro! selain membeli buku itu (tentu saja), banyak juga coffe table picture book yang asli keren banget. Akhirnya setelah menimbang-nimbang saya putusakan untuk men-drop buku sejarah komplit Perang Dunia II dan menggantinya dengan 100 Great Wonders of The World dan The Art of National Geographic (isinya ilustrasi-ilustrasi terbaik yang pernah di muat di NG). Ada juga Junior Chronicle of the 20th century, hampir sama dengan buku Milestone itu, hanya saja ini lebih concise dan lebih banyak gambar karena memang untuk anak-anak. Dan semua ini hardcover dengan kertas artpaper! huik,huik.. Ooh yang di Jakarta, envy me! Sebenarnya saya mencari buku yang berkaitan dengan seni dan arsitektur islam. Tapi saya kurang beruntung karena dari hasil browsing hanya menemukan beberapa yang menggunakan bahasa Belanda. Jadi walaupun bagus, khawatirnya tidak akan terlalu bermanfaat. Astri yang lebih teliti dan lebih sabar berhasil menemukan buku dengan tema Islam yang lumayan bagus untuk dijadikan referensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di meja dengan kategori popular science, saya menemukan buku-buku hardcover dengan sampul menarik karangan Francis Fukuyama (Our Posthuman Future, salah satunya), ada Mind Over Matter; Conversation with the Cosmos, Deeper than Darwin, Cassel's Law of Nature, A Brief history of the Human Race, buku-buku tentang rekayasa genetik, buku-buku tentang teori evolusi dan kritiknya, The Origins of Creativity, The Mystery of Thing, Endangered Minds, ada juga buku-buku 'lucu' seperti The Sourcebook of uneXplained (yang agak sedikit menyesal kenapa saya beli, karena kalau dibaca malam-malam ada rasa-rasa gimanaaa gitu) dan The Science of Harry Potter (the nimbus two thousand's ability to fly no longer seems so incredible in light of the discovery of "gravity-shielding effects"; masa? yu mas bi joking rait?). Saking bagusnya sampul buku-buku ini, saya yakin mereka yang tidak terlalu tertarik dengan fisika atau bioteknologi (seperti saya) pasti juga senang kalau punya salah satu, salah dua atau salah tiga dari buku ini (yang bilang dont judge the book by it's cover, jangan dekat-dekat deh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pindah ke meja literatur klasik, ternyata lebih seru lagi. Novel-novel klasik seri Wordsworth di jual dengan harga hanya sekitar 1-2 euroan. Ada Uncle Tom's Cabin yang historikal itu, yang Harriet Becher Stowe-nya oleh Abraham Lincoln sebut-sebut sebagai little lady who started the great civil war. Ada The Odyssey-nya Homer, yang walaupun sudah beberapa kali baca tapi kayaknya seru juga kalau punya,Wizard of The Oz yang filmnya bagus (Judi Garland as Dorothy) dan penuh makna itu, The Hunchback of Notre Dame, English Fairy Tales, ada Journey to the centre of the earth-nya Jules Verne (walaupun sebenarnya yang dicari-cari cerita yang dibawah laut yang ada kapten Nemo-nya), ada The Little Prince-nya Antoine De Saint Exupary, Tale of Two Cities punya Charles Dickens dan ada Little Women karangan Louisa May Alcott yang dulu film kartunnya pernah diputar (lupa stasiun TV mana) dan saya suka banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya keren banget deh seksi literatur klasik ini. Beberapa buku kumpulan karya Geoge Elliot, William Shakeaspeare, Edgar Allan Poe, Jane Austen dan beberapa pengarang lainnya yang tebalnya kalau kata anak abg segede-gede gedi juga ada, dijual hanya seharga 6 euro-an. Tadinya ingin beli tapi dipikir-pikir sangat tidak handy sekali untuk dibaca diangkot atau dimasukan ke dalam tas. Lagipula Shakeaspeare gituloh, yang bahasa inggrisnya sophisticated banget, sementara my english as broken as my heart, jadi terima kasih deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ pindah ke barisan buku novel-novel baru. Ada beberapa buku Tom Clancy yang akhirnya saya ambil, dan juga Stephen L Carter yang berjudul The Emperor of Ocean Park. Sebenarnya tidak tahu siapa Carter ini, tapi berhubung di sampulnya ada label Jhon Grisham's Today Show Pict jadi pastinya keren lah. Hardcover-nya Stephen King juga ada. Lagi-lagi dengan harga menggiurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku farmasi dan kedokteran juga banyak. termasuk buku Gray's Anatomy dan Sobota yang besar-besar dan bagus-bagus itu (hanya 16 euro sajah), buku-buku pediatrics, gynecolog, nursing dan sebangsanya. Tapi buku kesehatan masyarakat hampir tidak ada sepertinya. Satu-satunya buku yang berhasil saya temukan hanya Health and Ilness in the Community, yang lainnya... nihil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dirumah, setelah membongkar semua buku yang saya beli jadi teringat tulisan Putu Wijaya dalam Selisik yang mengulas bukunya Tom Raabe yang berjudul Biblioholism, The Literary Addicition. Kalau kamu punya hasrat untuk membeli, membaca, menyimpan, dan mengagumi buku yang cenderung berlebihan, hasrat itu disebut biblioholisme --sedang orangnya disebut biblioholik (seperti alcoholic untuk pecandu alkohol, dan workaholic untuk pecandu kerja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita tahu bukan bahwa yang terlalu berlebihan selalu tak baik. Karenanya, seperti dia tulis, ada dua jenis biblioholisme yaitu bibliomania (gila buku) dan bibliofil (cinta buku). Beda antara keduanya adalah niatan atau motivasi dalam membeli buku. Seorang bibliomania membeli buku hanya untuk menumpuknya, sedang bibliofil mengharap dapat menguras isi dan kebijakan dari buku-bukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya Boulard ahli hukum asal Perancis pada abad ke-18. Sampai meninggalnya, Boulard memiliki 600 ribu sampai 800 ribu jilid buku. Dan ketika diloakkan, semuanya baru habis setelah lima tahun. Masalahnya: ia tak membaca buku yang ia beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, haruskah kita membaca semua buku yang kita beli? berapa persen buku milik kita yang harus kita baca agar bisa ada dilevel bibliofil? Sembilan puluh persen? Lima puluh persen? Atau hanya dua puluh persen? Jawabannya kata Tom Raabe akan berbeda setiap orang, hanya orang itulah yang tahu apakah ia gila atau cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mudah-mudahan jangan sampai jatuh pada level biblionarsisis (biblionarcissist). Asal katanya dari mitologi Yunani tentang pemuda amat tampan bernama Narcissus --saking tampannya sampai-sampai ia jatuh cinta pada ketampanannya yang ia lihat terpantul dari sebuah kolam. Terus menerus menatap kolam, tak makan dan minum sampai akhirnya mati, dan berubah menjadi bunga Narsisis. Nah biblionarsisis ini adalah orang-orang yang mengkoleksi buku --enskilopedi komplet dengan lemari khusus, misalnya-- hanya untuk berlagak, bermegah-megah, pamer, dan mengagumi diri sendiri. Menurut agama, itu riya' (atau kita ganti saja istilahnya menjadi biblioriya'?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm..&lt;br /&gt;Am I?&lt;br /&gt;Are you?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sst.. jawabannya simpan sendiri-sendiri saja kalau begitu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-114414433237001353?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/114414433237001353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=114414433237001353' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114414433237001353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114414433237001353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/04/biblio-something_04.html' title='Biblio-something'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-114355725944865341</id><published>2006-03-28T21:45:00.000+07:00</published><updated>2006-04-25T01:50:21.843+07:00</updated><title type='text'>Kejutan Hari Ini</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/Made_Tulpen_transparent.gif"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 141px; CURSOR: hand; HEIGHT: 123px" height="224" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/Made_Tulpen_transparent.jpg" width="243" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini beneran kejutan. Waktu habis beli sabun cuci di AH, saya putuskan untuk menyantap bekal saya di salah satu bangku di lapangan depan AH di daerah Ceramique. Sedang asyik gitu tahu-tahu ada bapak-bapak bule yang tampaknya juga baru keluar dari AH. Membawa seikat bunga tulip dan menuntun seekor anjing. Si om itu tersenyum terus bilang "smakelijk" (selamat makan), saya balas dengan senyum juga "dank u". si Om itu terus terdiam dan memandang saya sejenak. Dan guess what, dia lalu menyerahkan bunga tulipnya untuk saya!"dit is voor jouw" (ini untuk kamu) Hah?! gelagapan saya terima bunganya "really? for me? waarom ? (mengapa)" sambil berlalu dia mengatakan sesuatu dalam bahasa belanda yang saya tidak mengerti artinya. Saya cuma bilang terima kasih sekali lagi. si Om melambaikan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aneh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya senang juga, soalnya dari kemarin-kemarin memang niat ingin beli bunga baru untuk dikamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma kasih ya Allah untuk bunganya...&lt;br /&gt;*ternyata dikasih bunga itu memang membahagiakan yah =b*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-114355725944865341?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/114355725944865341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=114355725944865341' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114355725944865341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114355725944865341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/03/kejutan-hari-ini.html' title='Kejutan Hari Ini'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-114283623764442786</id><published>2006-03-20T13:29:00.000+07:00</published><updated>2006-03-22T04:52:03.960+07:00</updated><title type='text'>yeap.. mereka datang...</title><content type='html'>Seminggu kemarin kalau pulang, yang pertama ditanya pasti "ada kiriman yang datang ?". Atau ga kalau kebetulan dirumah, langsung melototin tukang pos yang biasanya datang sekitar jam setengah dua belas siang. dan yup! akhirnya mereka datang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama sekali adalah bukunya teks Health Promotion dari Jeanie Naidoo. Dikampus sebenarnya pakai Keith Tones. Tapi begitu baca resensinya saya pikir saya perlu buku ini juga untuk melengkapi Keith Tones yang levelnya lebih advance. Kemudian bukunya Marc Buellens menyusul. Agak sedikit ber-'doggy ears' mungkin karena paketnya tidak rapi. Sebel, tapi begitu lihat data penjualnya,.. ooh penjual baru toh, ya sudah lah. masih amatir soal bungkus-bungkus mungkin. Tinggalin feedback aja. &lt;em&gt;Bukunya punya doggy ears tapi sampai tepat waktu, saya puas.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Besok-besok buku Nursing Research sampai, bersamaan dengan The Case of Islamo-Christian Civilization-nya Richard W Buellet. Yang terakhir ini bukan buku teks, tapi tertarik aja untuk baca dan tambah senang waktu saya baca reviewnya sedikit di resonansi Republika. Yiiha! pas deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niatan beli buku teks ini akhirnya dilaksanakan setelah menimbang-nimbang, kok buku-buku yang saya punya fotokopian semua yah? ga keren banget sih. Bisa-bisa anak saya nanti (kalau nanti punya anak, maksudnya*tersipu*) komen "mom, you're so uncool, all of them are fotokopian?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang yang dinanti-nanti adalah Through The Lens, National Geographic Greates Photographes! kumpulan foto dari National Geographic. Terus terang beli buku ini dengan merem. Habisnya serem juga melihat jumlah pounds yang terus merangkak di daftar buku yang saya beli dari amazon.co.uk. Hitung-hitung, konversi ke rupiah... yaah, harga segitu untuk buku hardcover, 504 halaman pula, dan National Geographic bo! National Geographic gitu loh! pantas lah. Buku kerudung cantik 75 halaman punya ratih sang yang 'haw-haw' gitu aja 75 ribu, ini National Geographic!? akhirnya diputuskan lah untuk diambil saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tagihan itu terus merangkak. Tinggal nangis akhir bulan nanti. Belum lagi janji sama beberapa orang untuk membelikan buku sebagai oleh-oleh. Susah juga kalau oleh-oleh punya strata. Yang umum-umum aja sudah disiapkan coklat, yang istimewa disiapkan barang-barang tahan lama (gantungan kunci, dsb), yang istimewa sekali saya pilihkan buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dulu suka ngeluh-ngeluh betapa mahalnya buku di Indonesia, sekarang tahu rasa! contohnya waktu mau beli The Adventures of Ibnu Battutah-nya Rose E Dunn, harganya bisa sampai 10 ponds termasuk pajak dan ongkos kirim. Eh, waktu lihat ke site punya penerbit obor, buku yang sama harganya 42 ribu rupiah saja! huaaa, sebel banget. Cuma payahnya, begitu saya tanya ke penerbitnya, buku itu masih ada stoknya atau ga, sampai sekarang ga dijawab tuh. Dan Ibn Batuttah masih dengan setia mengisi wish list saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi...&lt;br /&gt;Indonesia itu tetap 'surga' kayaknya...&lt;br /&gt;setidaknya untuk beberapa hal macam gini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-114283623764442786?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/114283623764442786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=114283623764442786' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114283623764442786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114283623764442786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/03/yeap-mereka-datang.html' title='yeap.. mereka datang...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-114275032379539964</id><published>2006-03-19T12:40:00.000+07:00</published><updated>2006-03-20T15:00:29.500+07:00</updated><title type='text'>Little House on The Prairie</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/whole-family.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 116px; CURSOR: hand; HEIGHT: 135px" height="215" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/whole-family.jpg" width="140" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Dapat postingan ini di bulletin board Friendster. Kayaknya sih dari blog seseorang... jadi yang merasa nulis, kalau suatu saat nyampe juga ke blog ini, saya minta ijin yah buat naruh tulisannya di sini (dah difait accompli duluan he he)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dulu kayaknya ini tonotnan wajib banget tiap hari minggu. Pake punya bukunya pulak. Koleksi saya berhenti sampai Laura Ingalls menikah sama Almanzo Wilder dan beranak pinak....&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jadi gini tulisannya :&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah karavan sederhana berjalan pelan-pelandengan ditarik seekor kuda. Terseok-seok di atas jalan tanah berdebu. Siang yang panas di sebuah bukit landai berpadang rumput luas. Seorang lelaki kekar berwajah ramah menarik-narik tali kekang kuda yang menghela karavannya. Istrinya yang cantik semampai duduk mendampinginya dengan selalu menyunggingkan senyum manis...&lt;br /&gt;Tiga orang gadis kecil berbeda usia berlarian menuruni lereng bukit yang dihampari rumput-rumput tinggi menghijau. Bunga-bunga rumput berayun-ayun riang mengikuti hentakan kaki-kaki mungil melompat-lompat turun. -- &lt;em&gt;Halah, bahasamu toh ...---.&lt;/em&gt;Didahului oleh seekor anjing berbulu lebat yang lincah menderap menuju ke bawah. Gadis yang berkepang dua tak kalah lincah segera mengejarnya, diikuti kakaknya yang berambut panjang indah. Sedangkan si adik terkecil tertatih-tatih di belakang berusaha mengikuti lompatan-lompatan kedua kakaknya... Ups,kaki mungilnya tersandung dan jatuh tergulingbeberapa depa di lereng bukit. Tapi untunglah lapisan rumput itu cukup empuk, sehingga si kecil bisa segera bangkit dan kembali tertawa riang...(hehehehe.. begitu katanya.. kali :D)&lt;em&gt; ---- sumpe loh deskripsinya ga nahan...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara hari minggu di 80-an bagi yang ingin tinggal di rumah saja sambil menonton tivi tampaknya sudah tercetak di sebuah prasasti batu yang tidak mungkin diubah lagi. Nonton Unyil, Ria Jenaka, dan Album Minggu. &lt;em&gt;--oh iya, album minggu, album minggu kitaa... dengan penyiar wanita masih berambut singa... &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sebagai penutup menjelang waktu tidur siang di hari yang terik, suguhan tetap setiap akhir minggu adalah kisah tentang keluarga sederhana yang hidup di kota kecil dengan berbagai intrik dan kejadian menyentuh. Keluarga Ingalls dalam serial LITTLE HOUSE ON THE PRAIRIE.Film ini diangkat dari buku karya Laura Ingalls Wilder (Laura Ingalls yang beneran, bukan yang dipelem ini) tentang suka duka kehidupannya diWalnut Grove. Jadi critanya Keluarga Ingalls ini asalnya dari Kansas, trus pindah ke Walnut Groove mencoba mencari peruntungan baru di kota yang baru tumbuhini. Si Pa Charles Ingalls yang rambutnya gondrong megar---&lt;em&gt;tapi ganteng loh,bo!---,&lt;/em&gt; bersama Emak Caroline yangberwajah manis tapi teduh, memboyong tiga anakgadisnya Mary, Laura (dengan kepang dua dan gigi kelincinya), dan Carrie&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/michael-landon-in-hat.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 104px; CURSOR: hand; HEIGHT: 126px" height="115" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/michael-landon-in-hat.0.jpg" width="133" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; tinggal di rumah sederhana. Eh.. ada yang ketinggalan, anjingnya si Jack (wuih!,anjing dikasih nama 'Jack'! )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan di Walnut GroveWalnut Grove ini kota yang sangat kecil, mungkin lebih pantes dibilang desa kali. Punya satu gereja kecil dengan pendeta Alden sebagai pemukanya.Gereja ini juga dipake buat sekolah anak2. Yanga ku heran, itu sekolah kelasnya cuma satu ya diruangan gereja itu. Semua anak Walnut Grove dengan berbagai usia diajarnya yang nyampur disitu.Gurunya juga cuma satu, Ms. Beadle. Jadi nggak ada tingkatan kelasnya dong ya? ato gimana?&lt;em&gt;-- yah kayak gitu memang...--&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu toko kelontong dengan beraneka ragam dagangan yang dimiliki keluarga kaya Oleson.Keluarga Oleson ini menjadi bagian yang paling banyak disorot di serial ini, tentunya setelahpara Ingalls. Tapi mereka lebih sering kebagian sosok antagonis sih. Pasti nggak ada yang bisa lupa sama tampang kejamnya Mrs. Harriet Olesonyang ala nenek sihir jahat. huh... galak dan jutek bener! pengen deh nimpuk :D -- &lt;em&gt;iya, beneran sebel banget, hebat tuh artis yang jadi Mrs.Harriet---&lt;/em&gt;Eh, setelah aku liat gambar2 Nyonya Harriet Oleson ini.. aku jadi bertanya2, kenapa sih para antagonis cewek yang licik sering digambarkan suka pake aneka macam topi aneh? Apa topi2 aneh itu identik dengan karakter congkak dan culas ya? &lt;em&gt;--masa sih ? Cruella de Ville.. nggak tuh---&lt;/em&gt;Bandingin deh ama Jilly di Return To Eden. Cuman tentu saja Jilly jauh lebih muda dan cantik ;) Mrs. Harriet ini punya suami Nels Oleson. Orangnya sebenernya baik sama semua orang para tetangga diWalnut Groove, tapi karena pak Nels ini tergabung dalam ISTI (Ikatan Suami Takut Istri) ya jadinya sering kali dia harus mengikuti kehendak istrinya yang pelit dan sombong sama orang sekitar.Melengkapi keculasan Mrs. Harriet, adalah anak perempuannya Nellie Oleson. Sama kayak emaknya,congkak, culas dan manjanya nggak ketulungan. Suaranya sering diset di oktaf tertinggi. Tapi mendinglah, masih cantik :D. Yang paling diingat dari Nellie ini, selain sikapnya, adalah rambutnya yang pirang bergulung-gulung... &lt;em&gt;--diem-diem saya pikir rambutnya cool loh kayak gitu---&lt;/em&gt;Ada lagi adik laki2nya Willie Oleson. Ini anak juga bandelnya minta ampun. Pokoknya keluarga Oleson ini seringkali bikin keluarga Ingalls dan warga Walnut Grove lainnya makan ati. Penonton juga paling kesel ama kombinasi Emak dan 2 anak bandel itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi keluarga Mr. Edwards dengan anak2 angkatnya. Juga keluarga Garvey. Jonathan Garvey dan Pa Charles sohib-an banget. Terus ada Doctor Baker, satu2nya dokter yang siap dihubungi kapan saja kalo ada warga yang sakit.Rumah Mungil Keluarga Ingalls Rumah yang ditinggali keluarga Ingalls memang kecil dan sederhana. Terbuat dari kayu, berdiri ditengah2 padang rumput yang nyaris gersang. Ya iyalah, cocok sama judulnya kan. Perabotannyasemua juga dari kayu. Ruang utamanya cuma dilengkapi dengan perapian dan satu set meja makanyang merangkap meja tamu dan meja belajar anak2.Mary dan Laura tidurnya di loteng atap yangnaiknya pake tangga vertikal. Di samping rumah adapompa dragon (hehe) tempat anak2 cuci muka sebelum berangkat sekolah (jorok deh, gak pake mandi :D )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Pa kayaknya kerja serabutan gitu. Kadang dipabrik penggilingan yang ada kincir airnya itu,kadang ngangkut2 karung atau jerami di pertanian,kadang juga sibuk membajak ladangnya sendiri. Yang jelas dia bekerja keras sepanjang hari untuk menghidupi keluarganya. Bahkan waktu tulang iganya ada yang patah karena jatuh dari pohon, dia tetap memaksakan diri mengangkat karung2 jagung :( ..duh, babe) ..---&lt;em&gt;iya, saya ingat episode ini... sampe terharu nontonnya-&lt;/em&gt;--Sedangkan si Ma Caroline adalah tipe ibu rumah tangga sejati yang sabar dan setia. Dan anak2 gadisnya adalah anak2 yang penurut dan baik hati.Saat si Pa sakit tapi ada kerjaan yang harus diselesaikan, mereka lah yang bergotong royong memanggul karung2 jagung. Sekali2 emang suka bandel, terutama Laura, tapi itu karena dorongan keingintahuan seorang anak2 yang dapat diluruskankembali.Pokoknya keluarga kecil yang meskipun tidak berkelebihan tapi hidupnya saling mencintai dan harmonis lah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingalls vs Oleson&lt;br /&gt;Walaupun keluarga Ingalls adalah pendatang di Walnut Grove dan bukanlah siapa2, tapi mereka mendapat tempat di hati masyarakat Walnut Grove karena ketulusan mereka. Berbeda dengan keluarga Oleson yang kaya raya dan seolah menjadi penguasaWalnut Grove, tapi sering membuat para tetangganya sakit hati karena kecongkakannya.Mrs. Harriet sempat bernafsu menguasai seluruhkota, juga sempat mengusulkan agar Walnut Grove memiliki walikota dan mengajukan Nels sebagaicalonnya. Dia juga suka mengatur2 kurikulums ekolah bahkan sempat memaksa jadi guru pengganti.Nellie nggak beda jauh dengan emaknya, cuman dia lebih fokus untuk menjadi penguasa sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romantika Gadis Remaja&lt;br /&gt;Laura kalo pergi ke sekolah biasanya pake rok lebar, sepatu boot (tapi gak pake ransel, entarjadi Dora dong :D), bawa buku dan bawa kaleng.Kaleng? buat apa?... nah itu juga yang sering aku bingung. Bawa kaleng ke sekolah? mungkin buat ngguyur si Nellie yang suka ngejek dia sebagai'gadis desa' (country girl) :D.. Tapi kayaknyasih, ni kaleng buat tempat apel yang entar bakal buat makan siang. Tapi kenapa kaleng? emang nggak ada tas kresek ato kotak bekal gitu... yo embuh,mungkin emang trendnya lagi gitu :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kali, pas Mary udah mulai tumbuh remaja,Laura ngiri sama pertumbuhan kakaknya. Demi agar bisa terlihat lebih dewasa dan dikagumi cowok2 disekelilingnya, dipasanglah dua buah apel bekal makan siang di dadanya :D ... dan ketika dia disuruh maju ke depan kelas... melorot aja tuhapel ke bawah .. hehehe... Seisi kelas terbahak2dan Laura langsung lari pulang dengan berderai airmata :D ...Mary dari awal punya masalah dengan penglihatannya. Hingga sampai satu saat dia tidakbisa lagi membaca tulisan di papan tulis.Selanjutnya dia harus memakai kacamata, walaupundia harus tahan dengan ejekan teman2nya sebagai si"Mata Empat". Namun Mary tidak menjadi minder,bahkan sempat mewakili kotanya mengikuti kompetisi matematika se-negara bagian dan berhasil menjadijuara kedua. Mary juga sempat ikut mencalonkan diri jadi "school president" (kayak ketua OSISgitu kali ya.. ) menantang Nellie dan seorang lagibernama Elmer, meskipun akhirnya mengundurkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kisah cinta remaja, sudah tentu ikut menjadibumbu penyedap film ini. Mary sempat jatuh cintadengan John anak angkat Mr.Edwards walau akhirnya harus terpisah. Sementara Laura sering saingan sama Nellie soal rebutan perhatian cowok. Nellie emang lebih wah dandanannya, tapi Laura meskipun tampak lugu dengan gigi kelinci dan rambutkepangnya lebih bisa memikat hati cowok dengan hati emasnya &lt;em&gt;(halah.. bahasanya :p) &lt;/em&gt;Episode saat Mary kehilangan penglihatannya,adalah episode yang paling mengharukan. Semuanya sedih, termasuk penonton. --&lt;em&gt;iya ampe kaget gitu, kok bisa dia sih dibikin sedih ceritanya, mestinya dia bisa jadi pengacara atau apa---Mary&lt;/em&gt; yang depresi didaftarkan di sekolah khusus tunanetra di Iowa.Untunglah ia mendapat guru yang sangat bersemangatwalaupun tunanetra juga, Adam Kendall. Mary mulai mampu hidup kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis2 itu pun Menikah&lt;br /&gt;Mary akhirnya jatuh hati dan menikah dengan gurunya Adam Kendall. Sementara pada season 6,Laura yang sudah remaja matang terpikat pada saudara laki2 dari guru barunya Ms. Wilder yangbernama Almanzo. Sempet rebutan lagi sama si Nellie. Namun akhirnya Almanzo memilih Laura,bahkan kemudian melamarnya. Pa Charles yangmenganggap Laura masih kecil, masih 16 tahun,memintanya menunggu 2 tahun lagi. Berkat ketulusanAlmanzo syarat itu dikurangi menjadi 1 tahun saja..Adam Kendall, suami Mary, secara mengejutkan bisa melihat setelah pingsan akibat suatu ledakan &lt;em&gt;(aduh.. sinetron banget sih =b)&lt;/em&gt;. Selanjutnya ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan sekolah hukum. Setelah lulus, Adam pun membuka praktek sebagai pengacara di Walnut Grove.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laura setelah menikah tidak lagi berkepang dua (yaiyalah, masak mau culun terus). Rambutnya digelungala ibu-ibu dan warna rambutnya berubah jadi kemerahan (udah ada ya semir rambut merah di jaman itu?). Dia kemudian diangkat menjadi guru diWalnut Grove. Sementara Almanzo kerjanya nggak jauh beda ama Pa Charles, apa aja dikerjain.Sedangkan Nellie jatuh cinta pada Percival Dalton yang dipekerjakan Mrs. Harriet untuk mengurusi restoran miliknya. Merekapun juga akhirnya menikah. Masalah muncul ketika Nellie hamil.Keluarga Percival yang Yahudi menginginkan si anakmenjadi Yahudi, sementara Oleson menginginkannya menjadi Kristen. Semuanya terselesaikan ketika ternyata Nellie melahirkan kembar laki-perempuan.Bagi deh atu-atu :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema2 dari Abad ke-19&lt;br /&gt;Setting akhir abad 19, tentunya bersinggungan dengan masa2 koboi dan bandit berkuda berjaya.Juga masa2 bangsa indian menjadi musuh dan diperlakukan secara diskriminatif oleh warga kulitputih. Meskipun jarang banget, tapi ada satu dua episode yang menggambarkan suasana itu. Pernah ada pelarian indian yang minta perlindungan di WalnutGrove. Dan pernah juga penjahat besar Jesse James mampir ke kota kecil ini dan sempat menyanderabeberapa orang.Pada masa itu, teknologi2 baru juga mulai bermunculan dan diperkenalkan dalam kehidupan masyarakat Walnut Grove. Sering kali sih yangdapat kesempatan pertama memanfaatkan adalah keluarga kaya Oleson. Mereka yang pertama kali punya telepon, yang sering dipinjam oleh tetangga2 dan dimanfaatkan oleh Mrs. Harriet untuk menguping demi mendapat gossip2 baru :D. Oleson juga sempat mencetak koran lokal, yang dipakai Mrs. Harriet untuk propaganda kepentingan pribadi dan menjelek2an orang lain. Kereta Api juga nyaris masuk ke Walnut Grove dan beberapa pemukiman hampir digusur untuk jalur kereta, tapi nggak jadi karena warga menolak.Tema diskriminasi terhadap warga kulit hitam jugacukup sering diangkat.Yang paling benci ama kulit hitam ya sapa lagi kalo bukan Nyonya besar HarrietOleson. Dan serial ini memposisikan diri di pihakyang anti diskriminasi rasial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuna Netra dan Anak Angkat&lt;br /&gt;Dari season ke season, tampaknya penulis serial ini (nggak tahu apakah orangnya tetap atau ganti2)suka bikin tema cerita tentang tuna-netra dan anak angkat.Selain Mary yang tunanetra dan kemudian menikah dengan Adam yang awalnya juga tunanetra, di Walnut Grove akhirnya juga dibuka sekolah Tunanetra dengan Mary dan Adam sebagai gurunya. Selanjutnya banyaklah cerita tentang anak2 tunanetra yang berbakat, atau yang kehidupannya tragis. BahkanLaura juga sempat dikisahkan buta saat WalnutGrove terserang wabah Anthrax. Untunglah cuma sementara... sempat ketar-ketir juga sih, takut kalo Laura akhirnya buta kayak Mary.. :(Soal anak angkat, wah banyak banget. Keluarga Ingalls mengangkat remaja Albert menjadi anaknya saat Mary pergi untuk bersekolah di sekolah tunanetra. Terus di season selanjutnya ada sepasang anak James dan Cassandra yang juga diangkat anak oleh keluarga Ingalls.Waktu Nellie menikah dan boyong dari Walnut Grove,keluarga Oleson mengangkat Nancy dari rumah yatim.Nancy ini mirip banget ama Nellie kecil, bahkan lebih bandel. Cocok banget jadi keluarga Oleson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Laura selain mengasuh anak kandungnya sendiri Rose, juga mengasuh anak dari iparnya yang telah meninggal, Jenny. Bener2 deh.. kota itu dihuni orang2 yang berbudi luhur yang tidak tegaan dengan anak2 telantar :)Ada lagi peristiwa yang terjadi berulang. Caroline pernah kehilangan bayi laki2nya sebelum kemudiania melahirkan putri ke-empatnya, Grace. Mary juga kehilangan bayi-nya yang tewas dalam kejadian kebakaran sekolah tunanetra. Selanjutnya Laura juga tidak berhasil mempertahankan bayi yang bakal jadi adik dari Rose.Berakhir di Season ke-9 Di negara asalnya sana, serial ini season pertamanya diputar pada tahun 1974. Per season rata2 ada 21 episode. Season ke sembilan yangmenjadi season terakhir diputar pada tahun 82-83."Tersanjung" yang cuma sampai 6 itu ya masih kalahlah... :D Nggak tahu mulai tahun berapa diputar diTVRI, kayaknya sih mulai 70-an akhir. Dan season terakhirnya diputar di TVRI sekitar tahun 85-an.Season terakhir ini ditandai dengan keluarnyaMichael Landon dan digantinya judul serial menjadi"Little House: A New Beginning". Karena emang rumah mungil di tengah padang rumput itu tidak didiami lagi oleh keluarga Ingalls. Michael keluar, Leslie Landon anak perempuan kandungnya masuk berperan sebagai Etta Plum, ibu guru baru.Namun tampaknya penonton sudah mulai jenuh dengan serial ini, dan season ke-10 pun tidak diproduksi.Bosen juga sih nonton serial yang sama selamabertahun2. Tapi apa daya... wong saat itu nggakada pilihan lain. Ya kalau hari minggu siang nggak ada acara dan kerjaan mau nggak mau nongkrong didepan tipi nonton Laura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/219035~Bonanza-Posters.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 132px; CURSOR: hand; HEIGHT: 165px" height="244" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/219035%7EBonanza-Posters.jpg" width="190" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah Little Househabis masa tayangnya, kita masih bisa nontonaktingnya Michael Landon yang tetap dengangondrong megarnya sebagai malaikat yang turun kebumi dalam Highway to Heaven. Tapi rasanya udahbosen ngeliat tampangnya Michael Landon bertahun2gitu terus :DBerita TerakhirMichael Landon yang di tahun 60-an tampil lebih klimis dalam serial yang juga terkenal dijamannya, "Bonanza",--&lt;em&gt;jadi little Joe yah, imut kayak anak kelinci... tapi seingat saya dulu malah naksir sama abangnya yang lebih macho he he he, sadis.. tua banget sih seleranya---&lt;/em&gt; meninggal pada Mei 1991 karena kanker pankreas. Dia sudah sempat meninggalkan jejak di Hollywood Walk of Fame yang menandai bahwa eksistensinya cukup dihargai dalam dunia perfilman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melissa Gilbert juga telah mendapat penghargaan dia badikan di Hollywood Walk of Fame baru2 initahun 1998. Meskipun jarang lagi kita tonton aksinya diputar di Indonesia setelah Little Houseini. Sempat menjabat sebagai presiden dari lembaga Screen Actors Guild selama dua periode. Dan dia menikah dengan aktor Bruce Boxleitner, yang kita kenal dalam serial "Bring 'em Back Alive" dan"Babylon 5". Kebetulan di Babylon 5 Melissa jugaikut main sebagai istrinya Bruce. Cinlok dong... ;)Pemeran yang lain? auk deh... nggak sempet googling lagi, soalnya udah deadline harus segera diposting sih. Kalau nggak mau ditagih terus ama para pengunjung setia blog ini :D...&lt;em&gt;--sapa sih nih yang punya blog, sok tenar amat ---&lt;/em&gt; hehehehehe...Tapi kayaknya sih pada nggak terlalu kedengeran lagi setelah main di serial sempat diproduksi selama 8 tahun terus menerus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, serial ini banyak membawa nilai-nilaimoral yang tinggi untuk diserap oleh penontonnya.Tentang persahabatan, kekuatan keluarga yang harmonis, tentang rasa sosial yang tinggi terhadap sesama, pokoknya yang sesuai dengan butir2Pancasila deh :) Nggak pernah ada adegan yang menjurus ke pornoaksi atau pornografi :p tontonan seluruh keluarga deh pokoknya. Meskipun begitutokoh2 utamanya juga digambarkan sangat manusiawiyang tidak lepas dari kesalahan, walaupun padaakhirnya bakalan menyesal dan happy ending.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;memang keren abis tuh film--menghela napas--ma kasih yah sudah menulis resume yang menarik =)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-114275032379539964?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/114275032379539964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=114275032379539964' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114275032379539964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114275032379539964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/03/little-house-on-prairie.html' title='Little House on The Prairie'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-114267043535896596</id><published>2006-03-18T14:10:00.000+07:00</published><updated>2006-03-18T15:31:00.410+07:00</updated><title type='text'>Kenalan Baru</title><content type='html'>Waktu mobil kami tiba didepan rumah orangtuanya, wajah indo-nya yang khas sudah bersinar cerah di depan jendela. Kalau di Indonesia, anak perempuan secantik ini mungkin sudah ditawarkan orangtuanya untuk jadi bintang iklan. Namanya siapa ? tanya saya "Laura." jawabnya malu-malu. Usianya baru sepuluh tahun dan duduk di kelas enam. Bahasa Indonesianya, seperti umumnya anak Indo, bahasa indonesia yang baku dan patah-patah. Adik laki-laki kecilnya baru berumur sekitar satu tahun. Namanya Nurul. dengan pipi tembam dan wajah bule, lucu sekali mendengar dia bicara "ndoong"(gendong).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua mereka, kak Lena dan Frank kenalan baru kami. mereka tinggal di pelosok Gulpen, sekitar dua puluh kilometer dari Aachen. Kak Lena orang Bangka Belitung yang sudah hampir lima belas tahun tinggal di Belanda. Pertemuannya dengan host family saya benar-benar merupakan sebuah hal yang menggembirakan buat kak Lena. waktu pertama kali bertemu, dia sampai menangis dan tak henti-hentinya berkata, doa saya akhirnya dikabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;katanya dia udah lama cari-cari orang Indonesia yang muslim, yang bisa mengajaknya untuk kumpul-kumpul ikut pengajian. belasan tahun tinggal di Belanda, terpisah dari akar kehidupan dan keyakinannya, siapapun pastinya gelisah. Melihat kami yang berjilbab, kak Lena bilang bahwa dulu dikampunganya diapun memakai jilbab dan disini dia ingin sekali bisa memakai jilbab lagi. "Kalau kami tinggal dikota tidak jadi masalah, banyak muslim disana. tapi dikampung kecil seperti ini susah sekali. mereka tahu Frank dari kecil dan tidak ada yang tahu kalau Frank sudah masuk Islam. yang tahu cuma keluarga aja." Saya ingat waktu masuk ke 'kampung' ini, orang-orang tampak berbondong-bondong baru keluar dari gereja. Sesuatu yang sangat jarang saya lihat di Maastricht. Saya pikir saya bisa mengerti kekhawatiran Kak Lena. Pastinya jadi muslim dalam komunitas kecil yang taat seperti ini sama rasanya seperti menjadi orang kristen di kampung kecil di minangkabau atau di aceh sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laura juga ingin pakai jilbab, kata kak Lena. "Suatu hari dia tanya, mama bagaimana kalau nanti kita mati tidak pakai kerudung?". Tapi mamanya lebih memilih untuk meminta dia bersabar dulu.Khawatir pada reaksi teman dan orang-orang disekelilingnya. Waktu bulan puasa kemarin, kata Kak lena, teman-teman Laura tidak ada yang tahu kalau selama sebulan itu dia puasa. Suatu hari pulang dari sekolah, Laura mengadu pada mamanya. Katanya ada pemutaran film disekolah tentang muslim dan teman-teman menertawakan cara shalat orang Islam yang 'nungging-nungging'. Tidak ada muslim yang Kak lena kenal? ada, tapi yah mereka sudah jadi orang Belanda, sudah beda sekali. Kalaupun ada kumpul-kumpul yang ada cuma gosip, keluhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mendengar mamanya bercerita, sesekali saya memergoki Laura menatap saya. Kemudian, kalau sudah kepergok seperti itu dia akan tersenyum malu-malu dengan dua lesung pipit di pipinya. "Kapan-kapan kalau kita ngaji lagi, Laura diajak saja ya Kak." kata saya. Waktu pulang saya cium pipi gadis kecil itu sambil berkata "Assalamualaikum", dengan cerah Laura menjawab "wa alaikum salam". Entah, saya punya keyakinan dia, mereka, pastinya merindukan doa sederhana semacam itu. Saya ingat pupil mata saya tiba-tiba rasanya selalu membesar setiap kali ada yang menyapa dengan salam. entah tukang sapu di stasiun, entah orang yang sekedar papasan dan kemudian mengucapkan salam, lalu bertanya "You are moslem?" saya akan bilang "Yes, I am, alhamdulillah" lalu dia juga akan bilang "alhamdulillah" lalu ngeloyor pergi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai makan malam, sekeluarga mereka mengantar kami keluar. Berdiri di halaman, ditengah malam musim dingin. Waktu mobil kami memasuki tikungan, saya masih sempat melihat Laura melambai-lambaikan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dirumah, berbaring sambil menatap kegelapan langit dari jendela kamar, saya terpikir tentang mereka. Hidup dalam lingkungan terpencil semacam itu di Belanda. Ditambah lagi tidak familiar dengan internet, fasilitas yang sebenarnya bisa mengenalkan mereka pada silaturahim di alam maya, membuat mereka terkucil dari komunitas muslim lainnya di Belanda. Saya berpikir tentang Laura dan adiknya. Lalu membanding-bandingkan dengan anak-anak muslim lainnya di Indonesia. rasanya begitu mudah untuk belajar untuk menemukan dan mengenal konsep-konsep keislaman. Di buku cerita, di CD, di madrasah, dimushalla, di sekolah, di rumah, di televisi (kalau lagi 'beres').&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah sekali tampaknya 'menemukan' Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keterkucilan dan keawaman semacam itu? saya berharap semoga Dia menjaga dan membantu mereka menemukan-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-114267043535896596?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/114267043535896596/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=114267043535896596' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114267043535896596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114267043535896596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/03/kenalan-baru.html' title='Kenalan Baru'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-114234392618837101</id><published>2006-03-14T18:28:00.000+07:00</published><updated>2006-03-17T16:50:43.910+07:00</updated><title type='text'>Masuk Angin</title><content type='html'>"What is masuk angin ?" this might the first question likely to emerge from my non-Indonesian friends if i told them that i am not feeling well, "I think i am masuk angin..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Literal translation of the term "masuk angin" perhaps is a draft or wind has entered your body, they who came from medical background prefers to say that you have a slight cold. As the symptoms of masuk angin are: feeling dizzy, body temperature is above normal (but you feel cold, like a fever), you feel sick inside your stomach (wanting to throw up, similar to feeling seasick if you've ever been in that situation), and cold sweats.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I believe I am part of them whose are vulnerable to changing weather, in Indonesia usually i'll get masuk angin easily during pancaroba (weather changing from dry season to rainy season), for example. Or if you hang out all night long (begadang with no use as it said by Rhoma Irama), short of sleep/rest, you can get angin into your body (night wind) and tomorrow morning you could catch masuk angin and feel unwell. Well, this one never be my reason since I am not part of 'anak gaul' and I never be the part of' ngeronda' team in my neighbourhood. In my recent case, winter season has become the most rational underlying reason why i get masuk angin. As far as I remember my masuk angin start to visit me when this country start to freezing at the end of autumn ('herfs' in Dutch language).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If i forget to wear my thick winter jacket--well, this stupidity never happen,what come to my experience is I change my bulky thick jacket to more light one or you can say 'mantel cantik' for the sake of style--, or not put my syal around my neck or neglect my breakfast - my first 'for your own good, heaven forbid' list-and late for my lunch, voila...i start to 'bebangkis' (sneezing) as the early sign of masuk angin. Unfortunately, the best remedies for this situation for me is to have massage or kerokan. usually my mother will perform 'kerokan' for me (mom, how i miss you ...) or we would call an old woman from our neighbourhood-we called her 'nenek'-who renown for her skill in massage. there, i still remember how unconvenient to spend about two and half of hours lying in 'tikar' with greasy feeling all over your body. But soon the rituals ended and you finished your bath, you felt warmth and cozy. You might have a good night sleep afterward. It is hard to find such skill in Netherlands. One of our MPH officer who's married with an Indonesian told us that her mother in law did kerokan for her. And when she visit her huis arts (GP) , her GP asked whether she had expeienced abuse from her husband for the red strips marks on her back (ha ha ha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Another remedies is of course 'minyak kayu putih' or 'obat gosok vic'combined with 'jamu tolak angin'. I use it only when I preparing my self to sleep. During the day ? i believe it could bring some smell disaster to 'bule' nearby. You may think this is a very not-classy solutions or typical backward developing countries people to overcome their sickness. But, hey.. it works?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway this masuk angin thing, I believe is a part of our cultural poin of view how we see illness. You believe that angin could bring harm to your health. beside masuk angin we also familiar with term of 'angin duduk' and 'buang angin' as reflection how our culture perceived angin as factor influences our health. the last one is short of dillema since if you keep the angin inside your body, it causes a stomachache, but if you let it out (keluar angin), it causes other people to be sick.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-114234392618837101?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/114234392618837101/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=114234392618837101' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114234392618837101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114234392618837101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/03/masuk-angin.html' title='Masuk Angin'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-114217849907623297</id><published>2006-03-12T22:47:00.000+07:00</published><updated>2006-03-13T05:03:59.216+07:00</updated><title type='text'>About Someone</title><content type='html'>I took this from my lil brother's friendster blog. Nothing related to my own personal current situation (rrr...well, yaah...*murmuring*). Only some sweet silly retrospection on how funny it was to be in the phase of 'anak-hare-gene' and perhaps some reminder to not underestimate your lil brother sense of 'nyeni' though sometimes you looked at him  with question echoed in your mind: who on earth this 'norak' boy anyway? my brother? he he&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;About Someone &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I run to the forest then I sing along &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I run to the beach then I shout aloud&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Silent... silent... &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I hate to be lonely &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I want to hear such noise &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Like market by chattering voice &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I'm bored of being so weary &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Thickness, go away from me! &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I'm alone with soot around... &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Break the glass, let it blast! &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Let it squeak to the peak! &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;There's an angel embroider stripe spider web on white castle's wall &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Why doesn't she shake the bell to wake the hell? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Or, should I run to the forest, then turn to the beach? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;sounds familiar?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-114217849907623297?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/114217849907623297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=114217849907623297' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114217849907623297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114217849907623297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/03/about-someone.html' title='About Someone'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-114200411259878944</id><published>2006-03-10T22:19:00.000+07:00</published><updated>2006-03-13T05:02:21.326+07:00</updated><title type='text'>curhat soal RUU anti pornografi</title><content type='html'>Ini gara-gara postingan soal pro-kontra RUU anti pornografi dan pornoaksi ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kuliah dulu, saya masih ingat betapa terheran-herannya saya sebagai mahasiswa komunikasi massa ketika membandingkan betapa 'liberal'nya media Indonesia dan betapa 'konservatif" nya media Amerika berkaitan dengan soal peraturan perundangan materi pronografi. Contoh sederhananya akses pembelian terhadap majalah dewasa seperti Playboy dibatasi dan diatur dengan ketat. Bandingkan dengan Indonesia mana siapapun dengan mudah membeli media dengan muatan dewasa (masih ingat kan kondisi di lampu merah atau diperempatan jalan di Jakarta? come on .. berapa tahun sih udah ninggalin Indonesia?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teman saya yang berkerja sebagai konsultan di Pusat Krisis Terpadu RSCM sampai geram dengan banyaknya kasus kekerasan seksual pada anak yang harus dia hadapi. Dan pedihnya itu banyak dilakukan oleh orang terdekat (tetangga, om, teman) dengan salah satu alasan pemicu biasanya karena terangsang oleh VCD porno. Dan ini bukan isapan jempol dengan dalih "tergantung siapa yang nonton, kalau udah ngeres ya ngeres aja" kita bukan bicara soal kita, sepersekian persen masyarakat Indonesia yang terdidik tapi kita bicara soal 200 juta masyarakat Indonesia lainnya yang terdiri dari anak-anak, abg, orang yang dibesarkan dalam sistem pendidikan ga beres di Indonesia yang ga menjamin seseorang bisa mengendalikan diri untuk melakukan perbuatan yang diterima atau tidak diterima di masyarakat.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Tentu tidak ada yang suka dikekang, tapi siapapun yang tahu betapa kacau balaunya arus informasi yang berkaitan dengan muatan pornografi di Indonesia, pasti sadar bahwa hal ini butuh sebuah regulasi. Amerika sebagai negara yang kita jadikan acuan (herannya banyakan yang jelek2nya) sudah lama sadar akibat yang ditimbulkan dari ketiadaan peraturan dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kita bisa bilang setiap orang punya kebebasan berekrpresi, tapi kemerdekaan berekspresi yang dalam pelaksanaannya melanggar hak orang lain adalah penghinaan terhadap arti kebebasan itu sendiri. Kita butuh sebuah peraturan yang memastikan setiap orang bisa mendapatkan haknya tanpa harus melanggar hak-hak orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak orang lain ini bisa berarti hak bagi orang tua untuk membesarkan anak dalam lingkungan yang sehat secara sosial, hak anak untuk tumbuh dalam lingkungan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munafik ? well, setiap orang pasti pernah--maaf-- kentut, tapi apakah orang yang kentut di kamar mandi dalam rangka tidak mengganggu orang lain dalam sebuah ruangan akan kita bilang munafik ?(mengacu pada tudingan munafik yang selalu diajukan pada mereka yang menentang pornografi-- "kayak lo nggak suka aja ama seks")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya yakin ini regulasi dalam hal pornografi di Indonesia akan jadi agenda siapapun yang peduli terhadap keberlangsungan Indonesia sebagai sebuah masyarakat. agenda orang tua, mereka yang akan jadi orang tua (saya contohnya =b) agenda dokter dan praktisi kesehatan yang prihatin dengan semakin merebaknya kasus HIV/AIDS di Indonesia. Dan seperti seorang teman bilang yang jelas ini bukan agenda para kapitalis, para artis, pengusaha entertaimen, pemilik saham Playboy dan pengusaha VCD bajakan di glodok sana (semoga Allah mudahkan para penguasa mencarikan mereka jalan keluar mencari rejeki yang halal dan berkah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang harus kita lakukan saya pikir adalah mengawal proses penggodokan RUU itu jangan sampai jatuhnya pada pengaturan 'hal-hal nggak jelas", "hal-hal nggak penting" dan "hal-hal nggak essensial" yang selama ini jadi kebiasaan mereka yang punya otoritas dalam membuat "hal-hal beginian". sehingga tidka sampai menyentuh hal-hal yang levelnya teknis dalam keseharian. UU ini harus Lebih dari sekedar mengatur apakah pegangan tangan atau ciuman di muka umum dilarang atau tidak (itu mah hal ecek-ecek pak dewan). Kita juga harus bisa memastikan bahwa UU ini juga punya kesensitifan terhadap kultur Indonesia yang drai sananya sudah beraneka ragam, beraneka nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi toh darii semua keaneka ragaman itu, pastinya ada hal-hal yang bisa kita sepakati, antara lain kita ingin agar kelak kita bisa jadi bangsa yang bermartabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gitu deh curhatnya ...&lt;br /&gt;jadi, regulasi soal pornogarfi ? yah..., karena saya ingin suatu saat anak saya bisa tumbuh dalam lingkungan yang sehat maka saya bilang: itu perlu!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-114200411259878944?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/114200411259878944/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=114200411259878944' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114200411259878944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114200411259878944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/03/curhat-soal-ruu-anti-pornografi.html' title='curhat soal RUU anti pornografi'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-114163496812651957</id><published>2006-03-06T15:36:00.000+07:00</published><updated>2006-03-15T12:33:59.640+07:00</updated><title type='text'>Untuk sebuah penyegaran ...</title><content type='html'>&lt;strong&gt;08.30&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Hampir kesiangan! terburu-buru saya menyambar jus dalam kulkas dan mie goreng yang sudah tersaji di meja. Hari ini agendanya saya sudah sampai di Delft setidaknya pukul dua belas. Sambil jalan, saya mempelajari lagi rencana perjalanan yang sudah saya salin di selembar kertas. Jam 09.23 naik kereta dari maastricht randwijk dan pukul 09.26 saya sudah sampai di Maastricht centraal station. lalu ganti kereta yang ke Harlem yang berangkat jam 09.29. ganti kereta lagi di Eindhoven pukul 10.33 dan jam 12.02 saya akan sampai di Delft. Dari situ naik bis ke tempat tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh lagi menunggu kereta gitu, lewat kereta jelek yang menuju Liege dan tebak siapa didalamnya; Ayako! dia langsung loncat-loncat melambaikan tangan dari dalam kereta, didepannya juga ada seorang gadis jepang. Saya langsung kirim sms: hey! mau ke paris ? itu adikmu yah ? senangnya ketemu kamu!!! dia langsung balas; kami mau ke brugge! dan yah itu adik saya! senang juga lihat kamu! kejutan banget!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu juga. sejak saya pindah, kami cuma saling berkirim email. Saling mengeluh betapa sulitnya ketemu padahal kami tinggal di kota yang sama, cuma dipisahkan sungai tapi kayaknya jauhnya minta ampun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dikereta &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seperti di Indonesia, disini juga ada masinis (kondektur) yang bulak-balik memeriksa tiket. Biasanya dalam perjalanan Maastricht- Delft, bisa sampai ada tiga kali pemeriksaan. Saya ingat waktu arrange perjalanan tadi di situs ns.nl ada tanda vertragging di Delft. Dan mengingat pengalaman transfer-tranfer yang nyebelin, saya nanya ke kondekturnya. &lt;em&gt;"Alles in orde? ik will graag naar Delf gaan "&lt;/em&gt; si kondektur berunding dengan rekannya. Lalu dia menjawab dalam bahasa Belanda juga (nah,lo! iseng sih pake bahasa Belanda segala) tapi saya menangkap,'ganti kereta', 'rotterdam centraal'. Wah ? &lt;em&gt;do you mean i have to transfer in Rotterdam ?&lt;/em&gt; ada masalah ? si kondektur berunding lagi. Lalu dia bilang, kali ini terbata-bata dalam bahasa Inggris (inilah salah satu enaknya tinggal di Belanda, orang lumayan gampang diajak pindah-pindah bahasa). Ya, di Eindhoven juga bisa, di peron sisi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir semuanya lancar sampai beberapa menit kemudian si kondektur datang lagi sambil membawa PDA ditangannya.Dia memastikan lagi saya mau kemana lalu mengutak-ngutik PDA-nya kemudian menjelaskan dalam bahasa Belanda yang cuma bisa saya tangkap, &lt;em&gt;'niet Eindhoven'&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;'anders station', 'vertragging', 'naar Tillburg'&lt;/em&gt; Saya mengeluarkan kertas yang berisi rencana perjalanan. "saya harus berhenti di stasiun lain setelah Eindhoven ? lalu ke Tillburg setelah itu ke Delft ?" si Kondektur mengangguk. Dia lalu mencatatkan nama-nama station dan nomor peronnya dikertas saya. Dia bilang, saya akan terlambat setengah jam dari jadwal yang saya tulis. Oke, ga pa pa. Janjiannya juga pas setengah satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, senang kalau dapat kemudahan-kemudahan seperti ini di jalan. Waktu pertama kali ke Delft, naik kereta sendiri untuk yang pertama kali, saya juga harus dioper-oper. Pihak stasiun Belanda biasanya memang banyak melakukan perbaikan di akhir pekan seperti ini. Saya tidak akan tahu kalau saya harus pindah ke bus yang menunggu penumpang yang ingin ke Eindhoven seandainya saja tidak ada mahasiswi Belanda yang berangkat bersama saya. Dari dia saya tahu bahwa kami akan dioper sebelum Eindhoven dengan naik bus yang sudah disediakan pihak stasiun. Waktu itu dia bilang, "ikutin saya aja, saya juga lewat Eidnhoven".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kereta berhenti di s'Hertogenbosch. Begitu keluar kereta saya bingung mencari peron yang dimaksud. Ada kondektur yang tadi berdiri mengawasi penumpang. Rupanya dia tahu kalau saya bingung, karena begitu saya mendekat dan baru bilang &lt;em&gt;"Meneer,..."&lt;/em&gt; dia langsung mengarahkan ke peron yang saya cari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;15.30&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sesudah acara. Rencananya ingin menghabiskan waktu lebih lama. Cuma sebulan sekali kopi darat, selebihnya ym jelas tidak mencukupi untuk menumbuhkan ikatan hati. Hal-hal beginian kan bukan semata persoalan 'materi-alistik' tapi juga dimensi-dimensi lainnya. Dari ujung mata saya bisa melihat bis yang menuju stasiun Delft sudah lewat. Sudahlah, berarti harus menunggu setengah jam lagi disini. Tak apa, daripada setengah jam menunggu sendirian dalam suhu minus, rasanya pasti seperti seabad (hiperbolik mode ON).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Stasiun Delft&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Menunggu bis limat menit dan akhirnya sampai ke stasiun Delft. Setelah menunggu 20 menit di stasiun, pukul 17.02 kereta Intercity yang langsung ke Eindhoven datang juga. Jam setengah tujuh mestinya saya akan sampai dan ganti kereta yang langsung ke Maastricht. Jam setengah delapan semestinya saya sudah dirumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di Eindhoven&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lihat jadwal kereta, loh yang langsung ke Maastricht ternyata baru datang jam 18.59. Ah, begini rentetannya kalau telat. Suhu yang dingin semakin membuat saya menggigil. Menunggu di peron terbuka jelas tidak nyaman. Saya memutuskan untuk turun ke basement stasiun. Di stasiun Eindhoven yang besar, ada banyak toko mulai dari makanan, bunga, toko buku sampai toko besar semacam Albert Heijn. Kayaknya enaknya minum yang hangat. Melewati sepasang manusia yang tampak sibuk dengan bibir pasangan masing-masing, saya menuju kios terdekat. Satu gelas cokelat hangat, &lt;em&gt;alstublieft&lt;/em&gt;. Melewati pasangan itu kembali yang masih sibuk saling memagut. Ya, ampun belum selesai juga ? &lt;em&gt;get a room&lt;/em&gt;! ga punya uang buat beli yang hangat-hangat apa ?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Cultural competency&lt;/em&gt; mudah-mudahan tidak sama dengan kematian hati. Dulu saya suka terkaget-kaget dengan hal semacam ini. Saya pernah terdiam seharian karena melihat 'pengaman' tergeletak di meja Irene. Atau waktu suatu pagi keluar ke kamar mandi, masih terhuyung-huyung antara sadar dan tidak saya melihat seorang lelaki bercelana pendek keluar dari salah satu kamar. Terkantuk-kantuk saya bertanya dalam hati, memang ada cowok dikoridor ini ? Dan saya langsung berjengit waktu sadar dari mana laki-laki itu keluar. Itu kan kamarnya Callista. Lalu suara Karen terngiang-ngiang di telinga &lt;em&gt;"Her boy friend will spend some nights in our room, so i had to move to Mei Ting's room."&lt;/em&gt; saya terhenyak di kloset. Jadi ?!ternyata?!ya, ampun?! astaghfrullahaladzhim! saya buru-buru memberikan 'pernapasan buatan' buat yang terpingsan-pingsan di kepala saya. oke, tenang, ini Belanda, ini Belanda ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, makin lama disini saya khawatir saya bisa kehilangan sensitifitas dalam hal-hal semacam ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, yang suka terpingsan-pingsan itu mulai mafhum dengan hal-hal seperti itu. Cuma bisa beristighfar dan memalingkan muka. Mudah-mudahan selemah apapun, iman itu tetap ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga menit sebelum kereta datang saya naik ke atas. Yah, ternyata &lt;em&gt;vertraging&lt;/em&gt; lagi 15 menit. empat puluh lima menit berarti menunggu. Dan akhirnya keretanya datang. Hampir jam setengah sembilan malam akhirnya keretanya tiba di stasiun Maastricht. Mau terus ke Randwijk ? berarti saya harus ganti kereta dan dari situ masih jalan empat puluh lima menit ke rumah. Atau mau naik bis saja, turun di halte dekat rumah. Dari situ mungkin hanya dua puluh menit jalan kaki. Akhirnya saya putuskan naik bis. Menunggu lagi dalam dingin. Dan akhirnya bisnya datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;08.45&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sampai dirumah.&lt;br /&gt;Jadi ingat dulu sebelum berangkat saya bertanya pada yang punya wewenang dalam 'hal-hal beginian" bagaimana seandainya ke Achen saja ? lebih dekat dibandingkan harus tiga jam melintasi separuh negeri datar ini. Dan bla,bla beliau mengingatkan kondisi yang lain yang lebih susah demi sebuah pencerahan. Saya pernah tanya yang lain yang tinggal di Jerman. Berapa lama waktunya untuk hal-hal seperti ini? si mas bilang "enam jam"&lt;br /&gt;hiks. Ternyata ...&lt;br /&gt;ini belum seberapa&lt;br /&gt;ini ga ada artinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-114163496812651957?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/114163496812651957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=114163496812651957' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114163496812651957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114163496812651957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/03/untuk-sebuah-penyegaran.html' title='Untuk sebuah penyegaran ...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-114125534025112759</id><published>2006-03-02T05:22:00.000+07:00</published><updated>2006-03-14T20:57:49.483+07:00</updated><title type='text'>Vasteloavend</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/IMG_0273.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 108px; CURSOR: hand; HEIGHT: 148px" height="240" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/IMG_0273.jpg" width="177" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Itu artinya 'carnival' dalam dialeg Maastricht. Jadi menurut mereka yang mengerti bahasa Belanda, orang-orang Maastricht atau bisa juga dibilang provinsi Limburg ini punya dialeg yang berbeda dengan orang Belanda secara umum. Jadi jangankan kita yang tidak mengerti atau cuma mengerti sepatah dua patah kata dalam bahasa Belanda, bahkan orang Belanda totok sendiri mengaku kesulitan menangkap arti bahasa Belanda yang diucapkan dalam dialek Maastricht ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yang mendengar cuma bisa bilang bahwa cara bicara orang Maastricht itu terdengar lebih melodius dan lembut aja dibandingkan dengan umumnya orang Belanda yang bicara dalam intonasi 'bergemuru' (biasanya yang cowo atau bapak2). Intonasi yang melodius ini kadang diiringi ayunan kepala mengikuti intonasi kalimat. Jadi kalau orang Belanda biasa bilang "doei!" (baca: duy) kalau pisah sama orang, maka kalau orang Maastricht yang bicara akan terdengar "duuuu--uy" &lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/IMG_0271.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 114px; CURSOR: hand; HEIGHT: 82px" height="133" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/IMG_0271.jpg" width="244" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah pernah cerita bahwa walaupun secara umum Belanda penganut protestan, khusus untuk Maastricht, masyarakat disini umumnya tercatat sebagai orang katolik. Walaupun tentu seperti umumnya masyarakat Barat, agama cuma tempelan status aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan agama katolik, setahun sekali di Maastricht diselenggarakan karnaval (vastenavend) menjelang Paskah. Walaupun tidak seheboh carnaval serupa di Venice atau Brazil, karnaval di Maastricht ini jadi atraksi menarik juga. Banyak warga kota lain di Belanda yang sengaja datang ke Maastricht untuk melihat karnaval. Karnaval dimulai sejak hari Jumat hingga Selasa malam (berakhir tepat sebelum Rabu Abu). Saat-saat itu katanya adalah saatnya bagi warga Maastricht untuk bersenang-senang sebelum mereka puasa (waktu itu saya tanya sama Arno Van Raak, "mereka akan puasa, gitu ?" dia bilang "Yaaah, they used to" he he). Jadi kalau di Indonesia mungkin semacam acara 'boboran shiyam' di jawa barat, atau parade kecil-kecilan dalam menyambut bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/IMG_0260.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 103px; CURSOR: hand; HEIGHT: 88px" height="114" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/IMG_0260.jpg" width="141" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari jendela rumah, sejak jumat saya sudah melihat orang hilir mudik ke arah Centrum dengan kostum aneh-aneh. Umumnya didominasi warna hijau, kuning, oranye yang merupakan warna bendera provinsi Limburg. Selama karnaval, hampir semua fasilitas umum di Maastricht (mungkin juga sleuruh Limburg) di liburkan. Lalu pada hari rabu yang merupakan Rabu Abu ada tradisi &lt;em&gt;harring happen&lt;/em&gt;, itu acara makan ikan harring ramai-ramai di Markt. Tapi di Maastricht yang ikut cuma civil servant aja. Ga ngerti juga kenapa cuma pegawai negeri yang makan harring ramai-ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh juga karakter orang Maastricht ini kalau dibandingkan dengan orang Belanda secara umum yang katanya kaku dan kurang menikmati hidup. Katanya sih karakter orang-orang yang hidup ditepian sungai atau pantai itu memang cenderung lebih santai dan merdeka. Yah bandingkan aja antara orang Surabaya atau Betawi yang easy going, blak-blakan dibandingkan dengan orang Yogya atau orang Sunda yang cenderung jaga image bin unggah-ungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan orang Maastricht ini. Dibandingkan dengan orang Belanda umumnya, mereka dinilai lebih santai dan menikmati hidup. Tutor statistik saya pernah cerita joke tentang orang-orang Limburg (Maastricht) ini. Pertanyaannya adalah bagaimana cara meningkatkan rata-rata IQ orang Belanda dan orang Belgia secara bersamaan ? jawabannya adalah dengan memindahkan orang Limburg ke Belgia. Garing kan ? ga ngerti ? pikir sendiri yah he he&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali lagi ke soal karnaval, karena sejak dulu sudah diwanti-wanti untuk tidak melewatkan karnaval, maka pada hari minggu (bukan ku turut ayah ke kota) saya dan beberapa kawan berencana pergi ke Centruum untuk melihat karnaval. Sepeda di parkir di Heugemerweg, tempat Astri dan Elida. Kami sudah dianjurkan untuk berjalan kaki karena jalan akan padat sekali. Walaupun ada saran untuk memakai setidaknya pernik-pernik karnaval, kami memutuskan untuk menikmatinya sebagai turis saja. Lagi pula saya pikir akan jadi penghinaan buat diri saya sendiri maupun buat agama itu sendiri kalau kita berpartisipasi dalam sesuatu yang tidak kita yakini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun suhu saat itu minus dua ditambah lagi kadang ada hujan salju, jalan sudah penuh sejak dari arah stasiun kereta api. Kami berpapasan mulai dari nenek si&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/IMG_0238.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 135px; CURSOR: hand; HEIGHT: 91px" height="100" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/IMG_0238.jpg" width="168" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;hir, marie antoinette, orang purba, orang scotland, wanita bunga, bayi ungu sampai yang ga tahu lagi itu manusia atau alien yang juga sengaja turun mau nonton karnaval. Beneran deh, serius banget orang Maastricht untuk urusan karnaval ini. Kata Arno, bahkan banyak yang menyiapkan kostum untuk karnaval ini hingga setahun sebelumnya. Jadi seriuz abeeeezz-lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asyik juga kalau sekali-kali dalam hidup kita bisa jadi siapapun yang kita inginkan.&lt;br /&gt;hmm... kalau saya mau milih saya akan jadi siapa yah ?&lt;br /&gt;Mungkin jadi orang India, jadi dandannya seperti Aishwarya Rai ha ha ha ha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, kesannya: sangat menarik =) (iyalah, saya sampai rela naik-naik jembatan buat ambil foto), tapi berhubung yang nge-blog sudah ngantuk, cari sendiri aja yah informasi terkait lainnya. Mardi gras, juga serupa dengan even ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-114125534025112759?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/114125534025112759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=114125534025112759' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114125534025112759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114125534025112759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/03/vasteloavend.html' title='Vasteloavend'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-114103174182535762</id><published>2006-02-27T16:14:00.000+07:00</published><updated>2006-02-27T16:26:40.066+07:00</updated><title type='text'>Milad!</title><content type='html'>Pagi ini, dari kaca jendela kamar saya memandangi kepingan-kepingan salju yang melayang-layang dari langit. di layar YM dan sms, pesan-pesan dari sahabat-sahabat tersayang menyapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hey! 26 tahun yah ?&lt;br /&gt;waw!&lt;br /&gt;subhanallah!&lt;br /&gt;gile!&lt;br /&gt;26 tahun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waw....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mau bilang apa yah ?&lt;br /&gt;alhamdulillah pastinya buat satu hari lagi kesempatan memperbaiki diri. Saya banyak diberi, sehingga tak akan bisa diurai lagi satu-satu. hmmm.. 26 tahun. Tua? ga tahu yah, saya susah tuh ngerasa tua. Mungkin karena pengarus status sebagai anak perempuan paling kecil dikeluarga atau juga karena disini rata-rata banyak yang lebih tua dari saya ? atau mungkin perasaan bahwa no matter how old i am, the world still too much too learn n sometimes i felt like eight years old girl stand with wide eyes open for many wonders that world could offer. Selalu ada momen dimana saya tetap bisa dibuat terkesima dan ber'waw' ria-- cuma karena dah ngaji jadinya ditambah 'subhanallah' he he he. Cuma mungkin skalanya, momennya, efeknya, ibrahnya, berbeda dari masa ke masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah lagi, prinsip saya adalah kalau buat hal yang ga enak, liatnya ke bawah.. jadi dalam masalah tua menua ini... masiiiiih baaaaaaanyak orang yang jauh lebih tua dari saya. Jadi apalah artinya menjadi 26 tahun buat seorang saya selama masih ada Titik Puspa (lhaa?). Masih single fighter ? wuah, jangan kata saya yang manis dan menawan hati, Siti Nurhaliza aja belum ada menjatuhkan pilihan (wa ka ka ka...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi, 26 tahun, hah ?&lt;br /&gt;single,old and unhappy ?&lt;br /&gt;naah, i would prefer : independent, wise and full of bless (ha ha optimis bangat euy!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oh, ya tag dibawah yang dari liliepy itu, kekanak2an bukan ? sebenarnya dipasang karena penasaran apa yang akan terjadi di web saya kalau pas hari H, ada apa gitu,balon meletus, confetti berjatuhan atau apa lah... tapi ternyata gitu doang. Udah gitu anak cewe berambut kriwil2 model begitu bukan saya sekali (sampe sekarang mengidam2kan sih punya rambut kriwil2 kayak meg ryan, kayaknya seksi aja he he he).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, saya harap, semoga saya selalu punya cukup kesyukuran untuk berbahagia berapapun usia yang Allah akan titipkan untuk saya. Ada tahun-tahun dimana saya merasa bodoh, ga punya ide hidup saya mau dibawa kemana, tapi insya Allah ada banyak tahun-tahun kayaknya hidup tersenyum dan diciptakan memang untuk saya dan kadang agak2 ngelunjak sama yang punya hidup dengan berkata dalam hati "i am the master of my own destiny"padahal ya ga gitu-gitu amat, tapi ga peduli berapapun umurnya, i will love it anyway.&lt;br /&gt;jadi, ayo ... mainkan lagunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;selamat hari lahir&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;iringan doa ku hulur&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;bersyukur kepada-Nya&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;atas nikmat usia&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*dulu, biasanya suka nyanyi nasyid ini adalah inggrid, sahabat saya yang mengklaim dirinya punya suara bagus (huek wek wek...) wah, pa kabar bu di negeri jiran sana *&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-114103174182535762?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/114103174182535762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=114103174182535762' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114103174182535762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114103174182535762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/02/milad.html' title='Milad!'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-114050972877721040</id><published>2006-02-21T14:41:00.000+07:00</published><updated>2006-02-21T15:15:29.126+07:00</updated><title type='text'>membesarkan hati ...</title><content type='html'>Ini soal kuliah. Baru terima hasil ujian policy analysis kemarin dan saya cuma dapat nilai tujuh. Dan untuk pertama kalinya saya merasa ga puas dan terganggu. Kayaknya kemarin saya mengerti konsep yang didiskusikan, kayaknya pemahaman saya sama bagusnya dengan yang lain, trus apa yang salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heran juga. Biasanya perkara nilai ini ga akan menganggu saya selama saya merasa sudah bisa menangkap esensinya dan bisa menggunakannya dalam melihat dan memaknai realitas yang saya hadapi. Bagaimana yang saya pelajari dapat menerangkan apa yang melatar belakangi sebuah fenomena dan bagaimana solusinya, saya akan puas. Perkara dapat berapa ga begitu penting lagi. Begitu mikirnya. Dan kebetulan nilai yang saya dapat selama ini ga begitu jauh dari perkiraan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kok yah yang ini jadi terganggu sampai-sampai saya curhat dengan seorang teman dan dengan sengaja kirim email ke seorang teman lainnya soal ini. i am questioning my ability, keluh saya. Teman saya bilang, ur good. Dia juga heran biasanya saya stay positif aja dalam menilai segala sesuatu. Saya minta sama teman lain untuk melihat jawaban ujiannya. Yah, ketemu deh masalahnya. Cuma beda masalah stressing aja rupanya. Jawabannya intinya sama tapi saya lebih berat membahas pada siapa yang muncul sebagai agenda setter, sementara kayaknya perspektif pak tutor lebih pada apa yang akan muncul sebaga agenda. Saya jawab juga soal itu tapi tidak dengan pembahasan lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas itu, menerima hasil akhir, ternyata kadang-kadang sulit yah. Setelah kita menjalaninya dengan proses yang maksimal, adalah kewajaran kalau kita juga menuntut hasil yang maksimal. Saya ingat waktu mau berangkat ke sini, ada teman, namanya Zulfikar. Dia itu kordinator OB di kantor saya. Dia mengeluh, mba attin sih enak, semuanya kayaknya semua tercapai aja. Saya tuh gagal melulu mba. Dia bercerita tentang cita-citanya, usahanya daftar ini daftar itu ke sekolah ini ke sekolah itu, dan disinilah dia berakhir, jadi OB. Dia belum menyerah, malamnya dia kuliah lagi disebuah universitas swasta. Waktu itu saya bilang apa yah sama dia ...jangan kecil hati zul, ikhtiar kita itu sudah dicatat jadi sebuah amal kok, punya cita-cita tinggi aja udah sebuah prestasi (or something like that).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat itu saya jadi ingat, bahwa mimpi-mimpi, keinginan-keinginan yang terkabulkan adalah anugerah luar biasa yang tak cukup dengan hamdallah saja kita mensyukurinya. Di luar sana, ada berapa juta orang yang patah hatinya dibenturkan dengan kenyataan bahwa takdir tak selalu berkesusaian dengan harapan dan ikhtiar. Maka kalau saat ini kita berdiri sesuai dengan keinginan hati, duh alangkah besar nikmat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya sekarang misuh-misuh, mengeluh tentang semestinya  setelah segala usaha yang saya lakukan, saya bisa mendapat lebih dari tujuh ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teman lain bertanya, "jadi kamu mengejar ngerti apa ngejar nilai?" nah, lo...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;come on gal ...&lt;br /&gt;bukan anak smu lagi ... sebentar lagi mau genap 26 tahun&lt;br /&gt;jangan memandang nilai dengan ke kanak-kanakan seperti beberapa orang yang kamu kenal. Tanpa kerendahan hati dan kedalaman menghargai. Nanti seperti itu pula cara kamu menilai segala sesuatu. Lupada pada esensi dan lebih terkesima pada yang artifisial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita tidak mau jadi orang seperti itu, bukan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-114050972877721040?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/114050972877721040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=114050972877721040' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114050972877721040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114050972877721040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/02/membesarkan-hati.html' title='membesarkan hati ...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-114029228627910880</id><published>2006-02-19T02:43:00.000+07:00</published><updated>2006-02-19T02:51:26.346+07:00</updated><title type='text'>Mau Pulaaaang ...</title><content type='html'>Sari pulang! huhuhu... soalnya dokter Unpad ini cuma ada di Maastricht selama enam minggu. Di Maastricht, ibu ini terdaftar dalam program MHPE yang diperuntukkan buat tenaga pendidik kesehatan. Programnya sandwich gitu deh. Jadi setahun sekali selama enam minggu akan tinggal di Maastricht. Ini yang kedua kalinya Sari datang, tahun besok mestinya jadi tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, jadi sepi lagi deh. Walaupun disini saya menikmati proses belajarnya, kesehariannya, tapi kalau melihat orang pulang begitu bawaannya  jadi pingin pulang juga...&lt;br /&gt;huhu masih tujuh bulan lagi ...&lt;br /&gt;sabar yah ...&lt;br /&gt;mudah-mudahan waktu itu memang benar-benar terbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*waktu itu Daru sms dari Surabaya, "Enakan tinggal di Maastricht lagi Tin, di Indo ga enak, banyak bencana&lt;/em&gt;"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-114029228627910880?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/114029228627910880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=114029228627910880' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114029228627910880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/114029228627910880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/02/mau-pulaaaang.html' title='Mau Pulaaaang ...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113987305642995796</id><published>2006-02-14T05:48:00.000+07:00</published><updated>2006-02-19T02:33:12.360+07:00</updated><title type='text'>Jalan-jalan</title><content type='html'>Huaaah... alhamdulillah akhirnya ujiannya dah lewat. Dah belajar bareng, dah belajar sendiri, dah tidur telat, dah maksimal usahanya. Apapun hasilnya (kecuali failed) buat saya dah ga terlalu penting lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang cerita soal jalan-jalan keliling Eropa (haiya! gaya banget keliling Eropa, padahal cuma ke Jerman, Belgia dan Perancis) beberapa waktu yang lalu. Beberapa teman sudah ada yang mulai perjalanan keliling-keliling ini lebih awal. Dulu waktu di guesthouse, teman-teman saya yang dari Asia ga pernah ada dikamar tiap weekend karena sibuk keliling-keliling. Ya ke Venice, ya ke Praha atau kemana lah. Saya, berhubung modalnya ga sekuat mereka (beasiswa, tauk dirilah) cuma cengengesan kalau ditanya weekend ini mau kemana. Ayako juga sering nanya sudah pernah ke Thailand belum? sudah pernah ke Paris? sudah pernah ke Munich ? kayaknya dia pikir travelling all around the world itu buat saya sama gampangnya dengan naik bus 510 Kampung Rambutan-Ciputat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi selain itu, faktor adaptasi dengan ritme belajar dan beban kuliah juga jadi pertimbangan. Belum lagi musim yang tahu-tahu sudah musim gugur, tahu-tahu sudah musim dingin. Apalagi yang paling enak kalau nggak tinggal dikamar, menggelung dalam selimut dekat-dekat &lt;em&gt;vervarming.&lt;/em&gt; Sambil nge-bakso kalau bisa. Ada teman anak asia yang permulaan musim dingin kemarin main ke negara kawasan scandinavia. Saya sampai bingung sendiri, ga mau ke tempat yang lebih hangat apa? Tapi waktu turun salju kemarin jadi sadar, ya bedalah interes anak pulau matahari dengan orang-orang muka pucat. Buat mereka yang menarik yang hangat-hangat, buat kita lihat salju turun itu pemandangan luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi begitulah, setelah dirasa cukup adaptasi, dikombinasikan dengan teman-teman seperjalanan, plus musim korting transportasi disana-sini, jadilah saya jalan-jalan ke daerah yang agak jauh sedikit. Pertama,ke Heidelberg di Jerman. Tidak Jerman pinggiran seperti Aachen yang jadi surga belanjanya orang Maastricht, tapi ini jauh ke pelosok Jerman sana. Butuh waktu sekitar enam jam lah naik bis lalu bersambung dengan kereta api. Jadi ini Jerman serius lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jauh!&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/DSC00719.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 185px; CURSOR: hand; HEIGHT: 142px" height="175" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/DSC00719.jpg" width="243" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ternyata Jerman itu luasnya minta ampun. Pegel banget di kereta. Dan kami harus ganti kereta sekitar empat kali di Koln, di Beltz (?), Manhein dan akhirnya ke Heidelberg. Dan ganti kereta itu ya kok ternyata makin jauh ke Jerman kualitasnya mengalami penurunan. Dari stasiun Aachen kami naik kereta yang lumayan sama bagusnya dengan kereta intercity di Belanda yang besar-besar. Lalu berhenti di Koln. Di kota ini sempat lari-lari demi foto session dulu depan gereja terbesar di Jerman yang ternyata benar kata teman-teman saya ("Wah, Gede Banget!") dari Koln lalu nyambung dengan kereta yang mulai agak-agak sempit, lalu dipemberhentian selanjutnya; loh, kok keretanya pendek? stasiunnya juga kok kayak stasiun terbengkalai begini,beberapa menit masuk kok rasanya sumuk, vervarmingnya disetel terlalu panas ternyata, mau pipis; wc-nya kapot (rusak). Wuah, jangan-jangan di pemberhentian selanjutnya keretanya sama parahnya dengan kereta diesel di Sukabumi. tapi ternyata nggak. Cuma kami kebagian gerbong dengan bau alkohol menusuk. Lantainya juga becek dan sampah berserakan. tapi alhamdulillah akhirnya sampai juga ke Heidelberg Haufbanhof (main station)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Heidelberg ?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Nah, ini juga yang menandakan saya ga serius jalan-jalan. Sebab kalau ditanya mau ngapain atau mau lihat apa, terus terang saya ga tahu. Yang saya tahu disana ada Mba Titut dan Mas Tomi yang bisa kasih tumpangan nginap gratis (sekalian silaturahmi juga dong!). Jadi waktu sampai dikawasan Centruumnya, dalam hati sih agak-agak kuciwa. Ya, ampun kalau cuma belanja-belanja mah di Maastricht aja atau ke Aachen sekalian. Jadi ngapain nih? di depan sebuah mall besar yang ada liftnya Sari bilang, kita naik lift yuk! (gubrak!) tapi ide norak ini langsung di amin-kan sama semua anggota rombongan "naek aja, nanti kan berabe kalo di tanya lo udah pernah ke Heidelberg belum? naik liftnya kagak? wah, lo belum ke Heidelberg namanya kalo belum naik lift-nya," Jadilah delapan orang mahasiswa yang terdiri dari dari para calon master dan seorang calon PhD itu berebutan naik lift dengan noraknya. Setelah ber-''Uuuh", "aaaah" menikmati pemandangan Centruum Heidelberg dari lift kaca lalu... ya turun lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya Sari berinisiatif membeli peta dan buku panduan turis jadinya yah ga blank-blank amat. Masuk ke kawasan centruum, ada beberapa situs sejarah yang sebagaimana umumnya di negara &lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/DSC00760.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 139px; CURSOR: hand; HEIGHT: 99px" height="139" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/DSC00760.jpg" width="167" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;barat, terjaga dengan baik. termasuk gereja besar The Holy Spirit dengan lima jendela besar yang katanya melambangkan Bunda Maria (ga ngerti sih apa maksudnya, Beni kali yang tahu). Dari situ kami semua belok menuju jembatan besar yang membelah sungat Rheine. Targetnya: foto-foto! langsung deh Mas Ari yang jadi seksi dokumentasi pasang kamera. Beneran deh anak-anak Maastricht ini banci foto semua!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu di jembatan Mas Tomi telepon, makan dan shalat disini aja. Oke, akhirnya semua bergerak ke tempat mereka. Makan malam, Shalat, ngobrol-ngobrol, yang bapak-bapak jalan ke Hostel, yang ibu-ibu (saya dan Sari) tinggal di tempat MbaTitut dan Mas Tomi.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/DSC00773.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 148px; CURSOR: hand; HEIGHT: 91px" height="142" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/DSC00773.jpg" width="254" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Besoknya pagi-pagi kami berencana untuk mendaki Kastil (schloss) Heidelberg yang letaknya ternyata ga jauh dari kediaman mereka berdua (tepat dibawahnya kalau mau mau dibilang begitu). Mas Tomi yang baru datang dari Jakarta sekitar semingguan dan masih menggigil menyesuaikan diri akhirnya berhasil dibujuk-bujuk buat ikutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kastil ini didirikan pertama kali oleh Prince Elector Ruprecht III (1398 - 1410). Beberapa kali ditambah sana-sini sayap-nya sampai akhirnya kastil ini salah satu bangunan penting dalam sejarah arsitektur Jerman. Didalamnya juga ada museum fermentasi anggur dan museum Farmasi. Duh, sakit hati deh ngelihat isinya. Bagaimana bahan-bahan untuk ramuan itu mereka datangkan dari negara 'Belanda' yang ternyata dari petanya itu adalah our very own Indonesia! makin lama saya di eropa ini, makin sadar betapa kaya-nya kita dan betapa 'tidak punya apa-apanya' orang barat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/DSC00776.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 142px; CURSOR: hand; HEIGHT: 94px" height="110" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/DSC00776.jpg" width="196" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perjalanan ke kastil Heidelberg itu beneran buat asyik-asyikan banget. Habis deh waktu buat foto-foto.Waktu chatting sama kakak saya dia tanya, jadi lihat manusia cro magnon ga disana? saya langsung bingung, oh iya yah? baru ingat kalau memang di situ ditemukannya? he he habis ga ingat sih. Di toko souvenir saya beli beberapa gantungan kunci dan cendera mata piala dunia 2006 yang khusus saya alokasikan b&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/DSC00762.jpg"&gt;&lt;/a&gt;uat teman-teman office boys di LKC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih juga dong buat keluarga Titut-Tomi atas sambutan hangatnya. Kapan-kapan main ke Maastricht yah...&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Shalat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menempuh perjalanan jauh, apalagi di negara Barat seperti ini jelas sangat sulit untuk menemukan masjid atau mushalla terdekat. Jadi konsekuensinya saya sudah terbiasa untuk shalat di kereta atau di dalam bis kalau menempuh perjalan jauh. Waktu mau ke Heidelberg ini saya mengingatkan Sari untuk bawa perlengkapan shalat. "Aku punya kerudung kaos kalau kamu mau," kata saya menawarkan. Si ibu lebih memilih untuk membawa mukena. Agak ga setuju sih sama idenya tapi kalau doski pede aja, ya sok lah. Dan ternyata benar juga prediksi saya. Waktu shalat di kereta menuju Manheim, didepan kami duduk bule perempuan yang tampangnya langsung panik waktu melihat sari mulai bongkar-bongkar tas dan memakai mukena (cuma atasannya aja). Seusai shalat Sari bilang, "Tin, lo liat ga bule yang didepan kita. Kasihan banget yah, tampangnya tegang begitu." terkekeh-kekeh kami mencuri pandang ke bule malang yang dengan cemas mencengkeram tas dipangkuannya. Matanya terpaku pada layar di dalam kereta yang menginformasikan pemberhentian berikutnya (waduh,kapan nyampe sih, kapan nyampe sih...) . saya lalu usul," ya udah, supaya dia tenang dikit gimana kalau kita tunjukan perilaku manusia normal lainnya? ngupil ?" he he he. Begitu kereta berhenti, si bule langsung buru-buru kabur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Obrolan Ga Penting Para Dokter&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini waktu Beni sama Doni (baca:de-ho-ni)ngobrol soal main-main ke Amsterdam sambil menunggu kereta ke Mahheim. Dua-duanya orang Jawa, jadi kebayang lah betapa lucu dialog mereka. Satu dengan logat Suroboyo dan satunya lagi Yogya yang kental&lt;br /&gt;Beni : Kamu ke red lightnya ga, Don ?&lt;br /&gt;Doni: Oh, iya aku dah kesana&lt;br /&gt;Beni: cantik-cantik yah (atau komen sejenis ini lah)&lt;br /&gt;Doni: Opo toh,ora! Lemu-lemu (gemuk-gemuk) masih bagusan juga pasien, Ben!&lt;br /&gt;pendengar: Gila lu Dooon!!!!????&lt;br /&gt;Huaaa! tolong dicatat yah oleh IDI, ini ada anggotanya namanya dr. Doni Widiandana kelakuannya ga beres! ga bakal deh berobat ke Doni kalau gitu (ha ha ha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Brussel dan Mannekin Pis&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Seminggu setelah pulang dari Heidelberg, saya dan Sari memutuskan untuk main ke Paris. Sebenarnya dah lama ingin kesana dan jelaslah Paris itu kota wajib kunjung. Tapi ya itu tadi, menunggu waktu yang tepat. Kalau ada teman jalan yang asyik itu lebih cool lagi. Naah, kebetulan ada famili Sari yang bekerja di KBRI Perancis. Tapi si ibu ini dah pernah ke Paris tahun kemarin, "Masak gue ke Paris lagi, Tin," huaaa! sombongnya hihihi...jadilah saya merengek-rengek ayo dong ke Paris, temenin aku. Tahun kemarin kan kesana ga sama aku, jadi beda dong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi akhirnya memang kalau jodoh ga kemana, kalau memang harus ke Paris ya ke Paris juga akhirnya. Sari akhirnya setuju buat ke Paris (entah karena rayuan maut saya berhasil atau justru dah muak diajak-ajak ke Paris melulu yah ?) . Kebetulan lagi ada promosi dari bus Eurolines. Untuk ke Paris dari Maastricht, kami naik kereta ke Liege selama satu jam. Lalu dari stasiun Liege Guillemain, naik kereta ke Brussel Noord untuk nyambung dengan bis Eurolines. Tapi karena ingin jalan-jalan di Brussel, kami memutuskan berhenti di Brussel Midi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari stasiun Brussel Midi kami menuju Grand Place, buat lihat bangunan-bangunan tua seperti City Hall yang selamat waktu Louis ke XIV membumi hanguskan Brussel tahun 1695. Tujuan utama jalan-jalan di Brussel Midi juga adalah buat melihat Manekin Pis, patung anak kecil yang lagi pipis, yang jadi trade marknya Belgia. Susah payah menelusuri jalan dengan tanda panah bertuliskan "manekin pis" dari semua penjuru Brussel yang mengarah pada satu pojokan. Pas ketemu sama patung anak Pipis yang konon katanya bernama Juliannske yang menyelamatkan Brussel dari kepungan musuh itu, langsung sebel gitu. Habis ya ampun, ternyata cuma begini doang yang namanya manekin pis itu! mencil di pojokan kayak ga ada tempat lagi yang lebih layak. Pokoknya kecele berat deh. Beberapa turis dari Jepang kayaknya juga merasakan yang sama karena mereka langsung cekikikan dengan ekspresi "ya ,ampun males banget deh" begitu sampai ditempat yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping site manekin pis itu (pas nempel,makanya saya bilang kayak ga ada tempat yang lebih pas lagi buat bangun gitu-gituan) ada toko coklat dengan pelayan perempuan yang dengan sabar menanti turis-turis kecele foto-foto dengan manekin pis. Mleihat kami sudah selesai, dengan &lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/IMG_0209.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 131px; CURSOR: hand; HEIGHT: 99px" height="137" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/IMG_0209.jpg" width="246" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ramah dia mengundang kami masuk ke toko cokelatnya. Menawarkan beberapa potong coklat untuk dicoba terus berpromosi menawarkan beberapa paket coklat. Wuah, pokoknya tokcer abis deh tuh mba-mba, sampai-sampai saya langsung beli satu dus cokelat Belgia seharga 25 euro berisi 12 paket. Kalau saya punya toko, boleh-boleh deh si mba itu kerja sama saya. Setelah beli beberapa cendera mata, foto session dong di depan Old House dan Royal Palace di kawasan Grand Place itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, lupa... ingat Belgia pasti ingat Tintin kan? tokoh anak cowok detektif berjambul tea?! nah, pas jalan-jalan di kawasan Grand Place itu, nemu deh butik Tintin. Lihat-lihat barangnya akhirnya sepakat buat beli tempat pensil dengan label asli 'Herge'. Bagus tapi terus mikir-mikir ini mau dipakai sendiri atau buat seseorang yah? hmm... tergantung juga, 'seseorang' itu suka Tintin atau nggak, kalau nggak ya sayang dong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jam di Brussel Midi, kami naik kereta balik lagi ke Brussel Noord untuk check in bus Eurolines, menukar reservasi yang sudah kami buat via internet. Jam satu bis sudah datang dan akhirnya berangkatlah kami berdua ke Paris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/eiifel.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/eiifel.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bienvenue A Paris!&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jam lima akhirnya bis kami memasuki kawasan Paris. Hmm... kesan pertama memasuki kota penting dalam banyak titik sejarah kebudayaan Eropa ini adalah: 1.ternyata ga bagus-bagus amat 2. jalan tol lingkar luar Jakarta ga kalah keren deh kayaknya 3.ini karena efek lima bulan tinggal di kota tenang dan damai seperti maastricht maka-ya ampun! orangnya banyak amat yak?! Di Terminal Eurolines kami dijemput Rudi,salah satu kerabat Sari di Paris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;La Ville Le Lumiere (kota cahaya) yang konsep modernnya dikerjakan oleh Haussman dibawah pemerintahan Napoleon III tahun 1840-an ini dibangun dengan tata kota menyerupai cangkang keong. Jadi seperti spiral yang memusat kedalam. Ada dua puluh distrik dalam lingkar spiral ini. Yang paling luar, Paris 20 kalau ga salah namanya Bagnolet. Paris 1 itu ada di ...pasti nyangkanya di Eiffel, tapi ternyata tidak tuh. Eiffel itu terletak didaerah Paris 16.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu makanya dari lingkar luar-nya Paris itu ga terlalu mengesankan, tapi begitu masuk semakin dalam ke kota, ditambah hari yang meranjak malam, lampu-lampu menyala termasuk lampu di Eiffel, Paris pun jadi nyata indah. duh ternyata terasa nuansa romantisnya. Sayang, perginya sama Sari sih coba kalau sama ....he he (Sar, kalo baca ini jangan sebel ye).Tapi langsung lupa begitu dibawa ke restoran Vietnam dekat Champs Elysees buat makan malam. Nyam,nyam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Belanja di Champs Elysees&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ini beneran belanja loh! jadi karena tante-nya Sari punya bisnis jual beli produk fashion&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/louis%20vuitton.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/louis%20vuitton.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; dengan beberapa butik di Jakarta, jadilah kami diajak belanja. Dan karena Louis Vuitton, Guchi dan kawan-kawannya itu termasuk barang mewah, ada aturan bahwa turis tidak boleh membeli lebih dari beberapa item. Mereka harus menunjukkan paspor dan terdaftar di Louis Vuitton sebagai pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jadilah si tante belanja dengan menggunakan paspor kami berdua. Jadi coba yah, nanti kalau ke Louis Vuitton di Champs Elysees, tolong dicek pasti ada nama mademoiselle A.Parihatin berbelanja dua tas seharga masing-masing 950 euro! saya lihat bill atas nama Madame Sari, gila! 2.800-an euro! So, karena momen-kapan-lagi-belanja-ke-Louis Vuitton ga datang tiap satu tahun sekali, saya dan sari bisik-bisik " habis ini didepan butik foto-foto yah"kudu itu, pan bukan orang Indonesia kalau ga banyak gaya, he he he&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi begini yah rasanya ada dipusat kapitalis mode dunia. Saya berdiri didepan sepatu seharga 700 euro di Lousi Vuitton itu. Lalu memandang sepatu berhak 5 centi di kaki saya yang saya beli di Schoenen Reis, toko sepatu di Maastricht waktu Opruiming (cuci gudang). Dari 22 euro dipotong hingga 6 euro saja saudara-saudara. Sepatu saya memandang balik dengan galak. Kenapa?! ga pede?! saya nyengir. Siapa bilang, neither minder nor ga pede, sebaliknya, saya masih tetep ngerasa keren tuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi melihat bisnis si tante jadi miris juga sama kelakuan orang Indonesia. Ga sopan banget ternyata orang-orang Indonesia itu. Sekalinya kaya bisa menghabiskan 10 juta hanya untuk sebuah tas? yaaa, bolehlah orang bicara soal loh itu hak gue dong sebagai orang kaya. Iya sih, jadi kaya itu ga dilarang, tapi kalau jadi orang kaya dalam sistem yang membuat disparitas sosial begitu besar, apa bisa bahagia gitu ? Saya ga habis pikir, pasti susah yah untuk bersyukur atas hal-hal kecil dalam gaya hidup tas 10 juta seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami pulang ke rumah tante di rue d homme (kalau ga salah). Setelah berkutat cari parkiran startegis, dengan dibantu seorang pemuda bertampang arab pemilik toko kelontong depan flat, akhirnya kami berhasil parkir. Eh si tante bilang, "dia (yang bantu parkirin) nanya tuh, yang pakai jilbab siapa madame? saya suka kalau melihat perempuan Indonesia memakai jilbab" huaa! langsung pada cekikikan. Gimana kalau besok saya beli jeruk di tokonya, siapa tahu bisa dikasih murah ha ha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jadi Pietons&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Esok paginya cuaca cerah dan hangat (10 derajat). Diantar tante, kami turun di Trocadero untuk memulai penjelajahan di Paris sebagai pietons (pedestrian). Dari Trocadero, tempat dua museum (musee d'cinema dan musee d'homme) dan sekaligus landmark strategis untuk mengambil view Eiffel secara keseluruhan. Dari situ kami berjalan ke arah Eiffel di Champs de Mars, menara yang dibangun Gustave Eiffel tahun 1889 ini dulunya pernah dicela-cela oleh &lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/IMG_0268.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 88px; CURSOR: hand; HEIGHT: 109px" height="177" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/IMG_0268.jpg" width="148" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;warga Paris sebagai monster 'nggak jelas' yang merusak keindahan Paris. Tapi rupanya setelah jadi dilihat-lihat bagus juga kali ye. Menara Eiffel ini tercatat sebagai bangunan tertinggi didunia sampai tahun 1930 ketika menara Chrysler di New York selesai di bangun. Jalan-jalan di Paris itu lebar-lebar. Katanya dulu waktu atas permintaan Napoleon, Haussman diminta mencari jalan buat mengakali gejolak politik di Perancis yang rawan demo dan revolusi. Untuk mengatasi masalah pertahanan dan keamanan akhirnya didesainlah jalan-jalan yang besar. Alasannya ini untuk memudahkan gerak pasukan jika sewaktu-waktu terjadi kerusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang lalu lintasnya sembrononya minta ampun! terbiasa selalu didahulukan sebagai pejalan kaki di Belanda (saya dan sari suka sengaja excercise of power dengan para pengemudi di Belanda kalau menyeberang-ayo, berhenti ga lo,berhenti ga) disini gila deh! Karena banyak orang asing, lampu merah juga kadang dianggap angin baik oleh pejelan kaki maupun pengemudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Champs de Mars (tempat yang dulunya dipakai pasukan Perancis buat baris-berbaris) kami berjalan kaki mengikuti peta ke 'hopital les invalides yang dibangun raja Louis XIV untuk rumah sakit bagi orang cacat dan prajurit (maklum dulu kan Perancis suka perang kesana kemari). Tempat ini sekarang jadi tempat dikuburkannya (peti mati ) beberapa orang yang dianggap berjasa dalam sejarah militer Perancis seperti Joseph Bonaparte (kakaknya Napoleon) dan Napoleon II. Dari situ terus ke geraja tempat peti mati Napoleon Bonaparte. Tidak masuk ke gerejanya (habis harus bayar sih) jadi tidak lihat de la fosse allegories, lukisan di dome gereja yang katanya bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kawasan Invalides itu kami terus ke arah sungai Seine. rencananya mau ke museum Rodin (inget kan patung the thinker ? nah itu dia yang buat). Tapi begitu sampai di museum ter&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/IMG_0244.jpg"&gt;&lt;/a&gt;nyata untuk masuk tiketnya seharga 7 euro. Ga jadi deh. Tapi mau pipis nih, akhirnya tanya sama bertugas jaga pintu, ada WC ga ? katanya ada. Eh, terus ditanya, anda mau masuk museu&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/IMG_0245.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 99px; CURSOR: hand; HEIGHT: 106px" height="125" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/IMG_0245.jpg" width="238" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;m atau cuma mau pipis? dengan tampang tidak bersalah saya bilang mau pipis aja he he.. dengan pandangan harap-maklum-ini-turis-kebelet si petugas dipintu kordinasi dengan yang jaga pintu tiket untuk menunjukkan kami posisi toilet. Habis pipis, foto lagi... yah kalau pun ga masuk setidaknya ada foto yang menandakan kami pernah punya niatan yang nyeni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Rodin kami terus menyusuri sungai seine melewati jembatan Alexander III yang disebut-sebut sebagai jembatan terindah di dunia. Kalau ga salah dibangun khusus untuk menghormati kedatangan kaisar Alexander. Ga jelas sih Alexander yang mana, yang dari Macedonia itu? ga tahu deh. Tapi jembatannya oke lah (kasihan banget yah arsiteknya kalau semua orang cuma komen begini). Rencanany dari situ mau ke museum d'Orsay. Museum ini punya koleksi karya seni dari zaman yang lebih baru dari yang ada di museum Louvre. Tapi hari sudah sore dan saya lebih tertarik buat ke Louvre yang terletak tepat didepan d'Orsay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini saya dan sari berpisah. Sari lebih tertarik buat melihat catacomb de Paris karena tahun kemarin dia sudah ke Louvre. Catacomb de Paris itu terowongan yang dulu digunakan sebagai pemakaman (travelling in the most artistic city in Europe to see a mass burial place ? what a romantic idea deh sar!) dan saya terus ke Louvre. Jam empat kami janjian untuk ketemu kembali di Trocadero.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Akhirnya; Louvre!&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/SV400015.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 107px; CURSOR: hand; HEIGHT: 77px" height="123" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/SV400015.jpg" width="230" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;so, here I am. In one of the largers and most famous museum in the world. Dari depan carrousel (arc de triumph mini), tiga piramida kaca yang dibangun IM Pei sudah kelihatan. Bener juga kalau orang Perancis dulu agak-agak ga rela pemdanya bikin rencana menambah piramida kaca seperti itu. Kalau dilihat memang agak-agak ga matching aja dengan lingkungan sekitar. Dikompleks Louvre yang antik itu para piramida yang jadi pintu masuk ke museum jadi seperti bangunan yang nggak jelas apa perlunya ada disitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beli tiket seharga 8 euro, saya mengambil peta museum di meja infomasi. Cuma punya waktu satu setengah jam buat lihat-lihat. Bahkan sekedar skimming pun jelas tidak bisa. Akhirnya dari tiga sayap utama yang ada di Louvre (Richeulieu, Denon dan Sully) saya langsung memutuskan untuk ke Denon. Alasannya, disini ada monalisa-nya Leonardo da Vinci itu (he he he alasan penting dong, nanti kalau ada yang nanya "lo udah ke Louvre belum? lihat lukisan monalisa nggak? wah, lo belum ke Louvre kalau belum lihat monalisa," kan berabe).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Hall utama Denon yang jadi pusat perhatian adalah patung Victory of Samothrace, pahatan yunani yang ditemukan tahun 1863 yang melambangkan kebebasan. Karena waktunya sempit saya langsung ke koridor tempat lukisan Itali, yang jelas karya-karya awal didominasi cerita-cerita dari Injil. Banyak lukisan penting, para pelukis penting (ada Botticelli di pintu masuk) yang sayangnya ga bisa dililhat lama-lama dan voila! sampai di deretan lukisan karya Leonardo da Vinci lalu disambung dengan karya Raphael yang mirip abis tekniknya dengan Leonardo da Vinci lalu ke Cavaggio yang mengingatkan saya pada lukisan siapa tuh, yang gambarnya perempuan-perempuan Polinesia itu ? ah, ya:Gauguin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari koridor itu terus berbelok masuk ke tempat lukisan Perancis. Ga familiar dengan lukisan nya kecuali lukisan The Coronation of Napoleon I karya Jacques Louis David dan lukisan Liberty Guiding People karya Eugene Delacroix yang pernah saya lihat di &lt;em&gt;munjid&lt;/em&gt; (ensiklopedi bahasa Arab)kakak saya. Lihat jam di HP, waduh sudah jam setengah empat! terburu-buru saya mencari pintu keluar. Waduh, jalan kaki ke Trocadero kayaknya nih. Soalnnya lupa untuk ngecek dimana tempat Metro (trem bawah tanah) dari Louvre ke Trocadero. Ga tahu pula gimana cara naiknya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telat setengah jam, huaa Sari dah 'mencak-mencak' lewat sms karena kedinginan. Tapi akhirnya sampai juga. Fiuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Skimming Paris&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Hari berikutnya agendanya adalah pulang karena kami harus sudah chek in di terminal bus eurolines sebelum jam 11. Alhamdulillah ada si Om yang setuju untuk mengantar kami ke beberapa site yang kemarin belum ditengok. Jadi mampirlah kami ke Arc de Triumph. si Om menganjurkan untuk mengambil foto ditengah-tengah penyeberangan. Boleh gitu om ? "boleh, aja.. turis-turis kalau foto memang disitu" ya sud, karena merasa turis dan turis adalah raja jadinya ga masalah lah foto-foto ditengah lalu lintas gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 148px; CURSOR: hand; HEIGHT: 177px; TEXT-ALIGN: center" height="223" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/SV400004.jpg" width="174" border="0" /&gt;Dari situ terus diantar lagi ke Louvre untuk foto-foto (kemarin kan sendirian, ga bisa puas foto-foto). Dari situ ke Concorde de lafayette, tugu peringatan (obelisk dari Mesir) tempat louis ke XVI dan Marie Antoinette di guilotinne waktu Revolusi Perancis 1789. Dari situ melewati penjara Conciergerie yang dulu dipakai untuk memenjarakan Marie Antoinette sebelum dipenggal, menuju Notre Dame. Di gereja terpenting dalam sejarah Perancis ini (Napoleon di angkat disini) ada titik yang namanya zero point. Takhyulnya sih kalau menginjak titik ini Insya Allah bisa balik lagi ke Paris. Percaya ga percaya injak ajalah, lha wong ada ditengah-tengah gitu kok, gimana ga keinjak. Tapi yah siapa tahu seandainya Allah mengijinkan bisa lagi lihat-lihat Paris. Bersama xxxx a.k.a "ehem"... mungkin? he he he. Dari Notre Dame, si Om membawa kami ke tugu peringatan tempat dulu berdirinya Penjara Bastille yang terkenal itu. Sekarang penjaranya memang sudah ga ada, tapi katanya kalau malam orang-orang yang mau naik metro dibawah tanah dikawasan mantan Penjara Bastille itu, suka mendengar suara orang menangis atau kisah-kisah penampakan gitulah. Hmm.. Harry Panca kayaknya harus datang tuh ke situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pulang...&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dan akhirnya pulang juga. Ternyata menjalani identitas sebagai musafir itu penting buat refleksi diri. Waktu mengeluhkan fasilitas umum di Jerman yang tidak sebagus di Belanda (duh, kalau di Belanda keretanya ada tatakan makannya, lampu merah ada tombol yang dipencet buat nyebrang, papan nama stasiunnya bagus dan seragam dan bla,bla,bla) hati saya tiba-tiba menegur, apa toh mba, kok membangga-banggakan sesuatu milik orang lain. Saya jadi ingat kalau mau mengeluh tentang pelayanan atau fasilitas yang tidak memuaskan di Universitas saya suka malu sendiri dalam hati. Lha, bisa ada disini aja semua fasilitas dari mereka, bukan punya sendiri. Uangnya juga uang mereka, sudah bisa sekolah gratis juga alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup kita juga suka seperti itu kan? mengeluhkan hal-hal nggak penting dan lupa, dikasih semua fasilitas kehidupan, itu juga bukannya semua pinjaman dari Allah. Kalau mau membangga-banggakan fisik yang bagus atau kepintaran, loh bukankah semuanya punya Allah ? kok kita dengan belagu-belagunya membangga-banggakan apa yang bukan milik kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu ingat bahwa kita saat ini ada di negara orang juga membuat kita banyak berhati-hati. Kalau mau membeli mantel, membeli sepatu pasti bertanya dulu dalam hati, kira-kira ini akan bermanfaat ga yah di Jakarta? akan menuh-menuhin koper doang ga yah? nanti malah excess baggage, harus bayar denda dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir, kalau semua orang ingat prinsip itu. Maka bisa jadi manusia itu tidak akan membuang-buanng diri dalam kenikmatan yangn tidak diperlukan diakhirat nanti. Subhanallah, mungkin itu sebabnya setidaknya sekali dalam kehidupannya, seorang muslim diperintahkan untuk naik haji jika memiliki kemampuan. Sekali dalam kehidupannya, dia berefleksi bagaimana seharusnya seorang musafir dalam kehidupan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113987305642995796?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113987305642995796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113987305642995796' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113987305642995796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113987305642995796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/02/jalan-jalan.html' title='Jalan-jalan'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113926277344280716</id><published>2006-02-07T04:52:00.000+07:00</published><updated>2006-02-19T01:36:36.936+07:00</updated><title type='text'>winter foto session</title><content type='html'>&lt;img style="WIDTH: 280px; HEIGHT: 190px" height="427" alt="Image hosting by Photobucket" src="http://i24.photobucket.com/albums/c49/attin_utoro/2.jpg" width="455" /&gt;&lt;img style="WIDTH: 182px; HEIGHT: 135px" height="1034" alt="Image hosting by Photobucket" src="http://i24.photobucket.com/albums/c49/attin_utoro/winter033.jpg" width="1239" /&gt; &lt;img style="WIDTH: 145px; HEIGHT: 115px" height="1121" alt="Image hosting by Photobucket" src="http://i24.photobucket.com/albums/c49/attin_utoro/winter029.jpg" width="1311" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/winter%20032.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 182px; CURSOR: hand; HEIGHT: 208px" height="255" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/winter%20032.jpg" width="237" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;img style="WIDTH: 287px; HEIGHT: 196px" height="338" alt="Image hosting by Photobucket" src="http://i24.photobucket.com/albums/c49/attin_utoro/IMG_0951.jpg" width="486" /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/winter%20041.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/winter%20041.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/winter%20041.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113926277344280716?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113926277344280716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113926277344280716' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113926277344280716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113926277344280716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/02/winter-foto-session.html' title='winter foto session'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113870116685071886</id><published>2006-01-31T16:48:00.000+07:00</published><updated>2006-01-31T18:25:52.840+07:00</updated><title type='text'>in a rush ...</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/election%202.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 155px; CURSOR: hand; HEIGHT: 117px" height="143" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/election%202.jpg" width="154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Jadinya cuma ingin mengekspresikan kegembiraan dan mengucapkan selamat untuk Hamas (Harakatul Mukawwamat Al Islamiyah) atas kemenangannya dalam pemilu legislatif tanggal 25 Januari kemarin di Palestina.&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan kekuatan untuk terus berjuang merebut kemerdekaan tanah Palestina. Amin =)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113870116685071886?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113870116685071886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113870116685071886' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113870116685071886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113870116685071886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/01/in-rush.html' title='in a rush ...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113825686776701643</id><published>2006-01-26T13:26:00.000+07:00</published><updated>2006-01-26T13:27:47.840+07:00</updated><title type='text'>In memoriam Clara Ejoru</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/mph%20020.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 175px; CURSOR: hand; HEIGHT: 215px" height="226" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/mph%20020.jpg" width="178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;To our bewilderment and unspeakable sadness last Thursday our dear friend and beloved student, Clara Ejoru passed away at the intensive care unit of the Maastricht Academic Hospital.&lt;br /&gt;Last September, at the age of 54, Clara, mother of four children, grandmother and an experienced Primary Health Care Nurse left the Ugandan district where she was working to join this years Master of Public Health course.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;She stood out from the beginning as a woman of great strength and ability - with life and work experience matched by nobody in her group. When Clara spoke, everyone was interested. She talked about the reasons she was so determined to complete this study. One reason was her commitment to finding the best ways for Uganda to fight malaria. Another reason was to set an example for her children, about whom she spoke often, as well as for the people of Uganda. She wanted to show that a person should never stop striving for knowledge and new insights, especially when there is the chance to diminish the suffering of one’s people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clara had no difficulties with ‘people skills’. In the MPH groups she was open and cheerful and committed; she warmed to people very naturally, and they warmed to her. Her main challenge was not the people, not the MPH course - but computers. She had virtually no previous experience with the use of computers and had to learn it all ‘from scratch’. She did this with humour and determination, though it added an extra challenge for her along with the heavy schedule of the MPH. At each new achievement she shared her joy and pride with those around her. Her positive way of overcoming difficulties set an example for all of us. She taught us that there is no end to the strength of a dedicated woman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clara was not only devoted to her study and her people. She was a devoted to her religion as well. She was a Roman Catholic and an active member of the Christian Charismatic Movement, who also showed a deep respect and interest in other religions and other ways of life. Remembering Clara’s deep faith consoles us, who remain behind. We are sure that even though far from her home and the people she loved, Clara would have felt close to God during her last hours.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clara, we will miss you. Our memories of you - your commitment, your energy and personal warmth will remain with us. You will not be forgotten. Our thoughts are with you and with your family.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Students and staff of the International Master of Public Health&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;The funeral service will take place in Uganda. We invite you to a service in Clara’s commemorance on Wednesday January 25th at 2 p.m. in the Meditation Centre (Stiltecentrum) of the Academic Hospital Maastricht. Prior to the commemorance service, between 13.30 and 14.00 hours, is a possibility to pay a last respect to Clara in the mortuary of azM.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*fotonya saya yang ngambil di depan gedung Prof.Debylan. waktu itu saya bilang "lihat, kamu cantik sekali Clara." Hiks, ga nyangka kelak akan dipake untuk upacara pemakamannya. Ga mau lagi deh ngambil-ngambil foto close up gitu ....&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113825686776701643?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113825686776701643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113825686776701643' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113825686776701643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113825686776701643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/01/in-memoriam-clara-ejoru.html' title='In memoriam Clara Ejoru'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113814114735535824</id><published>2006-01-25T03:24:00.000+07:00</published><updated>2006-01-26T14:24:57.366+07:00</updated><title type='text'>ekonominya kesehatan ...</title><content type='html'>Berjalan dalam pagi yang hampir membuat hidung saya beku, ada kesyukuran yang menyelinap halus dalam diam. Tidak terbayang bagaimana rasanya jika masih harus bersepeda menyeberangi sungai atau menunggu bis dalam cuaca seperti ini. Sekarang hanya butuh sepuluh menit berjalan (ala Belanda) dari rumah ke kampus. Gym unimaas juga sama dekatnya. Bisa ikut aerobik atau bulu tangkis seminggu dua kali. Hmm... kalau begitu terus-terusan kemungkinan saya balik ke Indonesia dengan perut kotak-kotak nampaknya besar sekali, yah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unit yang baru sudah dimulai. Tentang economic analysis of health care system. Walaupun tentunya punya peran yang vital, tapi secara personal ini unit non-favorit kedua setelah epidemiologi buat saya. Kuliah pertama diberikan oleh koordinator unit ini, Prof. Wim Groot. Saya pikir sebagai kuliah awalan saya akan dapat sesuatu yang lebih fundamental seperti bagaimana hukum ekonomi memainkan perannya dalam pelayanan kesehatan. Tapi ternyata beliau lebih banyak bicara masalah imbas (impact=imbas ?) ekonomi terhadap sektor pelayanan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ideal. Jelas banget. Lihat aja aktor yang terlibat; pasien, penyedia pelayanan kesehatan dan perusahaan asuransi. Maka pasar (market) dalam ekonomi kesehatan adalah interaksi dari ketiga aktor tersebut. Dan sistem pasar ini bisa mengalami kegagalan ketika terjadi perbedaan kepentingan antar aktor yang terlibat atau dikarenakan ketidaklengkapan atau informasi yang tidak simetris antar aktor. Entah apakah dalam relasi pasien-pelayanan kesehatan, atau pelayanan kesehatan-asuransi, atau pasien-asuransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya begini; sebagai pasien tentu yang diharapkan adalah pelayanan kesehatan yang optimal. Penyedia pelayanan kesehatan punya kepentingan untuk memberikan pelayanan sekaligus tetap bisa mengambil keuntungan, sementara pihak asuransi punya kepentingan untuk mempertahankan klaim serendah mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pihak asuransi, kegagalan pasar terjadi dalam bentuk &lt;em&gt;adverse selection&lt;/em&gt; (seleksi kepentingan) dan &lt;em&gt;moral hazard &lt;/em&gt;(kecurangan kali ya?) yang berupa tindakan curang atau informasi yang disembunyikan. Adverse selection itu terjadi sebelum kita sebagai konsumen membeli sebuah produk asuransi. Misalnya, karena saya merasa sehat, masih muda, makan teratur, rajin olahraga, baik hati pula, maka saya merasa tidak perlu untuk memiliki asuransi. &lt;em&gt;I will voluntarily refuse to joint in an insurance.&lt;/em&gt; Atau justru misalnya karena kita penderita AIDS atau punya potensi terkena diabetes secara keturunan, kita akan memutuskan untuk punya asuransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi moral hazard itu terjadi setelah kita memutuskan untuk membeli asuransi. asumsinya bisa dilihat dari sebuah penelitian bahwa pengemudi Volvo itu cenderung punya kebiasaan mengebut (kecelakaan) dibanding mereka yang naik mobil biasa-biasa aja (fiat, misalnya). Faktor kenyataan bahwa Volvo adalah sebuah mobil yang diklaim punya tingkat keamanan yang tinggi, nilai klaim asuransi yang besar, jadi faktor pemicu yang signifikan terhadap perilaku pengemudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adverse selection ini bisa menimbulkan kesulitan bagi perusahaan asuransi karena ... (hmm.. gimana yah dia bilangnya..) harga asuransi itu sama untuk setiap konsumen &lt;em&gt;(involved cost),&lt;/em&gt; sementara perusahaan asuransi tidak tahu secara pasti berapa pengeluaran untuk pembiayaan kesehatan untuk tiap individu &lt;em&gt;(expected cost&lt;/em&gt;). Karena asuransi itu pada dasarnya adalah berbagi beban, tentu saja ini bisa mengakibatkan beban besar pada pembiayaan kesehatan yang ditanggung asuransi (preminya juga jadi besar). Cara mengatasinya bisa dengan menerapkan &lt;em&gt;compulsory insurance &lt;/em&gt;sebagaimana yang terjadi di Belanda, dimana tidak punya asuransi adalah sebuah pelanggaran hukum, atau bisa juga membuat paket-paket asuransi dengan harga yang berbeda untuk pasar usia, kelompok, yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara moral hazard dalam skema asuransi muncul dalam bentuk pengabaian terhadap tindakan preventif dalam kesehatan atau bisa juga dalam pemborosan pelayanan kesehatan. Tindakan ini bisa muncul dalam situasi dimana ada konflik kepentingan, ada potensi keuntungan dalam relasi 'perdagangan' jasa kesehatan, dan ada biaya besar yang harus dikeluarkan dalam mencari informasi yang relevan dengan kondisi konsumen asuransi. Maka solusinya yang pertama tentu mengalokasikan dana untuk pengawasan perilaku, ada juga dengan yang namanya &lt;em&gt;risk sharing&lt;/em&gt;- &lt;em&gt;and partial insurance (co-payments)&lt;/em&gt; atau dengan &lt;em&gt;reward&lt;/em&gt; di masa akhir perjanjian berupa bonus bagi konsumen ketika tidak ada klaim atau minimum klaim selama masa perjanjian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;moral hazard juga bisa terjadi dari sisi penyedia jasa kesehatan. Sebagai pihak yang paling tahu tentang kondisi pasien, moral hazard bisa terjadi dalam bentuk intervensi medik yang tidak perlu. Maka untuk mengontrolnya, kita perlu melihat pada skema pembayaran tenaga medik yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, ada tiga jenis sistem pembayaran yang digunakan; &lt;em&gt;fee for services&lt;/em&gt; (apa bahasa indonesia gampangnya ?), kapitasi dan gaji. Ada beberapa keuntungan dan kerugian dalam skema pembayaran ini. Yang ffs misalnya. keuntungannya adalah adanya insentif untuk produktifitas &lt;em&gt;physician&lt;/em&gt; a.k.a dokter, penghargaan secara finansial-lah. Kerugiannya bisa mendorong dokter untuk melakukan intervensi medik sebanyak mungkin, membuat dokter tergoda untuk melakukan intervensi medik seorang diri tanpa me-refer pasien ke pelayanan lanjutan, pada akhirnya kuantitas yang dinilai, bukan kualitas. Sistem semacam ini yang bisa membuat anda dan saya sebagai pasien, cuma kebagian lima menit bahkan kurang untuk curhat pada orang asing berjas putih itu tentang hal-hal pribadi. Sementara kita sebagai pasien dituntut untuk pintar berkeluh kesah dalam waktu sesingkat itu, membedakan mana yang batang (keluhan utama) dan mana yang cabang (keluhan sampingan) &lt;em&gt;in order he can see what's wrong with you.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada sistem kapitasi. Dimana yang jadi ukuran adalah pasien. Contohnya di Belanda, setiap &lt;em&gt;huisarts&lt;/em&gt; (GP) punya jatah untuk menangani pasien dalam jumlah tertentu dengan jatah harga pengobatan (plafon) tertentu dari asuransi. Setiap orang terdaftar sebagai pasien pada seorang &lt;em&gt;arts &lt;/em&gt;(dokter). Saya punya dokter sendiri dimana ketika saya sakit, ke dokter itulah saya datang. Bahkan ketika saya dalam keadaan emergensi datang ke rumah sakit secara &lt;em&gt;go-sh&lt;/em&gt;ow(Ini cuma bisa dilakukan setelah jam lima sore atau pada akhir pekan), dokter dirumah sakit tetap akan merefer saya untuk kembali dulu ke GP pada akhirnya setelah memberikan pertolongan seperlunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungannya adalah secara administasi ini sistem yang sederhana untuk dimasukan dalam budget pemerintah atau perusahaan asuransi, juga jadi keuntungan bagi dokter yang melakukan tindakan berbeda (tidak semua tindakan dihitung secara terpisah). Negatifnya adalah mendorong untuk mengumpulkan pasien sebanyak mungkin dan juga mendorong dokter untuk melakukan tindakan seminimal mungkin dan merujuk ke pelayanan lanjutan secepat mungkin (toh, mau dikasih tindakan banyak atau sedikit, dapatnya sama aja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada skema penggajian. Secara administratif dan budget ini mudah dan sederhana. Tapi negatifnya lebih banyak dibandingkan yang lain, dalam skema semacam ini, dokter-dokter bisa tergoda untuk lebih abai lagi karena tidak ada insentif untuk menjamin ketersediaan pelayanan yang mencukupi dari dokter, mendorong dokter untuk melakukan tindakan medik seminimal mungkin, kemungkinan mendorong dokter untuk merujuk pasien ke pelayanan lanjutan juga lebih besar dan yang paling menyedihkan adalah tidak relasi antara 'prestasi' dengan reward bagi dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi bagaimana untuk mencapai 'neraca keseimbangan' pasar dimana kondisi itu diartikan sebagai jaminan tersedianya pelayanan yang optimal bagi pasien (kepentingan pasien) dengan biaya yang memuaskan semua pihak (jasa kesehatan-asuransi-pasien) ? ini kan artinya sama saja dengan tidak ada intervensi medik yang berlebihan, tapi juga tetap ada intervensi medik yang dibutuhkan. Tahu kapan waktunya merujuk pasien ke pelayanan lanjutan dan tahu kapan saatnya untuk tidak, dan tentunya kualitas pelayanan kesehatan yang optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka katanya (Prof.Wim Groot), sistem yang optimal itu merupakan perpaduan dari skema kapitasi (fixed amount per patient) dan fee for services. Kombinasi kedua sistem ini diharapkan bisa menjamin pelayana kesehatan yang optimal. Kapitasi akan mendorong dokter untuk melakukan sesedikit mungkin tindakan dan mendorong rujukan, sementara fee for services mendorong dokter melakukan sebanyak mungkin tindakan dan seminimal mungkin aktifitas rujukan. Sistem kesehatan di Belanda menggunakan kombinasi ini. Misalnya, secara sederhana seorang GP mendapat bayaran sekitar 45 euro per year per patient dan 9 euro per tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm... dari situ salah satu dasar darimana datangnya tindakan 'konsultasi kejar setoran' atau 'merujuk yang ga penting' yang selama ini banyak kita alami. Ini yang namanya permasalahan sistem. Saya tidak familiar dengan terminologi yang dipakai di ilmu kedokteran. Tapi untuk Eropa, nama Kleinman adalah nama yang populer sebagai orang penting dalam kedokteran yang mengembangkan &lt;em&gt;doctors-patient relationship&lt;/em&gt;. Saya bisa bayangkan betapa terdengar sangat idealnya itu di bangku kuliah tapi tidak ketika duduk menghadapi pasien dalam sebuah sistem ekonomi yang tidak tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ingat juga dengan tempat kerja saya. Indonesia bisa dibilang adalah pasar kesehatan yang tidak lengkap.Mungkin bagi pasien kami, tempat kami adalah sebuah &lt;em&gt;insurance&lt;/em&gt; yang tidak mungkin mereka bisa raih dalam kondisi biasa. Ketidaktahuan, antusiasme (?) bisa membuat seorang pasien datang sebulan sekali atau dua kali ke klinik dengan keluhan yang ga jelas. Dengan pasien sebanyak itu saya akan apresiate (eh,ini bahasa indonesia bukan?) sekali pada mereka yang berusaha bertahan untuk meberikan pelayanan secara sungguh-sungguh. Tapi jadi penasaran juga sih, kemarin-kemarin kok kayaknya angka rujukan dan kunjungan yang tinggi jadi semacam 'modal' untuk unjuk gigi seberapa besar tingkatan pencapaian yang sudah dilakukan. Hmm... mudah-mudahan memang karena kasusnya memang harus dirujuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*oaahm.. bobok ah...*&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oke ini lanjutan yang kemarin, tapi saya pikir skema pembayaran kombinasi ini bisa dicoba di LKC. Mengingat ada kondisi dimana fixed income mungkin dah mulai tidak sebanding dengan jumlah kepesertaan yang terus meningkat. Setiap pasien dapat jatah first fisit untuk datang satu bulan sekali misalnya--kecuali emergensi, atau berdasarkan pemantauan dokter memang butuh datang lagi setelah kunjungan pertama, dan mungkin untuk beberapa kasus penyakit--tbc ? diabetes ? dunno (butuh analisa epid dan hitung-hitungan yang lebih valid buat tahu angka kunjungan ideal, tapi ini kan andaikan), dalam satu tahun. Kebijakan ini gunanya agar kongruen dengan program edukasi promotif dan preventif, memberikan informasi kesehatan yang peka kultur (butuh community assesment dulu untuk dapat gambaran sosial demografi yang lengkap--optimalisasi tim survey dan kepesertaan--n baca lagi unit 1 soal community assesment dan unit 2 soal research methodology) untuk bisa secara bijak memanfaatkan pelayanan pengobatan dan berperilaku hidup sehat secara bersamaan (hmm,... perlu baca lagi masalah critical anthropology di unit kemarin). Entah, mungkin harus ada pembagian kategori pasien berdasarkan waktu berobat (adopsi dari sistem kapitasi dimana dokter bertanggung jawab atas sejumlah pasien yang terdaftar sebagai pasiennya) sehingga tiap dokter jaga (pagi-siang-malam) bisa memantau kondisi pasien lebih intensif. juga untuk menghindari kejomplangan jumlah kunjungan ? is it a good idea ? atau malah jadi rumit ? terus bagaimana dengan skema pembiayaan dengan asuransi keluarga miskin ? hmmm...gimana kalau konsultasi sama Anya soal kemungkinan ini jadi salah satu usulan master thesis ?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113814114735535824?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113814114735535824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113814114735535824' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113814114735535824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113814114735535824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/01/ekonominya-kesehatan.html' title='ekonominya kesehatan ...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113784942273244743</id><published>2006-01-21T19:03:00.000+07:00</published><updated>2006-01-22T00:30:38.733+07:00</updated><title type='text'>it's over ...</title><content type='html'>Pagi ini bangun dengan perasaan dan fisik yang lebih baik.&lt;br /&gt;Perih dimata, pusing dan urat-urat punggung yang rasanya begitu tegang semalaman, sudah mengendur. Disebelah saya sudah ada makhluk berbulu. Ah, boneka gorila yang dikasih Vladimir dan Mariette tadi malam. Mereka beri ini karena tadi malam saya bilang "thank you for letting me hug the doll". Vladimir buru-buru bilang kamu boleh bawa kalau suka, supaya kamu merasa lebih baik, boleh dibalikin empat bulan lagi, kalau mau. Dan begitulah kenapa gorila bermata sayu ini sekarang ada dipelukan saya. I am a 25 years old young lady who slept with an ape doll. sounds cute ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin sesudah Jan menyampaikan berita kematian Clara. Anya dan Mariette datang ke kelas untuk memberitahu secara resmi. Clara wafat hari kamis jam enam sore di ruang ICU sesudah sebelumnya dirawat di ruang rawat inap. Pihak rumah sakit tidak memberitahukan penyebab kematiannya, karena selain kami bukan keluarga, dalam akhir hayatnya Clara menekankan pada pihak rumah sakit untuk tidak menyampaikan keadaannya pada siapapun dari pihak fakultas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Jan menyatakan bahwa ujian akan dikirim via email, Anya dan Mariette mengundang kami semua ke lantai enam untuk bicara secara pribadi. semua shock dan sedih. Beni dan Elida mengkritik sistem kesehatan yang tidak peka. kenapa dari awal membiarkan wanita tua dengan hb rendah tanpa tindakan medis berarti. saya cuma bisa bilang, Clara orang katolik yang taat, dia pemimpin misi Katolik di kampungnya, jadi tolong dipastikan aja dia mendapatkan perlakuan yang layak sesuai dengan apa yang dia yakini. Anya berjanji untuk menghubungi pendeta. Hari itu mereka mengatur semuanya. termasuk mengatur janji dengan rumah duka di Tongeren agar kami bisa melihat jenazahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbaring tenang dengan sweater yang sama di hari terakhir saya melihatnya, dia kelihatan 'berisi' seperti pertama kali kami mengenalnya. Saya mengecup keningnya mengucapkan selamat jalan. Untuk ketiga kalinya saya melakukan ini. Pertama terhadap Bapak saya, kedua waktu saudara se halaqah saya meninggal karena leukimia, dan yang ini... untuk Clara. Orang yang warna kulitnya beda, meyakini hal yang berbeda, bicara dengan bahasa yang berbeda, warna kulit yang berbeda, tapi kehilangannya ternyata sama. Isabelle pingsan karena shock dan menciptakan kepanikan lain. Elida dan Astri sibuk menjaga Valentina, bayi Isablle yang baru berumur satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari rumah duka, Anya dan Mariette membawa kami ke rumah Mariette. Saya sebenarnya sudah begitu capek dan inginnya meminta diantar pulang. Entah apalagi yang harus dibicarakan di rumah Mariette, pikir saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata kumpul2 seperti itu ada gunanya. Karena akhirnya dalam situasi yang privat, hanya kami anak-anak MPH, Anya, Mariette dan Vladimir, semua akhirnya bicara. saya sempat beradu mulut dengan Xu Jing, saling meyalahkan orang lain, lalu menyalahkan diri sendiri, lalu sama-sama menangis. Dia mengkritik bahwa jika saja ini dibicarakan terbuka mungkin ini tidak akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, secara logika saya mendukung semua pernyataan Xu Jing. Bahkan kenyataannya itulah yang saya pikirkan dan itulah yang saya dan teman-teman lakukan terhadap Clara. Berusaha membujuknya untuk bicara pada pihak fakultas, atau jika tidak mau maka ijinkan saya bicara untukmu pada Anya atau Ria, membujuknya untuk istirahat, membujuknya untuk mendiskusikan ini dengan teman-teman, meyakinkan bahwa tidak ada yang akan terjadi jika pihak fakultas tahu kalau kamu sakit. Tapi saya pikir Clara bukan anak sekolahan kemarin sore. Dia perawat senior berpengalaman, single mother dari empat orang anak yang berpendidikan tinggi, setidak rasional apapun keputusan yang dia buat, itu adalah keputusannya. Apa yang bisa kamu lakukan ketika kamu sudah memberikan berbagai macam tawaran pada seseorang dan orang itu memilih menolak semua tawaran itu ? Bahkan sebenarnya kami sudah ke kantor Anya untuk bicara soal kondisinya dengan kesimpulan, jika Clara marah, saya yang akan bicara kepadanya. Tapi waktu itu Anya tidak ada dan Clara benar-benar marah ketika tahu saya mendiskusikan kondisinya dengan teman-teman. "I dont want people walking around talking about me and my condition!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat pada keluhannya terhadap Xu Jing yang dianggapnya melanggar wilayah privacy-nya dan otoritasnya. "She dont think I can think for myself, Attin. eventhought I am poor, this mind is working." saat itulah saya tahu apa arti otoritas pribadi buat Clara. Dan yang saya lakukan adalah tetap menjaga kehormatannya sebagai individu. Seaneh apapun, sesulit apapun saya untuk mengerti keputusannya untuk tetap merahasiakan penyakit dan kondisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara curhat di tempat Mariette itu jadi semacam 'echoing my heart'. Apa yang Xu Jing katakan adalah suara hati saya yang menggedor-gedor menyalahkan diri saya, dan apa yang saya katakan terhadap Xu Jing adalah kata-kata untuk diri saya sendiri. Dan itu membuat saya merasa lebih lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sudah melakukan banyak. Kami tidak membiarkannya kedinginan, kami tidak membiarkannya kebingungan, kami carikan dia rumah, kami carikan dia barang, kami berikan dia baju, kami bantu dia bertahan di negeri ini. kami tidak membiarkannya sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan itu&lt;br /&gt;sudah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu yang terbaik yang bisa kami lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan akhirnya segalanya hanyalah milik Allah&lt;br /&gt;dan akan kembali pada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://i24.photobucket.com/albums/c49/attin_utoro/Picture.jpg" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113784942273244743?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113784942273244743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113784942273244743' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113784942273244743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113784942273244743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/01/its-over.html' title='it&apos;s over ...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113776002374737582</id><published>2006-01-20T17:28:00.000+07:00</published><updated>2006-01-20T19:27:03.813+07:00</updated><title type='text'>Clara Ejoru</title><content type='html'>"My name is Clara Ejoru, i come from Moyo, Uganda." berkulit hitam legam, wanita bertubuh mungil itu tersenyum malu-malu menampakkan barisan gigi putihnya. Usianya sudah pertengahan 50-an. Hanya beberapa tahun lebih muda dari ibu saya. Seumur itu, rata-rata ibu-ibu yang saya kenal sudah berpikir tentang naik haji, hidup tenang bersama cucu, dan bukan terbang ribuan mil jauhnya, dari negara dimana komputer cuma ada kantor pejabat ke sebuah negara dimana sekedar janjian ketemu harus diatur lewat email, buat belajar lagi jadi master.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah makanya, dalam perjumpaan pertama, kami yang dari Indonesia dengan terus terang bilang pada Clara bahwa kami sangat kagum dan respek pada keberadaannya. Tak peduli betapa ketinggalan jaman atau kelihatan miskin dirinya dengan sendal sepatu murah yang dia pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clara belajar keras. tidak hanya untuk kuliah tapi juga untuk bertahan hidup di negeri datar ini. dia tinggal di perpustakaan lebih lama dibanding kami yang masih muda-muda. kalau akhir pekan kami jalan-jalan atau sekedar bersenang-senang, Clara memilih tinggal di kamar atau pergi ke perpustakaan hingga tutup. Belanda tidak terlalu bersahabat buat Clara. Dari hari pertama kedatangannya, dia tidak bisa tinggal di Guesthouse karena dia tidak bisa melakukan aplikasi via internet dari kampung halamannya. Pihak kampus akhirnya bisa meloby Hotel Randwijk untuk memberikan dia kamar. Tentu saja dengan harga yang memakan habis hampir tiga perempat uang beasiswanya. Pada saat bersamaan, di kampung halaman ada anak yang menaruh harapan besar pada dirinya. Sisa uang beasiswa habis dikirim untuk membangun rumah mereka yang belum selesai, dan hanya tersisa sedikit saja untuk sekedar bertahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami begitu menyayanginya. Elida mengajarkan bagaimana menggunakan email, mengetik dengan menggunakan word, membantunya lebih familiar dengan komputer, Astri sering menghadiahi masakan lezat, Beni membimbingnya belajar SPSS. Melihat sepatu sendalnya, saya lepas sepatu sneaker saya yang nyaman dan hangat dikaki buat dia. Suatu hari, Elida memberi tahu bahwa di kamarnya ada baju-baju hangat peninggalan mba Astrid (mahasiswa tahun lalu) untuk saya. Tapi akhirnya kami putuskan bahwa Clara lebih butuh. Dan rasanya hati kami sudah cukup hangat melihat binar dimatanya ketika memilih baju-baju tersebut, "Oh God bless Indonesia, how can I say thank you ?" lalu kami bilang, kalau besok minggu kamu ke gereja, bilang terima kasihnya sama Tuhan aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat rencana Allah, akhirnya ada kamar di sebuah rumah yang letaknya dekat sekali dengan kampus. Akan sangat ideal untuk Clara yang tidak bisa naik sepeda dan tidak bisa berjalan jauh  sekuat kami. Dengan hati berbunga, saya menemaninya menemui landlady dan menandatangani kontrak. dengan harga sepertiga dari yang ia bayar untuk Hotel Randwijk, saya bayangkan akan ada banyak mimpi yang bisa ia wujudkan di kampung halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakhir masa liburan, bulak-balik kami bersepeda mengangkuti barang-barang dari Randwijk ke tempat barunya. Juga sukses membujuk Bang Hasanul untuk membantu mengangkut kopor dan barang besar dengan mobilnya. Now, everything will be just fine for her, pikir saya. "Kita akan tinggal dekat sekali, Clara. Kalau ada apa-apa saya akan mudah menghubungi kamu," kata saya. Bersamaan dengan itu, dia mulai mengeluh sakit. Mulai dari athlete foot, batuk ringan, anemia sampai kenyataan yang dia bawa dari Uganda, malaria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tiba-tiba semua berjalan begitu tidak seperti yang diharapkan. sistem kesehatan disini yang berjalan pada notion pengobatan seminimal mungkin, perawatan berdasarkan pemintaan pasien, berbenturan dengan kultur kesehatan negara dunia ketiga, membuat semua orang jadi frustasi. Lima kali bulak-balik rumah sakit hasilnya cuma tagihan dan tagihan tanpa pengobatan berarti. Clara bilang "saya anemia, saya malaria," dokter berkata "Anda tidak apa-apa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia semakin lemah. "Kamu lihat Attin, dulu saya berjalan begitu cepat, sekarang saya hanya mampu berjalan pelan-pelan, bagaimana mungkin saya tidak apa-apa?". Beberapa waktu dia mengeluh bahwa dia memuntahkan semua yang dia makan. "Aku berdoa pada Tuhan, bahwa kalaupun aku sakit, setidaknya biarkan aku bisa makan," keluhnya. Saya menggigit bibir saya menahan tangis sambil menyuapinya sepotong demi sepotong pisang suatu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi saya datang dan cuma bisa  meringis waktu dia menyambut saya dipintu dengan senyum lebar sambil berkata"Now, here comes the daughter of Allah," lalu dia membimbing saya untuk duduk. "Aku ingin cerita sebuah kisah dari Injil untuk kamu," sebagai orang katolik yang taat, saya tahu bahwa salah satu kesamaan antara saya dan dia adalah tentang bagaimana penghayatan agama dalam kehidupan kami.  Air mata saya meleleh ketika dia selesai bercerita. Tak seujung kuku pun saya merasa apa yang saya lakukan bernilai sama dengan kebaikan yang dia ceritakan dalam kisah itu. Saya cuma bisa bilang bahwa kamu, Clara, seperti ibu bagi kami, bagi saya. Dan sebagaimana kami tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada ibu kami, saya pun tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore, selesai mengikuti kuliah Prof.McKee, dia mengajak saya bicara empat mata. "Ini tentang penyakit saya, saya mau cerita pada kamu tapi saya tidak ingin Anya, Ria atau teman-teman kita tahu soal ini." Dengan napas satu-satu susah payah dia bercerita dan akhirnya saya bilang saya tidak bisa simpan ini sendirian. Pihak fakultas harus tahu, saya takut tidak bisa meneruskan kuliah, dia bilang. prioritas kamu sekarang bukan belajar, tapi sembuh, kata saya bersikeras. Kamu wanita yang berani, kamu terbang ribuan mil jauhnya dari negera kamu untuk belajar, kalaupun akhirnya kamu gagal, itu semua sudah cukup. Kamu sudah berusaha. Kata saya berusaha membujuknya. Kegundahan sore hari itu disambung dengan kepanikan lain. Terlalu lemah, Clara meminta saya mengantarnya pulang dengan sepeda saya. Setelah jatuh bangun dengan sepeda saya yang kecil, akhirnya kami putuskan bahwa saya akan mengantar tasnya ke rumah dan kemudian datang lagi untuk menjemputnya. "You just wait for me inside the library, it's too cold for you to wait outside, okay ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali dari rumah, bergegas saya ke perpustakaan. Dia tidak ada. Bulak-balik mengelilingi kampus, ke rumah sakit, kembali ke rumah,dia tidak juga ada. Sementara kunci rumahnya ada di saya. Panik. jelas. Berapa kali dalam hidup kita pernah meninggalkan wanita tua dengan sakit berat dimalam musim dingin. Setelah menghubungi keamanan kampus, saya menelpon Elida dan Astri, "Dia sakit serius, gimana ?!" Akhirnya Astri dan Elida datang. kami putuskan mereka berdua mencari di kampus, saya kembali ke rumah. Siapa tahu dia sudah pulang. Dan disana ... duduk bersandar keletihan dipagar rumah, siapapun bisa menyangka dia 'junkies' yang mabuk berat, dan bukan wanita tua yang butuh pertolongan. "Oh,Clara,Clara I am so sorry, I couldn't find you, Im so sorry ..." saya memberi kabar ke Astri. Beberapa menit kemudian, mereka datang ke rumah untuk membantu. Bersama kami meyakinkan dia untuk jangan memikirkan kuliah, untuk fokus pada kesehatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya saya datang lagi ke rumah. Clara kelihatan sudah lebih kuat. Tapi pagi itu dia bilang dia kecewa pada saya yang dalam waktu sehari sudah memberitahu orang lain tentang penyakitnya. Saya berkeras pada pendirian saya bahwa saya tahu mana yang harus saya ceritakan mana yang tidak. Dia menutup penjelasan saya dengan keras kepala "Now, this is my life, this is my decision. I am through and there is no one can change it. I will go on Monday to lecture, i will go for the exam." Dengan menahan marah saya tinggalkan dia. Kesal. Tidak tahukan dia betapa khawatirnya saya, kami, tentang dia ? tidakkah sedikitpun dia melihat niat baik dalam tindakan saya. Pagi itu saya tinggalkan dia dengan niatan tegas, baik Clara Ejoru, kalau kamu tidak ingin saya ikut campur, maka baiklah. Saya tidak akan pernah ikut campur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi senin dia tidak datang. Dan kemarahan saya mencair jadi kekhawatiran ketika sore, selesai kuliah, kami melihatnya di perpustakaan. . Masih dalam sisa-sisa kemarahan, saya berusaha tega dan berkata, kami sudah ke Kringloop hari minggu untuk membeli barang-barang yang kamu butuhkan, semua dibayar dengan uang saya. Ini ada tagihannya. Tapi saya langsung mengeluh dalam hati bahwa seharusnya saya tidak bersikap seperti itu. Dia lemah, bahkan terlalu lemah sehingga kami semua membantunya memakaikan jaket, syal dan tutup kepalanya."Saya temani kamu pulang yah, saya tidak akan naik sepeda, tapi kita jalan saja," kata saya melembut. Dalam perjalanan yang rasanya seabad itu dia berkata, bahwa dia sudah melupakan ide bodohnya untuk terus kuliah,"I think you are right, my health is more important right now." Sampai dirumah, setelah selesai menyiapkan makan malam untuknya, saya berpamitan pulang. Masih berusaha menjaga jarak agar tidak terkesan mencampuri urusan pribadinya dan kemudian meminta maaf."Saya tahu kamu kecewa dengan keputusan saya memberi tahu kondisi mu pada teman-teman kita, tapi Clara, ini terlalu berat buat saya tanggung sendiri. Mereka harus tahu, fakultas harus tahu, sehingga mereka bisa memutuskan langkah terbaik untuk kamu. Saya akan merasa bersalah jika sesuatu yang buruk terjadi dan kami tidak melakukan apa-apa untukmu." dengan lemah dia mengangguk. "I understand, Attin. It's ok. God bless you, God bless you" tutupnya. saya masih merasakan kekecewaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa pagi, sengaja saya berjalan ke kampus melewati rumahnya. Ragu-ragu saya memandang jendela kamarnya. Akhirnya saya putuskan untuk memencet bel. lima menit. pencet lagi. Sepuluh menit, lima belas menit. tidak ada yang turun membuka pintu. Mungkin dia terlalu lemah untuk turun, pikir saya. Mungkin dia masih marah. Maka saya lupakan Clara beberapa saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu siang kembali saya datang. Kali ini yang membuka pintu si Jack, anak ekonomi tahun pertama yang tinggal juga dirumah itu. "Clara sakit, kita mau ke rumah sakit." Bergegas saya ke kamarnya, "I will go to the hospital with Jack, I will tell you what the doctor said, but now let me handle it my self," katanya lemah. Saya hanya mengangguk sambil berkata, tentu, tentu saja. Tapi sebelumnya kamu harus pakai jaket yah. Lihat, ini syal tebal dan topi wol yang kamu pinta. maaf, saya pakaikan yah, mana sepatu mu ? oh itu dia, saya pakaikan juga, ok. Mulut saya mencerocos sambil tangan saya bergerak ke sana kemari memakaikan bajunya dalam kamar yang kini kelihatan kumuh dan berantakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai, saya dan jack memapahnya ke bawah. apakah saya ikut ke rumah sakit? tapi ada janji ketemu dengan Mickey untuk SPSS. Akhirnya saya bilang pada Jack, ini nomor saya, kalau dia dirawat kalau ada apa-apa, telepon saya. Tidak yakin dengan keputusan yang saya buat, dengan khawatir saya memandangi Clara yang susah payah bertahan diatas sepeda sambil memeluk pinggang Jack.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorenya saya kembali lewat rumah Clara. Pastinya belum pulang dari rumah sakit. Berusaha menghubungi Jack malam itu. dikirimi SMS, di telpon, anak ini menghilang entah kemana. Jumat saya ujian, konsentrasi saja dulu. Kamis pagi saya lewat rumahnya. Tapi hanya memandangi dan kemudian memutuskan untuk melupakan Clara sejenak. Kamis itu habis untuk membaca diperpustakaan. Sorenya kembali lewat rumah Clara. Kali ini memutuskan diri untuk memencet bel. tidak ada yang turun. menelpon Jack. mailbox. Gelisah saya pulang, tapi kemudian melanjutkan untuk belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jumat pagi ini, datang pagi-pagi di tengah jalan berpapasan dengan Jan vd Made. Didalam kelas, saya yang pertama datang. "Did you know already what happen ?" tanyanya "today we having exam in this room, right?"saya balik bertanya. "No, its about Clara. She died last night."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu saja.&lt;br /&gt;dan begitu banyak pertanyaan dan penyesalan yang muncul menggayuti air mata. mestinya saya tidak perlu marah, mestinya kami tidak memperdulikan permintaannya dan memberitahu Anya seawal mungkin, atau juga mestinya saya tidak membuatnya kecewa dengan bercerita soal penyakitna, mestinya saya mengantarnya ke rumah sakit, mestinya saya tidak se egois itu, mestinya saya lebih peduli  ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menangis ...&lt;br /&gt;saya merasa harus keluar dari kondisi emosi ini terlebih dulu dengan menuliskannya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113776002374737582?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113776002374737582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113776002374737582' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113776002374737582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113776002374737582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/01/clara-ejoru.html' title='Clara Ejoru'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113735463272876027</id><published>2006-01-16T01:21:00.000+07:00</published><updated>2006-01-18T02:44:35.056+07:00</updated><title type='text'>dari sebuah kuliah</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu, ada dosen tamu datang ke Maastricht. Namanya Prof. Martin McKee. Beberapa tulisan maupun hasil penelitiannya banyak dipakai dalam literatur yang kami gunakan. Dia datang ke Maastricht berkaitan dengan penganugerahaan doktor honoris causa dari unimaas di ulangtahun unimaas yang ke-30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kuliahnya tentang review kondisi kesehatan masyarakat di Eropa, Prof.Hans Maarse dan Prof. Jan van der Made yang jadi lecture dan tutor di unit health policy analysis ini ngewanti-wanti kami semua untuk datang. Jadi datanglah kami semua ke sana. Hmm.. ternyata masih muda juga profesor McKee itu. Bayangan saya tentang professor itu kan idealnya yah setua dan sewaskita Hans Maarse atau Jan vd Made lah. Anyway, kuliahnya ternyata tentang gambaran umum permasalahan kesehatan yang muncul di Rusia pasca glastnots dan peresteroika atau dengan kata lain setelah bubarnya Uni Soviet. Terutama sih soal konsumsi alkohol dan surrogate alkohol yang tumbuh jadi penyebab kematian yang signifikan di Rusia sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik juga, tapi saya pikir penjelasan beliau dalam waktu yang singkat itu menggunakan perspektic biomedik yang kental. Saya sendiri dalam kepala lebih tertarik untuk tahu kenapa permasalahan ini bisa muncul jika dikaitkan dengan perubahan dalam aspek politik, sosial kultural yang terjadi di Rusia. Karena sedikit banyak, saya pikir ada kesamaan kondisi antara Rusia dan Indonesia. Dua-duanya ada dalam pergulatan sosial yang berefek pada kondisi kesehatan masyarakat yang tidak menggembirakan. Rusia jadi topik penting bagi masyarakat Uni Eropa mengingat posisinya sebagai tetangga terdekat dan ketergantungan gas orang Eropa pada Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal menarik lain dari kuliah itu adalah kentalnya nuansa ide eropa sebagai suatu nation di bawah EU. Baru sekarang ini saya sadar bahwa dalam homogenitasnya, Eropa, bagaimanapun punya aspek multicultural didalamnya. Kenyataan bahwa ada kehadiran komunitas migranTurki, Maroko, Afrika, dalam jumlah yang signnifikan di Eropa, sementara dalam waktu bersamaan masyarakat Eropa sendiri kesulitan menerima mereka sebagai orang Jerman,Belanda, Perancis, jadi sebuah pe-er besar bagi UE. Kenyataan bahwa ketertinggalan masyarakat kawasan selatan dan timur Eropa dibandingkan dengan mereka yang di Utara jadi proyek besar. Jadi ingat sama regulasi prioritas orang uni Eropa dibandingkan dengan orang non EU. Jadi gini sederhananya, di Belanda kalau ada sebuah perusahaan cari karyawan, maka yang jadi prioritas adalah orang Belanda. Kalau ga ada orang Belanda yang layak untuk posisi itu, prioritas selanjutnya adalah orang dari negara-negara Uni Eropa. Kalau ga ada juga, baru orang diluar UE. Setelah diterima, perusahaan pun harus memberikan bukti pada negara bahwa dia sudah menghabiskan waktu sekian bulan mencari orang Belanda dan orang UE, tapi ga ada yang cocok, dan cuma mas dari jawa ini (misalnya) yang paling cocok dengan yang mereka inginkan. Pemberlakuan Euro tentu saja salah satu policy dalam mengkatrol ketertinggalan ekonomi negara eropa di kawasan tertinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi terpikir duh, asyiknya kalau orang Asia Tenggara dengan ASEAN-nya itu bisa kompakan seperti UE itu, enak kali yah. Yah, maju bareng-bareng selalu lebih elegan dibanding mengangkat hidung sendirian kan, bukan begitu Pak Cik ? mungkin ga yah, negara-negara di Asia Tenggara itu kelak bisa kuat kembali dengan jati diri dan kultur kebahariannya. Dengan keyakinan, nilai dan budaya yang unik, eksotik, diakui dalam pergaulan internasional sebagai sebuah kekuatan ekonomi dan politik yang diperhitungkan. Dulu itu termasuk mimpi para pendiri ASEAN ga yah ? Kalau saja waktu bisa diputar kembali, kita lupakan saja ide berhutang dan bersikukuh dengan go to hell with your aid-nya Soekarno, coba Soeharto itu tahu kapan waktunya mundur dari permainan politik, lalu memilih cara halus jadi menteri senior saja seperti Lee Kuan Yew, coba dan andaikata ...mungkin petani kita bisa jadi petani kaya seperti di Bonanza itu. di subsidi habis-habisan tanpa harus berpikir tentang membeli pupuk mahal, jadinya tidak ada cerita balita mati karena malnutrisi seperti di tanah Gora itu. Mungkin nelayan kita bisa jadi nelayan yang kaya sehingga tidak perlu pakai formalin untuk mengawetkan tangkapannya sehingga kita jadi lebih familiar dengan hasil laut dan mampu menyebutkan setidaknya tujuh jenis ikan tanpa harus menyebut ikan teri dan ikan asin sebagai salah duanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hey, berkhayal tidak dilarang bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke kuliah Prof.Martin, di akhir sesi diskusi, Prof.Hans yang jadi moderatornya mengajukan pertanyaan yang jawabannya masih menggantung dibenak udara setiap praktisi kesehatan masyarakat. Lalu apa setelah semua penelitian itu ? karena kesehatan masyarakat semestinya tidak berhenti pada penemuan scientific tentang bagaimana tinggi rendahnya konsumsi alkohol berelasi pada kasus sirosis disebuah negara. Kerja besar selanjutnya adalah bagaimana penemuan-penemuan ilmiah itu bertransformasi menjadi sebuah kebijakan kesehatan yang strategis. Duh, kebayang-nya ngeri banget. Disitu lahan mainnya tentu aja sudah menyentuh lobby terhadap kebijakan politik, kepentingan ekonomi yang level-nya makro-makro (sementara saya anak kemarin sore gitu looh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, tiap kali ada pertanyaan habis apa setelah ini, jawaban saya definit, insya Allah kembali ke LKC. saya pikir itu akan jadi ajang yang bagus untuk latihan, exercice of power, exercise of knowledge dalam dunia yang real. Walaupun, terus terang saya masih terus bergulat dengan ide kosong tentang bagaimana merealisasikan semua yang saya dapat disini jadi sebuah karya yang bisa menghasilkan manfaat secara nyata di tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fiuh, doain aja yah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113735463272876027?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113735463272876027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113735463272876027' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113735463272876027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113735463272876027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/01/dari-sebuah-kuliah.html' title='dari sebuah kuliah'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113731893860495414</id><published>2006-01-15T16:36:00.000+07:00</published><updated>2006-01-15T16:55:38.690+07:00</updated><title type='text'>indonesia (??)</title><content type='html'>&lt;em&gt;Dulu, waktu masih suka nonton CNN bersama Ayako atau Irene, entah kenapa saya selalu memalingkan wajah tiap kali ada berita tentang Indonesia. Jika tidak tentang bom, konflik yang disebut-sebut berlatar belakang agama di Poso, Aceh yang ga jelas, pasti flu burung atau korupsi. Dan yang bikin merah muka semua itu pasti ditambah catatan kaki 'as the largest moslem country in the world'. Rasanya betapa jauhnya bangsa kita dari peradaban. iklan Malaysia yang mengkalim trully asia itu hilir mudik setiap harinya di layar dunia. tapi Jakarta sudah tak pernah di sebut-sebut dalam ramalan cuaca kota-kota dunia. Kini baca berita soal formalin, bakso tikus, sampai majalah Playboy Indonesia ...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;merintih sedih tentang sebuah masterpiece Allah di rantai khatulistiwa yang kita sia-siakan dengan bodohnya ...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;yang melintas dalam hati adalah puisi ini;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga&lt;br /&gt;Ke Wisconsin aku dapat beasiswa&lt;br /&gt;Sembilan belas lima enam itulah tahunnya&lt;br /&gt;Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia&lt;br /&gt;Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia&lt;br /&gt;Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda&lt;br /&gt;Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya,&lt;br /&gt;Whitefish Bay kampung asalnya&lt;br /&gt;Kagum dia pada revolusi Indonesia&lt;br /&gt;Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya&lt;br /&gt;Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama&lt;br /&gt;Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya&lt;br /&gt;Dadaku busung jadi anak Indonesia&lt;br /&gt;Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy&lt;br /&gt;Dan mendapat Ph.D. dari Rice University&lt;br /&gt;Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army&lt;br /&gt;Dulu dadaku tegap bila aku berdiri&lt;br /&gt;Mengapa sering benar aku merunduk kini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak&lt;br /&gt;Hukum tak tegak, doyong berderak-dera&lt;br /&gt;Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road,Lebuh Tun Razak,&lt;br /&gt;Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza&lt;br /&gt;Berjalan aku di Dam, Champs Ulyses dan Mesopotamia&lt;br /&gt;Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata&lt;br /&gt;Dan kubenamkan topi baret di kepala&lt;br /&gt;Malu aku jadi orang Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeriku, selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomorsatu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeriku, sekongkol bisnis dan birokrasi berterang-terang curang susah dicari tandingan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeriku anak lelaki anak perempuan, kemenakan, sepupudan cucu dimanja kuasa ayah, paman dan kakek secara hancur-hancuran seujung kuku tak perlu malu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeriku komisi pembelian alat-alat berat, alat-alat ringan,senjata, pesawat tempur, kapal selam, kedele, terigu dan peuyeum dipotong birokrasi lebih separuh masuk kantung jas safari,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kedutaan besar anak presiden, anak menteri, anak jenderal, anak sekjen dan anak dirjen dilayani seperti presiden,menteri, jenderal, sekjen dan dirjen sejati, agar orangtua mereka bersenang hati,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeriku penghitungan suara pemilihan umum sangat-sangat-sangat-sangat-sangat jelas penipuan besar-besaran tanpa seujung rambut pun bersalah perasaan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeriku khotbah, surat kabar, majalah, buku dan sandiwara yang opininya bersilang tak habis dan tak putus dilarang-larang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeriku dibakar pasar pedagang jelata supaya berdiri pusatbelanja modal raksasa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeriku Udin dan Marsinah jadi syahid dan syahidah,ciumlah harum aroma mereka punya jenazah,sekarang saja sementara mereka kalah,kelak perencana dan pembunuh itu di dasar neraka oleh satpam akhirat akan diinjak dan dilunyah lumat-lumat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeriku keputusan pengadilan secara agak rahasia dan tidak rahasia dapat ditawar dalam bentuk jual-beli, kabarnya dengan sepotong SK suatu hari akan masuk Bursa EfekJakarta secara resmi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeriku rasa aman tak ada karena dua puluh pungutan, limabelas ini-itu tekanan dan sepuluh macam ancaman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeriku telepon banyak disadap, mata-mata kelebihan kerja, fotokopi gosip dan fitnah bertebar disebar-sebar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeriku sepakbola sudah naik tingkat jadi pertunjukan teror penonton antarkota cumakarena sebagian sangat kecil bangsa kita tak pernah bersedia menerima skor pertandingan yang disetujui bersama,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeriku rupanya sudah diputuskan kita tak terlibat Piala Dunia demi keamanan antar bangsa, lagi pula PialaDunia itu cuma urusan negara-negara kecil karena Cina,India, Rusia dan kita tak turut serta, sehingga cukuplah Indonesia jadi penonton lewat satelit saja,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeriku ada pembunuhan, penculikan dan penyiksaan rakyat terang-terangan di Aceh, Tanjung Priuk, Lampung, HaurKoneng, Nipah, Santa Cruz dan Irian,ada pula pembantahan terang-terangan yang merupakan dusta terang-terangan di bawah cahaya surya terang-terangan,dan matahari tidak pernah dipanggil ke pengadilan sebagai saksi terang-terangan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeriku budi pekerti mulia di dalam kitab masih ada,tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang menyelamditumpukan jerami selepas menuai padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV&lt;br /&gt;Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak&lt;br /&gt;Hukum tak tegak, doyong berderak-derak&lt;br /&gt;Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road,Lebuh Tun Razak,&lt;br /&gt;Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza&lt;br /&gt;Berjalan aku di Dam, Champs Ulysses dan Mesopotamia&lt;br /&gt;Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata&lt;br /&gt;Dan kubenamkan topi baret di kepala&lt;br /&gt;Malu aku jadi orang Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Taufik Ismail, 1998— dikutip dari buku MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA, SERATUS PUISI TAUFIQ ISMAIL, 1966 - 1998&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113731893860495414?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113731893860495414/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113731893860495414' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113731893860495414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113731893860495414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/01/indonesia.html' title='indonesia (??)'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113698107109980101</id><published>2006-01-11T18:06:00.000+07:00</published><updated>2006-01-11T22:34:40.236+07:00</updated><title type='text'>never on (in) netherlands</title><content type='html'>Jadi impulsif di negara kayak gini, jarang-jarang berakhir dengan sesuatu yang indah. Gini loh, saya selalu suka sesuatu yang jelas dan terencana, tapi bukan berarti saya ga punya kesadaran bahwa hal-hal yang diluar rencana bisa aja terjadi. juga bukan berarti saya ga punya ruang buat yang spontan dan impulsif punya (ini mah sering malah) dan sering juga saya mengagumi diri saya akan kemampuan merekayasa kondisi itu jadi petualangan yang lucu-lucu kalau diingat. rekayasa itu maksudnya, dalam situasi-situasi yang bikin bete, otak saya biasanya akan bekerja memanipulasi kenyataan pahit itu jadi sebuah pengalaman yang bernilai adventureous. Tapi satu hal yang jadi prinsip saya, impulsif dan asumtif itu boleh-boleh aja kalau hanya melibatkan diri sendiri, tapi kalau sudah berhubungan dengan orang lain, ya liat-liat dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi disini ...&lt;br /&gt;saya males buat berimpulsif ria karena beberapa pengalaman menunjukkan betapa bikin bete bin nyiksa diri sendiri juga kalau mengikuti keputusan semacam itu, misal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-waktu kepikiran mau beli sepeda baru buat gantiin si traxxy, saya janjian sama anak Portugal buat ketemu di bike sheed guesthouse pagi-pagi buat nego harga. besoknya, dengan mengesampingkan 'keharusan normatif musim dingin' karena berpikir yah paling cuma sepuluh menit diluar, instead of berpakaian lengkap, kucluk-kucluk saya datang dengan pake training,bersendal jepit, dan jaket tipis. Dan sialnya ditengah transaksi, turun salju! seetelah bikin keputusan kilat (sorry, it's a good bike, but i think we dont have chemistry...=b) saya langsung lari terbirit-birit balik ke kamar*untung jempol gw ga kena frosbite*--moral lesson: jangan sekali-kali berpikir untuk men-dua-kan sepedamu, kualat (oh, maaf ya traxxy-ku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-waktu mau berangkat ngaji ke tempat Bang Hasanul. instead of ngecek jadwal jam berapa bisnya nyampe di halte, dengan pedenya melenggang sambil berasumsi, yah, kalau ga salah dulu menit ke lima belas setelah jam enam ada bis. hasilnya: setengah jam nahan dingin di tengah udara 2 derajat nungguin bis. moral lesson: jangan bikin pengajian malam-malam di musim dingin dong, bang!*he he he*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-waktu berpikir tentang 'mau ngapain yah sebelum kuliah' dan kemudian muncul ide spontan, ke centrum aja yuk, pagi-pagi, gerimis, kehujanan, ke centrum jam sepuluh pagi... loh kok sepi? lupa, ini hari Senin, toko-toko disini baru buka jam satu, jam sebelas-lah itu yang paling top. hasilnya ngedumel sendirian tentang betapa ajaibnya orang-orang pemalas ini pernah ngejajah bangsa kita yang rajin-rajin itu, begitu lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Waktu bersemangat sekali mau kuliah sampai melupakan jadwal kuliah dan berasumsi paling sama kayak kemarin, saya datang ke kampus jam sembilan pagi, pas datang ke ruangannya baru lihat jadwal, ternyata: kuliahnya jam setengah tiga sore *huaa!!!aaaaarrrrrrggh!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;betenya, kalau di Indonesia, ga ada persiapan outfit yang makan waktu untuk sekedar keluar rumah. ga ada udara dingin yang harus dihadapi. Jadi bersikap implusif bin asumtif itu kadang-kadang ga bikin kita segondok ini. Mau naik angkot, tinggal nongkrong di pinggir jalan, mau naik KRL, tinggal beli tiket. toch, kalau melihat jadwalnya juga percuma karena tidak bisa diandalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, disini perencanaan itu jadi bagian penting kalau ga mau rugi waktu dan nyiksa fisik. aktivitas diluaran itu harus benar-benar optimal dan menghasilkan. Ini yang membuat mereka jadi orang-orang yang efektif dan efisien dalam melakukan segala hal. Saya mulai sadar betapa saya mulai tidak familiar dengan sikap impulsif ini waktu seorang teman memberi kabar, besok dia mau datang ke Maastricht, minta petunjuk naik apa dari mana, dan mengingat keharusan menghormati tamu, tentu saja saya sudah menyiapkan dan mengatur semua perencanaan hari itu according to my friend yang akan datang ini. Termasuk rencana menjemputnya di suatu tempat dan mengecek jadwal bis. lewat satu jam dari yang dia janjikan akan datang, ada telepon datang;"maaf, kita ga jadi datang yah, langsung jalan2 ke centrum niy ..."waduh, memang rencananya gimana sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;huhuhu ....&lt;br /&gt;kalau di Indonesia yang ga harus keluar dingin-dingin sih ga bete-bete banget...&lt;br /&gt;tapi ....&lt;br /&gt;ini Belanda geto loch&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113698107109980101?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113698107109980101/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113698107109980101' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113698107109980101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113698107109980101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/01/never-on-in-netherlands.html' title='never on (in) netherlands'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113641102026922252</id><published>2006-01-05T01:53:00.000+07:00</published><updated>2006-01-05T04:43:40.326+07:00</updated><title type='text'>tentang doa</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/kue%20002.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 184px; CURSOR: hand; HEIGHT: 132px" height="140" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/kue%20002.jpg" width="233" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Waktu beres-beres buku, tiba-tiba lihat buku yang pernah dihadiahin 'bunda' waktu mau berangkat dulu. Ada kertas dengan catatan kecil. Isinya doa shafar (perjalanan). Saya ingat, ini kalau nggak salah diambil dari sebuah buku punya mamah. Sebelum pesawatnya take off dari Soekarno Hatta, bulak-balik saya baca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dengan Nama Allah, dengan Allah, dan Allah Maha Besar. Aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Allah yang Maha Tinggi, Maha Agung. Apa yang dikehendaki Allah itu pasti terjadi dan apa yang tidak dikehendaki Allah, tidak akan terjadi. Maha Suci Zat yang menundukkan semua ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali pada Tuhan kami. Ya Allah akku memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan, ketakwaan dan amal perbuatan yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah bagi kami perjalanan ini dan dekatkanlah jauhnya untuk kami. Ya Allah, Engkau sahabat didalam perjalanan ini dan pengganti di keluarga dan harta. Ya Allah aku berlindung diri kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, kegagalan dan pemandangan buruk pada harta dan anak &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;lalu ada doa ketika memasuki sebuah kota/negeri yang baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wahai bumi Tuhanku, Tuhanmu adalah Allah. Sesungguhnya aku berlindung diri kepada Allah dari keburukanmu, keburukan apa saja yang ada padamu, keburukan apa yang diciptakan padamu dan yang berjalan di atasnya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ya Allah, beri kami ketenangan didalamnya dan berilah kami rezeki yang halal didalamnya. Ya Allah aku meminta kepada-Mu kebaikan kota ini dan kebaikan apa saja yang ada didalamnya. Aku berlindung diri kepada-Mu dari keburukan kota ini dan keburukan apa saja yang ada didalamnya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada masanya ketika hamdallah tak cukup lagi untuk semuanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, doa.&lt;br /&gt;salah satu hal terindah yang Allah hadiahkan untuk manusia.&lt;br /&gt;tak pernah rugi jika meminta.&lt;br /&gt;diberi jadi sebuah kesyukuran&lt;br /&gt;ditahan jadi tabungan akhirat yang meringankan&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;dan ketika ada yang bertanya "kapan balik ke Indonesia?"&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;semoga saja itu kerinduan suci yang melangit menjadi doa&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*berdoa*&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113641102026922252?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113641102026922252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113641102026922252' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113641102026922252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113641102026922252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/01/tentang-doa.html' title='tentang doa'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113627538139817598</id><published>2006-01-03T14:46:00.000+07:00</published><updated>2006-01-03T15:03:01.410+07:00</updated><title type='text'>pindahan</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/winter%20007.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 162px; CURSOR: hand; HEIGHT: 137px" height="180" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/winter%20007.jpg" width="251" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; yeap, akhirnya pindah juga ...&lt;br /&gt;ga bisa komen banyak kecuali, semua udah di atur sama Yang Memelihara Semuanya&lt;br /&gt;abis, ga nyangka juga perkara niatan pindah ini bisa juga merembet ke kepentingan orang lain. Saya selalu percaya bahwa jalan keluar buat orang lain, rejeki orang lain, bisa jadi diciptakan lewat kita. kita cuma bertindak sebagai perantaranya aja. termasuk soal mencari tempat tinggal ini.Dan kemudian kita tinggal ternganga melihat design besarnya (oooh, jadi ini maksudnya ...). Allah itu memang sayang sama semuanya. &lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/kue%20007.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 163px; CURSOR: hand; HEIGHT: 166px" height="174" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/kue%20007.jpg" width="180" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okeh, Insya Allah semua sudah dipertimbangkan baik-baik, termasuk memanfaatkan sesi email-email panjang dengan 'susu-coklat-hangat-ditengah-hujan-lebat' (ya ampun, saya harus mulai mikirin panggilan kesayangan yang lebih pendek buat mereka) tentang apakah sebaiknya memang saya pindah ke A atau ke B. Jawaban terpenting yang saya tangkap &lt;em&gt;"jangan pernah main-main sama kondisi ruhiyah, ya sayang"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;jadi, welkomthuis ...&lt;br /&gt;and to all my friends, enjoy your new place yaah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113627538139817598?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113627538139817598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113627538139817598' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113627538139817598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113627538139817598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2006/01/pindahan.html' title='pindahan'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113597728194120505</id><published>2005-12-31T04:05:00.000+07:00</published><updated>2005-12-31T04:14:41.966+07:00</updated><title type='text'>insiden</title><content type='html'>Akhir Desember ini, student di Maastricht dikagetkan dengan adanya email dari salah satu anggota yang melaporkan tindak ‘pelecehan seksual’ yang dia alami semasa ada di Maastricht. Yang bersangkutan sendiri, sudah pulang ke tanah air. Tentu saja, ini jadi bahasan diskusi waktu kumpul-kumpul kemarin. Siapa sih orangnya ? diapain, kok bisa, dst jadi pertanyaan yang menyeruak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tauk-tauk Mas Ari bilang, “sebenarnya ada yang bisa kita minta konfirmasi soal ini, orangnya ada di ruangan ini.” Dezig, ya ampun, kok ini kayak scene puncak ala detektif Hercule Poirot karangannya Agatha Christie itu sih. Dan saya ga menyangka saya harus cerita hal yang saya ga suka ini ke publik. Saya memang tahu masalahnya, karena yang bersangkutan cerita pada saya, dan termasuk ada request dari suaminya di tanah air supaya saya bisa dekat dia buat ‘jaga-jaga’ supaya tidak terjadi hal-hal yang dikhawatirkan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau kondisinya sudah begini, mau apalagi. Saya sendiri ga menyangka beliau akan kirim email berisi hal terebut ke milis. Saya pikir masalahnya sudah selesai sewaktu beliau masih disini, forgive and forget. Suaminya pun sudah terima (katanya) bahwa tidak terjadi apa-apa. Karenanya, waktu teman saya itu menawarkan suaminya untuk bicara pada saya untuk menguatkan bahwa memang tidak terjadi apa-apa, suaminya menolak dan bilang sudah cukup, dia sudah percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya saya terkaget-kaget waktu terima sms dari teman saya itu, straight from Indonesia, bilangn bahwa dia kirim email tersebut atas permintaan suaminya yang masih kecewa dan belum percaya kalau tidak terjadi ‘apa-apa’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri, waktu teman saya itu masih disini, berpendapat bahwa hal tersebut adalah aib bagi kedua belah pihak yang harus dijaga. Masing-masing sudah punya keluarga, bagaimana kalau berita semacam ini sampai ke  istri yang bersangkutan, timbul masalah keluarga, bisa aja kejadian hal-hal yang tidak diinginkan, dan anak-anak akhirnya jadi korban. Mungkin saya berpikir terlalu jauh, tapi itu hal yang mungkin saja terjadi. Saya juga khawatir kalau masalah ini diekspose ke publik, akan jadi cap buruk yang selamanya melekat di dahi orang yang terlibat. Sementara, walaupun saya ga suka dengan apa yang saya tahu, tapi insiden ini bisa aja sebuah kekhilafan. Jauh dari istri, disuguhi tayangan macam-macam setiap hari, baik di televisi maupun di sekitarnya, sementara peluang untuk ‘itu’ tampaknya tersedia, siapapun bisa khilaf. Kalau akhirnya mereka sudah saling memaafkan, ga ada gunanya bukan buat cerita-cerita masalah ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi toh, dengan dilempar ke milis, akhirnya masalah ini jadi terekspose ke publik. Akhirnya harus cerita juga karena situasi yang penuh pertanyaan khawatirnya menjurus ke fitnah yang lainnya. Saya cuma bisa bilang bahwa ini bukan tentang kita harus tahu siapa orangnya, tapi sebuah pengingatan supaya kelak hal-hal semacam ini ga terulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berada jauh di negeri orang. Terpisah dari anak, istri, suami atau sahabat-sahabat dan lingkungan yang kita kenal, kadang menciptakan situasi lonely yang membuat kita merasa perlu untuk menjalin kedekatan dengan siapapun yang punya satu kesamaan penting dengan kita. Entah itu sama-sama dari Indonesia, atau sama-sama ikhwah, atau sama-sama seagama. Dan kedekatan itu biasanya berlaku baik laki-laki maupun yang perempuan. Rasanya seperti saudara sendiri, kawan dekat, yang harus saling menolong dan saling menjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu hal yang positif tentu saja. Tapi aspek negatifnya juga ada. Dalam kedekatan itu, kadang kita lupa untuk tetap menjaga etika hubungan yang semestinya. Bahwa bagaimanapun, yang kita hadapi adalah istri orang lain, suami orang lain, seorang laki-laki atau perempuan yang jadi ibu atau ayah dari anak-anak yang bukan anak kita. Bukan muhrim. Bahwa bagaimanapun, manusia ya tetap manusia, yang selalu punya potensi untuk khilaf, ga peduli dia ikhwah atau bukan.  Karena kadang alasan-alasan kesamaan,serasa saudara sendiri, atau masalah tarbiyah itu, kita jadi ngerasa aman, seakan-akan si Toni a.k.a syaitonirozim itu, ga punya kerjaan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Omong-omong soal aman, saya sering miris kalau dengar cerita-cerita miring ‘serupa tapi yaaah ga separah itulah’ tentang insiden antar ikhwah yang tampaknya berawal dari rasa ‘aman’ terhadap kemungkinan khilaf ini. Dan saya paling tidak suka jika cerita itu sudah diembel-embeli dengan ‘padahal ikhwah yang bersangkutan punya reputasi yang sudah dikenal’,’ustadz atau ustadzah terkenal’. Saya berharap berita itu bisa sampai ke telinga untuk sebuah pengingatan, bukan karena mereka lupa pada kewajiban untuk saling menjaga aib saudara sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insiden-insiden semacam itu saya pikir salah satu faktornya, bisa jadi ada kebutuhan-kebutuhan—psikis n physic—yang ga mereka dapat dari pasangannya. Karena terpisah jauh, atau karena sama-sama aktivis, jadi lupa, bahwa pernikahan bukan Cuma medan yang harus penuh jargon-jargon perjuangan, tapi juga harus ada hal-hal yang jadi bumbu dan penyemarak. Mungkin bentuknya bunga, ucapan selamat milad, kartu, panggilan kesayangan atau apa kek (he he jadi ngiri waktu ngeliat my orang penting sedunia, pulang bawa se-dozen bungan mawar di hari jarig (milad) istrinya). Dan kalau bumbu-bumbu tersebut tidak tersedia, dan ada pihak lain yang berpotensi menawarkan hal tersebut… yaaaa, kejadian deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eh kok ngaco, jadi cerita ke sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, teman saya itu, pasca insiden-insiden itu, sering mengeluh pada saya bahwa dia tidak akan pernah lagi berpisah lama-lama seperti ini dengan suaminya. Banyak fitnah dan godaan yang harus dia hadapi. Kalau sudah begini, saya jadi berpikir untung juga yah saya belum punya siapa-siapa secara de jure. tapi pikiran itu langsung keok sama teman yang lainnya yang bilang : justru kalau kita sudah punya ikatan yang legal, atau setidaknya kita tahu for whom im saving my self, lebih mudah jaga hati. Wah, benar juga yah. Kalau yang sudah punya suami aja bisa kejadian hal-hal semacam ini, yang kayak saya, bukannya ge-er,  potensi fitnahnya bisa  lebih besar lagi---huaaa!naudzubillahimindzalik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah ah, banyak-banyak doa&lt;br /&gt;be a good moslemah, jaga diri, jaga hati&lt;br /&gt;Habis mau diapain lagi? *garuk-garuk kepala*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113597728194120505?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113597728194120505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113597728194120505' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113597728194120505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113597728194120505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/12/insiden.html' title='insiden'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113567464331382388</id><published>2005-12-27T14:49:00.000+07:00</published><updated>2005-12-27T22:13:10.453+07:00</updated><title type='text'>Indonesia ?</title><content type='html'>Di kota kecil semacam Maastricht, dibandingkan dengan Den Haag misalnya, saya merasa orang-orang lebih hangat dan gampang menyapa. Saya pasti bakal mengingat ini sebagai salah satu hal yang saya suka dari etika pergaulan orang Belanda, selain cara pandang yang cenderung down to earth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti waktu suatu pagi, habis kehujanan, saya pikir yang paling enak tentu adalah minum teh hangat. jadi langsung ke vending machine tempat jual teh, kopi, susu di kampus. Lagi lihat-lihat begitu tauk-tauk ..."&lt;em&gt;goeiemorgen&lt;/em&gt;! how are you today ? do you want anything ?" wah, itu kan bapak-bapak yang tugasnya jadi pengisi ulang semua vending machine di kampus. kalau ketemu, biasanya kita cuma saling melambaikan tangan sambil tersenyum. sesekali kalau lagi pingin yah bilang &lt;em&gt;tot straks, tot ziens&lt;/em&gt;. "kamu mau apa? hari ini saya yang traktir," katanya dengan ceria. wuaah, beneran nih oom ? "beneran!" aku mau teh deh! &lt;em&gt;met suiker&lt;/em&gt;? &lt;em&gt;met melk&lt;/em&gt; ? tanyanya lagi. naah, ini namanya rejeki dari arah yang tidak disangka. thank you, this would be a wonderful start for my day, kata saya (dalam hati, besok-besok lagi ya oom!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau waktu antri mengambil kopi di Guesthouse, bersama saya ada anak muda yang juga ikutan mengambil kopi. Setelah mencampurnya dengan krim dan gula, tiba-tiba orang itu mengulurkan tangannya pada saya. Hah? kenapa mas ? dia menunjuk bungkus kosong krim dan gula di tangan saya. Ooooh, rupanya dia mau bantu ngebuangin kertasnya, berhubung tempat sampahnya ada di dekat dia. wuaaah, manis sekali (wink2). Yang manis-manis seperti menolong menunjukkan arah pada oarng yang kesasar (diawal-awal kejadian ini seringkali menimpa), atau menolong menaikkan barang-barang belajaan ke sepeda (ini waktu terlalu semangat belanja sampe lupa kalau ga akan muat di sepeda), menahan pintu untuk orang lain, sepertinya juga jadi sebuah tata krama entah dia laki-laki atau perempuan. Dalam hal lalu lintas, aturan mainnya adalah yang punya mobil mendahulukan sepeda dan pejalan kaki. Jadi kalau sudah melihat kita berdiri di depan zebra cross, mobil akan langsung menahan diri untuk memberi kesempatan yang jalan kaki atau yang naik sepeda untuk menyeberang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan entah karena Maastricht itu kota yang tidak terlalu padat, bukan tipikal kota untuk pendatang seperti Delft, atau juga wajah saya Indonesia sekali, jadi sering banget disapa "Indonesia?!" entah kalau lagi jalan atau sedang naik sepeda. Seperti waktu di stasiun, seorang bule tiba-tiba menyapa dengan ramah "Indonesia?!" saya bilang "ya! saya Indonesia" dia bilang lagi "Selamat datang di Belanda, Assalamualaikum. Mooi (cantik)!" wuah, siapa? saya? Indonesia? Ogah banget dibilang cantik sama orang bule, kan biasanya definisi cantik mereka itu yang aneh-aneh, sementara saya manis begini geto loch (wa ka ka ka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun tentu aja yang nyebelin juga banyak (kalau urusan birokrasi, sama aja ngeselinnya kayak di Indonesia), tapi itu hal-hal manis yang kadang membuat saya iri. Kok etika semacam itu sulit sekali didapati yah di Indonesia. Sebagai negara dengan populasi muslim terbanyak, etika gemar menolong, mendahulukan orang lain, kok hampir-hampir ga kelihatan. Mau menyeberang di Margonda atau di Ciputat aja, aduh ... butuh nyali yang besar. Yang mendisain tata kota maupun yang punya mobil tampaknya lupa kalau pejalan kaki juga punya hak yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, saya tetap percaya kok bahwa ini bukan urusan mental yang taken for granted 'yaa emang kayak gitu, mau diapain lagi', saya percaya ini juga urusan sistem hidup yang bisa direkayasa, bisa memaksa tanpa sadar orang untuk berbuat baik. Dan kalau bicara merubah sistem, maka resep Aa Gym itu saya pikir salah satu alternatif yang mujarab. Mulai aja dari diri sendiri, mulai aja dari keluarga sendiri, mulai dari anak sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena tiap manusia di beri potensi kebaikan. Tinggal apakah potensi itu bisa hidup dan berkembang dalam sistem yang kondusif. Bicara masalah keramahan, kebaikan hati, jangan salah, orang Asia tenggara, Melayu macam kita, saya pikir punya fleksibilitas dan keterbukaan yang lebih besar terhadap perbedaan dibanding orang Eropa. bukankah our great-great grandfather kita yang katanya pelaut itu adalah orang-orang kepulauan yang dari awal sudah terbiasa dikunjungi orang-orang rambut jagung atau yang matanya sipit atau yang kulitnya keling ? pastinya cuma orang-orang berhati hangat yang bisa membuat orang-orang asing itu mau datang dan datang lagi untuk berdagang, beranak pinak sampai suatu saat muncul ide bagaimana kalau kita jajah saja orang-orang baik hati ini ? he he he&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau bicara masalah penjajahan, maka mengeruk kekayaan Indonesia secara gila-gilaan untuk mengisi kas negara Belanda, bukanlah hal yang terburuk. Yang terburuk dari peninggalan 350 tahun itu adalah rusaknya sistem kehidupan dan budaya bahari Indonesia, rusaknya mentalitas dan kepercayaan diri bangsa kita. Dan itu .... saya yakin tidak akan pernah terbayar, sebanyak apapun mereka merogoh kantung untuk mengongkosi orang Indonesia untuk kuliah di Belanda. Kalau ingat betapa 'dalam' kerusakan yang ditinggalkan, pastinya sakit hati lah, tapi rugi dua kali kalau dalam sakit hati tidak bisa mengambil kebaikan, bukan ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113567464331382388?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113567464331382388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113567464331382388' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113567464331382388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113567464331382388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/12/indonesia.html' title='Indonesia ?'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113537580022333918</id><published>2005-12-24T04:23:00.000+07:00</published><updated>2005-12-26T14:39:25.786+07:00</updated><title type='text'>bye ...</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/kringloop.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 189px; CURSOR: hand; HEIGHT: 118px" height="122" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/kringloop.jpg" width="253" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; "This is it attin...i had to say good bye..." Irene berdiri di tengah kamar. Dalam balutan T-Shirt dan celana jeans, tanpa make up, wajahnya kelihatan jauh lebih muda. Wah, kok tiba- tiba jadi terharu yah. Kami berpelukan "thank you for being such a nice roomate" bisik saya. "Succes..." Kami terus cengengesan gak jelas.&lt;br /&gt;Ini, orang yang dari awal saya sudah ketar ketir bakal bawa cowok ke kamar,yang dari awal saya bayangin yang 'gawat-gawat' tapi akhirnya ... empat bulan terlewati dengan baik-baik saja.&lt;br /&gt;Kami memang berbeda, tapi saya tidak bisa bilang hal-hal yang jahat tentang gadis ini. Masih ingat waktu pertama kali duduk bareng saling tukar informasi kebiasaan dan keseharian masing-masing, langkah yang saya pikir sangat cerdas untuk menghindari alis yang terangkat. Masih ingat waktu dia minta ijin kalau ada teman cowoknya yang akan datang dari Madrid dan mau nginep di kamar, dan entah bagaimana ekspresi yang saya tampakkan, tapi dengan paniknya dia langsung bilang "no,no,no! he's not my boyfriend!" dan cowok itu, entah bagaimana tidak pernah sampai ke kamar kami, walau saya bilang "yaaah, kalau dia penting sekali buat kamu, aku ga keberatan dia tidur di kamar buat istirahat tapi setelah aku pergi kuliah".&lt;br /&gt;Komunikasi yang kami lakukan lebih banyak bersifat metakomunikasi. Minggu ini dia buang sampah, oke kalau begitu minggu depan giliran saya, dan minggu depannya dia, begitu seterusnya. Begitu juga soal bersih-bersih kamar dan stove. Dia lebih jarang bersih-bersih, tapi kalau bersih-bersih hasilnya kinclong sekali sampai saya ga akan tega pakai kompor buat masak. Jadinya heran juga waktu Ayako tanya apa kami bagi-bagi tugas. Ga tuh, cuma saling ngebaca &lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/Copy%20of%20IMGP0541.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 104px; CURSOR: hand; HEIGHT: 141px" height="218" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/Copy%20of%20IMGP0541.jpg" width="118" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;aja satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sama-sama suka masak (ehmm, buat saya sebenarnya 'kepepet untuk masak'), saya akan dengan senang hati menyisakan sepotong dua potong kue untuk dia cicipi, tapi dia tidak akan pernah menawarkan masakannya buat saya "You not eat, what I eat", katanya. Jadilah kulkas kami isinya barang 'halal dan haram' he he... rak atas jatah saya, sementara daging-dagingan dan bir-bir-an milik dia ada di rak bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bangun jam satu siang, saya bangun subuh. Tapi kalau bangun, saya ga berani nyalain lampu kecuali lampu belajar sampai dia bangun. Saya tidur jam setengah sebelas, dia tidur jam empat. Dia akan matiin lampu kecuali lampu belajar kalau saya sudah menunjukkan gelagat mau tidur. Suatu kali sepupunya datang, nyalain komputer dan mp3, begitu saya mau shalat, saya dengar dia minta sepupunya dalam bahasa spanyol, buat matiin musik. Ini memang request dari awal. Kamu boleh dengerin lagu kapan aja, kecuali kalau aku lagi 'pray' tolong di kecilin ya volumenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga ingat betapa entengnya waktu dia cerita,"My parent is a catholic but they dont practice. so I am .. what you call in english? hmm... Atheis" sementara saya berusaha keras pasang tampang penuh pengertian sambil dalam hati berseru-seru "what?! gila lo yeh, emangnya gampang apa jadi atheis?!memangnya mudah nemuin jawaban buat semua persoalan di alam yang maha dahsyat ini sendirian?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;he he&lt;br /&gt;dan empat bulan akhirnya berlalu tanpa konflik berarti. Alhamdulillah.Pelan-pelan, saya lepas papan nama yang dia buat untuk pintu kamar kami. Witing tresno jalaran soko kulino,itu teori yang masih valid juga rupanya. Koridor kami tambah sepi. Tetangga kiri kanan sudah kosong. Tiba-tiba mata saya menghangat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sendirian itu&lt;br /&gt;tidak selalu enak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113537580022333918?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113537580022333918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113537580022333918' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113537580022333918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113537580022333918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/12/bye.html' title='bye ...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113518432792968873</id><published>2005-12-21T23:43:00.000+07:00</published><updated>2005-12-23T15:49:10.663+07:00</updated><title type='text'>Nggak Jelas ?</title><content type='html'>&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;em&gt;Kelihatannya, dikebanyakan orang, yang namanya belum punya pasangan alias jomblo (katanya siy itu istilah ngga bagus yah, di budaya tertentu, artinya kira kira “nggak laku” tapi jadi nge-tren sebagai orang yang ngga punya pasangan hihihi) biasanya ribut ribut masalah “nggak jelas”. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Umumnya, yang disebut sebagai hal yang “nggak jelas” itu adalah ketidak-konsistenan dari sikap seseorang yang “dimaksud” sebagai pasangan. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Saya gunakan tanda kutip sebagai tanda bahwa banyak hal yang melatarbelakangi dan membumbui kata dimaksud itu. Misalkan saja, seseorang yang bermaksud menjadikan seseorang lainnya (ribet deh, bahasanya! Hehehe) sebagai pasangan menemukan sikap yang tidak kondusif (apa siy!? Hihi) dari seseorang yang “dituju”nya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Niat menjadikan pasangan ini sekurang kurangnya ada 2: Ada yang untuk pasangan hidup dalam arti serius ingin menikah dengannya atau hendak menjadikannya pasangan “setengah hidup”. Maksudnya, kalau cocok menikah boleh juga, kalo ngga ya temenan aja. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Hehehe. Ketidakjelasan ini kadang imbas dari karakter dan kebiasaan seseorang. Baik yang menginginkan seseorang menjadi pasangan maupun yang menjadi “yang diinginkan”.Misalkan saja. Ada orang yang salah paham dengan sikap seseorang yang awalnya tidak diinginkannya menjadi pasangan alias ‘temenan’ saja. Namun lambat laun ia menjadi berpikir untuk menjadikan temannya itu menjadi orang yang diinginkan menjadi pasangannya. Dengan sekian kualifikasi ternyata sang teman masuk ke dalam kategori pasangan yang ideal bagi seseorang itu. Ditambah lagi sang teman itupun disinyalir menginginkan hubungan mereka lebih pasti dari “apakah sekadar berteman” atau “diseriusin” saja. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Singkat cerita, ternyata sang teman itu menikah dengan orang lain. Dan ternyata lagi, salah seorang teman saya bilang, tidak hanya si seseorang itu yang menyangka bahwa si teman menginginkannya sebagai pasangan. Tapi lebih dari satu orang! Hehehehe.Itu baru satu contoh. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Contoh lain. Misalkan seseorang bernama Rani menaruh perhatian pada si Rano. Singkat cerita (kali ini bener bener singkat. Hihihi) mereka “selisipan” jalan. Rani lebih dulu menginginkan Rano sebagai pasangannya. Dan berhenti berharap karena menurutnya Rano tidak juga “ngeh” akan penantiannya. Saat Rano berganti menginginkannya sebagai pasangan (bukan pasangan hidup. Karena cerita ini cerita teman saya jaman SMP. Hehehe. Jadi dapat dipastikan mereka belum berpikir untuk berpasangan sebagai teman hidup)Tapi, Rani tidak lagi menginginkannya. Ia sudah mendapatkan calon pasangan lain yang diperkirakan lebih menjanjikan suatu hubungan yang jelas. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sampai hari ini saya dan teman teman masih suka menceritakan hal itu sambil tertawa tawa. Lucu sekali. “Selisipan suka”. Sembari tidak satupun dari mereka yang mengetahui hal itu. Kok bisa? Iyalah. Masing masing pihak cerita ke temannya tanpa konfirmasi kepada yang berwenang alias bukan langsung ke masing masing orang yang mereka tuju.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Herannya. Sepertinya urusan “nggak jelas” ini kadang memang bisa jadi topik biasa dikalangan orang orang yang belum punya pasangan tetap (pasangan hidup atau “setengah hidup” itu) bahkan sampai saat ini, saat sudah tuwir (baca: tidak muda lagi) begini, saya masih saja menemukan urusan seperti ini di antara kenalan saya yang sama tuwir-nya sama saya. Hihihihi.Saya mengerti siy mengapa ketidakjelasan ketidakjelasan itu bisa hadir. Ada yang beda banget karakternya. Sampai sampai yang bermaksud sekadar baik jadi dikira “ada apa apa” atau sebaliknya. “ada apa apa” tapi dikira “sekadar memang tipikal baik hati dan gemar menolong” hehehe. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ada yang memang malas mengklarifikasi. Atau gengsian. Atau memang senang aja memanfaatkan situasi “nggak jelas” tanpa berpikir untuk serius memikirkannya lebih jauh (kurang ajar yang ini mah. Hihihi)Entah apa sebabnya, paling tidak ke“ngga jelas”an ini bisa ditanggapi dengan 2 cara: Minimal loh. Cara pertama: Ya Tanya aja. Susah amat. Hehe. Cara kedua: Ya cuekin aja. Kalo tauk “ngga jelas” itu ngga enak kenapa harus pusing pusing mikirin yang “nggak jelas”? Hihihihi.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;sambil makan bakwan jagung baca postingan di blog lama si &lt;/span&gt;&lt;a href="http://zirlygita.multiply.com"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Ge&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt; sahabat yang dengan manisnya suka manggil saya dengan sebutan 'sekeping hatiku' (duh, Ge..aku padamu deh). Jadi terpikir soal urusan ga jelas ini. Buat saya hal-hal semacam itu, sudahlah cukup jadi jatah siklus-ujian-standar pendewasaan dari Allah buat anak kuliahan semester dua atau tiga (there's always time for stupidity for everyone, ya kan?) . Kalau sekarang ? hmmm ...hare gene masih ga jelas ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;br /&gt;katanya, &lt;em&gt;orang beriman &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;tidak melakukan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;kesalahan berulang (Brothers)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maap-maap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ga berminat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113518432792968873?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113518432792968873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113518432792968873' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113518432792968873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113518432792968873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/12/nggak-jelas.html' title='Nggak Jelas ?'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113500424759859532</id><published>2005-12-19T20:35:00.000+07:00</published><updated>2005-12-19T22:02:48.380+07:00</updated><title type='text'>Ke Kringloop</title><content type='html'>Setelah dua hari bermalas-malasan di kamar&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/kringloop%20008.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 159px; CURSOR: hand; HEIGHT: 132px" height="191" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/kringloop%20008.jpg" width="204" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;, akhirnya saya nyerah juga. Tidur tengah malam bangun jam sembilan pagi memang menggiurkan, kalau cuma dilakukan sesekali. Tapi kalau tiap hari ? wuah, maaf-maaf deh, nggak kuat aja. Jadi pagi ini diputuskan buat mengganti udara di paru-paru saya (hiperboliknyaaa!). Musim dingin seperti ini memang siapapun bawaannya malas buat keluar rumah. Tapi toh ga jadi alasan buat ga beraktifitas. Jadi setelah sikat gigi, ganti baju langsung rapi-rapi pa&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/kringloop%20009.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 124px; CURSOR: hand; HEIGHT: 95px" height="103" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/kringloop%20009.0.jpg" width="226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ke mantel ke bike sheed. "Ayo Traxxy, udah cukup malas-malasannya, let's do some exercise!" mau kemana kita ? hmmm... ke Brusselsport mungkin. Sabun mandi habis, jadi kayaknnya belanja di Etos. Setelah itu bolehlah lihat2 di C1000 walaupun ga ada niatan belanja, kita masih punya cukup stok makanan. Setelah itu gimana kalau ke Kringloop? toko second hand, dan mulai berburu barang-barang yang mungkin nanti diperluin kalau pindah ke tempat baru nanti ? goed? Jadi berangkat deh kita berdua ke Brusselspoort. Menghabiskan waktu yang lumayan lama buat memilih sabun dan shampo di Etos (sambil mikir-mikir mau beli maskara ga yah ??? ha ha ganjen!), trus ke C1000 beli mie (ini perlu untuk keadaan gawat darurat), wafel (ini buat sarapan). dah terus ke Kringloop. Toko barang second hand ini ga jauh letaknya dari guesthouse. Diperjalanan saya mereka-reka apa yang kira-kira dibutuhkan. Tempat sampah, karpet mungkin kalau ada, lampu belajar... dan sampailah di Kringloop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 204px; CURSOR: hand; HEIGHT: 142px" height="174" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/kringloop%20002.0.jpg" width="273" border="0" /&gt;Sebenarnya, saya agak sedikit menyesal baru menemukan toko ini agak terlambat. Walau dekat dan tiap hari saya lewat, saya tidak pernah sadar keberadaannya. Kalau saya berangkat, toko ini masih tutup, dan ketika pulang, saya akan di jalur sebrang. Maka saya tidak sadar akan keberadaaannya. Baru setelah di beri tahu Nurul, saya 'ngeh' akan toko ini. Isinya barang-barang second hand yang masih lumayan bagus. Kalau punya 'mata yang bagus' ga kecil kemungkinan bisa menemukan barang-barang yang oke punya.&lt;br /&gt;Isi tokonya ga jauh dari bayangan saya tentang bagaimana toko second hand seterusnya. isinya seperti toko Curious Goods-nya film horor Friday the 13th (hiiiii... ). Mulai dari yang kecil-kecil seperti asbak, tempat anting,koin, figura, jas,selimut,mainan anak,boneka, komputer,kulkas, sampai barang yang saya tidak tahu apa gunanya, ada disini . Oh, ya kenapa menyesal ? karena kalau saya tahu lebih awal mungkin saya ga akan merogoh 24 euro buat beli sepatu boot dan 29 euro buat beli winter jas di C&amp;A (ini setelah bersabar menunggu kortingan dari 39 e). Meskipun affordable dalam budget, tapi kalau ada yang murah kenapa tidak ? diawal-awal (dan sampai sekarang) masih suka punya kebiasaan secara otomatis mengkonversi euro dalam rupiah. Jadi reaksinya akan langsung; yang bener aja! mahal amat! atau; ga kira-kira! atau; kalau di Jakarta aku bisa beli cendol berapa bungkus dengan uang segitu! atau kalau di Indonesia cuma &lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/kringloop%20005.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 236px; CURSOR: hand; HEIGHT: 156px" height="200" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/kringloop%20005.jpg" width="249" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;segini harganya dst,dst sehingga saya akan berakhir dari beberapa list barang yang mau dibeli jadi satu atau dua atau bahkan tidak beli apapun. Lalu kok bisa beli sepatu dengan harga segitu ? he he itu yang namanya pembeli melankolis. Waktu lebaran sedih aja karena ga kerasa sudah lebaran. Jadi untuk menghibur diri, balik deh ke tradisi kanak-kanak :beli sepatu baru! terus soal mantel ... habis bagus aja ha ha ha... nah ada saatnya kan kita jadi pembeli tidak rasional ? tapi ga kok, mantel yang saya beli itu panjang hingga ke lutut jadi berguna banget dimusim dingin begini. kalau kehujanan, setidaknya cuma seperempat rok saya yang basah. Tapi tetap, kalau ke Kringloop harga segitu sudah dapat mantel berapa yah? mungkin modelnya ketinggalan beberapa zaman, tapi  tidak sampai ke zaman batu toch? huaah.. sudah ketularan Belanda niy, jadi pelit, eh .. berhat&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/kringloop%20006.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 202px; CURSOR: hand; HEIGHT: 146px" height="184" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/kringloop%20006.jpg" width="254" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;i-hati menggunakan sumber daya.&lt;br /&gt;Keberadaan toko-toko second hand macam Kringloop di Belanda ini salah satu petunjuk bagaimana mereka sangat maksimal dalam memanfaatkan sumber daya yang ada. Waktu makan malam di Anya, kami ngumpul diruangan dengan penerangan yang 'secukupnya', waktu salah satu teman kami secara tidak sengaja menekan tombol lampu, tiba-tiba living room itu jadi terang benderang, tapi Anya minta lampunya di matiin aja,"it;s agains our idea about saving energy", katanya.. ya ampun. Tapi cerita ini lain kali aja.&lt;br /&gt;Akhirnya di Kringloop itu ketemu juga barang yang dicari. Lampu belajar (3,50 e), tempat sampah (1 e), karpet(3e)--ini setelah dibantu yang punya toko mengaduk-ngaduk bergebung-gebung koleksi karpet mereka di gudang berdebu, beberapa dekorasi tapi fungsional (tempat naruh bunga kering--biar nanti kamarnya ga terlalu bau saya he he he), vas, kotak kecil, porselen anjing laut sama anaknya (naah... yang ini fungsionalnya relatif). Karena barang bawaan lumayan banyak, saya putuskan untuk membawa nya dua putaran. Saya meminta ijin kepada yang punya toko untuk titip karpet dan akan saya ambil setelah saya mengantar semua barang-barang ini ke guesthouse saya. fiuuh, capek juga. Sudah, kita cukupkan aktivitas diluar sampai sini ya ...&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/kringloop%20007.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 122px" height="167" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/kringloop%20007.jpg" width="245" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/kringloop%20012.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 118px; CURSOR: hand; HEIGHT: 137px" height="206" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/kringloop%20012.jpg" width="165" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 187px; CURSOR: hand; HEIGHT: 135px; TEXT-ALIGN: center" height="140" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/kringloop%20010.jpg" width="229" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113500424759859532?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113500424759859532/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113500424759859532' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113500424759859532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113500424759859532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/12/ke-kringloop.html' title='Ke Kringloop'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113486067401534777</id><published>2005-12-18T05:14:00.000+07:00</published><updated>2005-12-18T06:04:34.086+07:00</updated><title type='text'>Kenapa ya?</title><content type='html'>Ada yang tanya, kenapa sekarang blog ini isinya makanan melulu ? "biasanya ada sesuatu yang aku rasa setelah baca tulisan kamu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;zeg.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalem bo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenapa ya? terlalu sibuk untuk merenung ? terlalu lelah untuk membaca sesuatu yang baru ? bukannya tiap hari juga belajar hal yang baru ? ketemu hal-hal menarik yang baru ?betapa sering saya kepingin menuliskan suatu hal yang saya dapati menarik dari kuliah saya, tapi selalu berujungan pada &lt;em&gt;Oaaaahm.... ngantuk ah!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi terima kasih masukannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang ... cuma ingin menikmati kesenangan-kesenangan hidup yang sederhana. Sesederhana kenikmatan dalam menemukan kenyataan, bahwa klepon, tempe mendoan, keripik singkong yang dulu hal biasa tanpa keistimewaan di meja makan, merasakan kehadirannya disini adalah sebuah 'petualangan'  dan barang mahal.  Dan saya jadi berpikir tentang banyak hal-hal sederhana 'diluar sana' yang ternyata begitu istimewa ketika saya ada 'di dalam sini'. Ternyata perpisahan, menarik diri dari realitas keseharian, adalah sebuah kebutuhan agar kesadaran itu tetap terjaga. Ketika kita punya kesadaran tentang betapa berharganya realitas 'sederhana' diluar, kita jadi lebih mudah bersyukur. Dan ketika kita mudah mensyukuri hal-hal yang kecil, maka akan terasa betapa banyak hal luar biasa yang kita punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasak itu juga tentang pengetahuan betapa itu semua tercipta dari proses yang tidak mudah. Untuk bisa merasakan kue cucur, ternyata kita harus menunggu kurang lebih 30 menit, teknik mengaduknya berbeda dengan tujuan tercipta serat-serat halus ketika di goreng nanti. Ternyata ada begitu banyak kerja di balik kue jelek--tapi lezat-- berwarna coklat penuh minyak itu. Dan dalam hidup, ada saatnya kita harus bersabar, menanti, mengaduk dengan teknik tersendiri hingga akhirnya 'kue-nya' pun jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi memasak itu saya pikir seperti menjalani hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sekedar ukuran berapa sendok teh garam yang harus kita gunakan, tapi juga tentang melatih indera pengecap dan rasa sebanyak apa kita mau mengkombinasikannya dengan gula. Hingga pada akhirnya ketika kita  makin terlatih, memasak adalah persoalan naluri. Karena ada masanya ketika kita menghadapi persoalan dan tantangan hidup, yang kita andalkan sebagai alat tiada lain naluri kita sendiri. Karena betapa banyak hal-hal yang tidak bisa dikalkulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasak itu resep suksesnya kita dapat dari ibu, teman, majalah,  Rudi Choiruddin, Siska Suwitomo, significant others. Tapi keistimewaannya selalu terletak ketika rumus baku itu bertemu kreativitas kita. Hasil akulturasinya bisa rasa baru yang dipuji orang, tapi bisa juga cuma jadi eksperimen gagal. Yang terakir, tentu harapannya adalah kita boleh gagal waktu mencoba resep yang pertama, tapi ketika kita mencoba untuk kedua kalinya, kita sudah tahu apa faktor penyebab kegagalannya. Mungkin karena kurang sabar menunggu bawangnya matang, mungkin airnya kurang banyak, lain kali garamnya se sendok, kali lain tidak usah pakai kaldu tapi gunakan saus tiram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau masih gagal juga ?&lt;br /&gt;Coba saja resep yang lain.  Kita masih bisa hidup tanpa makan sayur asem, toch ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*buat yang tanya .... hmmm ...yang jelas, karena ini blog saya, dengan berat hati saya harus bilang, pasrah aja ya apapun isinya ya ... he he he&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113486067401534777?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113486067401534777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113486067401534777' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113486067401534777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113486067401534777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/12/kenapa-ya.html' title='Kenapa ya?'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113481241257816044</id><published>2005-12-17T15:38:00.001+07:00</published><updated>2006-02-28T19:57:08.990+07:00</updated><title type='text'>Dinner MPH</title><content type='html'>Waktu di tanya mau bawa apa ke makan malam ke tempat Anya, dengan pedenya saya langsung bilang "Aku bikin klepon deh!" padahal sumpe, kagak pernah punya pengalaman bikin klepon!pernah ngeliat sih dulu gimana si mamah bikin, tapi itu waktu jaman-jaman es de dulu. Tapi, aaah! percuma jadi penonton setia ibu Siska Suwitomo kalau bikin klepon aja ga bisa mah! Lagi pula saya pikir klepon itu Indonesia banget. dengan kelapa di luar dan didalam, it's so archipelago. jadi, mari kita liat apa yang kita punya di lemari:&lt;br /&gt;santan kara (sip!)&lt;br /&gt;pewarna pandan (sip!)&lt;br /&gt;kelapa parut (ini beneran ada, di jual, tapi udah dalam bentuk dalam kemasan jaim&lt;br /&gt;nan rapih. beda dengan produk kita yang segar, alami bin berantakan, hasil parutan&lt;br /&gt;abang-abang di pasar)&lt;br /&gt;gula merah&lt;br /&gt;garam&lt;br /&gt;tapi ga ada tepung ketan, eh bener kan pake tepung ketan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya diputuskan benar. Jadi pulang kuliah hari terakhir sebelum liburan natal, langsung ke San Wah cari tepung ketan. pulangnya kehujanan, ketiup angin, basah dari ujung kepala sampai ujung kaki. benar-benar perjuangan untuk sebuah klepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di kamar langsung beraksi. Gula merah di kikir, lelehin santannya, campur sama air, buka tepung ketannya, siram! wah ... kok jadi encer gini? nggg ... tambahin .. sagu ? tambah sagu. hmmm... tidak lebih baik. terigu, mungkin? tambah terigu. lumayan, tapi tetap ga meyakinkan. lengket ga bisa dipulung. tambah lagi? nanti jadi siomay dong? tambah lagi ini, tambah lagi itu. akhirnya walaupun agak ga yakin ya sudahlah. didihkan air. pulung, isi dengan gula merah, masukkan ke air mendidih. pulungan pertama gagal, keburu berantakan sebelum masuk air. Tambah ini itu lagi. coba lagi, yes! bisa. Deg-degan mengamati nasib mereka di air mendidih. kalau semua berjalan sesuai rencana, maka dalam waktu beberapa menit akan ada bola-bola klepon mengapung di air mendidih. itu dia! diangkat dan melihat hasilnya. loh, kok ga bulat sempurna ya? mblabar mbleber gini kayak lukisan Salvador Dali ?Irene terbengong-bengong melihat saya. "are you ok?" ya, ya .. im fine. just have some feeling it shouldn't be look like this...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/klepon%20015.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 192px; CURSOR: hand; HEIGHT: 155px" height="198" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/klepon%20015.0.jpg" width="233" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;tapi pantang mundur deh, udah terlanjur.&lt;br /&gt;Toh, saya masih punya Plan B, bikin Lumpia incase terjadi apa-apa sama Klepon. Akhirnya setelah satu jam-an, kleponnya jadi juga. Wuaw! not so bad after all!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habis itu langsung di sambung dengan bikin Lumpia ala saya. Sebenarnya ga suka lumpia yang isinya rebung itu. baunya aneh aja. Lagi pula rebung disini mahal dan agak susah nyarinya. makanya saya selalu bikin dengan kentang dan wortel, sayuran favorit. kombinasi mereka berdua selalu enak dan warnanya juga cantik. Dan berdasarkan pengalaman, lumpia coba-coba ini tidak mengecewakan rasanya di lidah internasional. Jadinya, kalau di bawa ke international dinner seperti ini, tidak malu-maluin harkat dan martabat bangsa *gubrak!*&lt;br /&gt;dan inilah lumpianya ....&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/klepon%20010.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 176px; CURSOR: hand; HEIGHT: 152px" height="180" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/klepon%20010.jpg" width="205" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;oh ya bahan-bahannya?&lt;br /&gt;kulit lumpia (dah jadi dong, mau bikin sendiri gitchu? ma kasi deh)&lt;br /&gt;wortel dipotong kotak&lt;br /&gt;kentang dipotong kotak (tp kalo mo improfisasi bikin segitiga, setengah lingkaran,jajaran genjang, juga boleh)&lt;br /&gt;bawang bombay&lt;br /&gt;bawang putih&lt;br /&gt;merica&lt;br /&gt;garam&lt;br /&gt;gula&lt;br /&gt;daun bawang&lt;br /&gt;telur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selebihnya tau laah diapain ....&lt;br /&gt;akhirnya dua-duanya di bawa ke tempat Anya. Hasilnya ? he he he... seperti yang diharapkan.&lt;br /&gt;Oh ya, Caroline dari Colombia bawa starter chip n dip pake alpukat, Issabel dari peru bawa kentang mayonaisse isi ayam, Catherine bawa vlai buat dessert, Marriette bawa puding semolina (?) tradisional dutch, bergizi dan katanya biasa dikasih buat anak-anak, astri bawa tempe mendoan dan tumis kangkung, elida bawa ayam bumbu bali, Xu Jing bawa semacam dimsum isi jamur dan udang, Else bikin sup prei, beni bawa nasi (yaaa harap maklum saudara-saudara he he). Ga semuanya di foto, karena kelupaan. tapi, tanpa bermaksud ethnosentris, masakan Indonesia is the best! &lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/klepon%20004.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 131px; CURSOR: hand; HEIGHT: 105px" height="183" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/klepon%20004.jpg" width="254" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/klepon%20007.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 148px; CURSOR: hand; HEIGHT: 96px" height="189" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/klepon%20007.jpg" width="253" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 128px; CURSOR: hand; HEIGHT: 99px; TEXT-ALIGN: center" height="170" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/klepon%20006.jpg" width="234" border="0" /&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 117px; CURSOR: hand; HEIGHT: 91px; TEXT-ALIGN: center" height="155" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/klepon%20005.jpg" width="220" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113481241257816044?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113481241257816044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113481241257816044' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113481241257816044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113481241257816044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/12/dinner-mph_17.html' title='Dinner MPH'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113441829071404608</id><published>2005-12-13T03:02:00.000+07:00</published><updated>2005-12-13T03:11:30.726+07:00</updated><title type='text'>Nothing Like Holiday ...</title><content type='html'>&lt;em&gt;Diseases due to malnutrition are far from eradicated. Recent studies concerning the industrialized world predict that in the near future four out of ten people will be overweight. In many developing countries obesity is a serious problem as well. However in those countries obesity is not the only problem concerning people’s diets. In those countries public health officers are often confronted with kwashiorkor, marasmus, iron deficiency and other diseases due to an inadequate diet. In many communities it is women and female children who run the highest risks of such diseases.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You work as the public health officer for an NGO in the southernmost district of North Z*. In your daily work you are far too often confronted with (mostly female) patients who suffer from symptoms that, in the medical handbooks, are ascribed to insufficient diets*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After years of discussion the North Z’s Ministry of Health finally agrees to (co-)finance a multi-disciplinary research team, including two experienced researchers. They will have to get insight in the background of the insufficient diets of the women and girls in your district. The idea is that in a later stage interventions based on the findings of each of these studies will be designed (and maybe even implemented).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You are asked to select the two most promising candidates for the research posts. After having shifted through a huge amount of applications you pick out three interesting candidates. One is a social psychologist. The second has been trained in the explanatory model approach. The third one is a so called “critical anthropologist” specialized in gender issues and other forms of social differentiation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You select two of them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Since you are also responsible for supervising them you write each of the two a letter describing briefly the (diet-related) problems you are facing and explaining what your expectations are with regard to their research projects. In the letter you suggest some preliminary research questions, each of which is accompanied by a short explanation. Of course you try to get the most out of each researcher and therefore you encourage them use their own particular expertise/approach to the fullest. That means that your suggestions for the preliminary research questions (and the short explanations) correspond with the approach the researcher is familiar with. In your letter you also express your concern about the shortcomings of the researcher’s approach. You explain what your critique is and you suggest ways in which these shortcomings could be dealt with. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;* You can pick your own example of a country and a district. You are also free to choose the dietary problem that you feel is most relevant to your example. You are also allowed to choose an entirely different topic, but please discuss that with me first! &lt;p align="right"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/anya.jpg"&gt;&lt;em&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/anya.jpg" border="0" /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Formulate the answers to these questions on approx. 10 pages. Font: 11 pnts. Space between lines: 1½. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Hand in your paper before the fifth unit starts. You can leave your paper in my mailbox. Of course you can also hand it over to me personally.&lt;br /&gt;Good luck, and do not forget to enjoy your holidays as well!!! &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Oh dont worry, Anya &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;We'll just gonna having fun. no doubt&lt;/p&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/anya.jpg"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113441829071404608?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113441829071404608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113441829071404608' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113441829071404608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113441829071404608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/12/nothing-like-holiday.html' title='Nothing Like Holiday ...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113416182940871531</id><published>2005-12-10T03:07:00.000+07:00</published><updated>2005-12-10T03:57:09.460+07:00</updated><title type='text'>MAKAAAAAN!!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/weekend%20006.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="197" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/weekend%20006.0.jpg" width="286" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gak tahu kenapa habis lihat YM kok malah jadi agak lonely dan senewen, am I on my periode already? jadinya daripada bete, mendingan kita masak-masak...hmmm tempe mendoan ?there's no remedies of homesick like tempe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/weekend%20004.1.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 305px; CURSOR: hand; HEIGHT: 224px" height="102" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/weekend%20004.1.jpg" width="308" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;how about this fancy 'looks like' cake fruit  ? ini cuma  hun kwue a.k.a ongol-ongol yang di furnish pake buah kiwi yang udah kematangan, terlalu lama di simpan di kulkas. ternyata, penampilannya lumayan juga ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/weekend%20014.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="222" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/weekend%20014.jpg" width="275" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kue ketan srikaya yang asli lekker banget. Yang buat... pastinya highly profesional bukan amatiran yang baru kenal kompor kayak kita kali yeee... ini dikasih Nurul pas tadi siang main ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/weekend%20009.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/weekend%20009.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu giliran main course-nya. well, sebenarnya tadi ke tempat Nurul karena lagi ngidam pingin banget makan udang. Dan pucuk di cinta ulam tiba (saaaah,bahasa-nya kita) beliau punya. Tadinya mau bikin udang pakai saus asam manis, tapi karena keburu maghrib ya sud deh, di ceburin aja langsung udangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan VOILA!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 294px; CURSOR: hand; HEIGHT: 208px; TEXT-ALIGN: center" height="180" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/weekend%20013.jpg" width="282" border="0" /&gt;Kira-kira, siapa yah yang enak buat diajak makan bareng ? apakah ....&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/tariq.1.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/tariq.1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/indi.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/indi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bapak ini ? &lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;Mas yang ini ?&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;atau .... &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;yang ini ??&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/bean.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 246px; CURSOR: hand; HEIGHT: 328px; TEXT-ALIGN: center" height="259" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/rowan.jpg" width="218" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;he he ... &lt;/p&gt;&lt;p&gt;nggak kok... panggil AYAKO!!!!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113416182940871531?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113416182940871531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113416182940871531' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113416182940871531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113416182940871531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/12/makaaaaan.html' title='MAKAAAAAN!!!'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113405747683464633</id><published>2005-12-08T18:34:00.000+07:00</published><updated>2005-12-16T01:21:51.446+07:00</updated><title type='text'>Time Fly ...</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/jam.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 154px; CURSOR: hand; HEIGHT: 119px" height="128" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/jam.jpg" width="152" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Karena kangen, selasa malam saya dan Ayako sepakat untuk makan malam bareng."just have light dinner talk as we use to do" tulisnya dalam email. ya ampun,, sebulan ini rasanya kayak kuli, pergi pagi pulang sudah gelap. Ayako juga lebih banyak tenggelam di perpustakaan. kami jarang ketemu kecuali dalam keadaan terburu-terburu di koridor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" width="100%" unselectable="on"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;Jadi gitulah, ternyata kangen itu tiga setengah jam lamanya. Jam setengah delapan kami mulai makan-makan di tempat saya dengan sushi, ayam jamur dan salad. Ngobrol-ngobrol tentang habis kuliah ini mau gimana dan jadi apa, sudah ke Winterland blum, punya foto Zwarte Piet?, historical speech of Limburg, Indonesia, Jepang, siapa yang paling cool, Leonardo Dicaprio atau Josh Harnett yang main di Pearl Harbour itu, sampai kemudian sampai pada kesepakatan ga ada yang ngalahin bapak-bapak ganteng era 80-an macam Sean Connery, Harrison Ford dan Robert Redford. Jam sebelas malam, baru sadar kalau kami sudah lama sekali menghabiskan waktu di meja makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmmf... ga terasa sudah masuk empat bulan. sepertiga dari perjalanan. Di guesthouse semua sudah mulai siap-siap. ada yang mau liburan natal, ada yang pulang, banyak juga yang pindahan. Callista menghadiahi saya sumpit cantik karena besok dia pulang. Karen, Mei Ting sudah mulai nge-pack, balik ke Hongkong dan Singapore. Irene tanggal 23 nanti akan kemali ke Madrid. Mereka semua anak-anak short course 4 bulanan. Yang lain sudah merencanakan main ke Finland, Paris, Venesia. "do you plan to spend your christmast holiday somewhere?" tanya Charrissa. Cuaca dingin begini sapa juga yang seneng jalan-jalan. Maastricht aja belum khatam di jelajahi. Saya dan Ayako punya rencana untuk mengunjungi beberapa kota di provinsi Limburg seperti Hasselt dan Heerlen. Mungkin juga ke Achen lagi buat mulai koleksi oleh-oleh buat semua yang dikangenin. Tapi yang jelas, ada agenda khusus dengan teman di Amsterdam dan Delft buat ziarah ke Granada di Spanyol. &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr unselectable="on" hb_tag="1"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;Ayako dan juga saya, ga berhasil meminta pindah ke kamar single di guesthouse. Ayako, alasannya ingin kamar yang lebih murah, saya pindah karena ga ada jaminan dari guesthouse kalau roomate saya selanjutnya adalah muslim. Yang terakhir ini jadi penting buat saya setelah mengevaluasi dampak ruhiyah setelah empat bulan yang kayaknya ga terlalu menenangkan. Jadilah kami berdua harus membuat keputusan yang sebelumnya kami pikir sudah selesai, tidak ada diskusi. Pindah dari guesthouse yang nyaman dan mahal ini. Maybel dan Eric, karena cukup sabar dan cukup cepat bergerak, akhirnya berhasil pindah ke kamar yang lebih murah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anya sudah memberi kuliah tentang persiapan membuat master thesis yang prosesnya dimulai Januari nanti. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;akhirnya ...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sudah empat bulan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113405747683464633?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113405747683464633/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113405747683464633' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113405747683464633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113405747683464633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/12/time-fly.html' title='Time Fly ...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113359312906196489</id><published>2005-12-03T13:14:00.000+07:00</published><updated>2005-12-03T13:58:49.120+07:00</updated><title type='text'>Natal</title><content type='html'>Desembe&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/piet.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 121px; CURSOR: hand; HEIGHT: 159px" height="139" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/piet.jpg" width="111" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;r berarti Natal. Centrum sudah ramai dengan hiasan natal. di Guesthouse saya dua pohon natal sudah bersinar-sinar dengan cerah. Tipikal natal banget lah. tapi ada yang beda antara Christmast di Belanda dan di negara lainnya. Disini anak-anak dapat hadiah Natal dua kali. Yang pertama tanggal 6 Desember dan yang kedua tanggal 25 Desember itu. Kok bisa ? bisa, karena disini ada yang namanya Saint Nicholas dari Spanyol dan datang naik kuda (yang datang tanggal 6) dan ada yang namanya Kerstman (Bapak Natal a.k.a Sinterklas) dari North Pole, datang dengan kereta salju yang datang tanggal 25. Ada satu lagi karakter yang populer (bahkan sepertinya lebih populer dari dua tokoh lainnya) yaitu yang mereka sebut Zwarte Piet (Piet Hitam).&lt;br /&gt;Dulu, berdasarkan gambaran disebuah buku terbitan tahun 1850, katanya Zwarte Piet (Pete) itu budak Saint Nicholas yang kemudian dibebaskan dan akhirnya mengabdi sebagai pelayan Saint Nicholas. Biasanya orang tua akan cerita pada anak-anaknya, bahwa kalau tahun ini mereka baik, Zwarte Piet dan Saint Nicholas akan memberi hadiah, tapi jika mereka nakal, Zwarte Piet akan memukul mereka dan membawa mereka ke Spanyol. Kenapa Spanyol ? ini ada kaitannya dengan sejarah reconquista di Spanyol, tempat paling logis buat orang Eropa saat itu tentang darimana asalnya budak kulit hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh juga sih, melihat cerita aslinya Zwarte Piet ini kelihatannya tidak terlalu menyenangkan. Tapi justru dia yang mondar-mandir di televisi jadi bintang iklan, film kartun, show. Saint Nicholas-nya sendiri kayaknya cuma jadi pelengkap penderita aja.Orang Belanda tampaknya juga menikmati sekali men-cat wajah dan tubuh mereka dengan warna hitam, bibir merah menyala dan berpakaian serba warna-warni mencolok mata. Clara sampai terkaget-kaget waktu melihat seorang pelayan wanita di Kruidvart memakai kostum ini. Dia bilang kok bisa-bisanya orang ini lebih hitam dari saya, padahal saya dari Afrika! he he si ibu nih, suka polos aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu bicara tentang ini sama Catherine, saya tanya apa hubungannya Zwarte Piet d&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/piet2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/piet2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;an Saint Nicholas dengan ajaran kristen. Dia bilang ga ada. Desember ini sendiri asal mulanya kan memang dari pesta pagan di musim dingin. Dalam tradisi Belanda, Saint Nicholas ini juga banyak kesamaan dengan Wuotan/Odin. Odin juga punya semacam asistan yang berperan jadi 'social control', sama-sama hitam juga, cuma namanya Hugin/Munin. Waktu 'Kristen' datang, ya jadilah cerita ini termasuk yang diadopsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun ada kritik tentang penggambaran Zwarte Piet yang disebut-sebut agak berbau rasis, tapi tokoh ini tetap bertahan tuh. Mungkin karena kehadirannya jadi alternatif karakter Natal yang mendunia saat ini; Sinterklas. Kalau mau tahu lebih lengkap ceritanya, ada disini ya &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zwarte_Piet#Origin"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Zwarte_Piet#Origin&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113359312906196489?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113359312906196489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113359312906196489' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113359312906196489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113359312906196489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/12/natal.html' title='Natal'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113329293413358020</id><published>2005-11-30T00:27:00.000+07:00</published><updated>2006-03-14T16:31:38.036+07:00</updated><title type='text'>Lewat Lebaran ...</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/DSCN0442.2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 132px; CURSOR: hand; HEIGHT: 114px" height="190" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/DSCN0442.2.jpg" width="218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Iedul Fitri kemarin jelas momen yang istimewa. ini sebagian fotonya. Pukul delapan pagi, saya sudah ke El Fath Moskee. Teman-teman juga ternyata sudah ada disana duluan. Masjidnya dua lantai, kami yang perempuan shalat dilantai atas. Bapak-bapak dilantai bawah. Menjelang pukul sembilan orang semakin banyak yang berdatangan. Paling banyak sih kayaknya yang dari Maroko. Tapi yang dari Afrika juga banyak. Wanita keturunan Maroko menggunakan mantel (abaya?)dengan semacam kapucin (tutup kepala) diujungnya, saya perhatikan demikian pula dengan kaum lelaki. Bedanya yang perempuan menggunakan warna-warna seperti merah muda dan biru, sementara bapak-bapak warnanya lebih netral seperti putih atau abu-abu.Pukul setengah sepuluh shalatnya dimulai. Dan seperti biasa, pasti ada anak kecil yang nangis he he he, biasanya saya dan kakak saya pulang shalat akan men&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/eid%20el%20fitr11.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 95px; CURSOR: hand; HEIGHT: 114px" height="227" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/eid%20el%20fitr11.jpg" width="163" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ghitung-hitung berapa bayi yang nangis Iedul Fitri ini. Habis shalat Ibu-ibu membagikan kue-kue manis. Makanya Iedul Fitri di Belanda juga dikenal sebagai Pesta Gula (bahasa belandanya lupa) karena kebiasaan &lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/lebaran%20n%20achen%20013.jpg"&gt;&lt;/a&gt;mereka masak yang manis-manis. hmmm, di Indonesia berati mestinya Pesta Santan dong yaa...&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/lebaran%20n%20achen%20010.jpg"&gt;&lt;/a&gt;Pulangnya ke Wisma Duta di Wassenar. Dan malamnya makan-makan ala Lebaran di tempat Bang Hasanul. Dan akhirnya foto-foto ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113329293413358020?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113329293413358020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113329293413358020' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113329293413358020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113329293413358020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/11/lewat-lebaran.html' title='Lewat Lebaran ...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113310573729516092</id><published>2005-11-27T22:29:00.000+07:00</published><updated>2006-03-14T16:30:31.000+07:00</updated><title type='text'>lontong sayur! akhirnya ...</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/1600/lontong%20sayur%20003.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="154" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8176/513/320/lontong%20sayur%20003.jpg" width="213" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" unselectable="on" width="100%"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;&lt;p&gt;yes! akhirnya sukses juga masukin foto! dari kemarin2 gitu loh nyobanya... oh ya ini foto lontong sayur yang dirindu-rindukan itu. Waktu mau main ke Delft, sudah request sama Uni Rini buat dibikinin lontong sayur. dan Uni yang baik hati itu mengabulkannya dengan senang hati. Eh, waktu kita main ke Den Hague, things just get better karena 'orang pentingn sedunia' ternyata sudah menyiapkan gule. subhanallah, hebat juga si Bapak!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hmmm ...yummi&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr unselectable="on" hb_tag="1"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113310573729516092?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113310573729516092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113310573729516092' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113310573729516092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113310573729516092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/11/lontong-sayur-akhirnya.html' title='lontong sayur! akhirnya ...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113309250798507707</id><published>2005-11-27T18:44:00.000+07:00</published><updated>2005-12-24T16:09:04.683+07:00</updated><title type='text'>winter time</title><content type='html'>&lt;p&gt;Cuaca makin buruk. Kemarin-kemarin saya masih bersimpati sama ikan atau daging yang disimpan di kulkas. Betapa menderitanya mereka tinggal dalam suhu seperti itu. Tapi sekarang saya merasa mereka jauh lebih beruntung dari manusia di Belanda. Karena disini, cuaca dengan suhu sedingin kulkas itu masih ditambah dengan angin yang saya jamin bisa merontokkan payung paling tangguh sedunia. Untuk pertama kalinya saya beryukur bahwa berat saya … kg. karena kalau lima kilo saja kurang dari itu, saya pikir selalu ada kemungkinan saya terbawa terbang. Matahari ada, namun tidak berfungsi dengan baik. Jadi dalam terang benderang, saya mengepul-ngepul seperti es krim tiap kali menghembuskkan napas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya saya harus menerima kenyataan bahwa ketahanan fisik yang saya andalkan untuk menghadapi dingin dan hujan selama ini,sudah mencapai level maksimal. Jadi, pulang pergi menyebrangi sungai Maas, bersepeda bersama traxxy, bagaimanapun bukan pilihan yang paling bijak. Naik bis? Aduh, ga tahu kenapa yah setiap kali naik bis disini saya bawaannya kok mau m*****h. Padahal tentu aja bis disini lebih bagus lah appearance-nya dibanding 510 yang dekil bin dekumel itu. Alergi sama supir yang rapi kali ya ? he he. Dan sebenarnya naik sepeda itu sangat membantu dalam lift up my mood yang kadang suka kebawa bete sama cuaca. Jadi naik bis setiap hari juga bukan favorit saya. Alhamdulillah ada Daru yang dengan baik hati membolehkan saya ikut tidur di kamarnya di Hotel Randwijk yang terletak pas didepan kampus. Kamarnya Daru double room, ada dua ranjang tapi Daru hanya tinggal sendiri. Jadi lah saya—apa tuh namanya?—kommuter ? baru pulang ke kamar dua hari sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuaca memang topik yang menarik. Saya tidak bisa membayangkan pedihnya jadi orang miskin atau tuna wisma disini. Saya yakin menggelandang tanpa rumah, atau tinggal di rumah kardus yang tiap hujan bocor dimana-mana, pasti tidak menyenangkan. Tapi setidaknya di Indonesia tidak ada cuaca ‘sekejam’ ini. Kita tidak dipusingkan dengan outfit dan segala persiapan menghadapi musim dingin. Tiap kali keluar rumah harus bersiap dengan mantel, pakaian dua lapis (jangan lupa long jhon), sepatu boot, tutup kepala hingga telinga karena dinginnya cuaca bisa bikin pusing, sarung tangan dan syal untuk menutupi hidung dan mulut dari terpaan angin. Waktu masih naik sepeda, seringkali saya sampai dikampus dengan wajah kebas karena dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat musim dingin seperti ini, jadi ingat pada cerita Gadis Kecil Penjual Korek Api-nya Hans Christiaan Andersen. Saya tidak pernah habis pikir kenapa cerita semuram itu bisa masuk kategori dongeng untuk anak-anak. Bukannya dongeng harus membuat pembacanya bahagia? Gadis miskin akhirnya jadi permaisuri bersepatu kaca ? makhluk buruk ternyata pangeran tampan nan baik hati? Hidup bahagia selamanya? Dan mati pelan-pelan di tengah dinginnya salju dalam pengharapan akan makanan dan kehangatan, sama sekali tidak masuk kategori itu. Ada disini, semakin membuat saya mengerti penderitaan anak kecil penjual korek api itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terkejut waktu merasakan sesuatu yang menyesakkan dada ketika main ke Achen. Menggigil dalam mantel wol dan bersarung tangan ditengah suhu 9 derajat celcius, saya melihat seorang bapak-bapak berdiri berjualan makanan yang tampaknya seperti hotdog. Tidak memakai ‘gerobak’ dorong atau kedai jalan, tapi berdiri dengan tabung gas di punggung, dan tubuh yang menyangga kompor yang didesain melingkari pinggangnya. Orang itu jadi kios berdiri dengan payung besar yang juga disangga tubuhnya. Berdiri dalam dingin, membolak-balik hotdog seharga 80 sen ditengah-tengah hilir mudik orang berbelanja. 80 sen!tidak sampai satu euro! Entah kenapa rasanya kasihan sekali. Saya tahu tidak semestinya saya mengasihinya. Orang itu melakukan pekerjaan terhormat dan sama sekali tidak tercela. Pastinya juga menerima tunjangan dari negara seperti umumnya di negara kaya. Tapi saya merasa tenggorokan saya tersumbat melihatnya berdiri membolak-balik hotdog ditengah kelimpahan materi. Negeri ini kaya, pendapatan per kapitanya melimpah, tidak semestinya ada warga negara mereka yang berdiri dalam dingin yang menggigit tulang seperti ini, menjual makanan seharga 80 sen. Semestinya tidak boleh ada wanita tua duduk ditengah dingin tanpa mantel, syal dan sarung tangan yang melindunginya dari dingin, mengemis meminta belas kasihan. Mestinyakan sekolah disini tidak terlalu susah, sistem sosialnya menunjang seseorang untuk berprestasi sebaik mungkin dibidang apapun yang mereka suka, sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang lebih besar manfaatnya daripada menjual hotdog 80 sen ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, jadi ingat juga bahwa saya merasakan hal yang sama ketika suatu kali seorang tukang cobek lewat didepan rumah, lalu bapak saya berkata, “coba bayangin,berapa orang yah yang butuh cobek hari ini ?” waktu itu saya tidak mengerti mengapa saya sedih melihat tukang cobek atau tukang patri. Mungkin juga karena pertanyaan bapak saya itu. Iya, ya... seberapa besar harapan hidup dari menjual barang yang mungkin diganti lima tahun sekali ? berapa orang yang pancinya bocor hari ini ? sementara mereka harus makan tiap hari dan bayar kontarakan setiap bulan. Saya ingat waktu SD dulu saya suka membeli jajanan yang namanya Cilok. Itu makanan yang terbuat dari sagu kenyal, di makan dengan saus kacang bercampur saus sambal yang kental. enak tapi tentu aja ga sehat he he. Dan tenggorokan saya juga tercekat ketika melihat bapak-bapak yang sama, dengan sepeda yang sama, masih menjual cilok yang sama, sementara saya sudah lulus SMA, kuliah ditempat idaman saya, kerja, dan yang lainnya. Banyak hal yang sudah terjadi dalam hidup saya dan bapak itu kok masih juga menjual cilok ? tidak kah waktu berbaik hati menawarkan kesempatan lain ? mobilitas lain ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang tahu betapa kayanya Indonesia pasti juga merasakan sesuatu yang menyesakkan dada kalau melihat kemiskinan yang berserakan. Mereka mungkin berpikir, negeri ini begitu kaya. Dengan gunung, laut dan hal-hal indah lainnya, mestinya mereka bisa cukup kaya untuk membuat waktu menciptakan kesempatan bagi penduduk mereka untuk tidak terjebak melakukan hal-hal yang ‘putus asa’ seperti berkeliling menjual cobek, cilok, mencuri jangkar kapal atau mempreteli marka jalan untuk bertahan hidup ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mungkin juga mereka berpikir, untungnya, Tuhan memberi orang-orang kulit perunggu ini matahari yang setia&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;*kemarin salju turun buat yang pertama kalinya. waktu Oktober, mereka bilang kami beruntung karena Oktober yang biasanya banyak hujan, tahun ini hangat dan bersinar. dan mereka juga bilang kalau kami beruntung, musim dingin ini juga akan ada salju. hmmm.. we're so lucky then*&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113309250798507707?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113309250798507707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113309250798507707' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113309250798507707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113309250798507707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/11/winter-time.html' title='winter time'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113232409869661033</id><published>2005-11-18T21:21:00.000+07:00</published><updated>2005-11-18T21:28:18.706+07:00</updated><title type='text'>puisinya faiz</title><content type='html'>masih ingat kan anak kecil yang menang lomba menulis surat untuk presiden itu ? saya paling suka main ke &lt;a href="http://masfaiz.multiply.com"&gt;tempatnya.&lt;/a&gt; main deh. ini salah satu puisinya (izin ya faiz, puisinya kakak pinjam, abis bagus sih!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PERTANYAAN TENTANG CINTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Apakah cinta&lt;br /&gt;selalu menyediakan airmata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah cinta&lt;br /&gt;selalu menyediakan harapan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rindu yang berdenyut di nadi&lt;br /&gt;rela dan maaf di sanubari,&lt;br /&gt;uluran tangan tanpa pamrih&lt;br /&gt;kurasa itu cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan ketika kau memutuskan&lt;br /&gt;untuk memeluk Tuhan&lt;br /&gt;di sepanjang jalan berliku&lt;br /&gt;kurasa itu paling cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Desember 2003)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113232409869661033?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113232409869661033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113232409869661033' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113232409869661033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113232409869661033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/11/puisinya-faiz.html' title='puisinya faiz'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113223190451348416</id><published>2005-11-17T19:22:00.000+07:00</published><updated>2005-11-17T19:51:44.570+07:00</updated><title type='text'>anggur masam ...</title><content type='html'>&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" width="100%" unselectable="on"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;Ini copy paste dari blognya Poppy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CASE 1&lt;/strong&gt; Getting married is like going to a restaurant with friends. You order what you want, then when you see what the other fellow has, you wish you had ordered that.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CASE 2&lt;/strong&gt; At the cocktail party, one woman said to another, "Aren't you wearing your wedding ring on the wrong finger??" The other replied, "Yes, I am. I married the wrong man."&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CASE 3&lt;/strong&gt; Before a man is married, he is incomplete. Then when he is married, he is finished.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CASE 4&lt;/strong&gt; Marriage is an institution in which a man losses his bachelor's degree and the woman gets her master's status.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CASE 5&lt;/strong&gt; A little boy asked his father, "Daddy, how much does it cost to get married??" And the father replied, "I don't know son, I'm still paying for it."&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CASE 6&lt;/strong&gt; Young son : "Is it true, Dad, I heard that in some parts of Africa, a man doesn't now his wife until he marries her?" Dad : "That happens in most countries son."&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CASE 7&lt;/strong&gt; Then there was a man who said, "I never knew what real happiness was until I got married, and then it was too late."&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CASE 8&lt;/strong&gt; A happy marriage is a matter of give and take; the husband gives and the wife takes&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CASE 9&lt;/strong&gt; When a newly married man looks happy, we know why. But when a ten-year married man looks happy, we wonder why. Affair ?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CASE 10&lt;/strong&gt; Married life is very frustrating. In the first year of marriage, the man speaks and the woman listens. In the second year, the woman speaks and the man listens. In the third year, they both speak and the neighbours listen.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CASE 11&lt;/strong&gt; After a quarrel, a wife said to her husband, "You know, I was a fool when I married you." And the husband replied, "Yes, dear, but I was in love and didn't notice it."CASE 12 A man inserted an 'ad' in the classified : "Wife wanted". The next day, he received hundreds letters. They all said the same thing "You can have mine."&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CASE 13&lt;/strong&gt; When a man opens the door of his car for his wife, you can be sure of one thing : either the car is new or his wife is new.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CASE 14&lt;/strong&gt; A woman was telling her friend : "It is I who made my husband a millionaire." "And what was he before you married him?" the friend asked. The woman replied, "A multimillionaire."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;he he, kok jadi bahas tema2 kayak gini sih dari kemarin? he he ga tauk juga kenapa. joke diatas ga familiar sih sama kehidupan orang Indonesia. kalau baca itu kan kayaknya married itu suck banget. tapi dalam kenyataan di kehidupan saya jarang sekali tuh nemuin kehidupan pernikahan yang pelakunya depress sampe muncul joke kayak gitu. rata-rata yang saya tanya--termasuk yang saya copy paste blognya--pasti bilang menikah itu enak, ibadah dan belajar ikhlas terhadap satu sama lain. see...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya ingat waktu nenek saya meninggal, kakek saya begitu terpukul sampai-sampai kesehatannya ikut drop, ingatannya, psikisnya juga melorot drastis dan sekitar satu tahun berselang, beliau menyusul nenek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini, yang suka bikin saya feelin blue bukan pasangan muda yang bersemangat memamerkan api cintanya membara dimana-mana, tapi saya suka terharu kalau papasan sama pasangan kakek-kakek dan nenek-nenek yang berbelanja, nyebrang jalan, atau sekedar duduk di halte menunggu bis, dalam diam sambil berpegangan tangan. isn't that sweet ? maksudnya, bangun tiap pagi dan melihat satu wajah yang sama for the rest of your life ?  i dunno ...pasti namanya bukan lagi cinta. entah, persahabatan ? persaudaraan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang nyiptain joke itu mengingatkan saya sama cerita srigala dan anggur masam. tau ceritanya ? ada srigala yang ingin makan anggur. tapi sayang pohon anggur terlalu tinggi buat dicapai. makanya, karena kesel, dia ngedumel ke semua binatang yang dia temuin, "anggurnya asem,anggurnya asem... pahit, ga enak" ha ha ha. kayaknya yang bikin joke diatas salah satu contohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena kalau semua married beneran kayak gitu, ga mungkin poppy kasih komen diujung joke seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;...anyway married is not too bad like all points laaa...Wanna Try ? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;wanna sih pay, tapi merindukan lontong sayur dan sate ayam aja udah cukup membuat menderita. menambah satu orang lagi didaftar 50-hal-yang-saya-harap-ada-disini?&lt;br /&gt;let me think about it =)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*but of course, hidup kita, kadang sama seperti bajaj di Jakarta. Cuma Tuhan dan sopir bajaj  yang tahu dia mau belok kemana ha ha*&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr hb_tag="1" unselectable="on"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113223190451348416?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113223190451348416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113223190451348416' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113223190451348416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113223190451348416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/11/anggur-masam.html' title='anggur masam ...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113208129348231768</id><published>2005-11-16T01:40:00.000+07:00</published><updated>2005-11-16T02:01:33.553+07:00</updated><title type='text'>Who's talk about lonely ?</title><content type='html'>&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" width="100%" unselectable="on"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;&lt;div style="background-color: #ffffff; color: #000000; border: 1px solid #999999; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="float: left; margin: 0px 6px 6px 0px; border: 1px solid #bbbbbb; background-color: #eeeeee; width: 204px; padding: 4px; padding-bottom: 8px;"&gt;&lt;h3 style="font: bold 15px arial, sans-serif; margin: 0px; margin-bottom: 10px;"&gt;Loneliness Quotient: 28%&lt;/h3&gt;&lt;div style="border: 1px solid #000000; background-color: #ffffff; width: 200px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="background-color: #88ff44; width: 28%; float: left; overflow: hidden; padding: 0px; margin: 0px; border: none;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="font: bold 16px arial, sans-serif; margin: 0px; margin-bottom: 8px;"&gt;Your Personalized Assessment Report:&lt;/h2&gt;An LQ of 28 is on the lower end, and this is quite a good thing. You may experience occassional loneliness, but you are definitely on the healthier side of the spectrum. Your relationships with friends are not a source of loneliness for you. You are doing well in this area. Your family is also not a source of loneliness for you. Sometimes family can put a strain on your life, but in your case things seem to be okay. Your romantic life, however, is a source of some dissatisfaction. It is imperative that improvements be made in this area to lower your LQ. Finding a guy to share your life with will help. You're a bit shy, which will be an obstacle in finding satisfying romance, but you should overcome this. Thankfully you live in an area where there are your type of people around. Finally, a bright spot for you is that you don't suffer any major insecurity issues.  This fact helps keep your LQ lower than what it might have been.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Take the &lt;a href="&lt;a href="&gt;Loneliness'&gt;http://www.datingdiversions.com/lq.html"&gt;Loneliness&lt;/a&gt; Quotient Test&lt;/a&gt; at Dating Diversions&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Your dating personality profile&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;You matched the following&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;traits:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Religiou&lt;/strong&gt;s - Faith matters to you. It is the foundation that you build your life upon. You trust that God has a plan for you.--yeap.couldn't say more about it&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Practical&lt;/strong&gt; - You are a down-to-earth individual who is not impressed with material excess. You care about the stuff of like that really matters.--that so me&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Big-Hearted &lt;/strong&gt;- You are a kind and caring person. Your warmth is inviting, and your heart is a wellspring of love.--aaaaaah.... ga segitunya... but hey, thanx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Your date match profile:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;You match with men who have following traits:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Practical &lt;/strong&gt;- You are drawn to people who are sensible and smart. Flashy, materialistic people turn you off. You appreciate the simpler side of living.--wow,you know alot didn't yah ?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Religious&lt;/strong&gt; - You seek someone who is grounded in faith and who possesses religious values. You believe that a religious person can enhance your life.--setuju.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Traditional&lt;/strong&gt; - You aren't looking for someone who is sexually repressed. You want someone who is adventurous under the covers.--hmmm...you mean someone like Batman? hehe ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Your Top Ten Traits, Ranked&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Religious&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Practical&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Big-Hearted&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;4. Conservative&lt;br /&gt;5. Traditional&lt;br /&gt;6. Intellectual&lt;br /&gt;7. Wealthy/Ambitious&lt;br /&gt;8. Adventurous&lt;br /&gt;9. Outgoing&lt;br /&gt;10. Sensual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your Top Ten Match Traits, Ranked&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Practical&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Religious&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Traditional&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;4. Big-Hearted&lt;br /&gt;5. Shy&lt;br /&gt;6. Intellectual&lt;br /&gt;7. Adventurous&lt;br /&gt;8. Funny&lt;br /&gt;9. Romantic&lt;br /&gt;10. Sensual&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr hb_tag="1" unselectable="on"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;I have met that kinda guy as i recall. it's Charles Ingalls from Litle House on The Prairie. O boy, I am hopeless. that man was already dead. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113208129348231768?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113208129348231768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113208129348231768' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113208129348231768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113208129348231768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/11/whos-talk-about-lonely.html' title='Who&apos;s talk about lonely ?'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113180663768105909</id><published>2005-11-12T19:25:00.000+07:00</published><updated>2005-11-14T15:18:16.703+07:00</updated><title type='text'>Orang Islam di Eropa</title><content type='html'>&lt;p&gt;Tanggal 15 nanti insya Allah ada studium generale dari &lt;a href="http://www.time.com/time/innovators/spirituality/profile_ramadan.html"&gt;Prof.Dr.Tariq Ramadan&lt;/a&gt;. Tempatnya di collegezaal-nya UM yang di Tongersestraat. itu dekat tempat saya. wuah, seneng banget dan mudah-mudahan bisa datang buat lihat beliau. Pertama kali baca tentang bapak ini seingat saya di majalah Hidyatullah dan dari situ langsung terkagum-kagum dan ingin tahu lebih jauh tentang pemikirannya. beliau itu cucunya imam syahid Hasan Al Banna tea (kata Astri, oh yang bikin al ma'tsurat itu yah ?*dezig!*).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ga tahu deh apa kedatangan beliau itu ada hubungannya dengan kejadian kerusuhan di Paris beberapa waktu lalu. Tapi yang jelas, mengamati perkembangan Islam di Eropa itu memang menarik. Saya kaget waktu baca sebuah artikel tulisan&lt;a href="http://www.suarapembaruan.com/News/2005/11/08/Editor/edit02.htm"&gt; Christiato Wibis&lt;/a&gt;ono di Suara Pembaruan yang diposting di milis. &lt;em&gt;kaum imigran Timur Tengah justru berani menuntut hak eksklusif, separatis dan sektarian secara agama, sosial dan budaya. Mereka memberlakukan syariah di kota-kota, di mana Islam adalah mayoritas dan tidak mengakui hukum perdata yang sudah berlangsung sejak zaman Napoleon&lt;/em&gt;. wuah ? masak sih ? kok ga pernah dengar yah ada kota di Eropa yang memberlakukan syariat Islam ? minta daging ada label halalnya aja ga bisa. Yang jelas kemudian ada reaksi dari &lt;a href="http://www.eramuslim.com/br/as/5b/21804,1,v.html"&gt;bang Anto &lt;/a&gt;yang menjawab rasa jengah saya waktu baca artikel ini. karena merasa ada sam ting wong aja sama analisanya kalau mengkait-kaitkan antara pembunuhan Theo van Gogh di Belanda beberapa waktu lalu, bom di Madrid, London sampai kerusuhan di Paris sebagai mata rantai mikro dari jihad global kelompok garis keras Islam di seluruh dunia. Ah gak segitunya kaleee...itu menyederhanakan persoalan namanya. Tapi sudah, yang jelas ga tertarik buat bahas tulisan ngaco gtu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Waktu akan berangkat ke sini,ada yang bilang ga usah khawatir di maastricht itu banyak orang maroko dan turki kok, orang ga aneh lagi melihat perempuan berjilbab. dan betul juga. di kampus saya berseliweran anak-anak kedokteran dan kebidanan yang berjilbab. satu dua saya kenal juga akhirnya. mereka rata-rata dari belgium atau ga jerman. biasanya sudah generasi kedua atau ketiga imigran dari Turki. Kalau yang Maroko, rata-rata warga negara Belanda. salah satunya mba-mba resepsionis di guesthouse saya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tadinya ga tahu kalau dia itu muslim, sampai suatu ketika waktu Ramadan kemarin, saya komplain karena kulkas dan lampu dapur saya mati. "im fasting this month, i had to take breakfast very early in the morning, n i dont want to disturb my roomate by turn on the light." dia trus bilang "Oh, ya.. saya juga puasa!" ya, jadilah tahu kalau si mba itu muslim.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Waktu ke Gementee juga saya dilayani sama mba-mba yang cantik sekali seperti Nova Eliza. saya tanya anda asalnya darimana? karena pasti bukan belanda. dia bilang dia orang Maroko dan balik tanya kamu muslim (ya, ampun si mbak! gak lihat nih kudungan ?) dan dia bilang dia juga pakai jilbab sehari-hari, tapi tidak ditempat kerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di kampus saya sendiri, tidak ada kesulitan untuk menunaikan shalat. karena kami bisa shalat di masjid (buat definisi orang indonesia mah, itu mushalla) rumah sakit yang nyambung dengan kampus. Biasanya saya akan bertemu kaum lelaki kalau saya shalat during peak hour, yaitu waktu awal shalat. karena mushalanya kecil (mungkin untuk 10-15 orang) dan tempat wudhunya satu, yang perempuan biasanya akan datang setelah peak hour tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan tentu aja, momen terbaik untuk bertemu dengan komunitas islam di maastricht adalah waktu shalat idul fitri kemarin. aduh, jadi bungah aja melihat mereka semua. Waktu itu saya shalat di Al Fath Moskee, masjidnya orang Maroko.Orang Turki shalat di masjid turki yang letaknya berdampingan dengan Al Fath. aneh banget kan ? waktu saya tanya kenapa, ternyata di masjid turki mereka khutbah dengan bahasa turki, dan di masjid maroko, khutbah dalam bahasa arab. Jadi yang orang turki lebih comfort buat shalat di tempat yang pake bahasa merekalah. Kalau bacaan alquran sama aja, pakai bahasa arab. hanya beda dalam pelafazan kayaknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namanya minoritas, diawal-awal saya punya expektansi yang tinggi. mengingat kalau di Indonesia, kalau ketemu yang jilbaban pasti seneng banget. langsung tukeran salam, tanya-tanya. Dan begitu disini, saya berharap saya dapat kondisi yang serupa. tapi .... ternyata nggak tuh. Paling mentok kalau papasan ya bilang assalamualaikum, ada yang cukup sampai senyum, dan ada juga yang bikin senyum kita ga selesai dan menguap diudara karena ga ada sambutan. Tapi kalau ketemunya waktu shalat biasanya akan lain. bapak-bapak biasanya akan menyapa "sister, do you want to take wudhu?", "sister,have you finished your shalat?" dan ada satu pertanyaan yang lama-lama bikin kesel, yaitu "sister, are you from Malaysia ?" arrrgh,c'mon, walaupun bagaimanapun meskipun apapun yang terjadi, indonesia itu negara dengan populasi muslim terbesar gitu loh, masa tidak kepikiran?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi jangan berpikir juga kalau semua orang Islam disini taat semua. waktu puasa kemarin Irene bilang kalau dia punya banyak temen Turki yang muslim but they did not practice. contohnya si syahid. Syahid bilang alasannya ga puasa karena dia badannya kurus, nanti kalau puasa dia bisa sakit. saya pernah ketemu sama si syahin ini dan ... kalau dia kurus, aming apa dong namanya. Atau tukang doner kebab halal yang ga tahu kapan waktu buka puasa tiba karena dia ga puasa. padahal secara penampakan arab sekale. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan ga semua juga warga imigran itu punya status sosial terhormat seperti dokter atau perawat. Karena sejarah datangnya imigran ke Eropa itu karena kebutuhan tenaga buruh, Sperti di Perancis itu, yang cuma jadi tukang bangunan, penjaga wc atau kriminil juga banyak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau baca tulisan CW itu, kesannya umat Islam di Eropa gimanaaa gitu.saya jadi ingat waktu ikut acara buka puasa bersama di pusat budaya unimaas. aduh, anak smu bisa bikin acara buka puasa yang lebih mutu daripada ini deh. Kalau soal makanan sih ga masalah, tapi konsep acaranya itu loh yang ga jelas. mereka mau ngapain sih ? berhubung waktu itu yang datang bukan cuma orang Islam, tapi ada juga mahasiswa belanda, itali dan lainnya, mbok yah acara intinya dipakai untuk mengenalkan Islam gitu loh. saya ingat, cuma ada cowok manis (ehem!) yang ngebuka acara itu selama lima menit dengan menjelaskan islam berlandaskan ayat pertama surat Al-Alaq: Iqra! dari penjelasan yang cuma sebentar itu terus diem deh, nungguin maghrib. pas maghrib datang ya makan-minum. Kami yang dari Indonesia terus menunggu-nunggu kapan dipanggil untuk shalat. sampai akhirnya lamaa banget baru kami bertanya sama salah satu anak Maroko kenalan bang Hasanul. Ga ada acara shalat maghrib ? eh dia balik nanya, memang biasanya gimana? lhoo? gimana si mas ini...walhasil akhirnya kami shalat maghrib juga. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah itu acaranya putar filem dokumenter. film yang pertama lumayan, ceritanya tentang tiga orang muslimah di Belanda yang pergi kemping di pinggir pantai.Tapi selama film itu berlangsung dan sesudahnya ga ada diskusi mendalam soal isu-isu yang ada didalam film tadi. saya malah lebih asyik diskusi dengan mahasiswa psikologi asal belanda yang tanya-tanya soal jilbab dan sebangsanya. dia kaget waktu saya bilang muslimah di Indonesia bisa menikmati hidup seperti apa adanya. Kemping doang mah biasa banget, kami bisa pergi ke gunung berhari-hari menggembol carrier yang beratnya lebih dari 5 kilo. Masa sih ? menurut kami memakai jilbab itu mengekang kalian, makanya melihat mereka (muslimah2 di film itu) kemping seperti itu aneh sekali. Wah, dia ga tahu kelakuan akhwat di Indonesia seperti apa (wink2). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitulah, sepanjang film kami bisik-bisik soal apa arti memakai jilbab dan betapa buat kami itu adalah sebuah kebebasan dan kontrol sepenuhnya terhadap tubuh kami sendiri. Setelah film yang menarik tadi, dilanjutkan dengan film yang muram soal perang di Chechnya. aduh, saya ga ngerti apa maksudnya mereka pasang film itu. dan saking bosannya, rombongan dari Indonesia memutuskan untuk pulang duluan sebelum acara selesai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan sepanjang perjalanan pulang, sambil kehujanan dan kedinginan saya bertanya-tanya, masyarakat muslim di sini bagaimana sih, ngapain aja sekian lama mereka disini ? Tapi begitu baca latar belakang kehadiran mereka di Eropa paska PD II (terpicu oleh tulisan CW tadi) jadi ngerti deh, bahwa perjalanan umat islam di Eropa itu masih jauuuuh dan panjang buat sekedar memberi makna yang signifikan pada masyarakat Eropa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Makanya terkaget-kaget membaca tulisan itu, karena kalau melihat kenyataan disini, kayaknya analisa model CW begitu omong kosong banget. Jauh panggangan dari sate! mas Anto bilang: tidak reliable dan tidak valid.&lt;/p&gt;&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" width="100%" unselectable="on"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr unselectable="on" hb_tag="1"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;blockquote id="507516d2"&gt;&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" width="100%" unselectable="on"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr hb_tag="1" unselectable="on"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113180663768105909?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113180663768105909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113180663768105909' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113180663768105909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113180663768105909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/11/orang-islam-di-eropa.html' title='Orang Islam di Eropa'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113147925123904279</id><published>2005-11-09T02:20:00.000+07:00</published><updated>2005-12-24T16:08:29.820+07:00</updated><title type='text'>Pertanyaan yang aneh ...</title><content type='html'>&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" width="100%" unselectable="on"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;Pertanyaan ini dilontarkan Lozan, anak Irak warganegara Jerman yang ambil biomedik di Unimaas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia: "are you married ?"&lt;br /&gt;saya: "No, not yet, but I will" (nyengir)&lt;br /&gt;dia: "so you have a boy friend?'&lt;br /&gt;saya: (Hah?nah lo! lagi sih pake ngomong gitu) "ayyyyy ...Im not sure.NO! I dont have a boyfriend"&lt;br /&gt;dia: "so you have someone on your mind?"&lt;br /&gt;saya:*menyipitkan mata--n then garuk2 kepala--duh, coba saat ini saya bisa manjat dan lihat isi kepala saya sendiri--garuk2 dagu--rolled my eyes--garuk2 kepala lagi---akhirnya ....*&lt;br /&gt;"No. I dont think so"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;heran juga, susah amat jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ingat kalau pernah dapet pertanyaan serupa lebih kurang tiga tahun yang lalu dari 'orang penting se-dunia' waktu harus memutuskan 'perkara penting se-dunia'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan masih sama aja cara menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;payah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr unselectable="on" hb_tag="1"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113147925123904279?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113147925123904279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113147925123904279' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113147925123904279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113147925123904279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/11/pertanyaan-yang-aneh.html' title='Pertanyaan yang aneh ...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113136756079179671</id><published>2005-11-07T19:32:00.000+07:00</published><updated>2005-11-07T19:46:00.836+07:00</updated><title type='text'>nyuri2 waktu</title><content type='html'>Lagi dikelas Epiinfo. kita lagi break setengah jam karena Martien baru nyadar materi pelatihan yang tadi dibagi2in ke kita terlalu complicated *alhamdulillah! akhirnya nyadar juga!* pusing karena kedinginan, rok, celana panjang, sepatu dan kaus kaki semuanya basah!  (pagi ini hujan dan menurut perkiraan cuaca akan terus begitu selama satu minggu) dan kayaknya akan seperti ini karena seminggu ini training epiinfo dimulai dari jam 9 sampai jam 5 sore. tewas deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wuah, om martien dah datang dengan modul baru...&lt;br /&gt;break is over!&lt;br /&gt;kembali dalam penderitaan sampai jam lima sore nanti..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113136756079179671?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113136756079179671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113136756079179671' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113136756079179671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113136756079179671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/11/nyuri2-waktu.html' title='nyuri2 waktu'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113078959850700216</id><published>2005-11-01T03:10:00.000+07:00</published><updated>2005-11-01T03:13:18.510+07:00</updated><title type='text'>Bahasa Pengingatan</title><content type='html'>&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" unselectable="on" width="100%"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;Ahad kemarin ikut pengajian online lagi. Saya bisa bilang, ini salah satu hiburan ruhani saya disini. Selalu ada yang rasa yang menyusup ke relung hati tiap kali punya kesempatan 'hadir' dimajelis-majelis seperti ini. Tak peduli materi yang disampaikan sudah saya dengar, sudah saya baca puluhan kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia itu pelupa, makanya ripitasi pengingatan itu penting dalam kehidupannya. Allah, Yang Maha Tahu, menunjukkan betapa mudahnya kita lupa lewat pengingatan berulang-ulang soal janji indah tentang surga dan ancaman neraka. ripitasi, pengingatan, dari berbagai sudut dari berbagai sisi, dan akhirnya kita bisa temukan, Islam itu bak kristal yang dari sudut manapun kita pandang, selalu ada perspektif baru, selalu ada keindahan baru yang kita temukan. Tak akan pernah bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, seperti yang dikatakan Jeffrey Lang di bukunya Struggling to Surrender, Al Quran itu seolah-olah tahu pikiran dan suara hati orang yang sedang membacanya. satu ayat bisa jadi begitu personal dalam situasi yang kita hadapi. pernahkan mengalami seperti itu ? lagi bingung, frustasi, bete, buka Al Quran dan kita dibuat terheran-heran dengan betapa ayat yang disaat lain 'ga bunyi', tiba-tiba pada momen itu rasanya 'nyesss' aja di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, begitulah bahasa pengingatan. Bermain melalui simbol, tanda, momen. Saya pernah ingat satu pertanyaan yang diajukan seorang sahabat, pada seorang sahabat lainnya yang juga menuntut ilmu di negeri ini, sebelum saya. "Apa yang mengingatkan kamu tentang kami ketika ada disana?". itu pertanyaan yang manis sekali. Dan saya ikut terpikir iya, yah, apa yang akan mengingatkan saya tentang mereka jika suatu saat saya akan terpisah ribuan mil jauhnya.dunia ini penuh bahasa simbol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya ingat saya selalu suka bau tanah kering yang tersentuh hujan karena itu mengingatkan saya pada kesenangan mandi hujan waktu kecil, jika main ke daerah puncak, bau asap yang sangat khas dari tungku masak di dapur tradisional rumah-rumah penduduk, mengingatkan saya pada liburan sekolah dirumah nenek di Garut.Dan ketika disini, air mata saya meleleh ketika pada suatu kumpulan majelis ilmu, tiba-tiba saya mengingat mereka, wajah-wajah mereka, senyuman, taujih, nasihat, senda gurau, keseleboran, kegilaan tapi balik lagi saling mengingatkan untuk beristighfar.Ah, betapa saya merindu mereka ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun tentunya yang membuat saya terenyuh adalah kesempatan yang Allah berikan. Dalam jarak ribuan mil jauhnya dari sebuah tempat yang saya namakan rumah, tempat iman ditanam dan disemai, Dia masih mengumpulkan saya kembali dalam majelis yang penuh keberkahan kasih sayang-Nya. Mengingatkan saya pada sebuah kenyataan yang menenangkan, bahwa seasing apapun semua ini bagi saya, tanah ini adalah kepunyaan-Nya, kekuasaan-Nya. tak ada satu inchi pun yang lepas dari pengawasan-Nya. saat itulah saya ingat, saya tidak pernah sendirian dan tidak semestinya merasa kesepian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah) dan demi malam apabila telah sunyi. Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak pula membencimu ...Bukankah dia mendapatimu sebagai seorang yatim dan Dia melindungimu ? dan Dia mendapatimu sebagai orang yang bingung lalu Dia memberikan petunjuk ?" (QS.Ad-Dhuha)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr unselectable="on" hb_tag="1"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113078959850700216?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113078959850700216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113078959850700216' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113078959850700216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113078959850700216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/11/bahasa-pengingatan_01.html' title='Bahasa Pengingatan'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113041387447615694</id><published>2005-10-27T18:31:00.000+07:00</published><updated>2005-10-27T18:51:14.543+07:00</updated><title type='text'>Sepuluh Hari Yang Tak Terhitung Lagi ...</title><content type='html'>Tadi pagi melongok kalendar. Saya mengernyitkan kening. Berapa hari lagi ? tadi malam, malam keberapa ? ganjil ? genap ? Betapa mudahnya waktu menyublim  dalam hitungan jam kuliah, exam, jadwal belanja dan perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa waktu kemarin saya kirim sms kepada sepada seorang sahabat di jakarta. Saya bilang, &lt;em&gt;aku mulai 'capai' dikau tahu apa obatnya ?&lt;/em&gt; Yah. capai. bukan kelelahan fisik, tapi entah apa namanya. yang jelas lebih sulit daripada berkilah ini fase pre period yang memang biasanya bikin mood jadi jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan suatu pagi, dia kirim balasan :&lt;em&gt;bagaimana hari ini ? merasa lebih baik atau capek? saranku, ketika dikau merasa lelah, pikirkan bahwa sekarang ini kau sedang menjalani apa yang menjadi impian-mu, yang tidak semua orang diberi kesempatan sedemikian. Jalani dengan kegembiraan, hei, kau kan attin kami yang ceria,lucu, dan cerdas. Diatas semua itu ALLAH ada bersamamu, doa kami-orang2 yang mencintaimu-selalu menyertaimu. BERSEMANGAT!ALLAHUAKBAR!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;katanya, sabar itu dilahirkan dari jiwa yang senantiasa bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;terbaring di mushalla rumah sakit akademi, berpikir tentang syukur dan sabar&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113041387447615694?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113041387447615694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113041387447615694' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113041387447615694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113041387447615694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/10/sepuluh-hari-yang-tak-terhitung-lagi.html' title='Sepuluh Hari Yang Tak Terhitung Lagi ...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-113030419886085752</id><published>2005-10-26T12:15:00.000+07:00</published><updated>2005-10-26T12:23:18.866+07:00</updated><title type='text'>sukses!</title><content type='html'>&lt;p&gt; Alhamdulillah, akhirnya proposal research selesai, dan kemarin baru presentasi. Ini exam untuk unit research. Heran juga, secara sederhana sih belajar bikin tesis. tapi karena sejak menulis hingga persiapannya dirancang serius, mau ga mau bawaannya serius juga mengerjakannya. Dan hari-hari terakhir menjelang presentasi jadi rada senewen karena semua dosen maupun teman yang kuliah tahun kemarin semua bilang " Wah, selasa kalian presentasi yah ? gud lak yah.", "mudah-mudahan sukses." dan sebangsanya yang malah bikin senewen karena jadi mikir, aduh, memang segitunya yah? ini kan cuma presentasi power point biasa gitu loh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi karena beberapa hari sebelumnya Hannerieke mendatangkan seorang profesor muda nan pandai (iyalah, profesor) a.k.a suaminya khusus buat ngelatih kita presentasi, saya jadi menangkap pesan, oh, dia mau kami benar-benar serius soal ini. Ditambah lagi Clive Lawrence, guru kursus bahasa inggris (gampangnya gitu) anak MPH juga sudah minta kami presentasi di pertemuan. Mengkoreksi grammar , suara, lafal ('health' should be using your tongue) mengingatkan untuk tidak lupa 'to put emotion on your presentation' ah, dibikin gila deh dengan semua ini. Saya ga akan se-senewen ini kalau aja semua orang tidak bikin kesan ini penting. Ditambah lagi hannerieke bilang Anya Krumeich, Math Candell dan mungkin juga Mickey Chenault akan datang. Mau ngapain lagi kalau nggak nanya-nanya. dan mereka semua orang-orang yang bikin kita suka takjub sama logika berpikirnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan akhirnya hari H-nya datang juga. Bulak balik latihan presentasi di LINK sama Clara dan Elida dari jam sepuluh, saling kasih pujian buat encourage satu sama lain. dan teng, jam setengah dua akhirnya datang. Kelompok kami yang pertama. hasilnya ? he he he he ....Orang bule tuh kadang suka bikin gimana. Ga tanggung-tanggung kalau muji.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hannerieke "nice presentation, well structured also, I really like ur presentation. I see ur enthuasiasm, you really enjoy yourself, rileks, good respons to the question, good management on time, u must have done alot of hard,hard, work on it." (huhuhu you tell me, maam) Anya bilang: "nice presentation. with this so much sheet (ada 30an lembar) i can still follow what you deliver, which is not an easy thing to do. I can still follow you and that mean this is a nice one." he he tuh, kan kalau udah digituin bingung kan responnya gimana, harus lebih mature daripada senyum-senyum salting kan, iyalah master gitu loh. Pingin bilang komen standar "ah, enggak, biasa aja." kan ga cool banget. Anya nanya hal-hal yang "Anya banget"--seorang constructivist sempurna--, yang saya pikir cuma ngasih perspektif alternatif penelitian kami. Cukup melegakan, karena saya yang kebagian urus-urus soal theoretical framework sudah deg-degan kalau-kalau ada yang salah dengan teori yang kami pilih dan model yang kami buat. Dosen yang satunya--lupa namanya-- cuma nanya masalah kenapa ada bagian penelitian yang menggunakan FGD instead deep interview, dan Elida yang urus soal methodologi bisa kasih jawaban yang memuaskan. Jadi secara keseluruhan, ga ada masalah dengan isi, dan presentasi kami bagus. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Puas. Karena memang mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Walaupun hasilnya tidak bagus, saya yakin saya akan tetap puas. Dan yang lebih menyenangkan lagi adalah mereka tahu betul bagaimana membuat kami bersungguh-sungguh dan sangat menghargai semua itu. apapun hasilnya. Jadi ini rupanya salah satu kunci kemajuannya. put a lot of effort, put a lot of appreciate.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya ingat waktu di wisuda, tak henti-hentinya saya menatap wajah-wajah yang antusias akan pengalaman baru di atas balkon. menyanyikan lagu "Pahlawan Muda", "I Have A Dream" dan lainnya.Berjanji akan buka kepala buka mata buka telinga sungguh-sungguh dengan apa yang dijanjikan oleh nama besar Universitas Indonesia. dan betapa antusiasme itu, janji itu kadang-kadang terlupakan oleh banyak hal yang baiknya tidak usah dibahas disaat-saat happy seperti ini he he he. Yang jelas waktu itu, saat wisuda, saya menyesal. saya tahu bahwa hanya sedikit keseriusan yang saya curahkan dalam waktu-waktu saya di kampus, dan betapa kadang saya kehilangan antusiasme karena tidak tahu apa guna dan maksud mata kuliah yang saya ambil. dan terbersit janji kalau diberi kesempatan, saya akan lebih sungguh-sungguh belajar.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rupanya Allah menguji saya untuk belajar menepati janji.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemarinnya lagi baru terima nilai exam unit I dari Anya. Alhamdulillah, nomor dua dari yang paling bagus. Tinggal lebih serius dan kerja lebih keras di unit-unit berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*sepuluh hari terakhir. terbayang teman-teman di Indonesia yang pasti sudah merancang-rancang akan itikaf dimana...*&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-113030419886085752?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/113030419886085752/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=113030419886085752' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113030419886085752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/113030419886085752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/10/sukses_26.html' title='sukses!'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-112995909353075525</id><published>2005-10-22T12:30:00.000+07:00</published><updated>2005-10-22T12:31:33.533+07:00</updated><title type='text'>next unit</title><content type='html'>&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" width="100%" unselectable="on"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;ketika membuka webmail, sudah ada pengumuman dari Mariette Cruijsen kalau time table unit 3 tentang epidemiologi sudah bisa didownload. Masya Allah! full! lima hari dalam seminggu, rata2 --unit kemarin masih ada satu hari kosong-- dimulai pukul 8.30 atau 9.00 dan baru berakhir pukul 15.30 atau ga jam 17.00. glek. matahari saja baru menampakkan wibawanya sekitar pukul 8.07, alias baru remeng-remeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kordinatornya: Martin van Dongen. itu bapak2 dengan suara nge-bass dengan penampakan seperti Einstein. pernah kasih lecture soal sampling. saya ga akan sanggup cerita 10 % aja dari isi kuliah itu. lebih baik baca buku aja langsung. kata Muhammad, anak Sudan yang tahun lalu ambil MPH (sekarang lagi siap2 mo ambil PhD), Martin van Dongen aja udah berat. Martin itu punya banyak hal di kepalanya yang ingin ia bagi tapi bukan seorang komunikator yang baik. persoalan lain, epidemiologi sendiri sangat banyak muatannya. dan mereka mau mentransfer itu dalam waktu kurang dari satu bulan ? this is going too much. tipsnya, kata dia lagi, focus on the theory, do not pay all ur attention to assignment (on training ?). gubrak. gimana maksudnya mas ? ini unit dimana exam kami berupa pertanyaan katanya (unit 1 sama Anya krumeich presentasi dan essay, unit 2 dengan Hannerieke van derBloom research proposal dan presentasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;unit ini juga isinya antara lain pelatihan spss dan EpiInfo. duh, spss lagi, statistik lagi. mata kuliah yang dulu hanya berkat rahmat Allah Yang Maha Esa, saya bisa lolos dengan hasil ngepas. me and number, i think God never create us for each other. it belong to some one else in the world like marie currie may be, but obviously not me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi lihat sisi positifnya.kami akan begitu sibuk hingga lupa untuk merindukan kampung halaman dan handai taulan, bukan ?&lt;br /&gt;so, epi or not epi ...&lt;br /&gt;&lt;em&gt;mangga atuh ...&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr hb_tag="1" unselectable="on"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-112995909353075525?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/112995909353075525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=112995909353075525' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112995909353075525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112995909353075525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/10/next-unit_22.html' title='next unit'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-112988770939322194</id><published>2005-10-21T16:20:00.000+07:00</published><updated>2005-10-21T16:41:49.400+07:00</updated><title type='text'>roti goreng isi sosis</title><content type='html'>ini sih sebenarnya akal2an spaya keliatan sedikit usaha gitu loh buat nyumbang ta'jil iftar (buka puasa). tapi memang alasannya bisa dibenarkan kok. kalau saya masak dirumah berarti harus pulang dulu yang akan sangat membuang waktu dan tenaga. akhirnya saya putuskan untuk masak dirumah Nurul. Sampai disana langsung tanya punya tepung panir ga? ada roti ga? punya telur ? minyak goreng? hihi ga niat amat sih nyumbang. semua kecuali roti ada.oke, daku segera terbang ke Plus dibelakang rumah Nurul. balik dan langsung ngegeratak dapurnya. ada apa tuh, gilingan kue? bungkus2 sosis pake roti, goreng, potong sambil dibantu Elida n Nurul akhirnya roti gorengnya jadi juga. Bang Hasanul bilang rotinya enak, buatan siapa ?buatan ade (Nurul)? bisa dijual nih--sang koki nyengir bahagia--soalnya Nurul ada rencana buat bikin bisnis kue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;resepnya ditulis karena mas Ari tanya-tanya dengan sungguh2 gimana bikinnya. Maklum, sebagai lajang temporal, blio juga harus masak sendiri dan sejauh ini hasilnya eatable semua. gud job, Mas! sekaligus terinspirasi dari &lt;a href="http://dapurbunda.blogspot.com"&gt;dapurnya teh inong &lt;/a&gt;yang suka saya intipin itu. resepnya feasible untuk diaplikasikan dilapangan dengan rasa yang sudah teruji validitas dan realibilitasnya itu (huhuy, hannerieke-tutor saya di unit ini --pasti bangga sekali krn saya sukses mengaplikasikan metode perencanaan riset)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi gini bikin cemilan ta'jil atau teman nonton tipi yang tktp(tinggi kalori,tinggi protein) itu, mas;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahan:&lt;br /&gt;roti&lt;br /&gt;sosis (aku beli sosis turki yang namanya tavuk apa gitu.enag soalnya)&lt;br /&gt;telur&lt;br /&gt;tepung panir&lt;br /&gt;garam&lt;br /&gt;n merica&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rotinya digepengin sampai tipis, gulung sosis didalamnya, masukin ke dalam campuran telur yang udah dikasih garam dan merica, n then go on to tepung panir. goreng,angkat, iris serong biar nyeni dikit, suguhin pakai sambal asam manis atau yang pedes, pasti tambah sip, n voila! here come the roti goreng. bon appetite!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-112988770939322194?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/112988770939322194/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=112988770939322194' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112988770939322194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112988770939322194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/10/roti-goreng-isi-sosis.html' title='roti goreng isi sosis'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-112981113070576253</id><published>2005-10-20T18:54:00.000+07:00</published><updated>2005-10-22T14:26:22.676+07:00</updated><title type='text'>Kesiangan!!</title><content type='html'>kagak sahur deh aye!huhuhuhu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seeingat daku ini pertama kali dalam sejarah perpuasaan melewatkan sahur--ampe ditulis di blog!--huhu jadi inget my mommy. Pasti Blio mikirin aku deh--ngaku deh mom!--terharu biru kalau denger cerita anaknya ga sahur karena ga ada yang bangunin-pasti mamah bilang teng teungieun nya, meni karunya pisan anaking, nu geulis,nu bager...*sundanese only*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara retrospective ceritanya gini ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini gara2 kemarin tewas setelah pulang dari kampus. jam lima langsung nyerah begitu liat bantal. rencana belanja jadi gagal karena saya baru bangun jam setengah tujuh, lima belas menit lagi azan maghrib, belum masak, belum bikin ta'jil, ga ada air panas buat bikin teh manis, huaaa kalau ga ingat di indonesia bbm naik, udah nangis kali--hiks,cemen sekale. di kulkas masih ada yoghurt, jus dan coklat tapi dingin semua, lagi batuk n mild cold, bad idea kalau nekad minum itu duluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi lima belas menit masih lumayan, dgn tampang masih ngantuk saya nguplek bikin pisang goreng pake pisang ambon--dunno how they call it right here but surely it's pisang ambon to me--ngejerangin air, eh salah nyalain stove, in case airnya mendidih malah poci ekspresso-nya Irene yang menggelegak--kata irene, thank u, now i can drink a coffe--ya wis, itung2 amal (yee, amal kok ga niat gitu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;azan dari komputer menggema sebelum semua matang.duh,duh... samber gelas, ambil poci air, bismillah, glek2 eh baca doa dong neng, ya,ya Allahumma lakashumtu ... alhamdulillah...&lt;br /&gt;itu acara iftarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; tapi karena tidurnya kesorean, matanya masih kuat melek sampai malam. selesai tarawihan, akhirnya baca da vinci code pinjeman dari Ayako--maaf dunia,baru sekarang ngebaca-- sampai lewat tengah malam. n that's how, saya jadi kesiangan. Alarm di jam disetel jam lima, alarm di hp disetel jam lima lewat lima, subuh jam enam lewat 20. Daku memutuskan lima menit lagi deh bangunnya... eh kebablasan sampai jam enam lewat 26. huhuhuhu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi inget rumah. dulu alarmnya kalau ga bapak ya mamah. ga pernah seisi rumah kompak kesiangan. Makannya walau kadang diem2an, karena masi antara ada dan tiada, tapi tetep semangat karena makan rame2. sekarang, sambil makan terbengong2 ngeliatin kepala irene yang nyembul dari balik selimut, sesekali kedengeran suara pintu yang ditutup, mungkin anak lain yang baru pulang setelah keluyuran malam, atau juga yang mau pipis,walaupun yang ini kemungkinannya tipis, karena daku biasanya yang pertama bangun dan menggunakan toilet, tanya aja ama jin di toilet, pasti dia setuju *jin di toilet mengangguk2*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini iftar bersama, alias open fasting together at nurul's, ga nyumbang masakan karena masih harus diskusi sama Elida n Clara soal proposal n presentasi. cuma beli sosis dari toko turki buat digoreng--males banget deeeh loo--n then mo nginep di daru's at randwijck hotel, jadi insya Allah ga kesiangan lagi karena sekarang ada temen yang bisa bangunin buat makan sahur bersama....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-112981113070576253?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/112981113070576253/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=112981113070576253' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112981113070576253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112981113070576253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/10/kesiangan.html' title='Kesiangan!!'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-112906304387384010</id><published>2005-10-12T03:11:00.000+07:00</published><updated>2005-10-12T03:37:28.950+07:00</updated><title type='text'>Godaan ...</title><content type='html'>&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" width="100%" unselectable="on"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;Susah buat jaga mata. TV dah mati dan kebetulan Irene juga ga terlalu suka nonton kecuali tenis atau balapan motor yang namanya formula itu (kayak odol aja). Fiuh! coba kalau seleranya yang syerem2 kayak Sex and The City --disini bebas sensor yah,horor deh--bisa-bisa ga betah dikamar. Tapi godaan dilapangan malah lebih berat, tiap hari, disetiap sudut ada aja yang pameran kasih sayang, huaa jadi ... apa ayo!? istighfar! jangan mikir yang macem2!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bentuk lain, dari temen2 deket. Ayako bilang "How about if we go to the Jazz Festival?" saya :"Mmmh, sound nice, what time it will perform ?"&lt;br /&gt;Ayako :"Around two o'clock after midnight."&lt;br /&gt;Saya :(huek!malam bulan Ramadhan, mestinya atur rendevouz ama Allah disepertiga malam dan saya kongkow2 dengerin jazz?) "wah, saya ga bisa. saya kan puasa,inget ?"&lt;br /&gt;Ayako: "Oh ya, kamu kan harus bangun pagi-pagi yah"&lt;br /&gt;saya :"pergi aja ama Dani yah, kapan2 kita jalan2 ke tempat lain"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau malam2 abis bikin pure kentang buat besok sahur, mau siap2 shalat isya trus tarawih, Irene ama Carol dan seorang temennya datang dah pada wangi,cantik. saya (pake piama,pakaian kebesaran kalau pulang dari kampus)&lt;br /&gt;Carol : "Attin, ada anak Perancis yang ulang tahun, datang nyok!"&lt;br /&gt;Saya: (wuaduh, gimana yah?) "Wah, asyik banget, tapi maaf yah, minggu ini berat banget buat aku."&lt;br /&gt;Carol :"Lho,kenapa?"&lt;br /&gt;Saya: "Aku harus masukin proposal riset aku."--&lt;em&gt;white lie,white lie,ngeles tapi kurang lebih gitu kok ...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Irene: "Tapi kamu belajar melulu, ayo dong sekali-kali ikutan pesta."--yeah, n so does my fellow countrymen yang berjuang susah payah buat dapetin scholarship ini.---&lt;br /&gt;wuaduh, ni anak kekeh banget.&lt;br /&gt;Saya: "well, actually party itu is not my thing, not part of my culture, so i think i would not really gonna enjoy it anyway, but thanks for ur invitation" (hah, udahlah daripada panjang)&lt;br /&gt;Irene: "Oh, ya udah tapi kapan2 kita makan bareng yah ama temen2ku,ama Dani dan temen jepang-mu&lt;br /&gt;Saya: "that's sounds great!"&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr unselectable="on" hb_tag="1"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;Fiuh...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan kecuali Engkau. Engkau penciptaku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada diatas janji-mu, menunaikannya semampuku. Aku berlindinng kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, Aku akui banyaknya nikmat yang Engkau anugerahkan kepadaku dan aku akui banyaknya dosa-dosaku, maka ampunilah aku karena tiada yang dapat mengampuni segala dosa-dosa kecuali Engkau ...&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-112906304387384010?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/112906304387384010/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=112906304387384010' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112906304387384010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112906304387384010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/10/godaan.html' title='Godaan ...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-112861046477707585</id><published>2005-10-06T21:29:00.000+07:00</published><updated>2005-10-06T21:54:24.843+07:00</updated><title type='text'>Pindah,Nggak,Pindah ...</title><content type='html'>&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" width="100%" unselectable="on"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;Waktu saya pertama sampai di Browerswerg (nama guesthouse saya), pikiran pertama yang terlintas adalah, “Pokoknya kudu musti wajib hukumnya, pindah!”. Alasannya antara lain, saya sebenarnya mau yang single room, eh dikasih yang double room. Saya mau yang dekat kampus (Heugemerwerg) eh dikirimnya ke sini sehingga harus mendaki jembatan menuruni lembah cuma buat ke kampus. Dan juga kebanyakan teman saya yang dari Indonesia, tidak tinggal disini, tapi jauh diseberang jembatan, dekat-dekat kampus dan heugemerwerg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sudah hampir satu bulan dan kayaknya saya harus mengevaluasi lagi, mikir masak-masak dan sungguh-sungguh apakah pindah itu menjamin kebahagiaan saya lahir batin ? apalagi menjelang winter begini. Ini beberapa hal yang disusun dari hasil mikir masak-masak dan sungguh-sungguh itu&lt;em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Browerswerg&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Positif&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;--Jauh dari kampus.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Nilai positifnya ? banyak. Badan jadi sehat. Karena dengan udara dingin kayak gini, saya jadi lebih banyak makan, lebih banyak ngemil. Kalau nggak diimbangi dengan aktivitas fisik,seperti sepedaan bisa-bisa balik ke Indonesia saya jadi Winnie The Pooh. Ditambah lagi, sebenarnya perjalanan pulang balik ke kampus itu menyenangkan, karena Maastricht—seperti yang sudah saya bilang—itu indah dan punya banyak beautiful scenery. Ada taman, ada sungai, bunga, pohon, ya banyak dah!&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;--Ada koneksi internet.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bisa online kapan aja, silaturahim ama warga Jakarta, chatting ama yang dikangenin (sapa tuuh ?  temen2 daku lah...), Browse bahan kuliah or isi perpustakaan dengan mudah, tanpa harus pergi ke kampus&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;--Berdua alias double room&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Belajar sabar, ikhlas, tenggang rasa ama kebiasaan roommate yang ga lazim menurut ukuran orang Indonesia. Belajar kultur orang yang beda bangsa, beda agama, sekaligus jadi duta bangsa, duta pariwisata (&lt;em&gt;u know,  Indonesia has 17.000 islands and we have cendol ice, bandrek and bajigur n bla,bla,bla…),&lt;/em&gt; duta umat islam (kebanyakan teman-teman saya bilang kalau mereka ga pernah kenal sama orang islam sebelumnya. Saya adalah muslim pertama yang mereka kenal. Hope I could make right impression about Islam). Lagipula ini kan latihan sebelum nanti akhirnya Allah pertemukan dengan ‘teman sekamar’ beneran *wink2. idih,ganjen!*&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;--Tempat Belanja&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Ada Brusselsport (pertokoan yang isinya Albert Heijn, C1000 (tutup jam delapan),C&amp;A, etc.) Aldi, Centrum dan toko Turki. Ini penting karena bahan makanan disini cepet banget rusak. Jadi ga bisa belanja banyak-banyak. Sementara supermarket dan toko umumnya tutup jam lima. Jam segitu saya baru pulang dari kampus&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;--Pemandangan&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Kalau mau belanja saya bisa lewat ‘hutan’ kecil di belakang guesthouse tempat saya ngeliat tupai, burung yang ndut2  --yang sama Xiu Jing, teman saya dari China, sama2 kepikiran buat kapan2 ditangkap dan dibikin sate—dan keanekaragaman hayati lainnya (ini kata guru biologi saya di smu dulu)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;--Kopi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Ada jatah kopi dan kue gratis yang disediakan oleh pihak guesthouse di Koffiecorner (yang juga bisa jadi tempat alternatif tempat belajar kalau terkantuk2 baca dikamar) tiap pagi dan sore. Buat yang coffe addict, ini tentu aja fasilitas yang harus diperhitungkan dengan serius.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;--Fasilitas&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau bersih2 tinggal pinjam vacuum cleaner, mau nyetrika pinjam setrikaan sama guesthouse. Mesin cuci bayar—tapi toh, bisa nyuci di wastafel—tapi mesin pengering (yang bisa mengeringkan sekaligus bikin baju licin kayak disetrika) itu gratis, mau telepon ke Indonesia juga ada telepon umumnya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;--Teman&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ada Dani, Ayako, Karen, Mei Ting,Xiu Jing, Khadi. Go dan Oey juga bisa diitung walaupun beda tempat. Segitu udah lumayan. Dan koridor saya cukup tenang, di tempat lain, suka pada ngeluh karena kebiasaan anak-anak Spanyol dan Itali yang suka ngumpul dan ngobrol2 ampe pagi itu.kalau pindah, u never know …&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;--Murah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini penting jadinya bisa nabung. Buat beli buku, beli baju, beli mobil, beli rumah, beli helikopter atau buat kuliah lagi *gubrak. Pingsan*&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;--Dapur sendiri&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Bisa masak kapan saja, apa saja sesuka saya. Mereka yang dapurnya komunal selalu punya resiko kehilangan bahan makananlah, dapurnya joroklah karena ga ada yang mau bersihin seperti ditempat Xiu Jing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Negatif&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;--Jauh dari kampus&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Capek. Kalau berangkat Cuma lima belas menitan—or lebih singkat sebenarnya kalau punya nyali buat ngebut—tapi pulang ? huhu bisa ampir satu jam karena nanjak. But then again, emangnya kita sapa? Ari Wibowo, ga boleh capek ?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;--Berdua&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Ga private soal ibadah. Walaupun my roomate itu anak yang baik dan manis dan bisa dikasih pengertian soal beginian (dia bakal matiin teve, atau matiin musik atau ga bicara keras2 kalau saya lagi shalat) tetap aja ga terlalu nyaman. Tapi kan, dia jadi tahu keseharian orang Islam yang sebenernya ya gitu2 aja. Kita berdua bisa nonton Harry Potter bareng, atau dengerin Counting Crows abis itu dia bisa aja pergi party dan saya bisa ngaji. Biasa aja.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;--Jauh dari teman2 sebangsa dan setanah air&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;  Tapi ... so what gitu loh ? karena kalau dekat pun toh kalau ngerjain tugas, baca buku ya sendiri2. semua punya hobi dan kesukaan masing2. ga akan mungkin kemana2 bergerombol seperti anak2 Thailand itu.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr unselectable="on" hb_tag="1"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#999900;"&gt;&lt;em&gt;Heugemerwerg (kalau dapat) atau tempat lainnya&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Positif&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;--Dekat dari kampus.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kenapa yah saya butuh yang ke kampus dekat ? kamu bakal butuh tempat yang dekat dari kampus kalau dikamar ga ada koneksi internet. Kayak Elida yang tiap hari kudu bawa laptop ke kampus karena janjian chatting sama suaminya *ga ada yang diajak janjian kan ?*&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;--Dapur Komunal&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Karena dapur bareng, aspek positifnya adalah penghuni guesthouse jadi saling kenal karena sering ketemu di dapur. Interaksi antar budaya lebih mungkin.But then again, from scale 1-10, how important is that ?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;--Single&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini kalau dapet. Ya jelas jadi lebih tenang soal ibadah. Bisa lebih serius. Tapi … aspek syiarnya ya ga ada. Cuma buat kenyamanan saya seorang. Mungkin saya bakal asyik di kamar dan orang-orang pikir saya lagi ngerakit bom atau apa. Hua! Kagak lucu! dengan image umat Islam yang babak belur seperti ini, saya ga bisa melakukan banyak hal kecuali dengan menunjukkan bahwa orang Islam baik hati dan tidak sombong adanya, seperti saya! *qe qe qe...*&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;--Dekat dari perpustakaan kota&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Yup, ini yang agak berat karena dah denger banyak cerita ‘indah’ soal perpustakaan kota yang isinya .... novel dan buku cerita!!!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Negatif&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;--Scenery&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Ga tahu. Tapi seandainya dapat tempat seperti Heugemerwerg itu di daerah pemukiman kota. Yang pemandangannya bangunan semua. Dibanding browerswerg? Naaateeeng! *ngikutin MTV Bujang*&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;--Mahal&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Sekarang saya cuma bayar 11,5 euro per nite. Ditempat lain bisa murah tapi harus dipertimbangkan juga fasilitasnya. Kalau harus mikirin tissue toilet atau beli setrikaan ya sama aja dodol. Di Heugemerwerg mereka bayar 13 euro pernite&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;--Ga ada koneksi internet&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Udah mahal, ga ada koneksi internet pula. Elida bisa pakai Wi-Fi tapi karena ga langganan dan Cuma nangkep sinyal yang betebaran diudara jadinya …&lt;em&gt;Elida Zairina online&lt;/em&gt; –sepuluh detik kemudian—&lt;em&gt;Elida Zairina ofline&lt;/em&gt;… dan begitu seterusnya…itu pun sambil nongkrong di jendela. Bisa masuk angin sementara disini ga ada yang bisa ngerokin. Nope.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;--Dapur Komunal&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Ini bisa berarti kehilangan bahan makanan atau dapur berantakan (Astri pernah kehilangan selusin telur, Elida pernah kehilangan Indomie walaupun dua hari kemudian balik lagi dengan merek yang beda).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;--Tempat Belanja&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Kalau di Heugemerwerg adanya Lidl. Kalau mau ke Centrum mereka harus nyebrang jembatan. Nope.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;--Dekat dari kampus&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Negatifnya bisa jadi berarti terancam ndut, kolesterol naik, darah tinggi, diabetes, osteoporosis, operasi jantung *exxagerate mode ON* ga sehat, karena makan banyak tapi sepedaannya ya Cuma gitu2 aja.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, dengan sekian banyak pertimbangan itu ...Bisa nebak kan saya ambil keputusan yang mana ? Bismillah ...&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-112861046477707585?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/112861046477707585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=112861046477707585' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112861046477707585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112861046477707585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/10/pindahnggakpindah.html' title='Pindah,Nggak,Pindah ...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-112853085545980684</id><published>2005-10-05T23:17:00.000+07:00</published><updated>2005-10-05T23:47:35.510+07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Rasanya ...</title><content type='html'>&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" width="100%" unselectable="on"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;...puasa di negeri orang ?&lt;br /&gt;bukan negara muslim ....&lt;br /&gt;jauh dari keluarga ...&lt;br /&gt;jauh dari sahabat yang mengingatkan ...&lt;br /&gt;jauh dari hingar bingar azan ...&lt;br /&gt;suara imam ...&lt;br /&gt;tanpa spanduk yang ribut berkata "Marhaban ya Ramadhan ..."&lt;br /&gt;????????????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedih ?&lt;br /&gt;u tell me ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Sya'ban ini habis dengan segala kesibukan menyesuaikan diri dengan ritme hidup yang baru. Dan harus saya akui, ada yang terabaikan dengan segala kericuhan hidup satu bulan belakangan ini. Dan saya hanya bisa menggigit bibir menahan tangis waktu saya bicara dengan Mamah saya di telepon. Gimana shalat Dhuhanya ? jangan lupa shalat malam, baca Al Qurannya gimana ? semua yang dilakukan di Indonesia, harus dipertahankan di Belanda. Dan saya tidak sanggup menjawab dan hanya bertanya gimana mba ? Aa? semua keponakan ?sekedar menghindar dari evaluasi yang mengiris hati seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedihnya terasa menyesakkan di tenggorokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;Dan pada suatu waktu saya tidak dapat berkata apa&lt;br /&gt;kecuali terpekur dalam diam mendengarkan hati saya yang tak sanggup bersuara kecuali &lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Maafkan hamba, &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;maafkan hamba&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;duhai Dikau yang&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;tak pernah alpa mencurahkan kasih dan sayang&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;pada semua makhluk-Nya&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;maafkan hamba.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;sepenuhnya..."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr unselectable="on" hb_tag="1"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-112853085545980684?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/112853085545980684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=112853085545980684' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112853085545980684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112853085545980684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/10/bagaimana-rasanya.html' title='Bagaimana Rasanya ...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-112817566994011476</id><published>2005-10-01T21:02:00.000+07:00</published><updated>2005-10-01T21:07:49.946+07:00</updated><title type='text'>sedih ...</title><content type='html'>&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" unselectable="on" width="100%"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;paginya sudah dapat kabar kalau BBM jadi naik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siangnya dapat kabar kalau ada bom meledak di Jimbaran dan Kuta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai-sampai nangis sepanjang jalan menuju kamar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;panas hati dengerin CNN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya Allah tabahkan ummat, tabahkan bangsa kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan hukum kami jika kami lupa atau tersalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan berikan cobaan yang tak sanggup kami memikulnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan berikan cobaan sebagaimana telah Engkau coba orang-orang sebelum kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ampuni kami ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sayangi kami ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tinggikan derajat bangsa kami Ya Rabbi ...&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr unselectable="on" hb_tag="1"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-112817566994011476?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/112817566994011476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=112817566994011476' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112817566994011476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112817566994011476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/10/sedih.html' title='sedih ...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-112776884122743472</id><published>2005-09-27T04:04:00.000+07:00</published><updated>2005-09-27T04:07:21.230+07:00</updated><title type='text'>Jago Masak *katanya,katanya ...*</title><content type='html'>&lt;p&gt;Tadinya mau nulis tentang min haysu la yahtasib (rejeki dari arah yang tak disangka2) hari ini, karena ketemu lagi sama anak Perancis keturunan Senegal yang namanya Khadijah di koridor waktu mau belanja ke ALDI --itu kayak Alfamart di indonesia.. Dia senang banget ketemu saya *ge-er mode ON* karena ternyata dia muslimah dan sebel aja sama semua sistem di Belanda yang dia bilang -- jangan bilang2 yak, ini si Khadi loh yang ngomong--norak. Karena dia pernah tinggal di London dan Amerika tapi dia tidak pernah menemukan negara sepelit ini sama rakyatnya kecuali Belanda ("arrgh, this country took to much from their people"). Kita pertama kali ketemu waktu saya nongkrongin mesin cuci. lalu muncul anak kulit hitam seperti boneka barbie yang cantik dan mungil itu, bertanya gimana caranya menggunakan mesin cuci *idih, kirain akika aja yang datang dari udix, ternyata situ juga yah ?*&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia balik lagi buat menemani saya belanja. Dan pulangnya dia mengajak saya buat makan siang di kamarnya. African food! nyam,nyam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi ada yang menarik malam ini karena sore ini, pulang dari kampus, ketemu Ayako diruang tunggu depan Guesthouse lagi belajar dan dia bilang bahwa nanti malam, anak-anak Hongkong dan Singapore yang tinggal satu koridor sama kita berdua mengundang makan-makan. wah, ini yang ditunggu-tunggu. Sebab lama sekali ingin kenalan sama my fellow country asian women itu. Ada empat-lima dengan saya- orang asia di koridor saya, tapi selama ini kami cuma saling ber hai-hai saja, cuma baru kenalan sama Ayako dan anak Hongkong yang namanya Karen. Dan malam ini akhirnya kesampaian juga. Ayako bilang bahwa anak-anak Hongkong itu sekarang sedang belanja.Saya ingat-ingat apa yang ada dalam kulkas. Pisang tanduk --yang sedianya mau dibikin kolak--sama kulit lumpia (again!) dan tentu aja keju. Saya ingat Ayako pernah bilang bahwa dia kangen ingin makan lumpia yang isinya pisang *twink2, bright idea*, Okay, Aya i'll make some banana lumpia for u gals...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jam enam, lagi sibuk-sibuk goreng, pintu kamar saya diketuk, ternyata Ayako dan serombongan anak Hongkong. Kenalan-kenalan, langsung tau ada Mei Ing dari Singapore, dan Wen Shen (Wendi) dari Hongkong dan tentu aja Karen. Di meja ada surimi lumpia sisa kemarin yang baru diangetin di microwave, dan tanpa malu-malu langsung diserbu. Semua pada bilang enak-enak, kamu jago masak yah ?! saya bilang ah, nggak. itu cuma coba-coba *merendahkan diri-menaikkan harga tapi kayaknya hampir kejedot eternit tuh* dan saya jadi malu hati aja waktu buka lemari dapur dan mereka langsung ber 'Aaahh..", "Ooouh ..." karena melihat bumbu-bumbu dan persediaan makanan saya *hik,hik... ini kan persiapan kalau nanti ada perang Belanda-Indonesia...* terus mereka observe sekitar dapur dan melihat kacang merah yang saya masak sembarangan pake pasta tomat dan kentang. Ayako langsung volunteer menawarkan diri buat nyobain, dan "Attin, can I have some of it for me ? because this is very good" bawa,bawa,bawa sana, sure,sure ... langsung saya bagi dua makanan yang menurut saya sih rendang gatot (gagal total) itu. Waktu mereka tanya itu apa namanya--saya mau bilang rendang tapi takut dikutuk jadi batu karena kualat ama orang awak-- saya cuma angkat bahu dan bilang "another of my experiment." Dan mereka langsung ber "Aaaah ..."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi begitulah, sore itu saya didaulat sebagai pemasak terbaik around our block. Mei Ing terbelalak takjub waktu dia tanya saya bisa bikin pisang goreng nggak dan saya bilang bisa. Dan dia langsung kabur menarik-narik Wendi sambil menunjuk-nunjuk saya dan bicara dalam bahasa mandarin dengan menyebut-nyebut 'pisang goreng!' lalu Wendi terbelalak juga menatap saya seakan-akan saya baru menemukan mesin fotocopi yang bisa dipakai buat nelepon.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Doo, si Eneng, yang begituan mah di Indonesia sepotong kue-lah, piece of cake..., mamang-mamang juga bisa. Tapi disini, tukang gorengan ini berganti nama jadi 'she's a great cooker!'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ya ampun, kalau mereka ketemu Rudi Choiruddin, dibikinin patung kali yak tu orang *gubrak!*&lt;/p&gt;&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" width="100%" unselectable="on"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr hb_tag="1" unselectable="on"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-112776884122743472?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/112776884122743472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=112776884122743472' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112776884122743472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112776884122743472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/09/jago-masak-katanyakatanya_27.html' title='Jago Masak *katanya,katanya ...*'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-112751129854428286</id><published>2005-09-24T04:31:00.000+07:00</published><updated>2005-09-24T04:34:58.546+07:00</updated><title type='text'>Weekend Dinner</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Jumat malam ini ada makan malam bareng lagi. Minggu kemarin di kamar Ayako yang tinggal satu blok sama saya di P-Building, cuma beda beberapa kamar. Makan kari ala jepang, nasi, jus yang dibawa Astri, dan bakwan jagung bikinan saya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jadi minggu ini, giliran Astri yang kebagian tempat. Dia tinggal di guesthouse, masih satu kompleks, tapi beda gedung. Dan lebih menyenangkan karena ada communal kitchen dimana setiap penghuni harus masak disatu tempat dan mereka bisa ketemu. Tidak seperti ditempat saya yang semua punya dapur masing-masing. Jadinya lebih individualis dan sendiri-sendiri (apa bedanya yah ?)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Malam ini menu utamanya-- untuk bikin kesan yang unik buat Ayako-- adalah tumis kangkung. yeap, barang murah yang kadang dipandang ga elit sama sebagian besar kita di Indonesia, kini adalah bagian dari klan hidangan mewah yang kehadirannya mengobati rindu pada kampung halaman (jieee..., iyalah seikatnya 0,95 sen euro! hampir sepuluh ribu!).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Buat beli semua keperluan itu, saya, Dani dan Ayako ke toko cina San Wah. Itu toko yang pokoknya surga banget deh (hihihi hiperbolik banget yah) karena mulai dari lada, lengkoas, kecap-sambal abc, indomie sampai kacang garuda, semua ada disini. Dani, yang saya yakin seumur-umur ga pernah masak, sampe semangat ngeborong indomie, saya cuma ngewanti-wanti seperti nenek-nenek cerewet, dont take it everyday, it's not good for ur health.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pulang, lihat kulkas. Hmm, masih ada wortel sama kentang dan krab stik. Alhamdulillah, untung tadi ingat buat beli kulit lumpia. Jadi deh, bikin lumpia sayuran. Ada bawang bombay, ada bawang putih, merica, daun bawang, garam, gula.. that would be just perfect.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Menjelang jam tujuh Ayako mampir buat sedikit bantu-bantu. Dan akhirnya selesai masak, langsung ketempat Astri. Wiih, ternyata si ibu bikin balado telur juga, we're gonna have a big dinner tonight. kebetulan ada si Goe, anak Prancis keturunan Cina yang tinggal di blok yang sama dengan astri. Kami sering ketemu sama anak itu di communal kitchen biasanya sambil nongkrongin mangkuk besar berisi salad. Oke, diundang juga deh, buat makan bareng. Karena Goe itu lucu dan asyik, tipikal cowok yang kayaknya bisa makan apa aja yang disodorin (ntar saya mau coba sendal, ah. dia mau ga yah ha ha ha) dan selalu curious dengan apapun yang berbau makanan Asia. Astri pernah ngajarin beberapa kata Indonesia ke dia, seperti "saya suka...", "ayam", "sapi", tapi favoritnya justru kalimat "Saya suka babi ...," dasar!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;So, it happens to be a wonderful dinner. we start from rice and how it influence indonesian people life greatly. we even have philosophical notion that came from rice. semakin berisi, semakin rendah hati. dari situ omongan berlanjut ke masalah agama, terorisme, Bush, hubungan islam-kristen, ngrasani dan ngedumel-ngedumel tentang George Bush, jilbab, fundamentalisme, ngerasani Bush lagi dan sebangsanya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Goe tanya bagaimana sebenarnya orang Kristen memandang orang Islam di Indonesia. Sebelumnya, saya cerita soal kenyataan pahit kejadian di Maluku, dimana orang sesuku saling bantai hanya karena beda agama. Dani, yang kristen katolik, bilang masalah itu rumit dan tidak murni soal agama, ada latar belakang ekonomi dan politik dibelakangnya. Saya kemudian kasih gambaran tentang relasi Kristen dan Islam dengan cerita bahwa Nabi SAW memerintahkan sahabat-sahabatnya hijrah ke Ethiopia yang saat itu merupakan negara Kristen untuk menghindari tekanan kaum pagan di Mekkah. Raja Habsyi di Ethiopia kemudian bertanya tentang islam dan para sahabat (ja'far bin abdul muthalib ?) membacakan ayat Al Quran tentang Nabi Isa AS, Ibu Maryam. Raja dan para pendeta Kristen itu menangis, dan Sang Raja, bangkit dan menggambar sebuah garis tipis di atas lantai dengan tongkatnya, sambil berkata "Perbedaan antara agama kalian dengan agama kami, hanyalah sebatas garis tipis ini." Dia juga tanya masalah jilbab, terus berlanjut ke self killing bombing di Palestina dan banyak lagi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Senang, kesempatan semacam ini, berhadapan langsung dengan mereka yang mungkin sudah punya stigma tertentu terhadap orang muslim dan berusaha memberikan informasi sebenarnya, adalah kesempatan yang langka. Ayako bilang, di Jepang dia tidak melihat ada orang islam. Dengan demikian, Islam adalah apa yang mereka tahu dari berita dan tentu saja, kebanyakan orang awam berpikiran bahwa Islam adalah sesuatu yang berbahaya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya, dan saya pikir Astri juga punya harapan yang sama, bahwa ngobrol-ngobrol dan sharing seperti ini, setidaknya membantu meletakkan persepsi mereka tentang Islam pada tempat yang tepat.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dan yang menyenangkan lagi adalah waktu datang Oey, anak Thailand itu datang dan kami minta untuk mencicipi lumpia buatan saya, eh dia bilang enak lho! karena yang bicara anak Thailand, A Nation Master of Asian Culinery, hidung saya langsung mekar. Eh, datang Tessa anak Jerman n she make a same comment, trus temennya lagi n komennya juga sama."I have already taste Vietnamese lumpia, buat i think i dont like it, but this one is delicious." he he.. itulah gunanya makan bareng, berbagi informasi, berbagi nasi, sedikit-sedikit kan bisa memuaskan narsisisme dalam diri sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Minggu depan masak apa lagi yah ?&lt;/p&gt;&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" width="100%" unselectable="on"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr unselectable="on" hb_tag="1"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-112751129854428286?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/112751129854428286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=112751129854428286' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112751129854428286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112751129854428286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/09/weekend-dinner_24.html' title='Weekend Dinner'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-112721192415110253</id><published>2005-09-20T17:18:00.000+07:00</published><updated>2005-09-20T17:25:24.160+07:00</updated><title type='text'>Saltum</title><content type='html'>Hari ini seperti biasa, daripada repot ngechek yahoo weather berapa derajat cuaca pagi ini, saya akan membuka jendela dan kemudian mengulurkan tangan. dari situ bikin kira-kira deh, hmm kalau dinginnya begini berarti abis pake kaus dalam, stoking, celana tarining, rok, baju, lapis sweater tipis ama jaket parasut cukuplah. atau hmmm, kayaknya perlu siap-siap pake syal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan hari ini cukup dingin. tapi salahnya adalah saya pake mantel wol dan bukannya jaket parasut. wol itu hangat, tapi kalau dimusin banyak angin menjelang season fall gini, bukan strategi yang paling tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;brrr....&lt;br /&gt;dingin sepanjang perjalanan. angin laut utara itu menggigit-gigit sampe buku-buku jari saya yang mencengkram stang sepeda kuat-kuat kaku semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;subhanallah&lt;br /&gt;alhamdulillah&lt;br /&gt;buat matahari katulistiwanya  ya Allah ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-112721192415110253?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/112721192415110253/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=112721192415110253' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112721192415110253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112721192415110253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/09/saltum.html' title='Saltum'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-112699289294372719</id><published>2005-09-18T04:23:00.000+07:00</published><updated>2005-09-18T04:37:12.983+07:00</updated><title type='text'>Universiteitsbibliotheek (Randwijk)</title><content type='html'>Baru aja pulang dari undangan makan malam keluarga Indonesia yang sudah lama tinggal di Maastricht. Sebenarnya tidak ada rencana ke sana, pulang dari perpustakaan, sabtu begini inginnya bisa siesta, bobo siang, trus nonton teve seharian. Punya waktu sendirian menikmati kamar kan jarang-jarang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu ke kampus ? ke perpustakaan pula. He he he, jangankan hari Sabtu, hari minggu aja perpustakaan itu dijabanin. Rekor kan ? rasanya dulu ga segitunya deh walaupun kuliah di universitas yang konon katanya meskipun bagaimanapun akan tetapi yah lumayan terbaik di Indonesia gitu deeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Universiteit Maastricht kami belajar menggunakan sistem PBL, Problem Based Learning. Bahasa gampangnya Cara Belajar Siswa Aktif. Instead, duduk dikelas mendengarkan kuliah, kami akan dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil diskusi. Tiap harinya dosen kami yang bertindak sebagai tutor akan menyuguhkan kasus-kasus kesehatan. Dari bahasan kasus itu kami harus menemukan masalah apa yang harus jadi perhatian kami. Selanjutnya kami sendiri yang harus menentukan aspek apa yang harus dipelajari dari kasus tersebut. Selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami akan bubar dan langsung melihat koleksi perpustakaan mencari bahan-bahan yang direkomendasikan untuk dibaca dari kasus tersebut. Lusanya kami akan datang dan berkumpul kembali dikelas, mendiskusikan temuan-temuan kami. Bisa jadi si A membawa info ini, si B membawa info itu, dan kami dibantu oleh dosen kami akan merangkainya menjadi suatu informasi utuh mengenai apa yang kami dapat pelajari dari kasus yang diberikan. Setelah selesai, kami akan disuguhi kasus baru, membahas lagi dan begitu selanjutnya. Dan diakhir unit itu kami akan membuat presentasi tentang apa yang kami sudah pelajari dari semua pertemuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena modelnya diskusi, tentu saja suasananya lebih informal baik dengan sesama teman maupun dengan dosen yang dikelas membatasi diri hanya bertindak sebagai tutor. Mengarahkan diskusi ke tujuan yang sebenarnya. Kelas saya sendiri isinya hanya tujuh orang dan akan penambahan karena dua student dari Guatemala dan Peru baru akan datang sebelum Januari nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengar-dengar UM (Universiteit Maastricht) merupakan pusat PBL untuk Eropa. Saya tidak tahu ini berita bagus atau tidak karena ada saatnya sistem ini jadi joke yang nyebelin juga. Seperti pernah dialami teman saya. Ketika sedang browsing di LINK (internet center di perpus) ternyata dia tidak bisa menyimpannya ke dalam USB. Padahal jelas-jelas ada port usb di tiap komputer. Ketika dia bertanya pada petugas perpus, jawabannya adalah “Kami ga tahu, coba kamu cari tahu sendiri masalahnya apa dan coba pecahin sendiri,” hah! That’s why they called it Problem Based Learning!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem PBL ini bisa saja membuat kami duduk ongkang-ongkang kaki dikelas dan mendengarkan temuan yang didapat teman-teman (tapi itu juga artinya tidak begitu banyak yang nyangkut di hati dan kepala), tapi disisi lain bisa juga memaksa kami untuk membaca dan mencari tahu sendiri dari buku-buku diperpustakaan ---dan itu biasanya lebih masuk –daripada duduk dan mendengarkan uraian dosen. Lectur tentu saja tetap ada, tapi materinya akan sangat berkaitan dengan kasus yang kami hadapi dan itu membuat kami lebih perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya &lt;a href="http://edata.ub.unimaas.nl/www-welcometour/UB-instructie/index.html"&gt;Perpustakaa&lt;/a&gt;n menjadi rumah kedua karena sistemnya memang didesain seperti itu, kami dilatih untuk lebih mandiri dalam belajar, pola pikir dan analisis. Dan juga secara akomodasi, perpustakaan yang buka sepanjang minggu itu memang menunjang. Perpustakaan sangat nyaman buat belajar. Pokoknya bahkan buat yang malas-malasan baca –seperti saya, kadang-kadang ---sekalipun, duduk, melamun sambil melihat hijau-nya pemandangan jalan kota Maastricht dari balik kaca ruang perpustakaan, sudah cukup membuat betah duduk berlama-lama.Semua orang dengan patuhnya akan berbisik ketika bicara di perpus. Itu sudah peraturan. House rules.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya pengalaman yang agak malu-maluin dengan masalah ketaatan terhadap house rules ini, suatu kali karena terburu-buru untuk mengikuti kelas berikutnya, saya dan teman-teman menggunakan lift untuk turun dari perpustakaan. Padahal dipintunya jelas-jelas ada gambar kursi roda dan tulisan handikappen, berpikir –sekali-kali mah ga apa-apa—yang tipikal melayu itu, kami pakai juga lift itu. Tapi begitu sampai ke loker lantai bawah tempat kami meletakkan tas dan barang-barang yang dilarang, ada om-om langsung mendatangi saya dan bicara dalam bahasa Belanda. Memasang tampang polos saya bertanya “oui ?yes?” lalu si om langsung beralih menggunakan bahasa inggris dan bilang bahwa kami telah menggunakan lift untuk orang cacat. Itu ga boleh, next time harus turun lewat tangga. Duh, malu euy. Saya dan teman-teman Cuma mengangguk-angguk ga enak hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali lain, saya membawa apel dan minuman ke ruang perpus dan out of nowhere, om-om itu datang lagi dan bilang ga boleh makan-minum di perpus. Duh! Sesudah itu saya celingukan ke kiri kanan atas bawah, melirik ke pojok, langit-langit, bawah meja. ini ada apa yah ? kok dia bisa tahu yah ? jangan-jangan ada kamera tersembunyi buat memantau semua pengunjung? wuaduh, harus jaim dong, ga lucu aja kalau adegan saya dijual buat program kayak SPONTAN ala Belanda. Habis, dulu bawa bakwan, tahu isi, somay, batagor ke perpus fisip ga pernah ada yang dengan rajinnya negur-negur segala. Jadinya kebawa-bawa deh . Wuah, ketahuan banget sih kalau kamu datang dari negara berkembang, mbak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena buku-buku diperpus sebagian besar tidak bisa dipinjam, jalan keluar untuk memeras isinya adalah duduk dan membaca berlama-lama di perpus atau memfotokopi-nya. Maka mesin foto kopi adalah barang yang tersebar di penjuru kampus. Di perpus sendiri ada ruang tersendiri untuk itu. Tapi, seperti biasa disini tidak ada mas-mas yang dengan baik hati mau dibayar untuk meng-copy-kan untuk kita, tapi (lagi-lagi) kerjakan sendiri dengan menggunakan kartu mahasiswa yang sudah diisi poin (paling banyak 5 euro) untuk mengkopi. Satu lembar menghabiskan 0,05 euro. Berita bagus buat saya adalah, ada subsidi untuk mahasiswa program master of public health sebanyak 300 lembar fotocopy gratis per bulannya di kartu UM kami. Berita bagus lainnya tentu jadi sangat mumpuni menggunakan mesin fotokopi. Pulang ke Indonesia sepertinya saya bisa buka copy center buat nambah-nambah penghasilan he he he.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-112699289294372719?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/112699289294372719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=112699289294372719' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112699289294372719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112699289294372719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/09/universiteitsbibliotheek-randwijk.html' title='Universiteitsbibliotheek (Randwijk)'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-112680538315655912</id><published>2005-09-16T00:26:00.000+07:00</published><updated>2005-09-16T00:29:43.160+07:00</updated><title type='text'>Merenung-renung ...</title><content type='html'>Jadilah Kau Musafir atau Penyeberang Jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para musafir tahu, bahwa dalam perjalanan panjanga dan melelahkan, mereka punya satu tempat yang dituju. kampung halaman. maka seindah apapun negeri yang kau singgahi, tak peduli seberapa besar nikmat yang kau dapatkan, jauh di dasar sana engkau tahu, bahwa bukan itu yang kau cari. Bahkan jika dalam negeri persinggahanmu kau temukan kepahitan, kesedihan dan kepedihan, semua tak akan cukup membuat jiwamu bermuram durja, karena kau tahu dia tak akan selamanya. masih ada kampung halaman tempat kau berisitirahat dari lelah dan penat perjalanan. Tempat persemaian jiwa dalam kenikmatan abadi bersama Dia yang kau puja. Kau bisa jatuh cinta, menyukai siapa saja dan apa saja dalam persinggahan diperjalananmu, tapi kau tak akan pernah menambatkan hatimu disana sepenuhnya. karena kau tahu, kelak akhirnya semua kau tinggalkan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Posting Oktober 2004 lalu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;menguatkan azzam dalam sebuah  perjalanan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;semoga lulus dengan nilai "A" dalam episode ujian kali ini&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-112680538315655912?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/112680538315655912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=112680538315655912' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112680538315655912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112680538315655912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/09/merenung-renung.html' title='Merenung-renung ...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-112655584754862680</id><published>2005-09-13T02:14:00.000+07:00</published><updated>2005-09-13T03:14:36.853+07:00</updated><title type='text'>Summer Is Over ...</title><content type='html'>Awalnya sekitar dua hari yang lalu. Ketika saya melongok keluar jendela kamar saya menjelang berangkat ke perpustakaan kampus. Langit mendung tanpa kehadiran matahari. hmm, mau hujan kali ya nanti siang, demikian pikir saya. Tapi lho kok mendungnya terus sampai jam satu siang ? dan begitu keluar kamar, hawa yang dingin menggigit mulai menyelimuti tubuh saya yang tak berjaket. saya buru-buru lari ke kamar dan menyambar jaket yang dibawa dari Jakarta. Cuaca jam satu itu muram seperti pagi jam setengah enam di Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar catatan, waktu kami menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Maastricht, matahari bersinar dengan sumringah. Tidak ada bedanya dengan matahari Jakarta atau Bandung, walaupun tentu saja hawanya lebih sejuk dan segar tanpa polusi yang menggayuti udara. Dan mister sunshine itu dengan setia terus manteng begitu selama dua minggu. Wlaupun jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, diluar pemandangan masih remang-remang seperti maghrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And here comes the gloomy, dark ages that stole the sunshine away from Maastricht skies...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan om-om resepsionis diperpustakaan kampus menyuarakan keluh kesah semua orang hari itu dalam sambutan hangat: "Good morning! summer is over !"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-112655584754862680?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/112655584754862680/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=112655584754862680' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112655584754862680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112655584754862680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/09/summer-is-over.html' title='Summer Is Over ...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-112618187020952709</id><published>2005-09-08T18:38:00.000+07:00</published><updated>2005-09-13T02:09:35.070+07:00</updated><title type='text'>Makan-makan ...</title><content type='html'>Ini terinspirasi dari pertanyaan Saras, teman saya, tentang makanan disini. Waktu pertama briefing, kami sudah diwanti-wanti untuk tidak membawa hal-hal yang tidak 'perlu' seperti beras, mie, bumbu dan bahkan sambal. "please, we have some people who just can not live without sambal in Netherland," kata Ibu Monique. Tapi, namanya juga student of Indonesia, siapa juga yang berani menyerahkan lambung Indonesia-nya mentah-mentah kedalam jebakan roti,keju, susu dan yoghurt itu ? maka mie, tiga-lima bungkus akhirnya bawa, beras seliter dua liter sih ada, rendang serantang sih harus punya, bumbu-bumbu instan lima sepuluh jenis sih bawa ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah yang panjang antara Indonesia dan Belanda pastinya meninggalkan jejak pada warisan kulinari dua negara ini. Walaupun pasti sudah menemukan bentuknya sendiri yang disesuaikan dengan selera lokal. Bami goreng dan nasi goreng pun, masuk dalam daftar menu favorit orang Belanda. Saya geli sendiri waktu belanja dan menemukan makanan kemasan dalam judul "babi pangang" --ini beneran cuma memakai satu 'g', lalu ada "sambal oeleg" selain "bami goreng". suatu kali waktu makan siang di kampus, saya dengan antusias mencomot beberapa sachet saus yang bertuliskan "sambal". wah, ada sambal!, begitu pikir saya. tapi begitu dibuka trus dicicipi, wuaduh!!! apaan ini ?! kok yang serba cuwer ga jelas asin manisnya, berani-beraninya mereka sebut sambal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir minggu pertama, kami mahasiswa MPH ditraktir makan oleh Ria dan Marijet di Cafe Sjiek, buat mencoba sesuatu yang typically Maastricht di kawasan Vrijthof.Itu kawasan antik yang termasuk bagian tertua di maastricht. Tentu saja walaupun sangat ingin mencoba sesuatu yang khas, kami tidak punya banyak pilihan selain ikan dan minuman standar tanpa alkohol (mineral water and lemon tea,please). Teman-teman memilih untuk memesan kroket udang (ini khas Maastricht) sementara saya dengan 'gagah berani' mencoba ikan trout (sambil berdoa, mudah-mudahan ikannya matang). di Cafe yang remang-remang itu (awas, jangan mikir yang horor lho!) kami saling tukar banyak cerita. Ternyata seru buat tahu bahwa perkedel itu ternyata makanan Jerman (Belgia?) yang sampai juga ke Indonesia. kroket, tentu saja warisan asli orang Belanda. Dan ternyata mereka sangat fascinating dengan kue-kue seperti onde-onde, lemper, lontong dsb. Marijet bahkan bertanya sama kami, apa kah jika dia belikan semua ingredients untuk membuat onde-onde, kami bisa buatkan untuk dia ? kami anak Indonesia langsung pasang tampang seakan-akan membuat onde-onde sama gampangnya seperti membuat telur ceplok ("Well, ok, that's easy we'll cook it for u someday""--maksudnya: not right here, right now, or in my another life he he he, jahat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejam kemudian pesanan kami datang. Dan saya sempat bergidik melihat ikan trout saya yang putih polos tanpa bumbu kecuali secuil mayonaise pake peterseli (?) sebagai sausnya. Marijet yang melihat ekspresi saya langsung bertanya "r u okay with ur fish?" saya menelan ludah, "I'll try ..." dan satu cuil dua cuil,... hmm lumayan juga. Tak terasa habis juga itu Trout di cuil-cuil. Bersandar kekenyangan karena sebelumnya kami juga sudah disuguhi baquet dengan mentega yang legit dan kentang goreng, saya pikir acara makan-makan itu sudah selesai, sampai Nurul berbisik "Itu tadi baru hidangan pembukanya loh?!" say what ? wuaduh, masa sih mereka makan sebanyak itu ? dan benar saja, tidak lama kemudian muncul lagi piring-piring putih berisi ikan (kali ini karper atau salmon, saya tidak ingat) dihadapan kami. Kami yang perempuan, putri-putri tanah jawa yang makannya memang secuil-secuil (tapi sering =b) saling berpandangan. wah, gimana menghabiskannya ? lambung saya sendiri tinggal sepertiga untuk udara. Waktu kami bilang kami ga sanggup lagi, Ria dan Marijet bilang cicipin aja, kalau ga abis ga akan dianggap ga sopan kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dicoba juga itu ikan. Dalam suapan pertama saya langsung meringis, Ya ampun, ni orang-orang lidahnya dibikin dari apa yah ? pokoknya pecel lele is the best deh compare to the ikan goreng yang nama resepnya di menu keren banget itu. Tapi selain rasanya yang menyedihkan, kami memang sudah betul-betul kenyang dengan suguhan pembuka tadi. Cuma Astri yang sukses membersihkan ikan itu dari permukaan piringnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pengalaman saya mencoba sesuatu yang typically Dutch disini. Minggu ini semua ransum saya yang "typicall Indonesia" sudah habis. Beras bagus tentu saja lebih mahal dibanding roti. Ada yang murah seperti beras suriname, tapi itu cuma bagus untuk nasi goreng. Lagipula dengan padatnya waktu buat bulak-balik ke kampus, memasak hal yang praktis dan tidak buang-buang waktu jadi pilihan yang ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi, daging halal cuma ada di toko Turki yang katanya dekat guesthouse saya. Sebelum tahu toko Turki itu maka ikan, telur dan sayuran adalah makanan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menikmati menu yang sehat!&lt;br /&gt;btw, pasti ada yang bertanya2 kapan yah ni anak belajar ? wuah, tunggu yah, nanti tak ceritain soal sistem belajar disini yang .... seru!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-112618187020952709?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/112618187020952709/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=112618187020952709' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112618187020952709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112618187020952709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/09/makan-makan.html' title='Makan-makan ...'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-112601003930665139</id><published>2005-09-06T19:33:00.000+07:00</published><updated>2005-09-13T20:17:52.306+07:00</updated><title type='text'>Maastricht My Old Town</title><content type='html'>&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" width="100%" unselectable="on"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;&lt;p&gt;Hampir seminggu saya tinggal disini, tapi entah kenapa rasanya seperti sudah berabad-abad. No, im not complaining tapi kok ya waktu berjalan lambat sekali sementara dalam seminggu itu sepertinya sudah banyak sekali hal yang terjadi. Sudah ke Centruum belajar belanja groceries di Aldi, Hema, H&amp;amp;D, belajar isi pulsa telfort, beli alat-alat mandi, pelembab di toko pupur Kruidvart (baca:kroidvart) (hihihi …). Tersengal-sengal di tanjakan menuju kampus sampai saya menyerah, turun dan menuntun sepeda saya sampai diketawain oleh abg-abg bule, belajar untuk membiasakan diri menyapa jika papasan dengan Hi, Allow, Morning, Moergen, atau Hoy (dengan suara dalam seperti suara orang yang kekenyangan sesudah makan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya udah lama sekali sepeda saya tabrakan dengan sepeda Astri, menabrak tembok di pinggir sungai Maas, diomelin bule karena menyebrang tanpa melihat lampu merah tapi hanya mengandalkan naluri seperti di Jakarta, sudah lama sekali waktu jantung saya berdebar-debar karena sepeda pertama yang saya naiki joknya begitu tinggi sehingga saya harus berusaha mati-matian bertahan untuk tetap seimbang dalam kayuhan pertama, betapa saya sibuk berdoa sambil mengayuh sepeda dan berpikir bahwa kecelakaan sepeda bisa saja masuk daftar penyebab kematian saya kelak, hiks ga elit banget yah …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan baru saja saya pulang bulak balik dari kampus dengan sepeda saya menyeberangi jembatan di atas sungai Maas --salah satu sungai utama di Belanda selain Rhein dan Scheldt—sambil menikmati angin summer yang sejuk (kata bule sih panas), taman-taman kota, memberi tanda akan berbelok dengan lihai menggunakan tangan kiri sementara tangan kanan saya memegang stang … gaya kan ??? he he he …rasanya saya sudah ada lama sekali dikota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Ahad saya dan Astri ke tempat Nurul. Siang kami akan bertemu Bang Bondan sekeluarga serta keluarga ikhwah lainnya dari Achen, Jerman di kediaman mereka. Akan ada sedikit barbeque dan setelah itu disambung pengajian keluarga. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ke tempat Nurul, Astri mengusulkan untuk mampir sebentar ke kampus yang memang tidak jauh tempat Nurul di Gandhiplein. Untuk menghapal rute, karena Senin ini kami akan mulai kuliah kami yang pertama dan kami berencana untuk naik sepeda (baru) kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersepeda di Maastricht di hari libur pagi musim panas seperti ini sangat menyenangkan. Rata-rata bule disini masih tidur atau malas-malasan di rumah mereka. Kota pun sepi dan lengang. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maastricht , walaupun termasuk kota turis, penghuninya sebagian besar adalah senior citizen, pensiunan yang ingin hidup dalam atmosfer kota yang lebih tenang dan tidak crowd seperti di Rotterdam atau Amsterdam. Maka, bisa dibilang ini kota yang nyaman untuk belajar. Nite live pasti ada, tapi tidak seheboh dikota besar lainnya. Saya pernah pulang pukul sembilan malam dari rumah seorang teman. Jam segitu Maastrichth sudah sepi senyap. Tapi satu dua orang masih jalan kaki atau bersepeda dengan santai. Tingkat kejahatan di Maastricht terhitung rendah, sehingga orang bisa merasa tenang. Saya ingat kalau di Jakarta saya pernah pulang pukul sepuluh malam dari Slipi dan Jakarta masih bising. Rasa tenang yang ada waktu itu bukan karena sistem keamanan Jakarta berjalan dengan baik, melainkan karena ada ratusan orang yang masih hilir mudik bersama saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota ini merupakan salah satu kota tertua di Belanda yang berumur hampir dua ribu tahun. Ada 1.590 monumen bersejarah yang dilindungi hukum di kota ini. Dinding kota pertama di Maastricht dibangun tahun 1229. pembangunan dinding baru dimulai pada awal abad ke 14.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 130.000 orang yang tinggal di kota yang terletak di muara sungai Maas- Jeker dan dikaki gunung St Pieter ini. Hmm, bicara soal gunung, saya kok tidak lihat yah ada gundukan yang cukup meyakinkan buat disebut gunung. Tapi kalau mereka bilang terletak di kaki gunung--untuk menghormati perasaan mereka--- ya bolehlah. Walaupun Netherland secara umum merupakan pemeluk Kristen protestan, khusus di Maastricht penduduknya memeluk agama Kristen katolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maastricht merupakan ibukota propinsi Limburg yang merupakan daerah perbatasan dengan Jerman dan Belgia. Kata Oey, cukup bersepeda sekitar lima belas hingga dua puluh menit, kita sudah sampai ke Belgia (bukan Brusselnya, tentu saja). Bang Bondan dan keluarga sendiri hanya menghabiskan waktu 44 menit naik bis dari Achen ke Maastricht. Dan disini ga ada istilah macet loh. Jadi kalau suatu saat ingin jalan-jalan ya tinggal loncat. Sayangnya residen permit kami baru keluar paling cepat tiga bulan lagi. dan sebelum itu secara legal kami belum boleh ke negara-negara Schengen (Uni Eropa kecuali Inggris) yang memungkinkan untuk jalan-jalan tanpa visa. Tapi kalau mau ilegal sih bisa aja (dan sebagai orang Indonesia, apa sih yang ga bisa ilegal ? he he…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Main-main ke museum dan tempat-tempat bersejarah di kota ini tentu saja sudah masuk ke dalam rencana saya. Apalagi ada Dani yang sedang belajar soal seni dan kebudayaan, pasti asyik. Sayangnya masuk museum cukup mahal. Ke Bonnefantenmuseum di Maastricht katanya kita harus merogoh kocek sekitar 15 euro. Itu belanja saya untuk keperluan satu minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, mungkin nanti. Suatu saat. Dan saya ingat sama Jakarta. Kalau ada orang yang bertanya tentang Jakarta, masa lalunya, sejarahnya, monumen-monumennya … saya tidak tahu mau jawab apa atau ajak kemana. Mungkin ke Monas atau Pondok Indah Mall … setelah itu entahlah, mungkin ke Hypermart di Cibubur Junction …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr unselectable="on" hb_tag="1"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7933950-112601003930665139?l=fragmensore.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fragmensore.blogspot.com/feeds/112601003930665139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7933950&amp;postID=112601003930665139' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112601003930665139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7933950/posts/default/112601003930665139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fragmensore.blogspot.com/2005/09/maastricht-my-old-town.html' title='Maastricht My Old Town'/><author><name>solilokui</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07605929730871660772</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7933950.post-112600999191064359</id><published>2005-09-06T19:32:00.000+07:00</published><updated>2005-09-06T19:33:11.913+07:00</updated><title type='text'>Bersepeda</title><content type='html'>&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" width="100%" unselectable="on"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;Untuk urusan ini saya janji bakal kasih oleh-oleh cokelat banyak-banyak buat Anam dan Pak Ratman, ofifice boys di kantor yang udah rela minjemin saya sepedanya. Sebenarnya bukan minjemin, tapi rela dibajak, lha wong saya bilang pinjam sambil langsung dinaikin gitu sepedanya sebelum mereka sempat bilang boleh tidaknya. Saya tentu saja bisa naik sepeda. Tapi terakhir naik sepeda adalah dua belas tahun yang lalu. Dan karena di Indonesia yang naik sepeda itu Cuma anak kecil plus tata kotanya memang tidak didesain ramah buat yang naik sepeda maupun pedestarian, jadilah saya angkoters dan sepeda pun terlupakan. Sepeda mereka yang saya manfaatkan buat mengembalikan ketrampilan naik sepeda. Dulu kalau naik sepeda dikantor pasti sama Pak Hadi, the satpam atau OB-OB suka diledekin, wah mba masa kecilnya kurang bahagia yah ?? he he kalau kurang bahagia masa sih mau diulang-ulang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeda pertama yang saya naiki di Maastricht adalah sepeda yang saya pinjam dari  Radian, teman Ical.  Joknya dipasang tinggi sekali. Kaki saya jauh dari tanah ketika saya duduk disadelnya. Dan ini sangat menyusahkan ketika harus berhenti di lampu merah. Saya harus buru-buru mencari trotoar untuk tumpuan kaki, persis seperti pengendara motor Harley Davidso
